NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia telah kembali!

Tuan besar Domino beserta istrinya memasang wajah masam saat melihat pemandangan tidak senonoh di depannya itu.

Sontak Mocca mendorong tubuh Leon dan langsung bangkit untuk memberi salam pada mereka "H-halo. Paman, bibi, apa kabar?" dia gugup sekali.

Mendengar hal itu si kembar berlari dan bersembunyi di belakang Mocca "J-Jean, Candy, cepat beri salam." suruhnya pada si kembar.

Dengan malu malu si kembar maju ke depan lalu membungkukkan badan mereka "Selamat sore, P-paman, bibi." bernada selaras.

Tuan besar maupun istrinya tidak membalas salam mereka, mereka malah menatap Leon yang masih terduduk dan menunggunya memberikan penjelasan. Tak lama mereka berjalan dan duduk di sofa lainnya.

"Apa kau akan terus diam dan tidak memberikan penjelasan pada kami?" ia menatap Leon.

Leon tersenyum kemudian beranjak, dia memeluk Mocca yang masih berdiri mematung "Ayah, ibu, perkenalkan.. Dia istriku dan mereka anak - anakku." ucap Leon membuat kedua orang tuanya terkejut.

Brak!

Tuan Domino menggebrak meja sampai terbelah menjadi dua "Apa apaan ini! Kau datang dengan seorang wanita dan dua anak kecil dan dengan berani mengatakan hal demikian! Kau pikir ini lelucon?!"

"Sudah ku duga tidak akan berjalan dengan baik. Sudah seperti ini apa yang akan Leon lakukan? Anak - anak pasti ketakutan sekarang." batin Mocca sembari menunduk melihat si kembar.

Kenapa Leon tidak mengatakan hal apapun? Malah saling melempar tatapan dengan ayahnya, apakah permusuhan antar anak dan ayah?

Begitu pikir Mocca.

Tak lama Tuan Domino menghela nafas kasar "Maksudku, kenapa kau menikah diam diam? Apa ingin mempermalukan keluarga Domino, membuat mereka berpikir kita tidak mampu mengadakan pesta pernikahan yang sangat megah?"

"Hah?" bingung sampai menjadi bodoh.

Plak!

Leon melemparkan dua buku nikah ke atas meja yang hancur itu "Aku tidak butuh pesta pernikahan yang megah, tidak untuk saat ini." ia kemudian mengajak Mocca duduk, juga di kembar.

"Benar juga, menikahi janda anak dua memang tidak perlu mengadakan pesta besar. Asalkan kau menikah itu sudah cukup bagiku."

"Tch.. Siapa wanita jalang ini? Dilihat dari manapun dia tidak mempunyai kelebihan, bahkan keponakanku jauh lebih baik darinya. Bisa bisanya Leon menikahinya!" Ibu merasa geram, dia tidak menyukai Mocca.

"Dia bukan seorang janda anak dua, justru aku menikahinya karna kedua anak ini adalah anakku, penerus keturunan Domino..

..Biar ku perkenalkan sekali lagi, wanita ini adalah istriku, Mocca Yola yang kini berganti nama menjadi Mocca Domino. Dua anak kecil ini bernama Jean dan Candy, penerus keluarga Domino."

Pernyataan Leon membuat Ayah dan ibunya terkejut bukan main, bagaimana bisa anak sebesar itu tiba tiba muncul dan Leon mengakuinya sebagai anaknya.

"M-mocca Yola? Bagaimana bisa? Bukankah dia sudah~" Ibu mengepalkan tangannya.

"Anakku, kau sangat naif. Bagaimana bisa kau percaya bahwa mereka benar adalah anakmu? Mungkin saja, seseorang menjebakmu dan menggunakan hal itu untuk masuk ke keluarga Domino kita." Ibu mencibir Mocca.

"Apa yang di katakan ibumu benar. Lebih baik lakukan tes DNA."

Sakit sekali penghinaan itu. Mocca telah mengandung mereka dan membesarkannya dengan susah payah, sekarang malah dituduh menggunakan mereka untuk masuk ke keluarga kaya itu.

Manikah dengan Leon bukan keinginannya, meski sendiri dia pun bisa menghidupi si kembar, tidak perlu menengadahkan tangan meminta belas kasihan keluarga Domino.

"Mama." Candy menatap Mocca, dia tampak ketakutan dan merasa tidak nyaman. Baru saja dirasa akan memiliki kehidupan yang lebih baik, ternyata tidak semudah itu.

"Huh! Nenek jahat!" celetuk Jean membuat ibu Leon melotot.

"Apa kau bilang?! Siapa yang kau sebut nenek jahat?!" dia naik pitam, merasa sangat kesal sampai matanya menyala - nyala.

"Ibu, sudahlah. Dia hanya anak kecil." Leon mengelus kepala Jean, tidak mempermasalahkan dengan apa yang baru saja dia perbuat walaupun itu pada ibunya.

"Untuk tes DNA, aku akan melakukannya lain hari. Sekarang datang hanya ingin memperkenalkan mereka pada kalian." tambahnya.

"Hm, tidak masalah." Ayah beranjak.

"Tinggalah beberapa hari disini, ayah masih ada banyak kerjaan dan tidak bisa menemani kalian lebih lama. Ayah akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar. Dan untuk menantu.." ucapnya terhenti seraya menatap Mocca.

Tiba tiba ayah tersenyum "Terima kasih."

Ia pun pergi dengan ibu yang membuntutinya "Tch.. Benar benar tidak tahu malu jalang ini, lihat saja bagaimana aku akan bertindak. Keluarga Domino bukanlah sesuatu yang bisa kau dapatkan dengan mudah!"

Tatapan tidak senang ibu berikan pada Mocca, sangat tidak nyaman tiba tiba dibenci oleh seseorang. Hari hari berikutnya pasti akan sangat panjang.

"Tenanglah, ibuku memang seperti itu. Kita tidak akan tinggal disini, untuk sekarang hanya menginap saja. Ayo." ajaknya.

Ayahnya tidak terlalu memikirkan banyak hal, asalkan Leon menikah dan memberikan keturunan keluarga Domino, itu sudah cukup. Tapi berbeda dengan ibu yang sangat ketat, dia tidak menyukai wanita manapun mendekati Leon. Terkecuali keponakannya.

Sore itu mereka mengantar si kembar ke kamar yang sudah di siapkan untuk mereka, membawa koper mereka dan menyimpannya. Mereka tidak mengeluarkan barang barang didalamnya karna seperti yang Leon katakan, mereka disana hanya menginap dan akan pergi ke rumah sebenarnya.

"Jean, Candy, kalian beristirahatlah. Nanti seseorang menjemput kalian untuk makan malam bersama." ucap Leon.

Si kembar yang sudah duduk di tepi ranjang kemudian mengangguk. Setelah itu Leon berjalan pergi keluar kamar namun dia menyadari sesuatu, istrinya tertinggal.

Dia menatap Mocca.

"A-aku akan tidur disini. Anak - anak tidak bisa tidur tanpaku, benar 'kan?" ia bertanya pada si kembar.

Si kembar awalnya kebingungan, sebenarnya tidak takut jika tidur tanpa Mama pun. Tapi setelah Mocca mengedipkan sebelah matanya pada mereka, mereka mengerti dan menangkap sinyal isyarat itu.

"Benar, kami tidak bisa tidur tanpa Mama." mereka berkompromi.

Leon tersenyum licik lalu menghampiri Mocca "Disini hanya ada dua ranjang tidur, nanti si kembar tidak nyaman. Ayo, pelayan sudah menyiapkan kamar untuk kita berdua." sesuatu tersirat dalam kalimat Leon tersebut.

Dia menarik tangan Mocca yang sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi itu "Beristirahatlah, sayang sayangku."

Brak!

Pintu kamar tertutup.

...**...

Ibu Leon pergi ke sebuah ruangan pribadi miliknya untuk menghubungi seseorang. Dia terlihat sangat panik dengan kedatangan Mocca dan si kembar yang di akui Leon sebagai anak dan istrinya.

Panggilan terhubung.

"H-halo bibi, ada apa?" dari suaranya kemungkinan dia seorang wanita muda.

"Keponakan, ada sesuatu yang ingin bibi beritahukan! Apa ibumu ada di rumah? Bibi sudah menelpon beberapa kali tapi nomornya tidak dapat di hubungi."

"Sebenarnya ponsel ibu rusak beberapa hari yang lalu, belum sempat beli yang baru. Ada apa bibi? Kedengarannya bibi sangat panik."

"Ada apa? Siapa yang telpon?" tiba tiba suara seorang wanita lainnya, mungkin ibu dari wanita muda itu.

"Bu, bibi menelpon. Katanya ada sesuatu yang ingin dia beritahukan." Wanita itu memberikan ponselnya pada ibunya.

"Oh? Hallo, kakak. Ada apa?" telpon beralih tangan.

"Adikku, bagaimana bisa kau sangat ceroboh." suara ibu semakin pelan, diapun was-was takut jika ada seseorang yang menguping.

"Ada apa? Ada masalah apa?"

"Apa kau tahu, dia datang! Dia sudah kembali!"

"Kak jangan bertele-tele. Aku tidak mengerti."

"Tch. Gadis yang kau singkirkan 7 tahun lalu sudah kembali, dia telah menikah dengan putraku. Mocca Yola sudah kembali!"

"Apa!? Tidak mungkin!?"

...** * **...

Reader, apa kabar?

Kalau ada yang mau di tanyakan chat ya biar lebih nyaman😊

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
🔴🏡s⃝ᴿ 🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰❀∂я
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!