NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan Baru

"Apa? Kok bisa istrimu kerja lagi di sini, Mas? Kita jadi nggak bisa bareng-bareng lagi dong. Gimana ini?" rengek Silvy sambil menghentakkan kakinya kesal.

"Bisa bareng, tapi harus sama yang lainnya biar Aruna nggak curiga. Kita tidak bisa lagi ke kantin kalau cuma berdua. Terus kalau udah keluar ruangan divisi marketing, kita harus berjauhan. Apalagi kamu bukan wakilku dan posisimu hanya karyawan biasa dari divisi marketing. Sehingga sangat aneh kalau manager berjalan dengan karyawan biasa, akan timbul tanda tanya." ucap Kafka memberitahu.

"Seharusnya sebelum Aruna kembali bekerja di sini, kamu tuh angkat aku jadi wakilmu. Biar bisa kemana-mana kita dengan alasan kerjaan," ucap Silvy dengan raut wajah kesalnya.

Silvy terus menyalahkan Kafka yang bilang ini secara mendadak. Padahal seharusnya Kafka bisa mengangkatnya sebagai wakil manager dulu sehingga mereka bisa pergi dengan bebas. Jika dilarang, mereka masih punya alasan untuk pergi karena pekerjaan. Namun sekarang akan sangat susah bagi mereka untuk melakukan hal itu karena naik jabatan menjadi wakil manager tak bisa dilakukan dalam waktu sesingkat ini.

"Aruna baru mengatakannya kemarin siang. Entah kapan dia masuknya lagi, aku tak diberitahu. Dia itu udah kaya nggak peduli sama aku. Bahkan minta aku menceraikannya," ucap Kafka sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Cerai? Ya sud..."

"Rencana kita belum berhasil sepenuhnya, Silvy. Kamu ingat kan kalau aku harus minta tandatangan dia agar bisa menguasai rumah yang dibangun sama Aruna? Jangan lupa kalau selama ini saat ada masalah di divisi pemasaran, semua solusinya dari Aruna. Aku belum bisa menceraikannya," sela Kafka yang kesal terus disalahkan oleh Silvy.

"Kenapa kamu juga tak sepintar Aruna sih? Kerjaanmu itu cuma duduk dan mandangin laptop. Padahal nggak ada itu yang kamu kerjakan," lanjutnya mulai membandingkan dengan Aruna.

Silvy mengepalkan kedua telapak tangannya saat mendengar dia dibandingkan dengan Aruna. Dia masuk ke perusahaan ini sebagai karyawan magang dulunya. Namun dengan uang, dia menyogok pihak HRD yang notabene adalah saudaranya. Dia meminta tetap berada di divisi pemasaran bersama dengan Kafka setelah lolos magang. Saudaranya itu membuat Silvy seolah-olah adalah mahasiswa berkompeten sehingga direkomendasikan menjadi karyawan tetap. Namun Silvy tak bisa naik jabatan dengan cepat. Karena untuk naik jabatan, ada seleksi langsung dari pemilik perusahaan.

"Nggak usah bandingkan aku dengan Aruna, Mas. Aku ini lebih cantik dari dia," ucap Silvy membanggakan badan dan wajahnya.

"Tapi asah juga otakmu itu, Silvy sayang. Nanti kalau diminta laporan apa yang sudah kamu kerjakan selama bekerja di sini, jawabannya nggak ada. Semua aku dan tim yang kerjakan. Jangan makan gaji buta," ucap Kafka dengan penuh tekanan.

"Iya, Mas. Toh sebentar lagi aku juga resign, jadi tidak ada masalah." ucap Silvy dengan santai saat menanggapi ucapan Kafka.

"Resign mau ngapain? Nggak makan kamu pakai segala resign," ucap Kafka dengan ketus.

"Kan kita mau menikah nanti kalau rencana sudah berhasil. Aku bisa jadi Ibu rumah tangga," ucap Silvy dengan tanpa rasa bersalahnya.

"Lagaknya jadi Ibu rumah tangga. Nyapu aja nggak bisa," gumam Kafka sambil mendengus sebal.

Silvy masih senyum-senyum sendiri. Membayangkan dia bersantai di rumah. Semua pekerjaan rumah diurus oleh pembantu. Sedangkan Kafka, sepertinya mulai sadar akan sesuatu. Jika Silvy itu memang hanya cantik wajah dan bagus badannya saja. Sedangkan untuk otak, masih mendingan Aruna. Apalagi Aruna yang selama ini selalu membantunya mengerjakan pekerjaan. Entah apa jadinya Kafka kalau tidak ada Aruna yang membantu mengerjakan.

Tok... Tok...

"Permisi, Pak Kafka." panggil seorang office boy bernama Yunus sambil mengetuk pintu ruangan Kafka.

"Ada apa, Pak?" tanya Kafka menampilkan senyum terpaksanya. Jika di depan umum, Kafka akan menampilkan sifatnya yang lain. Sopan dan santai, berbeda ketika sedang berada di rumah.

"Dipanggil sama Pak Arifin. Katanya semua manager diminta untuk berkumpul di ruang rapat sambil membawa laporan terakhir," ucap Yunus mengatakan pesan dari atasan.

"Oh iya..." Kafka terlihat gugup dan kebingungan. Tak biasanya Pak Arifin yang menjabat sebagai direktur itu meminta laporan sebelum akhir bulan.

"Dimana itu laporan yang dibuat sama Aruna?" gumam Kafka kelabakan.

"Mas, kan kamu tidak membuat laporan bulan kemarin. Katanya Aruna tidak mau lagi..."

Astaga... Bodohnya aku,

Kafka semakin panik karena bulan kemarin, dia hanya asal membuat laporan. Beruntung tidak terlalu dicek oleh Pak Yunus karena kebetulan bulan kemarin memang hanya melanjutkan promosi sebelumnya. Namun yang membuat dia sekarang panik adalah Pak Arifin pasti meminta ide untuk promosi produk yang akan launching beserta rinciannya.

***

"Ibu cantik sekali," puji Nasya dengan mata berbinar cerah.

"Iya dong. Ibunya siapa dulu?" tanya Aruna sambil menaikturunkan alisnya.

Ibunya Nasya dong,

Hahaha...

Tawa keduanya begitu renyah siang itu. Hari ini Aruna akan kembali ke kantor lama untuk menemui direktur dan pemilik perusahaan. Untuk bekerja, mungkin baru esok hari. Ada interview dan menandatangi kontrak kerja. Kafka tidak mengetahui kalau Aruna akan datang ke perusahaan dan ikut dalam laporan berbagai divisi. Aruna memeluk Nasya yang baru pulang sekolah dan segera berpamitan.

"Semangat, Ibu. Hati-hati di jalan," seru Nasya memberikan semangat pada Ibunya.

"Kamu hati-hati di jalan dan kantor. Tahu sendiri kan di kantormu itu ada buaya dan anaknya. Pasti mereka akan melakukan apapun agar kamu tidak betah di kantor," bisik Ibu Salma pada Aruna.

"Iya, Bu. Aruna siap melawan buaya dan anak-anaknya itu. Ibu tenang saja," ucap Aruna dengan yakin.

"Emang di kantornya Ibu ada buaya? Kok seperti kebun binatang saja," ucap Nasya membuat Aruna dan Ibu Salma tertawa.

Padahal yang dimaksud buaya dan anaknya itu adalah Kafka dengan Silvy. Hari ini dia akan menunjukkan siapa yang lebih berkuasa di perusahaan itu kepada Kafka dan Silvy. Apalagi dia sudah mendapatkan tentang seluk beluk Silvy di perusahaan itu dari teman-teman kantornya dulu. Mengenai kedekatannya yang aneh karena Silvy sering ke ruangan Kafka. Padahal anggota tim lainnya, hampir tidak pernah ke ruangan Kafka. Justru malah Kafka yang akan turun langsung ke ruangan divisi pemasaran jika ada informasi dari atasan.

"Cuma boneka, Nasya sayang. Ibu berangkat dulu ya," Aruna langsung mencium dahi dan pipi anaknya. Nasya menganggukkan kepalanya dengan antusias. Dia tak masalah kalau Ibunya bekerja lagi.

"Do'akan Aruna lancar pekerjaannya ya, Bu." Aruna mencium tangan Ibu Salma dan memeluknya singkat.

"Pasti. Hati-hati, Nak." Aruna menganggukkan kepalanya kemudian pergi menggunakan ojek online yang dipesannya.

"Nanti kalau Ibu gajian, Nasya mau beli roti cokelat di supermarket depan." gumam Nasya dengan senyumnya.

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!