Nindi seorang gadis belia yang masih duduk kelas akhir bangku menengah atas. terpaksa harus menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menegangkan
Semua asyik makan gado gado buatan Nindi.
" Oh ya Nin gimana kalau kita buka restoran gado gado di Yogyakarta, tapi nuansanya lesehan". kata papi Nugraha selesai makan.
" Mami setuju pi" sela mami Rasti.
" Tapi aku mau kuliah pi". jawab Nindi menundukkan kepala takut mertuanya marah.
"ha.. ha.. kamu kuliah bisa sayang, kamu cukup mengontrol karyawanmu". jawab papi Nugraha" sayang hoby dan keahlianmu tidak tersalaurkan". tambah papi Nugraha.
" Gimana sih papi ini, katanya mau cucu cepat, tapi Nindi disuruh sibuk juga". sungut Ardian menyela.
" kalian buat anak kan malam, bukan siang, gimana sih anak". jawab Nugraha agak keras.l
semuanya jadi diam membisu.
" Sayang, maksud papi kalian, Nindi hanya memantau saja, bukan langsung terjun memasak, gimana kalau Rosi juga ikut bantu bantu, Rosi kuliah dekat Nindi aja,gimana nak". kata mami Rasti lembut membelai rambut Rosi.
" ya.. ya.. papi setuju, gimana nak Rosi, tapi kalau merasa terpaksa nggak usah". kata Nugraha.
" gimana ya om, saya bilang sama om dan tante saya dulu" tolak Rosi halus.
" kalau begitu kalian antar Rosi kerumah tantenya. perintah Nugraha.
" Berarti harus buka juga ya pi". tanya Ardian lagi. Nugraha terdiam sejenak.
" kalau kalian tidak mau tidak apa apa, cuman papi lihat ini peluang bagus buat kalian".
jawab papinya.
" nanti kami diskusikan diperjalanan pi, kalau begitu kami langsung pamit ya pi mi" jawab Ardian minta izin sambil salaman.
" kamu gimana son, ikut kami aja sekalian, dari pada kamu bengong, kamu nanti malam pulang kan" tanya Ardian.
" boleh juga, kalau begitu aku permisi juga om tante". kata Soni pamitan juga.
Nindi dan Rosi pun pamitan, setelah mereka selesai dandan.
" pikirkan ya nak, oh ya kalian hati hati". nasehat Nugraha yang juga siap siap ke kantor.
Mereka berempat pun naik ke mobil yang di bawa Ardian. Nindi dan Rosi duduk dibelakang.
" maaf ya kak, menurut kakak gimana usul papi" tanya Nindi tiba-tiba. Soni menyela
" oh ya kita refresing dulu, nanti kita bicarakan, dinginkan dulu kepala kita, gimana menurut bos".potong Soni yang mengerti keadaan bos yang sekaligus temannya itu
Ardian mendesah berat, " boleh juga, kita mau kemana".
" kepulau seribu, kita dekat disini bos". jawab Soni lagi.
" wah, aku mau kak". jawab Nindi semangat.
"ok, kita kesana" kata Ardian tidak kalah semangatnya.
" kamu nggak apa apa telat Rosi". tanya Soni melihat ke arah belakang.
" cie.. cie.. mau aja ya Ros, kapan lagi kita main kesana". bujuk Nindi semangat.
" baiklah, aku minta izin dulu sama om tanteku".
akhirnya mereka pun langsung menuju pantai dan melupakan masalah yang membuat hati mereka galau.
Sampai nya di pulau seribu, mereka asik foto foto ria. Tiba-tiba ombak besar mengejutkan mereka. Nindi langsung memeluk suaminya. dan Rosi tampa sadar pun langsung memeluk Soni. Soni tidak mau menghilangkan kesempatan" akhirnya". kata Soni pelan.
Rosi tersadar mendengar kata kata Soni dan melepaskan pelukannya, dia menjauh, mukanya merah karena malu.
" kau kejarlah cepat, bodoh makanya kamu nggak dapat cewek, bisik Ardian yang melihat situasi.
" baik bos, makasih idenya". kata Soni mengejar Rosi yang menjauh.
" Ada apa kak". tanya Nindi yang tidak tau dan menyadari keadaan.
Ardian tidak mau kehilangan momen berduanya langsungkan mencium bibir istrinya dan menghiraukan pertanyaan istrinya.
Dia mencium bibir istrinya, yang membuat Nindi sesak napas. Nindi memukul dada suaminya. Ardian pun melapaskan ciumanya.
" dasar mesum nggak tau tempat" sungut Nindi sambil memonyongkan bibirnya.
" eh mau lagi, ayok". kata Ardian ingin marangkul istrinya.
Nindi pun lari dari suaminya. yah terjadilah kejar kejaran seperti Romeo dan juliet.Ardian asik dengan istrinya . dan Soni pun berusaha mendekati Rosi, mereka saling grogi dan malu malu setelah kejadian yang terduga tadi.