ketika keluarga belum dikaruniai keturunan dan memilih poligami sebagai solusi, bagaimana kisah keluarganya? Bagaimana sekitar bisa memahami kondisinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#chapter 15, Bertiga
Pesta usai sebelum Maghrib, fisik dari Maulana yang sudah empat puluh satu tahun menjadi pertimbangan kenapa pesta resepsi pernikahan dibatasi hingga jam lima sore saja.
Kamar pengantin pun sudah disiapkan di rumah panggung sebelah perkebunan cabe dan tomat, biasanya rumah panggung ini dipakai sama Maulana dan Nayara untuk rehat jika sedang pulang ke Ciloto. Tidak terlalu besar karena hanya ada satu kamar, dapur dan ruang serba guna.
Nayara yang menyarankan untuk menempati rumah tersebut karena Nayara menginap di rumah mertuanya.
.
Maulana tampak canggung ketika melihat Atikah sudah berada serumah dengannya. Maulana mengajak Atikah sholat Isya berjama'ah. Banyak do'a yang dipanjatkan dari keduanya dalam diam. Setelah sholat, Maulana minta dibuatkan teh manis hangat. Atikah langsung menyiapkan permintaan suaminya.
Teh merupakan salah satu jenis minuman yang mempunyai berbagai khasiat kesehatan bagi tubuh. Teh mempunyai kandungan antioksidan tinggi yang dapat membantu tubuh melawan senyawa radikal bebas. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dan dapat melawan berbagai serangan penyakit. Mengkonsumsi teh sebelum tidur dapat memberikan manfaat, yaitu dapat memberikan sensasi tenang atau rileks pada tubuh, sehingga akan lebih mudah mendapatkan kualitas tidur yang baik.
"Gimana A' ... manisnya pas?" tanya Atikah yang duduk disampingnya Maulana.
Atikah memang sudah jatuh cinta sama suaminya sejak mengantar Ibunya ke Rumah Sakit. Meskipun sebelumnya Atikah pernah melihat Maulana, tapi karena tidak pernah dalam jarak yang dekat dan berbincang, jadinya tidak timbul rasa apapun. Berbeda saat ke Rumah Sakit yang lalu, sosok Maulana meluluhlantakkan hatinya.
"Kemanisan sedikit" jawab Maulana singkat.
"Maaf A' padahal sudah dikasih tau sama Teh Nay takerannya. Aa' mau dibuatin yang baru?" tawar Atikah hati-hati.
"Ga usah, tapi besok-besok kalo bikin gulanya sedikit aja ... ya manis jambu lah. Aa' tuh jarang ngeteh atau ngopi, kalo lagi pengen aja" jelas Maulana.
"Kalo Tikah sukanya kopi susu A' .. ya setiap hari harus minum" ujar Atikah mencoba memecah kekakuan.
"Sama kaya Nay yang harus ngeteh setiap hari" ucap Maulana.
Atikah rada berasa cemburu juga, dimalam pertama malah Maulana ingat sama istri pertamanya.
"Beda atuh A' sama Teh Nay ... Tikah ga suka teh ... kaya orang tua aja ngeteh" jawab Atikah spontan.
"Teh itu biasanya buat relaksasi, kalo kopi buat menyemangati ... sama-sama punya keunggulan, tapi ga bisa diminum sekaligus dalam waktu bersamaan bukan?" sindir Maulana dengan cara cerdas.
Atikah diam, merasa bersalah karena sudah menghina Nayara secara tidak langsung dihadapan Maulana.
"Kita belum pernah berbincang panjang tentang konsep keluarga kita kan? Malam ini Aa' ingin kamu dengar baik-baik dan ingat sepanjang kamu bersama Aa'. Kita ada dalam lingkaran pernikahan poligami. Akan ada banyak perasaan yang merasa tidak adil, akan ada konflik yang berbeda dengan pernikahan tunggal. Selalu dengar dan percaya sama Aa'. Kamu dan Nay sama-sama istri Aa' yang sah, jadi jangan pernah saling menjelekkan satu dengan yang lainnya. Ingat, Nay itu seperti kakak kamu, kalo bukan karena keikhlasannya, kita belum tentu bisa menikah" saran Maulana.
"Iya A' ... Tikah akan hormatin Teh Nay seperti kakak sendiri" jawab Atikah.
"Istirahat Tikah ... udah malam" kata Maulana dengan lembut.
"Iya A' ... Aa' ga mau tidur?" tanya Atikah.
"Nanti Aa' nyusul" jawab Maulana.
🌺
Nayara menangis didalam kamar, sedari pagi dia tidak keluar kamar. Padahal Abah dan Ambu sudah mengajak untuk keluar kamar, tetap aja dia tidak bergeming.
Kemarin sebelum ijab kabul Maulana, hatinya terasa ikhlas dan tidak merasa terluka. Entah kenapa melihat video yang dikirimkan keluarga ke HP nya membuat pertahanan air matanya jebol juga.
"A' ... do'akan Nay biar bisa terus belajar menerima takdir ini. Soal hati dan perasaan memang sulit buat diterka, toh yang meminta Aa' menikah lagi juga Nay, tapi ga tau kenapa bisa sesakit ini. Nay sadar kalo ada penolakan takdir dalam hidup, jawabannya adalah penderitaan. Nay ga mau itu A'. Sebagai manusia kita layak buat bahagia, kita yang menentukan kebahagiaan kita, bukan orang lain, kita yang merasakan. Nay lakukan ini biar Aa' punya keturunan, usia kita ga muda lagi kan?" ucap Nayara dalam hatinya.
"Poligami itu diperbolehkan, walau istri tak memberi izin sekalipun" demikian penjelasan Ustad Yusuf kepada jamaah pengajian yang dulu diikuti oleh Nayara.
Malam ini makin terngiang jelas menari-nari dipikirannya Nayara.
"Penjelasan seperti itu sudah sering terdengar dan sudah hafal semua penjelasannya. Dulu hal ini merupakan materi yang biasa disimak dan biasa-biasa aja, kenapa hari ini menjadi luar biasa ya? ketika suami yang kucintai, kupercayai serta kuhormati, menikah lagi dengan wanita lain, walaupun wanita itu pilihanku sendiri. Semakin dipikirkan kenapa semakin membuat jadi marah dan nelangsa? serasa dunia menjadi gelap. Ahh sudahlah ... Aa' sudah menikah lagi sekarang, yang penting saat ini adalah mencapai hidup bahagia demi keinginan kita menimang sang buah hati" ucap Nayara ngomong sendiri.
💠
Santi tipe orang yang mudah bergaul dengan siapa aja, ga secantik Atikah tapi dia pandai bicara dengan siapapun jadinya lebih bergaul. Selama enam bulan di Jakarta, dia sudah ganti pacar sebanyak dua kali. Yang pertama rekan sesama bagian house keeping, yaitu OB yang bertugas untuk fotocopy berkas-berkas, mantannya yang kedua adalah security Kampus. Dia juga sudah tidak tinggal sama saudaranya di Jakarta. Santi menyewa petakan bersama tiga orang kawannya sesama tea lady di Kampus. Letaknya pun dibelakang Kampus sehingga tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk menuju tempat kerja.
Jakarta Selatan, wilayah yang bisa dibilang menarik dan fenomenal, tempat dimana selama enam bulan terakhir Santi bermukim. Banyak yang bilang kalo Jakarta Selatan merupakan salah satu pusat hedonisme dan gudangnya kaum kekinian. Karena banyak pengusaha, artis, konglomerat hingga pejabat yang tinggal disana. Bahasanya pun rada keinggris-inggrisan, kehidupan anak gaul selatan ini juga agak sedikit gelap. Makanya bisnis tempat-tempat dugem yang keren ada di wilayah Jakarta Selatan dan selalu ramai.
Santi pun terpengaruh ikut-ikutan gaya anak Jaksel. Pakaiannya pun ikut kekinian, walaupun beli kw di pasar malam, sudah mulai dandan ala-ala orang mau ke pesta, mulai menyapa para mahasiswa mahasiswi biar mengerti bahasa gaul ala mereka. Oleh karena itu, pas pulang kampung kemarin untuk menghadiri pernikahan Atikah, banyak yang pangling dengan penampilannya.
Mungkin karena baru pegang uang sendiri dan jumlahnya lumayan banyak untuk ukuran hidupnya, membuat semua ingin ditampilkan. Gaya malu-malu kenes dan ga banyak bicara sudah berubah, Santi sekarang bak penyiar radio yang siap cuap-cuap setiap saat.
Saat kemarin para undangan umumnya memakai baju gamis atau batik untuk kondangan ke Atikah, Santi malah pake baju tanpa lengan dengan panjang diatas dengkul, dilengkapi dengan anting bulat segede gelangnya dan tidak lupa memakai high heels dengan hiasan mengkleret made in pasar kaget, padahal saat itu musim hujan, walhasil high heelsnya menancap cantik di tanah yang lembek sehabis hujan.
membuka wawasan, tau gimana kita harus mengerti orang lain gak berkutat pada diri sendiri.
keluar dari zona nyaman itu berat
Alhamdulillah Zay banyak anak jadi penerus nya juga ada
mbokya sekali kali selesaikan masalah sendiri gitu