NovelToon NovelToon
TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Anak Kembar / Gangster / Balas Dendam / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:326.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: ZmLing

NOTE : Bagi yang bingung dengan isi cerita, alur, dan juga tokoh2 didalamnya, disarankan untuk membaca "IF LOVE" terlebih dulu...Terima Kasih❤❤❤

Arvina dan Arzena adalah sepasang gadis kembar, putri kembar Darvin Anthony dan Zevina Austin Anthony. Dua gadis kembar dengan wajah identik namun memiliki karakter, sikap, dan pandangan hidup berbeda.

Dave Alexon, seorang gangster kejam yang terkenal di Australia dan sudah kebal hukum. Ia selalu mampu lepas dari jerat hukum hingga para Polisi dan aparat hukum sudah malas berurusan dengan nya.

Dave pernah bertekad untuk membalas dendam pada Arvina karena sudah menampar nya saat mereka masih bersekolah di PAUD. Namun kemudian dendam tersebut seketika berubah menjadi tekad untuk memiliki Arvina saat dewasa nanti.

Akankah Dave berhasil mendapatkan Arvina?

Yukzz ikuti kisah mereka..

WARNING : KONTEN DEWASA!!!
ADEGAN KEKERASAN TIDAK UNTUK DITIRU!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZmLing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baik, jika itu maumu!

Satu Bulan Kemudian

Setelah Dave tertembak, ia diharuskan dokter untuk dirawat secara intensif dirumah sakit.

Dave harus bersyukur karena peluru yang tembus kedalam dadanya tidak sampai menyentuh jantung nya.

Bersyukur juga didekat markas musuhnya terdapat rumah sakit, jadi Drick segera membawa Dave kerumah sakit tersebut saat itu.

Dave yang sangat keras kepala sudah beberapa kali meminta dipulangkan dari rumah sakit namun dokter belum mengijinkan.

Hari ini adalah puncak kesabaran Dave, ia sudah sangat tidak tahan lagi berada dirumah sakit ini.

Ia meminta Drick untuk mencari tahu tentang keluarga dokter yang menangani dirinya.

Apalagi jika bukan untuk dijadikan bahan ancaman agar dokter tersebut mau memberi ijin agar ia bisa segera keluar dari rumah sakit.

"Tuan." Sapa Drick yang baru masuk kedalam ruangan VVIP tempat Dave dirawat inap.

"Bagaimana? Apa kau sudah dapatkan yang aku mau?" Tanya Dave datar.

Drick mengangguk.

"Ini Tuan, semuanya ada disini." Ucap Drick memberikan sebuah ponsel pada Dave.

Dave segera menerima ponsel tersebut dan melihat isi didalamnya.

Seringai menakutkan tergambar jelas diwajah tampan Dave.

"Panggilkan dokter bodoh itu!" Titah Dave dingin.

Drick menunduk dan segera keluar dari ruangan Dave untuk memanggil dokter yang menangani Dave.

Sepuluh menit kemudian Drick kembali bersama dokter tersebut.

"Cepat keluar aku dari rumah sakit buruk ini!" Titah Dave geram pada dokter tersebut.

"Tapi Tuan Dave, kondisi anda masih belum stabil." Ucap dokter tersebut sedikit bergetar.

Dave menyeringai.

"Kau lihat ini!" Ucap Dave memberikan ponsel yang tadi diberikan Drick pada dokter itu.

Di ponsel tersebut sedang diputar video yang memperlihatkan Drick sedang bermain-main dengan putri dokter tersebut. Putri dokter tersebut baru berusia empat tahun.

"Jika kau ingin putrimu aman, maka keluarkan aku dari tempat buruk ini. Jika tidak, lihat saja apa yang akan ku lakukan! Dan lagi istrimu lumayan cantik rupanya." Ancam Dave dengan nada datar.

"Ba baik Tuan..sa saya akan mengeluarkan surat ijin keluar rumah sakit untuk anda." Ucap dokter itu ketakutan.

Ia pun segera keluar dari ruangan Dave bahkan tanpa pamit.

Tak berselang lama, sang dokter pun kembali dengan surat pernyataan sehat pasca operasi untuk Dave.

Drick menerima surat pernyataan tersebut sesuai kode dari Dave.

"Tunggu bung!" Ujar Dave saat dokter tersebut hendak keluar dari ruangan nya.

Dave meminta segepok uang dari Drick lalu memberikan pada dokter tersebut.

"Bayaran yang belum sempat Drick berikan untuk istrimu karena sudah melayaninya dengan baik. Kau tahu, jika sempat aku juga akan mengunjungi istrimu dan menikmati tubuh indahnya itu." Ucap Dave menyeringai.

Dokter tersebut langsung keluar dari ruangan Dave dengan langkah gontai.

"Tuan, kenapa kau mengatakan kebohongan seperti itu? Aku memang lajang dan sedikit berumur tapi aku juga tidak gila sampai harus menggempur istri orang." Gerutu Drick kesal.

"Jangan banyak bicara! Siapkan segalanya! Aku harus segera pulang ke Sydney. Entah sudah jadi apa kekasihku setelah aku tinggalkan begitu lama." Ucap Dave memberi perintah pada Drick.

Drick hanya bisa menurut.

Satu jam kemudian Drick pun kembali dengan semua yang Dave perlukan untuk kembali ke Sydney.

"Arvina, aku akan segera datang untukmu." Gumam Dave tersenyum.

Walaupun ia diabaikan oleh Arvina setelah hampir dua bulan ini, tapi ia mencoba untuk berpikir positif dan tidak ingin menuduh Arvina sembarangan.

Mereka pun segera menuju kebandara untuk naik keatas jet pribadi Dave.

Tak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya sampai dibandara dan langsung menuju kedalam jet pribadi Dave.

Satu jam kemudian jet pribadi Dave pun lepas landas.

Di New York saat ini hari masih siang.

Membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh dua jam untuk mereka sampai ke Sydney.

"Tuan, istirahat saja dulu. Sydney tidak akan berpindah." Ucap Drick meledek atasannya.

"Diam saja kau!" Ucap Dave kesal.

Drick hanya terkekeh.

"Baru kali ini aku melihat mu sangat antusias terhadap seorang perempuan setelah mengenalmu hampir enam tahun. Aku jadi penasaran se istimewa apa seorang Arvina dimatamu?" Gumam Drick tersenyum melihat tingkah atasannya itu.

••••••••••••

Dua puluh dua jam kemudian akhirnya jet pribadi Dave mendarat di bandara miliknya di Sydney.

Waktu di Sydney menunjukkan pukul sebelas malam, namun tidak mengurangi sedikitpun niat Dave untuk segera bertemu Arvina.

Keluar dari bandara, ia langsung mengendarai mobilnya yang sudah dibawakan oleh anak buahnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kediaman Arvina.

Sepanjang jalan ia selalu tersenyum membayangkan wajah kusut Arvina karena dibangunkan dari tidur nyenyak nya.

"Aku sangat merindukanmu sayang." Gumam Dave tersenyum sambil menggosok bibir bawahnya dengan telunjuknya.

••••••••••

Arvina masih terjaga walaupun hari sudah larut malam.

Ia merasakan sesak didadanya seperti ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.

Ia saat ini sedang duduk sendirian di kursi teras rumahnya sambil memandangi langit malam.

"Kenapa perasaanku sangat tidak enak?" Gumam Arvina sambil sesekali mengelus dadanya.

"Sayang, kenapa kau belum tidur?" Tanya Ken dari belakang Arvina.

"Aku tidak mengantuk. Kau kenapa terbangun?" Tanya Arvina lirih.

"Aku terbangun karena haus dan saat hendak mengambil air aku melihatmu disini." Jawab Ken sambil duduk disamping Arvina.

"Ken, boleh aku memelukmu sejenak?" Tanya Arvina sendu.

Tanpa menjawab Ken langsung memeluknya.

"Aku khawatir dengan Arzena. Dia benar-benar tidak menganggap ku ada. Dia sekarang semaunya sendiri." Gumam Arvina sedih, walaupun bukan itu yang mengganggu pikirannya.

"Semuanya akan membaik nanti." Ucap Ken menenangkan Arvina.

Ken melepaskan pelukannya dan menatap dalam manik teduh Arvina.

Reflek, Ken meraih tengkuk Arvina dan menyatukan bibir mereka.

"Sialan!" Teriak Dave yang baru turun dari mobil.

Ia geram dan langsung berlari menyerang Ken.

BUKK BUKK

Serangan bertubi-tubi Dave berikan pada Ken diwajah dan perutnya.

"Dave, aku mohon hentikan!" Pinta Arvina ketakutan.

Dave tidak mendengar dan terus menghajar Ken, Ken tidak sanggup melawan karena memang dirinya juga tidak jago bela diri.

Arvina dengan berani memeluk Dave dari belakang.

"Dave, aku mohon hentikan!" Pinta Arvina lagi. Arvina sudah terisak.

Dave merasakan Arvina memeluk nya langsung menghentikan aksi gilanya.

Dave berdiri lalu berbalik dan mencengkram kuat kedua bahu Arvina.

"Kenapa? Kenapa kau lakukan ini hah? Kenapa kau berkhianat?" Tanya Dave geram.

Arvina hanya menggeleng dengan berderai air mata.

"Aku tidak berkhianat Dave." Ucap Arvina meringis kesakitan pada bahunya.

"Kau tidak berkhianat? Lalu apa yang ku lihat tadi? Kau berciuman dengannya dan kau bilang kau tidak berkhianat?" Tanya Dave lagi.

Dave benar-benar tersulut emosi melihat perempuan yang begitu ia cintai bermesraan dengan lelaki lain.

"Aku tidak berkhianat Dave. Sedari awal aku sudah bilang bahwa aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Ken. Dan Ken adalah kekasih ku." Jawab Arvina tegas.

Dave tertawa pilu dan melepaskan cengkeraman tangannya dari bahu Arvina.

Ia lalu memeluk Arvina dengan erat.

"Kembalilah padaku, maka akan ku anggap selesai semua masalah." Pinta Dave sendu.

"Tidak Dave. Aku tidak bisa. Aku mencintai Ken dan aku tidak bisa bersamamu." Ucap Arvina dengan segala keberanian dan ketegasan nya.

Dave melepaskan pelukannya dengan kasar.

"Katakan sekali lagi!" Titah Dave geram.

"Aku mencintai Ken dan aku tidak ingin bersamamu. Aku akan tetap bersama Ken, apapun yang terjadi." Ucap Arvina menatap tajam mata Dave.

Dave tersenyum sinis.

"Baiklah. Baik, jika itu maumu! Kau lihat saja bagaimana aku akan menghancurkan hidup pria lemah ini menyeret mu kembali serta membuatmu tunduk di bawah ku." Ucap Dave penuh amarah dan langsung pergi dari rumah Arvina.

Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali ke mansion nya dengan berbagai ide licik dikepalanya untuk menghancurkan Ken dan menyeret Arvina kembali disisi nya.

Sepeninggal Dave, Arvina langsung memapah tubub lemah Ken masuk kedalam rumah untuk diobati.

...~ TO BE CONTINUE ~...

1
Ricka Monika
sebenarnya Aston baik dalam hal besama wanita hanya pekerjaan nya yg menuntutnya tuk berlaku jahat Krn mafia emang seperti itu
Ricka Monika
si ken ini otak apa sih,gerem aku bacanya,dulu disuruh tanggung jawab kagak amu sekarang malah mau rencana ngambil anaknya kalo udah lahir dan sok perhatian LG kasih kasih susu hamil😡
Ricka Monika
begitulah kalau sudah Bucin,tak memandang siapapun mau itu ayah,adek saudarah sepupu sekalipun pasti tetap cemburu😁
Ricka Monika
lah tak pikir si ken udah metong rupanya masih hidup🙉
Ricka Monika
saingannya mafia vs mafia seru nih siapa yg menang y dan siapa mafiabyg paling pintar,ah jangan mafianya goblok kayak Dave deh walaupun bukan ketua si drick tp kalo BS LBH pintar lah semangat💪
Ricka Monika
lumayan suka diawal cerita TDK begitu tertarik Krn mafianya agak oon tapi dipertengahan cerita suka sih terutama dngn karakter Hansen,smg ceritanya semakin bagus 😎
Ricka Monika
aku suka sm sifat dan karaktermu Hansen, Bucin bertanggungjawab,penyayang,penyabar aaaa pokoknya sosweet banget🥰
Ricka Monika
kasihan derick kasih jodoh dong Thor😁
Ricka Monika
haduh baru kali ini aku baca cerita mafia kok goblok
Ricka Monika
kalau aku sih gak setuju sm dua duanya,masa tega Dev bersetubuh sm kembarannya,cinta kok seperti itu dan arvina pun bego masak gak bisa dia pergunakan kekuatan Deddy angkatnya,ceritanya menyebalkan
Ricka Monika
kalau menurut ku lebih baik arvina pergi diam diam dr kehidupan Meraka,dan lihat apa yg akan terjadi selanjutnya,apakah makin parah atau tdk,berusah pergi hilang ditelan bumi dan minta bantuan Deddy angkatnya
Ricka Monika
baik Dev maupun Ken sama sama tidak ada yg baik perilakunya
Ricka Monika
ya udahlah Ken mengalah lebih baik dan sadar diri juga jauh lebih baik sekali,Krn Ken TDK punya apa-apa, terima takdir dan nasib ken
Ricka Monika
Ken mulai sekarang harus jg lelaki yg kuat harus banyak belajar,belajar beladiri,meng hek komputer,belajar naik mobil atau kendaraan lainnya,belajarlah dengan orang lain jangan tunggu belajar dr Revina aja,kapan maju dan kuat lo jd orang.
Ricka Monika
yg menjijikkan ni sebenarnya arzena bukan,malah kelakuan arzena seperti perempuan bayaran diclup
Novita Sari
masak dokter nya tidak bisa menemukan zat obat tidur nya kan si Ken ngasih nya hampir seminggu penuh
G
lanjut
Dyass Stia Clalu
😄😄, kok aq suka ya ken dinkerjain
Nur Atirah
Kecewa
Iswantini
wah datang pas perningkahan .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!