NovelToon NovelToon
Wanita Penyembah Iblis

Wanita Penyembah Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:489.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Laila Khaifa Nur

Namanya Nur Hayati artinya cahaya kehidupanku. Tatapi hidupnya tidaklah seterang namanya. Hidupnya justru jatuh dalam kegelapan.

Semua bermula ketika Hayati menemukan buku mantra milik mantan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Khaifa Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Ali begitu terkejut begitu mendengar Nur Hayati mengatakan kalau dia juga bekerja. Karena selama ini ia selalu menceritakan tentang pacarnya pada teman-temannya anak orang kaya.

"Aduh bagaimana kalau mbak Hayati salah ngomong ini, bisa diejek aku sama mereka," ucap Ali dalam hati sambil matanya melirik Nur Hayati seolah memberi kode agar Nur Hayati tidak banyak bicara.

"Jadi kamu juga bekerja, berarti sama seperti kita-kita juga," ucap Intan.

"Kamu kerja apa Hayati," tanya Aryani.

"Sebenarnya aku tidak bekerja, tapi aku punya usaha," ucap Nur Hayati.

"Usaha apa?" tanya Indra penasaran.

"Aku punya usaha budidaya ikan," jawab Nur Hayati.

"Jenis ikannya apa saja, jadi penasaran?" tanya Marwan.

"Ikan patin sama ikan lele," jawab Nur Hayati.

"Waah kalau panen pasti banyak ya dapat uangnya," ucap Aryani.

"Lumayanlah cukup untuk kebutuhan kehari-hari," jawab Nur Hayati.

"Jadi itu usaha kamu sendiri?" tanya Intan.

"Itu sebenarnya usaha ibu, cuma sekarang jadi untuk aku karena ibu sudah meninggal," Nur Hayati menjawab pertanyaan yang ditanyakan Intan.

"Kamu yang kelola sendiri sekarang ya Hayati," tanya Marwan.

"Bukan, paman aku yang urus semuanya, kalau aku paling terima beresnya saja, lagi pula tempatnya juga jauh, beda kecamatan," jawab Nur Hayati.

"Beda ya kalau orang kaya kerja dengan orang seperti kita, kalau orang kaya enak tinggal suruh sama orang, setelah itu tinggal tunggu hasilnya," ucap Aryani.

"Aku bukan orang kaya, aku sama juga seperti kalian," ucap Nur Hayati.

"Tidak apa-apa, tidak perlu merendah seperti itu, lagi pula Ali juga sudah cerita banyak kok tentang kamu sama kita-kita disini," ucap Marwan.

"Cerita apa memangnya?" tanya Nur Hayati penasaran apa saja yang diceritakan Ali tentang dirinya selama ini pada teman-temannya.

"Tenang saja, aku ceritanya bagus-bagus kok, tidak pernah cerita yang jelek tentang kamu," ucap Ali tiba-tiba.

"Hayati, kapan-kapan boleh ya kita kerumah kamu, biar lebih akrab," ucap Marwan sementara Ali menatapnya seperti tidak suka mendengar ucapan Marwan.

"Boleh kok, datang saja tidak apa-apa, aku malah senang kalau kalian mau berteman sama aku," ucap Nur Hayati.

"Benar ya," ucap Marwan memastikan ucapan Nur Hayati.

"Iya benar, kalian boleh datang kapanpun kalian mau, asal jangan tengah malam, takut dikira setan, jadi akunya yang tidak berani buka pintu nanti," ucap Nur Hayati sambil tertawa serta yang lain juga ikut tertawa mendengar ucapan Nur Hayati.

"Bisa lucu juga kamu rupanya Hayati," ucap Marwan.

"Benar-benar tidak salah pilih pacar kamu Ali, sudah cantik, kaya, lucu lagi. Coba kalau belum jadi pacar kamu pasti sudah aku rayu, biar mau jadi pacar aku," ucap Marwan sambil tertawa.

"Bisa saja kamu," ucap Nur Hayati.

"Kamukan sudah punya banyak pacar masih sempat berpikir untuk rayu pacar orang," ucap Ali dengan nada ketus.

"Cuma bercanda Al tidak perlu serius begitu," ucap Marwan sambil menepuk bahu Ali.

"Kamu rupanya cemburuan ya Al," ucap Intan sambil tersenyum.

Mereka semuanya saling bercerita satu sama lain sambil sesekali tertawa. Namun berbeda dengan Ali, dia terlihat cemberut serta lebih banyak diam dan tidak banyak tertawa seperti temannya yang lain. Kelihatan sekali kalau Ali cemburu melihat Nur Hayati akrab dengan Marwan.

"Kita bertemu lagi budak iblis," ucap seorang wanita tiba-tiba.

"Iblis," ucap wanita itu lagi.

Seketika mereka semua terdiam mendengar kata-kata wanita yang berdiri diujung meja tempat mereka duduk. Entah dari mana ia datang tiba-tiba wanita tersebut sudah berada didepan mereka. Pakaiannya juga terlihat aneh, ia memakai pakaian serba hitam mengkilat yang kebesaran. Dilehernya banyak tergantung bunga melati yang masih segar.

"Maaf ibu bicara dengan siapa?" tanya Ali pada wanita tersebut.

"Bukan denganmu anak muda, tapi dengan anak budaknya iblis," jawab wanita tersebut.

"Lalu yang ibu maksud, kita disini semuanya anak manusia tidak ada anaknya iblis disini," ucap Marwan tertawa kemudian punggungnya ditumbuk oleh dari belakang agar ia berhenti tertawa.

"Aku tidak akan melepasmu wanita budak iblis," ucap wanita itu lagi sambil matanya menatap tajam kearah Nur Hayati.

Nur Hayati tahu kalau wanita tersebut metatapnya. Nur Hayati juga masih ingat betul kalau wanita tersebut adalah orang yang sama tempo hari dalam angkot saat ia pulang berbelanja dengan bu Hasnah. Tapi Nur Hayati tidak mengerti kenapa ia terus bertemu dengan wanita tersebut. Entah kebetulan atau memang wanita tersebut memang sengaja mengikutinya.

"Kenapa ibu terus menatap saya, ibu mengatakan kalau saya ini iblis, maksud ibu apa," ucap Nur Hayati dengan suara keras sehingga orang-orang yang sedang makan disana pandangan mereka seketika kearah mereka berenam.

"Dasar iblis, aku akan membalasmu budak iblis," ucap wanita itu lagi masih menatap Nur Hayati bahkan tanpa berkedip.

"Tenang Hayati, pasti dia ini orang gila, jangan diambil hati ya," ucap Ali mencoba menenangkan Nur Hayati.

"Mana bisa aku tenang, kamu tidak dengar dia mengatakan aku apa, wanita ini menyebut aku iblis," ucap Nur Hayati sambil telunjuknya menunjuk kewajah wanita tersebut.

"Maaf ibu kenal dengan teman saya, kenapa mulut ibu bisa kasar begitu bicaranya sampai berani mengatakan teman saya iblis?" tanya Marwan seperti tidak terima wanita tersebut berkata kasar pada Nur Hayati.

"Bu, tolong ibu keluar ya dari sini, jangan buat keributan ditempat jualan saya, nanti pelanggan saya bisa kabur semua gara-gara ibu," ucap bapak penjual nasi pada wanita tersebut saat menghampiri mereka.

"Iya pak, tolong bawa saja ibu ini keluar, sepertinya dia kurang waras," ucap Ali pada bapak penjual nasi tersebut.

"Ayo ibu ikut saya keluar ya, jangan buat keributan disini," ucap bapak tersebut sambil menarik tangan wanita tersebut mengajaknya untuk pergi dari sana.

"Aku akan membalasmu wanita iblis, tunggu saja sampai aku menemukan buku mantra itu, aku pasti akan membalasmu, hahaha," ucap wanita tersebut saat ia ditarik keluar oleh bapak penjual nasi kuning tersebut.

Kemudian sibapak penjual nasi menarik wanita tersebut sampai akhirnya berhasil membawanya keluar dari tenda tempatnya berjualan. Meskipun begitu wanita tersebut masih sempat berteriak dan memanggil Nur Hayati dengan sebutan iblis dan mengatakan ia adalah penyembah iblis dan akan membalas dendam pada Nur Hayati. Tentu saja bagi Ali dan teman-temannya pasti berpikir kalau wanita tersebut adalah orang gila. Tapi tidak dengan Nur Hayati, dia benar-benar bingung dan juga penasaran dengan wanita tersebut. Bukan tanpa alasan Nur Hayati curiga dengan wanita tersebut, karena ini sudah kedua kalinya mereka bertemu, dan tidak mungkin itu kebetulan. Apalagi wanita tersebut masih mengatakan hal yang sama dengan waktu mereka bertemu dalam angkot tempo hari. Nur Hayati berpikir pasti ada sesuatu yang diketahui oleh wanita tersebut.

"Kira-kira dia itu siapa ya?" pikir Nur Hayati dalam hati.

***

Bersambung...

1
Destia Rifa
ke ustadz aja lah
Yulita
sakti tapi tida bisa membeda kan orang yg pura pura baik & yg benaran baik,harus ada moti vasi dong Thor untuk pembaca nya,
Yulita
tida bisakah dipotong sedikit cerita tentang hutan nya Thor,langsung nyampay tempat tujuan gitu biar pembaca nga merasa cerita nya membosankan
Yulita
perasaan yg ditulis author jalan nya tinggal satu kilo tapiko nga sampay sampay ya🤣🤣🤣
Yulita
Nurhayati nga cocok jadi pemeran utama di nopel ini,nga nyambung soal nya,maaf ya Thor untuk komen nya
Yulita
cerita nya bagus tapi nga nyambung dengan judul nya
Yulita
ini si bukan pemuja iblis,tapi drama keluarga
Yulita
tida sealur dengan judul nya😴
Yulita
sampay disini ko jadi membosan kan kisah nya Thor,harus nya makin seru
Yulita
ko belum ada arah ke pemujaan nya ya,ini kisah horor atau drama sih thor
Yulita
kemana tujuan alur nopel ini Thor,???
Yulita
maaf ya Thor sebelum nya,untuk komen ini,tapi saya rasa judul nya nga nyambung sama alur nya
Yulita
awal kisah nya bagus bangat,tapi pas sampay sejauh ini ko belum jelas pemuja iblis nya dan tokoh utama nya
Yulita
yg cocok jadi pemuja iblis itu enjel sama mama nya Ali Thor,jangan nurhayati
Yulita
sampay disinipun belum ada titik terang cerita nya,masih mutar"aja
Yulita
sudah sejauh ini tapi masih belum ada arah kepemuja iblis nya ya
Yulita
kenapa harus Nurhayati yg diikuti iblis??!
Yulita
semoga Nurhayati akurtrus sama Bu Hasnah,senang baca nya thor
Yulita
👍👍👍
Yulita
sejauh ini sangat memprihatinkan nasip Nurhayati😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!