NovelToon NovelToon
My Wife, My Boss

My Wife, My Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Senjata makan tuan, mungkin adalah istilah yang cocok untuk seorang laki-laki playboy bernama Satrya Tama Fadillah. Niat balas dendam kepada seniornya yang bernama Nabila Mariska Setyarini, malah menjadi boomerang untuknya. Laki-laki yang akrab di sapa Tama itu malah tergila-gila dan jatuh cinta pada Nabila. Bagaimana cara Tama mendapatkan hati Nabila?

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, wilayah dan profesi.

selamat membaca. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal Pulang

Setelah sidang selesai, mereka keluar dari ruang sidang, dan kemudian bersalaman kembali, sebelum berpisah.

"Mas, boleh saya minta nomor hapenya? siapa tahu ada yang ingin saya tanyakan mengenai penyelesaian kasus di Perusahaan kami," Ucap sekertaris Pak Edward pada Tama saat Pak Edward sudah bergeser dari sekitar mereka.

Nabila yang menyaksikan hal itu hanya menghela nafas panjang, kesal.

Dasar ganjen mencari kesempatan, aku tahu itu hanya alibimu. Eh tapi... kenapa aku begitu kesal ya, itu kan urusan Tama, terserah dia mau berhubungan dengan siapa.

"Wah kalau soal itu, Mbak bisa menghubungi Bu Nabila saja, karena beliau lebih mengetahui semuanya," Saat mendengat jawaban Tama, ada sedikit senyum terukir di bibir Nabila.

"Oh begitu, baiklah, kalau nomornya Mbak Nabila saya udah punya, terimakasih ya," Jawab sekertaris itu dengan wajah masam karena rencana nya gagal.

"Iya Mbak, jangan ragu untuk menghubungi saya ya," Kali ini Nabila tersenyum puas merasa menang.

Kemudian mereka pun berpisah, Nabila duduk di lobi kantor bersama Tama. Lalu mengambil ponsel dari tas jinjingnya. Seperti biasa dia akan memberikan laporan kepada atasannya.

Saat panggilan tersambung.

"Bagaimana Nabila?" Tanya Pak John.

"Aman Om, sepertinya ada titik terang," Ucapnya.

"Benar dugaan Om, kamu selalu bisa diandalkan,"

"Tapi Om, sidang selanjutnya itu minggu depan. Masih seminggu lagi, Om tolong pesankan tiket kami untuk kembali ke Jogja besok ya," Jawab Nabila yang sudah tidak sabaran untuk kembali pulang.

"Nabila, seminggu itu nggak lama, ditunggu saja," Jawab Pak John tegas, membuag Nabila memegang keningnya dam menunduk.

"Tapi Om, bagi Nabila itu waktu yang lama..., lalu biaya hotel kami 2 kamar, selama disini, apa itu nggak merugikan Om?" Nabila mengeluarkan jurus-jurusnya agar Pak John nerubah pikiran.

"Itu nggak ada apa-apanya Nak, dibanding apa yang bakalan kita dapat kalau kita memenangkan kasus ini,"

"Tapi Nabila nggak bawa banyak baju Om," Nabila kehabisan alasan.

"Disana masih ada jasa laundry express kan? Atau kalau kamu mau kamu beli aja baju baru, kamu bisa pakai uang yang Om kasih sesukamu,"

"Ya ampun Om," Kemudian Nabila menjauh dari Tama yang sejak tadi mendengarkan obrolannya dengan Pak Johnatan, sambila memainkan ponselnya namun dia memasang telinga dengan baik.

"Om, bagaimana dengan Tama? apa dia bersedia, tinggal disini lebih lama?"

"Itu biar Om yang mengatakannya, dia itu anak yang penurut tidak seperti kamu, hahaha," Nabila semakin kesal, tak tahu lagi harus berkata apa.

"Ya sudah terserah Om saja," Kemudian mengakhiri panggilannya.

"Kenapa?" Tanya Tama.

"Kita belum dibolehkan pulang sama Om John, sampai minggu depan, menunggu jadwal sidang selanjutnya, tanggung katanya," Dengan wajah kesal, Nabila menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.

Berbeda dengan Tama yang merasa senang, ini menjadi kesempatan baginya untuk bisa berudaan dengan Nabila lebih lama.

Oh Tuhan, terimakasih atas kesempatan ini, aku tak akan menyia-nyiakan nya.

Sedikit senyum tersungging dibibirnya.

Setelah selesai semua urusan, mereka kembali ke hotel. Nabila yang merasa sangat lelah dan mengantuk karena tidurnya sangat kurang semalam. Padahal perasaannya sedang campur aduk, karena ternyata harus bertahan di kota Malang selama seminggu kedepan.

Tapi Nabila tidak mau terlalu memikirkannya, ia lebih memilih tidur siang.

***

Berbeda dengan Tama yang sedang sibuk dengan ponselnya, mencari-cari sesuatu disana. Tama merencanakan sesuatu yang menurutnya luar biasa, menguras pikiran dan membangkitkan keberanian.

Setelah mendapatkan apa yang ia cari, kemudian Tama mengirimkan chat kepada Nabila.

Malam ini aku mau traktir kamu makan malam, yah meskipun kamu yang sedang berulang tahun, tapi kali ini aku yang traktir. Jam 7 malam aku tunggu kamu ya, jangan sampai telat.

Chat terkirim bercentang dua, namun belum berubah menjadi biru, itu artinya Nabila belum membacanya.

Sore hari Nabila masih tertidur dengan nyenyak, hingga deringan ponsel membangunkannya. Dengan mata yang berat ia mencari-cari dimana ponselnya.

"Hallo Ma...," Suara serak khas bangun tidur.

"Kamu tidur?"

"Iya Ma, ngantuk banget,"

"Ya sudah, lanjutin tidurnya,"

"Ada apa Ma?"

"Nggak apa-apa sayang, cuma mau tahu kabar kamu aja, besok jadi pulang kan?"

Nabila langsung benar-benar terbangun mendengar pertanyaan Mamanya. Ia lupa mengabari Mama jika dia masih harus bertahan disini selama satu minggu.

"Nggak jadi Ma, aku harus nunggu seminggu lagi untuk sidang selanjutnya,"

"Yah, ya sudah anggap aja bekerja sambil liburan ya," Ucap Mamanya memberi semangat ke Nabila.

"Iya Ma," Panggilan berakhir.

Nabila membuka chat dari Tama, sekali membacanya ia tak percaya, kemudian ia mengulangi lagi membaca chat tersebut.

"Nggak salah nih? kenapa dia seolah-olah memerintahku?" Nabila tak percaya dengan kalimat yang di kirim Tama kepadanya apalagi pada kata-kata terakhir.

***

Bersambung...

1
juwita
mampir
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor 😘😘😘
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fina Fitriani
nice....
Sartini Nickynina
Ceritanya bagus, simple, dan konfliknya juga enggak banyak
Nur Khikmah
Luar biasa
Nur Khikmah
tama plimplan
Ari_nurin
harusnya cari asisten cowok .. biar menjaga perasaan istri juga
dan ga timbul fitnah
Ari_nurin
aku sih sebenernya ga suka dg Tama jd ya aku jengkel aja. baru kali ini aku ga suka dg karakter tokoh utama nya ..
Ari_nurin
wah kecewa aku . gampang banget Nabila memaafkan Tama. ..
Ari_nurin
Halah gampang banget Nabila menerima Tama lagi. syarat kamu itu belum nikah aja Tama sdh tergoda dan gampang khilaf apalagi nanti. klu bosan pasti cari khilaf lagi
Ari_nurin
gpp .. Nabila Ama Leo aja ..
Ari_nurin
baru jg se minggu kamu sdh ga bs jaga kepercayaan Nabila .. Tama Tama .. katanya susah dapat nya tp kok gampang bgt tergelincir godaan spt ciuman. apalagi yg satu itu pasti lebih gampang lagi kamu tergoda .. haddeww 😏😏
Ari_nurin
udah Ama Abang arsitek aja Nabila ...ngapain Ama Tama laki laki plin plan gt
Ari_nurin
mampus loe Tama .. ayo Nabila cari laki laki lain yg bisa jaga perasaan pasangan dan tegas dg orang lain.geram bgt aku Ama Tama .. plin plan
Ari_nurin
aku benci Tama yg ga tegas .. Nabila ga usah ama Tama aja .. Eman Eman .. ga bs jaga perasaan pasangan dan jaga diri ..
Ari_nurin
aduh Tama harusnya kamu selesaikan dulu urusan mu dg cewek kamu itu. pasti runyam nanti klu Nabila tau
Ari_nurin
yg pertama kamu selesai kan dg urusan mu dg citra ...ga tanggung jawab bgt dh punya pacar mau mendekati Nabila .. yg ada nanti justru Nabila dituduh merusak hubungan kamu dh citra. dasar playboy cap rambak si Tama🤨😏
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
kasihan Nabila gara2 ayah yg selingkuh sudah susah mau percaya Sama laki2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!