NovelToon NovelToon
The Failed Playboy

The Failed Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:204.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nureti

Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.

Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Sampai di rumah nenek.

"Assalamualaikum nek." ucapku.

"Waalaikumsalam nak kok baru pulang?" tanyanya.

"Iya nek maaf habis main ke rumah teman." kataku.

"Oh iya sudah makan dulu sana." katanya.

"Iya nek." kataku masuk ke rumah.

Aku langsung ganti pakaian dan menuju meja makan karena nenek sudah menyiapkan. Selesai makan, aku menemeni nenek jualan.

"Sudah makannya nak?" tanyanya.

"Sudah nek, nenek sudah makan?" tanyaku.

"Sudah nak." katanya.

"Oh iya, ayah dan ibu kayaknya mau pulang." katanya.

"Loh emang ada masalah nek?" tanyaku.

"Kata ayahmu penghasilannya menurun. Rugi buat membeli bahan bakar dan bayar pekerja saja. Jadi memutuskan pulang dulu." kata nenek menjelaskan.

"Hmmm gitu, terus kapan pulangnya?" tanyaku.

"Kayaknya awal bulan depan." kata nenek.

"Terus mereka bakal balik lagi ke jakarta?" tanyaku.

"Kayaknya tidak, nenek menyuruh ibumu gantikan nenek jualan. Nenek sudah tua nak, tenaganya juga sudah kurang." katanya.

Aku langsung memeluk nenek dan meneteskan air mata mendengarnya, ntah karena sedih atau bahagia. Sedih karena memang nenek sudah sangat tua dan aku masih takut untuk kehilangannya dan bahagianya karena akhirnya ayah dan ibu tidak pergi lagi.

"Terus bajaj yang disana gimana?" tanyaku menghapus air mata.

"Nenek suruh mereka jual." katanya.

"Tapi itu kan warisan kakek?" tanyaku.

"Iya itu mah bersifat sementara nak, sedangkan kamu? kamu segalanya." kata nenek ambigu.

"Maksudnya nek?" tanyaku karena kurang paham.

"Iya bajaj cuma titipan kakek dan kapan saja bisa tidak ada nilainya kayak sekarang, sedangkan kamu? seharusnya kamu yang harus dijaga dan dirawat karena kamu titipan dari Allah dan semakin hari kamu semakin dewasa dan itu jauh lebih berharga dari segalanya." katanya.

Aku langsung memeluk nenek dan sudah tidak bisa membendung air mata lagi. Semua aku tumpahkan dipelukan nenek. Nenek pun memeluk aku erat.

"Suatu saat nenek pasti bakal dipanggil sama sang kuasa, tidak selamanya nenek bisa jaga dan rawat kamu. Makanya nenek menyuruh ayah kamu untuk jual itu bajaj-bajaj dan ibu kamu meneruskan usaha nenek. Karena kamu berhak dapatkan itu semua nak." ucapnya yang akhirnya meneteskan air mata juga.

Aku langsung mengeratkan pelukannya.

"Nenek jangan ngomong seperti itu dulu, aku belun siap kehilangan nenek." kataku menangis.

"Siap atau tidak kalau waktunya sudah tiba, nenek bisa apa nak?" katanya ikut menangis.

Aku langsung duduk dan menghapus air mataku dan menghapus air mata nenek juga. Lalu aku menciumnya.

"Sudah nek jangan bahas ini lagi, malu kalau ada pembeli." kataku menenangkan suasana.

"Aku sayang nenek." kataku memeluk nenek.

"Iya nak." katanya mencium kepalaku.

"Wah ada apa ini? kok mata nenek sama Nina kayak yang habis nangis begini." kata ibu-ibu yang baru datang.

"Oh ini bu saya sama nenek tadi lihat youtube dan ceritanya menyedihkan jadi kita ikut nangis." kataku berbohong.

"Astaga ada-ada saja, saya juga suka kayak begitu kalau nonton yang sedih-sedih, ikut mewek juga." katanya.

"Iya Ci, mau beli apa?" tanya nenek ke ibu-ibu yang bernama Cici itu.

"Oh ini nek mau beli pedesan ayam, pepes tahu, sayur asam, sambal terasi, orek tempe." katanya.

"Tidak masak bu?" tanyaku.

"Iya malas tadi pagi habis ke pasar belanja, terus siang juga makan bakso sudah." katanya.

"Ini Ci semuanya 25 ribu." kata nenek ngasih pesanannya.

"Oh iya nek makasih ini uangnya, kembalinya buat nenek saja." kata ibu Cici.

"Oh makasih Ci, semoga rejekinya barokah." ucap nenek.

"Aamiin, iya sudah nek saya permisi dulu." kata Ibu Cici.

"Terimakasih bu." kataku.

Hari semakin gelap dan aku mengemas jualan nenek.

Setelah shalat magrib, aku menemeni nenek nonton televisi, dan bermanja-manjaan dengannya. Aku tiduran di pangkuannya dan di belailah kepalaku oleh tangan yang sudah keriput tapi masih sangat halus itu.

Aku bernostalgia sama nenek.

Nenek bercerita ketika waktu aku masih bayi dimana ada seorang nenek-nenek yang tinggal di sebelah kanan rumah nenek, dan dia belum punya cucu waktu itu. Karena semenjak bayi aku di rawat sama nenek, dan waktu aku bayi usia nenek 50 tahunan. Nenek masih kerja waktu itu. Dititipkan lagi lah aku sama beliau nenek-nenek yang di sebelah rumah itu. Beliau yang jagain aku dari pagi sampai magrib karena nenek pulang kerjanya saat magrib. Iya itulah kisahku waktu bayi ketika ayah dan ibu harus meninggalkan rumah, aku dititipkan ke nenek dan nenek dititipkan lagi ke tetangga sebelah. Sedih memang, tapi yah mau gimana, keadaan yang menuntut kita seperti ini.

Rasa kantuk pun datang karena mendengarkan nenek nostalgia.

"Nek, aku sudah ngantuk. Aku ke kamar dulu." kataku pamit ke kamar.

"Iya sudah nenek juga mau ke kamar." katanya.

"Selamat malam nek." ucapku mencium nenek.

"Selamat malam nak." ucapnya.

Aku pergi ke kamar di ikuti nenek yang sudah mengunci pintu dan mematikan televisi.

Di kamar.

Aku mengambil handpone yang ada di meja belajar dan pas aku buka ternyata ada satu pesan dari Ikhsan.

"Hai." isi pesan itu.

"Hai juga." balasku.

Tidak menunggu lama pesan itu dapat balasan.

"Lagi ngapain?" tanyanya.

"Mungkin dia memang lagi nungguin balasan pesanku, makanya cepat balasnya." batinku.

"Tiduran saja, kamu?" tanyaku.

"Tadi sih lagi nungguin balasan chatt dari seseorang, dan ini orangnya baru balas." jawabnya.

"Astaga beneran lagi nungguin?" batinku.

"Hehe iya maaf tadi lagi nonton televisi dan handpone nya di kamar." balasku.

"Iya tidak apa-apa, sudah makan belum?" tanyanya lagi.

"Sudah kok, kamu?" tanyaku.

"Belum." balasnya.

"Kenapa belum?" tanyaku.

"Iya kan tadi bilang lagi nungguin balasan chatt. Nanti kalau aku tinggal makan, takutnya yang balas chattnya dia nungguin dan khawatir. Biar aku saja yang nunggu dan khawatir, dia mah jangan." jawabnya.

"Bisa saja sumpah." batinku.

"Dilan kali ahh." balasku.

"Iya DILANDA RINDU." balasnya.

"Buset di caps lock, kagak rabun om. Masih bisa baca." kataku.

"Haha.. bisa saja." balasnya.

"Iya sudah sekarang makan gih, kan sudah dibalas juga sama orangnya." balasku.

"Iya masa baru juga chattan ditinggal makan" balasnya.

"Iya tidak apa-apa Ikhsan." balasku.

"Nanti sajalah kalau orangnya sudah tidur." balasnya.

"Astaga kok ngeselin yah." batinku.

"Iya sudah aku tidur. Aku juga sudah ngantuk." balasku.

"Bohong banget." balasnya.

"Serius!!!" kataku.

"Iya sudah aku juga tidak mau makan biar chattan terus." balasnya.

"Au dah." kesalku.

"Hehe iya nanti juga makan sekarang masih kenyang tadi makan cake." balasnya.

"Ho'oh." balasku.

"Jangan ngambek, tadi cuma becanda seriusan deh." balasnya emoticon memelas.

"Iya, siapa juga yang ngambek?" balasku senyum-senyum.

"Boleh telpon?" tanyanya.

"Mampus gue." batinku mengutuk.

"Iya sok." balasku dengan detakan jantung yang semakin keras.

Handpone berbunyi dan tertera namanya. Aku langsung menggeser icon warna hijau untuk menjawabnya.

"Bissmillah." batinku.

"Hallo." ucapnya.

Aku hanya angkat saja tidak langsung ngomong untuk menetralkan detak jantung dulu.

"Hei." ucapnya lagi.

"Aku tadi becanda iya nanti makan, jangan marah dong." katanya.

Aku tersenyum mendengar kalimat yang baru saja dia lontarkan.

"Siapa juga yang marah Ikhsan?" kataku dengan nada ngambek.

"Iya maaf." katanya.

"Hmmm... Iya sudah yah, sudah malam aku nya mau tidur." kataku yang sok-sokan menguap.

"Beneran tidur?" tanyanya pasrah.

"Iya masa bohong." kataku ketus.

"Aku masih pengen ngobrol." katanya memelas.

"Besok juga bisa kan?" kataku masih ketus.

"Hmmm iya sudah deh selamat malam." katanya sudah pasrah.

"Malam Ikhsan hahaha." kataku sudah tidak bisa menahan ketawa lagi.

"Nyebelin." katanya kesal.

"Bodo, kamu juga nyebelin haha." kataku.

"Iya maaf." katanya.

"Iya mohon maaf lahir dan batin." kataku.

"Belum lebaran buk." katanya.

"Iya Om." kataku.

"Hmmm... besok malam jadi kan?" tanyanya.

"Insyaallah, memang mau kemana sih?" tanyaku.

"Kamu maunya kemana?" tanyanya balik.

"Lah, siapa yang ngajak?" kataku tidak mau kalah.

"Takut nanti kamu tidak suka. Makanya nanya dulu." katanya.

"Asal bareng kamu mah aku suka apalagi ke pelaminan." batinku.

"Kemana saja boleh." kataku.

"Iya sudah. Sekarang di alun-alun lagi ada pasar malam tuh, kita kesana yah. Mau tidak?" tanyanya.

"Boleh." kataku mantep.

"Besok malam aku jemput jam 8 malam yah." katanya.

"Oke." kataku.

"Kamu tidur gih aku juga mau makan, takut marahnya sampai besok karena belum makan." katanya.

"Hahaha oke deh." kataku meski berat sih untuk matiin telpon.

"Selamat malam, mimpi indah." katanya.

"Malam dan selamat makan." kataku tersenyum.

"Aku matiin iya, assalamualaikum." ucapnya.

"Iya waalaikumsalam." ucapku.

Aku memandang langit-langit kamar dan memeluk boneka dengan senyuman yang tidak pernah pudar.

"Eh kok tadi aku manggilnya aku kamu yah?" pikirku yang baru menyadari hal itu.

"Ahh bodo amat yang penting aku senang." kataku mempererat pelukan bonekanya.

...****************...

1
June
semangat terus kak
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
Bryan Sbasthiant Pernandez
bacanya pusing
minding baca komik bobo
Jhie Abhy
ini tentang dafa ataw tentang nina... bikin pusing.. 🙈
Puan Harahap
mampir nih 10 like ya thor
Puan Harahap
salken thor, pria idola, mampir ya
Bahrudin Udin
anak rajin dan sholeha
Keii68
like buat cerita kakak, semangat selalu ya.

salam dari Barryneald :))
xiaoyu
yuuuhuuu aku mampir yak,, semangat buat karya karya baru lgi thorr 😘
Valerie Grachia
Hallo Kak salam kenal, mampir juga yuk ke novelku "Mengejar Cinta Rangga" siapa tahu suka, makasih
#Izin Thor
kh!@#g fu sh3=g
60 like hadir, semangat thor. salken"jangan panggil aku monster"
Agus Irawan
Yah kok End
HIATUS
Hai thor 👐
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Agus Irawan
Season 2 nya gak ada yah
Agus Irawan
kenapa belum Up
Dea Amira 🍁
ada nma ku tini 🤣🤣🤣smngt trus thor...
Dea Amira 🍁
aq mmpir thor...
Dream Sky
"Sayap Pelindungmu" Telah mampir nih! Dan memberi Like and Komen. Selalu semangat ya kakak! Dan di tunggu FeedBack kakak. Ayo kita sebagai penulis, saling support 😊.
Terima-kasih banyak.
Titin
semangat thor
Titin
like thor
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🥯🥯🥯

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️

tinggalkan like and comment ya 🥭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!