NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 PENDARAHAN

Dinar memikirkan Papanya sudah mulai sibuk lagi, Pergi dinas luar kota. Setelah beberapa bulan Mama meninggal Papa tak pernah lagi pergi ke luar kota untuk Dinas lapangan, Sekarang hal itu terjadi lagi.

"Hmmmm...." Dinar menghela nafasnya dalam.

"Sabar Nanar mungkin sekarang Nanar harus bisa, belajar mengantikan Mama untuk Dut, kasihan dia masih kecil"

"Iya Bik"

Dinar pergi ke kamar Dut adik yang sangat disayangi yang jaraknya cukup jauh, dilihat Dut sudah tidur, nampak buku-bukunya masih berserakan dimeja belajarnya.

Dinar membereskan buku tersebut seperti dikerjakan Mamanya ketika masih hidup, Dut kalau belajar jarang membereskan buku-bukunya, pasti Mama yang nyusun. Setelah membereskan buku adiknya, Dinar memasang AC kamar kecil sekali dan Menyelimuti adiknya, Dinar menatap wajah adik bungsunya itu dalam, wajah yang lucu dan tubuhnya yang bikin gemes berisi, Dinar menciumi kening adiknya itu, airmatanya sempat menetes, karena kini dia yang akan menjadi orang yang bertanggung jawab kepada adiknya itu, karena melihat Papanya yang sekarang tidak bisa diandalkan sibuk sibuk dan sibuk.

setelah dari kamar Dut, Dinar pergi kekamarnya untuk beristirahat, Dinar menganti bajunya dengan baju tidur dan merebahkan diri dikasur, sambil membaca skripsi yang akan disidangkan nanti jika ujian skripsi tiba, dia sudah menguasai tema dan permasalahan penelitiannya. Tiba-tiba pesan berbunyi di Handphonenya dan dilihatnya. pesan dari Bobby yang dinas malam di tempat kerja sebagain dokter jaga.

"Kamu baik-baik saja sayang"

Dinar selalu ketawa jika Bobby yang suka bercanda memanggil namanya dengan sayang.

"ngak Papaku pergi dinas luar kota malam ini mendadak, kami hanya ditinggal dengan Pak Sukri dan Bik Ani."

"Sabar ya sayang"

Mungkin tuntutan pekerjaan Papa kamu harus berangkat segera.

"Iya... "

"Udah ya aku dinas dulu, met rehat sayangku"

"Iya hati-hati"

"Ok siap"

Bobby mematikan pesannya, Dinar sambil tersenyum menutup Handphonenya, dia merasa bahagia jika Bobby didekatnya, kecerian Bobby dari dulu selalu membuat Dinar tertawa. Apakah Bobby benar menyukai dirinya karena Meta sangat menyukai Bobby dulunya bahkan mengejarnya, tapi entah kenapa akhirnya Meta berhenti mengejar Bobby. Kabarnya Bobby menolak Meta terang-terangan dan mengatakan bahwa Bobby menyukai aku. Tapi Dinar hanya tertawa tak percaya. Karena dimata Dinar Bobby memang cocok dengan Meta yang sangat cantik sedangkan dirinya biasa saja dibanding kecantikan Meta.

Meta sedari dia kenal dari kecil, hingga remaja banyak memiliki pacar yang semuanya kaya tapi akhirnya putus tanpa jejak, di dunia model Meta sangat terkenal dengan sebutan playgirl, namun Meta tidak menghiraukan itu, begitu juga Dinar mereka tetap bersahabat.

***

Sementara dirumah kontrakan Meta, nampak Nenek Aini sedang menenangkan Meta yang meringis kesakitan, darah masih mengucur dibelahan kakinya.

"Sakit Nek.... sakit, kenapa Mas Rudi lama kali sampainya.

"Sabar Meta Nenek sudah menelpon dia berulang-ulang, kini dalam perjalanan"

"Lama sekali"

Tiba-tiba bunyi klakson mobil terdengar di halaman rumah kontrakan tersebut.

"Itu Dia datang Meta"

Pak Rudiansyah yang baru sampai dirumah itu langsung berlari masuk ke rumah, Dengan wajah tegang.

Nenek Aini yang membuka pintu juga gugup.

"Bagaimana Meta Nek"

"Dia dikamar, darah tak henti-henti keluar Pak Rudi"

"Kanapa sampai seperti ini"

"Dia terjatuh terpeleset dari kamar mandi sehabis mandi"

"Sudah saya bilang Hati-hati"

Pak Rudiansyah memasuki kamarnya dan Meta, selama menikahi Meta, Pak Rudiansyah hanya pulang siang sekali tiga hari karena jarak tinggal yang jauh dari pusat kota, Meta memiliki ART yang selalu menemani, jika Nenek pulang ke rumahnya.Setiap pulang Nenek selalu bersama dengan Pak Rudiansyah yang sudah dia kali terlihat Dinar.

Beberapa hari ini Pak Rudiansyah sebenarnya malas pulang karena tuntutan Meta untuk segera dinikahi sah oleh Rudiansyah dan membawanya kerumah Rudiansyah, karena dia jenuh hidup seperti buronan yang selalu sembunyi -sembunyi. Tapi Rudiansyah menolak karena dia tak ingin anak nya Dinar marah dan membencinya. Jika tahu dia menikahi Meta apa yang akan terjadi. Otaknya belum sanggup berpikir tentang itu.

"Mas.... sakit sekali darah semakin banyak keluar"

"Sudah kita ke rumah sakit saja, ini tidak bisa dibiarkan"

"Nenek siapkan baju dan keperluan lainnya"

Kandungan Meta yang baru menginjak enam bulan, terpaksa harus dilarikan kerumah sakit karena darah semakin banyak keluar dan Meta sangat kesakitan.

"Bik jaga rumah biarkan Nenek dan saya kerumah sakit"

"Baik Pak" ucap Bik Ira ARt Meta.

Pak Rudiansyah mengendong Meta yang masih kesakitan menidurkannya di kursi belakang mobilnya, Nenek Aini nampak terburu-buru, juga memasuki mobil Pak Rudiansyah. Meta dilarikan kerumah sakit, karena peralatan disana lebih lengkap,tidak kerumah Bidan tempat biasa Meta kontrol.

Dengan meringis kesakitan Meta ditenangkan oleh Neneknya. sedangkan Pak Rudiansyah Focus mengendarai mobilnya dengan cepat. Sekitar satu Jam perjalanan akhirnya mereka sampai kerumah sakit besar dan Pak Rudiansyah berlari ke arah IGD.

"Suster tolong istri saya"

Para suster jaga berlari mengambil stretcher dan membawa keluar"

Meta yang menahan kesakitan dari tadi akhirnya jatuh pingsan. Para suster dan security sigap membantu suster, untuk menurunkan Meta dari mobil dan dipindah ke stretcher rumah sakit. Setelah Meta dipindahkan, para suster pun dengan sigap membawa keruangan rawat IGD. Pak Rudiansyah dan Nenek Aini menunggu diluar.

Para suster sibuk berlari kesana kemari untuk menghentikan pendarahan Meta. dokter jaga pun dipanggil yang ada dua orang,salah satunya adalah dokter Bobby.

"dok pasien sepertinya telah lama pendarahan dan telat dibawa darah sudah menggumpal keluar"

"Tanya keluarga pasien dimana kontrol selama ini, dan hubungi Dokter Aini ahli kandungan"

"Baik dokter"

Suster pun memanggil keluarga Meta dan suster lainnya menghubungi dokter spesialis kandungan. Saat Bobby memasuki ruangan rawat Meta bersama dokter Lainnya, dokter Bobby sangat terkejut bahwa yang di hadapan nya adalah Meta sahabat Dinar.

"Suster siapa nama pasien dan catatan medisnya"

"Meta Harini dok, terjadi pendarahan karena jatuh dari kamar mandi, pasien diantar oleh keluarga korban suami dan neneknya, saat masuk. kondisi korban sudah tidak sadar."

Jiwa profesional dokter Bobby tetap muncul Meta yang sedang pingsan diperiksa dengan tenang dan teliti, walau pikirannya bergumul sejuta pertanyaan di otaknya bahwa pasien di hadapannya adalah sahabat orang yang dicintainya dan dicarinya selama ini. Meta hamil dengan usia kandungan memasuki enam bulan.

"Kita tunggu dokter spesialis dulu karena beliau akan menindak lanjuti keadaan bayi di dalam perut pasien karena jika masih terjadi pendarahan hebat setelah obat pemberhentian darah sudah diberikan."

"Apakah dokter Aini sudah ditelpon"

"Sudah dokter beliau menuju kemari"

dokter Bobby dan dokter jaga lainnya akhirnya pergi meninggalkan ruangan untuk melihat hasil catatan medis Meta. namun pikiran Bobby tidak tenang untuk memberitahu kepada Dinar bahwa Meta yang dicarinya, sudah ditemukan dalam keadaan hamil. Bobby mengirim pesan singkat ke Dinar.

"Dinar Meta disini sedang dirawat"

pesan Bobby hanya centang satu sebagi pesan belum dibaca. Bobby tidak tahu bahwa pesan yang akan disampaikan ke Dinar akan membuka tabir rahasia tak disengaja.

Akhirnya Meta ditangani oleh dokter Aini ahli kandungan. Dengan pemeriksaan intens kondisi Meta dilihat sekitar beberapa jam, apakah Meta masih mengeluarkan darah, jika ia harus segera dioperasi. Meta belum sadar dari pingsannya dan dokter berusaha mengembalikan kesadaran Meta.

agar segera bisa dilihat kondisi cabang bayi Meta.

Detak Jantung sang bayi sudah tidak terdengar kuat. sementara darah segar masih keluar dari rahim Meta. Meta yang sudah mulai sadar dari kesakitan, berusaha menahan rasa sakitnya.

sementara Dinar yang terbangun jam empat subuh membaca pesan dari Bobby.

"Astaga apa yang terjadi Bobby, besok aku akan kesana menemui Meta aku harus melihat dia apa yang terjadi sebenarnya pada sahabat Dinar"

Bobby tidak menjawab pesan Dinar karena sibuk untuk persiapan pengecekan bayi Dinar. Bobby yang berada di ruangan IGD khusus dokter tidak mengetahui bahwa Papa Dinar adalah suami Meta.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!