NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Kurang dari dua puluh menit kemudian, mobil Sebastian berhenti tepat di depan pintu keluar hotel. Sebastian turun dengan cepat dan berjalan mendekati Elena yang sudah menunggunya di sana. Tatapannya menyapu seluruh tubuhnya seakan memastikan tidak ada luka sedikit pun.

"Apa dia melakukan sesuatu kepadamu?" tanyanya cemas.

Elena menggeleng lembut. "Tidak kok. Dia tidak menyentuhku sedikit pun."

Sebastian tetap menatapnya lekat, mencari kebenaran di matanya. "Kau yakin?"

"Yakin sekali." Elena lalu menyodorkan amplop yang ia pegang tadi. "Dia memberikan ini padaku."

Sebastian segera membukanya. Begitu matanya menyapu isi dokumen itu, ekspresinya seketika berubah dingin dan tajam.

"Dari mana dia mendapatkan ini?" gumamnya pelan, tangannya mengepal erat.

"Aku tidak tahu," jawab Elena jujur.

Sebastian membaca seluruh isi dokumen itu sampai selesai, lalu dengan kasar ia meremas kertas itu di tangannya.

"Elena," panggilnya pelan namun tegas.

"Iya?"

"Aku tidak pernah membuat perjanjian seperti ini. Tidak pernah."

Elena mengangguk mantap. "Aku tahu."

Sebastian menatap matanya dalam-dalam. "Kau... kau percaya padaku?"

Elena tersenyum tulus. "Ya. Aku percaya."

"Kenapa?"

"Karena kalau kau benar-benar ingin membatalkan pernikahan ini," jawab Elena santai, "kau bisa saja melakukannya sejak awal, tanpa perlu repot-repot membuat perjanjian palsu seperti ini."

Sebastian terdiam, terkesan dengan jawabannya. Elena kemudian menambahkan sambil tersenyum nakal, "Dan lagi..."

"Apa?"

"Aku sudah membeli banyak sekali pakaian mahal menggunakan kartu yang kau berikan."

Sebastian mengangkat alis, bingung. "Jadi?"

"Jadi kalau kau membatalkan pernikahan sekarang, aku akan sangat rugi," candanya sambil tertawa kecil.

Untuk pertama kalinya hari itu, Sebastian tertawa renyah. "Dasar wanita serakah."

Elena ikut tersenyum lebar. Namun kemudian Sebastian menggenggam kedua tangannya erat-erat, menatapnya dengan penuh kesungguhan.

"Aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan kita, Elena. Tidak akan pernah."

Elena menatapnya lekat, jantungnya berdegup kencang. "Janji?"

"Janji."

***

Dua hari kemudian. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pernikahan Elena Arvienne dan Sebastian Hale digelar dengan kemegahan yang luar biasa.

Keluarga kedua belah pihak hadir, dan ratusan tamu undangan memenuhi ruang pesta yang megah itu. Elena berdiri di balik pintu besar ballroom, mengenakan gaun pengantin yang anggun dan indah.

Pintu ballroom terbuka perlahan. Musik pernikahan mulai mengalun lembut dan megah. Elena melangkah perlahan menuju altar.

Di ujung lorong itu, Sebastian sudah berdiri menunggunya. Tatapan pria itu langsung tertuju padanya, seakan tidak ada orang lain di ruangan itu selain Elena.

Ketika sampai di hadapannya, Sebastian mengulurkan tangannya. Elena meletakkan tangannya di atas telapak tangan pria itu.

"Gugup?" bisik Sebastian pelan, hanya terdengar oleh mereka berdua.

"Sedikit," jawab Elena jujur.

Prosesi pernikahan pun dimulai. Pendeta berdiri di hadapan mereka dengan senyum lembut.

"Apakah Anda, Sebastian Hale, bersedia menerima Elena Arvienne sebagai istri Anda, mencintainya dalam suka maupun duka, hingga maut memisahkan kalian?"

Sebastian menatap Elena dalam-dalam, tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun. "Saya bersedia."

Kemudian giliran Elena. Pendeta menatapnya ramah. "Apakah Anda, Elena Arvienne, bersedia menerima Sebastian Hale sebagai suami Anda, mencintainya dalam suka maupun duka, hingga maut memisahkan kalian?"

Elena tersenyum tulus, menatap Sebastian dengan penuh keyakinan. "Saya bersedia."

Tepuk tangan gemuruh memenuhi seluruh ruangan. Sebastian mengambil cincin pernikahan yang berkilau di bawah sorot lampu. Ia menggenggam tangan Elena dengan lembut namun mantap, lalu memasangkan cincin itu di jari manisnya. Elena pun melakukan hal yang sama, menyematkan cincin itu di jari Sebastian.

"Dengan ini, kalian resmi terikat menjadi suami dan istri. Semoga Tuhan memberkati persatuan kalian."

Sebastian mendekat perlahan, lalu mengecup bibirnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tepuk tangan semakin meriah, disertai ucapan selamat dari para tamu yang hadir.

Namun di antara kerumunan orang yang berbahagia itu, ada satu sosok yang berdiri diam dengan wajah pucat pasi. Isabella. Matanya terpaku pada cincin yang kini melingkar di jari Elena.

Pernikahan itu benar-benar terjadi. Semua rencananya gagal total. Elena tidak membatalkannya. Sebastian tidak berubah pikiran. Dan sekarang... Elena resmi menjadi Nyonya Hale, wanita yang didambakan Sebastian.

Isabella mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku menancap ke telapak tangan. "Tidak mungkin..." gumamnya gemetar.

Vivian yang berdiri di sampingnya menatap dengan cemas. "Isabella... sudah cukup. Mari kita pulang."

Namun Isabella menggeleng keras, matanya menatap tajam ke arah pasangan yang sedang berbahagia itu. "Aku tidak akan menyerah. Tidak akan pernah."

Tatapannya tertuju pada Sebastian, penuh dendam dan tekad. "Pernikahan ini baru saja dimulai. Dan aku belum selesai denganmu, Elena."

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!