NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Arti

Takdir Cinta Arti

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗



Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...

Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?

Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...


semoga sukaaa ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.15

Arti terbangun saat merasakan seperti ada yang mengelus pipinya, tapi saat dia terbangun dia tidak menemukan siapapun disana, hanya kegelapan karena saat sebelum tidur lampu kamar Daffa di matikan dan pintu balkon dibuka karena masih sore.

Tapi sekarang saat Arti terbangun ternyata sudah senja menjelang Mahgrib, Tanpa memikirkan apapun Arti segera bangun dan menyalakan Lampu kemudian dia menutup pintu balkon ya dan bergegas mandi di kamar mandi Daffa.

(Jangan Bingung kenapa Arti begitu karena dia sudah terbiasa)

Selesai mandi dan memakai baju yang sudah di bawanya tadi dia merias diri, tak lama pintu di buka dan munculah Aryani disana sambil tersenyum dan masuk kedalam.

"Bunda kira kamu belum bangun," ucap Aryani lembut.

"Heheh sudah bun," jawab Arti sambil menyisir rambutnya.

"Ya sudah kalau sudah selesai bersiap segera turun ya, Sekar dan Kevin udah di bawah," ujar Aryani sambil memegang bahu Arti.

"Iya bun," jawab Arti segera.

Bunda pun mencium kepala Arti kemudian berlalu keluar kamar.

Sebelum Arti keluar dia kembali mengamati kamar tidur ini, siapa yang tadi mengelus pipinya.

"Apakah kamu masih ada disini bee,' Gumam Arti lirih kemudian Keluar kamar.

Saat baru keluar dia bertepatan Nadia juga akan turun," Eh mbak Ar, udah bangun," Arti membalas dengan senyuman,"Kamu pulang jam berapa?" tanya Arti kepada Nadia.

"Jam 4 tadi mba, kata Bunda mbak Ar lagi tidur di Kamar Mas Daffa, jadi aku gak berani ganggu," kata Nadia merangkul lengan Arti dengan manja.

"Ya sudah yuk Turun," ajak Arti, lalu mereka berdua turun kebawah sambil ber gandengan tangan layaknya Kakak Adik.

Sebagian orang sudah pada dateng dan duduk di ruang tamu yang sudah di gelarin Karpet.

Sofa dan barang barang lain entah di pindah kemana, dan sekarang ruangan itu terlihat sangat lega.

Di taman belakang kini Arti Berada, bersama dengan Kevin dan Sekar, karena ada sesuatu yang mau sekar berikan kepada Arti.

"Apa ini kar," tanya Arti saat Sekar memberikan sebuah kotak kecil padanya.

"Dari Daffa," jawab Sekar lirih.

Deg!

Tangan Arti langsung bergetar, air mata nya kembali Luruh, dia masih Rapuh saat mendengar nama Daffa di sebut.

Arti menerima Kotak itu dan segera membuka nya, ketika di buka, reflek tangan kananya langsung mendekap mulut nya dan air matanya langsung deras mengalir, ternyata di dalam kotak itu ada Cincin dan sebuah surat.

Di ambilnya Cincin itu, cincin Berlian dengan 1 mata berbentuk Love dan di dalam cincin itu ada Ukiran Nama nya "Arti Ku"

Arti langsung memakai cincin itu di jari manis nya, sangat indah, dan pas di jarinya.

Kemudian dia beralih dengan surat yang ada di dalamnya, dengan masih terisak dan gemeteran dia membuka surat itu.

"Dear ARTI CINTAKU"

Happy anniversary Kesayangan aku,

Entah kenapa aku ingin menulis di surat ini karena aku memiliki firasat tidak bisa mengatakan langsung kepadamu.

Arti Sayang ku,

Entah bagaimana lagi aku mengucapkan maaf kepadamu, Rasa rasanya sebanyak apapun aku mengucapkanya tidak akan bisa menghapus luka yang telah ku goreskan ke hatimu.

Sayang,

Jika ada kesempatan aku ingin bertemu lagi dengan mu mengulang semua kenangan kenangan indah kita bersama, dan takkan pernah membiarkan mu sakit apalagi menangis.

Namun aku terlalu malu untuk menemui mu lagi, Maafkan aku yang telah menyakitimu terlalu dalam.

Aku tau aku salah, aku yang membuat janji, takkan membiarkan mu di sakiti orang lain, takkan membiarkan kamu menangis lagi, tapi ternyata akulah orang yang menyakiti kamu dan membuat kamu menangis, Maaf.

Sayang, apa kamu ingat dulu aku pernah janji setelah lulus Sma aku akan melamar mu? dan cincin itu sudah ku pesan sejak 2 bulan lalu,

Aku berniat akan melamar mu nanti saat wisuda, tapi ternyata aku tega menghianati mu, dan aku tidak bisa mewujudkan janji itu, Maaf.

Sayang aku mohon pakailah cincin itu sampai kamu menemukan Pria yang lebih baik dariku.

Yang lebih bisa membahagiakan mu dan takkan pernah menyakitimu seperti aku yang sudah menyakitimu.

Tapi aku akan terus mengawasi mu meskipun kamu tak ingin melihat ku lagi, dan aku akan selalu menepati janji janji ku padamu, entah itu kapan, aku akan selalu menjagamu dari kejauhan.

Satu lagi, aku mohon Always Be Happy and don't forget me,

Meskipun kita takkan bisa bersama tapi Kenang lah aku sebagai orang yang pernah mengisi hari hari mu, ,

I love you so much 😘

Dari orang yang yang selalu mencintaimu 💞

Daffa Mahardika*

Bruugghh!

Arti pun ambruk di kursi dengan air mata yang terus mengalir deras hingga membuat matanya sembab dan riasanya luntur, Arti terus memukul mukul dadanya yang kian terasa sesak, Sekar yang melihat Arti seperti itu pun langsung berhambur memeluk Arti dan ikut menangis.

Sedangkan Kevin hanya bisa diam mematung dan sesekali mengadahkan matanya ke atas, mata nya juga sudah berkaca kaca melihat Arti yang begitu rapuh saat di tinggal Daffa.

"kenapa lo harus pergi ninggalin kita secepat ini sih bro," gumam Kevin dalam hati.

Setelah puas menangis Arti segera membasuh wajah nya dan langsung ikut berkumpul kedepan dimana semua orang sudah siap akan memulai Yasinan,

Arti duduk di antara Sekar dan Ayu, dan di sebelah Ayu ada Aryani serta Nadia.

Saat di tengah membaca Do'a Arti seperti melihat Daffa masuk kedalam rumah, Entah Halusinasi atau apa, Arti terus mengucek mata nya untuk memastikanya, dan bayangan itu semakin jelas terlihat dimata Arti.

"Bee," gumam Arti lirih sambil tersenyum ke arah bayangan yang ia kira adalah Daffa.

Dan sosok itupun tersenyum kepada Arti kemudian berjalan melewatinya dan mengarah ke tangga lalu naik ke lantai atas, Arti yang melihat itu segera berdiri beranjak dari duduknya dan berlari mengejar ke lantai atas, membuat yang lain bingung dengan tingkah Arti yang tiba tiba pergi.

"Mbak Ar mau kemana?" tanya Nadia, membuat Arti menoleh sebentar, "Mbak ke atas sebentar ya Nad," jawab Arti lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk ke atas.

Sementara Bunda dan yang lainya berfikir mungkin Arti mau ke kamar mandi atau ada keperluan di Kamar Daffa jadi mereka diam dan memilih meneruskan Membaca Yasin.

Arti yang sudah sampai lantai atas mencari keberadaan Daffa, kemudian dia membuka pintu kamar Daffa dan di lihatnya Daffa tengah berdiri membelakangi nya menghadap Balkon.

Arti yang melihat Daffa pulang merasa sangat bahagia, "Bee," panggil Arti pelan.

Perlahan Daffa membalikan tubuhnya menghadap Arti kemudian tersenyum.

Arti yang mendapat senyuman Daffa pun ingin rasanya segera Menghambur ke pelukan Daffa namun, setiap dia melangkah maju Daffa langsung memundurkan langkahnya.

"Kenapa?" tanya Arti bingung.

Daffa hanya menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum.

Arti terus menatap wajah Daffa yang bersinar memakai pakaian serba putih dan binar kebahagiaan sangat terpancar di wajah Daffa, Arti bahagia melihat Daffa baik2 saja, Tapi Arti ingin sekali memeluknya namun lagi lagi Daffa menghindari nya.

"Kenapa bee kenapa kamu gak mau aku peluk?"

"Apa kamu tidak merindukan ku seperti aku merindukan mu bee," Arti mulai terisak kala mendapat penolakan dari Daffa.

"Aku seneng kamu pulang bee, aku sudah memaafkan mu, aku ikhlas Bee asal aku masih bisa melihatmu, aku akan bahagia bee kalau lihat kamu bahagia," ucap Arti sambil terus menatap wajah Daffa yang selalu tersenyum kepadanya.

Perlahan Daffa mendekat, Arti fikir Daffa akan memeluknya namun dia salah, Daffa terus melewati nya sampai akhirnya keluar pintu, Arti pun langsung mengejarnya sambil masih terisak.

"Daffa, Daaff, tunggu Daffa," Teriak Arti sambil terus berlari menuruni Tangga, sontak membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan menoleh kearah Arti, begitu pun Bunda, ibu dan Sekar.

"Bunda, bun tolong cegah Daffa bun, bunda tolong cegah Daffa biar gak pergi lagi bun," Teriak Arti yang melihat sosok Daffa tadi berjalan ke arah pintu keluar. "Daffa tunggu, Daffa aku mohon tunggu."

Sosok itu pun berhenti di tengah pintu utama,membalikkan tubuhnya dan tersenyum kearah Arti, mereka saling tatap hanya sesaat, kemudian Daffa Mengangguk sambil tersenyum dan kembali membalikkan tubuhnya untuk berlalu pergi.

"Daffaaaaaa," Teriak Arti berlari ingin mengejar Daffa tapi kemudian Aryani dan Ayu langsung menahannya dan menenangkanya.

"Sayang udah nak, Daffa udah pergi, kamu jangan kaya gini kasian Daffa sayang," Ucap bunda sambil ikut terisak.

"Iyo nduk sakno Daffa, wes yo ikhlas, sek sabar," tambah Ayu.

"Bunda, ibu tadi Daffa pulang makanya aku ngejar dia ke kamar bun, trus tiba tiba dia pergi lagi tanpa bilang apa apa Hiks hiks hiks," ujar Arti sambil terisak. "Harusnya bunda dan ibu ngelarang Daffa pergi lagi Bun, Daffa udah pulang tadi tapi kenapa dia pergi lagi,hiks hiks hiks."

"Mbak Ar jangan bikin Nadia takut mbak." Nadia yang ketakutan pun menangis dan segera menghambur memeluk sang Bunda. "udah sayang, Udah ada Bunda disini," Ucap bunda menenangkan Nadia yang menangis.

Entah apa yang di pikiran semua orang yang ada disitu, aku juga gak tau 😂

Arti terus terisak di pelukan bunda Aryani sampai akhirnya dia kehilangan kesadaran kembali saking lelah menangis dan jarang makan karena masih kepikiran Daffa.

"Ya Allah ndukkk," Sang ibu panik kemudian dia memanggil bapak untuk mengantarkan pulang.

Ayu meminta maaf kepada bunda Aryani karena tak bisa mengikuti acara sampai selesai dan Aryani memahaminya.

Semua yang disana merasa kasian terhadap Arti, mereka mengira bahwa Arti sudah gila dan stres karena di tinggal oleh Daffa.

Seluruh tetangga sudah tau bagaimana kisah Arti dan Daffa, karena mereka bersama sejak SMP, dan Arti sering keluar masuk ke rumah Mahardika begitupun Daffa yang sering kerumah Arti.

Bersambung***

1
falea sezi
sumpah Thor ini novel terlebay kayak Indosi... entahlah pdhl lainya bagus bagus
falea sezi
tolol gt aja luluh huuhh lemah novel paling goblok yg pernah q baca
falea sezi
anak jalang aja kok di bela buang aja
falea sezi
dpet bekas dewi lu daffa bekas dewi si devano jg bekas
falea sezi
dewi jalang
falea sezi
laku anjing sekar jg pelakor murahan
Rina Yulianti
wah bakalan ada pelakor nih di antara dev dan arti
Rina Yulianti
ko cepat luluhnya si arti ke devano seharusnya tahan diri agar tau rasa tu si devano
Rina Yulianti
beneran deri anaknya dewi sama dafa berarti dewi ngejebak devano kalau gitu
Rina Yulianti
sedihhhh,,,,,cinta tak sampaiiiii
Rina Yulianti
pasti ini akal2nya si dewi pagar makan tanaman
Rina Yulianti
lanjuttt
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
kemarin janji ngak akan buat ulah lagi itu terakhir... sekarsng terakhir lagi.... janjimu basi dave
Dyah Oktina
asli dave adalah laki2 pada umumnya... goblok... 😠
Dyah Oktina
iya...saya juga gemes bacanya... biarin aja satya mukulin sampai habis... suami kok bisanya nyakitin mulu... cemburu d gedein tp deket sama temen cewek ngak mikir perasaan istri... 😠😠😡
Dyah Oktina
dafa nya mana mau sama dewi... selagi hidup aja dia ngak mau.. gemana sih arti 🤭
Dyah Oktina
maaf lagi... tp ngak mau tanya2 dulu.. apa yg menganjal d hati
Dyah Oktina
apa anaknya daffa sama dewi ya... setelah dewi kabur terus ketemu sama dava nikah deh mereka...
Dyah Oktina
dok kartini yg salah nangkep nama.. bu nita kok jd bu rita.. mana yg bener?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!