NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Jadi bagaimana? Kamu mau 'kan membantu Opa Malik untuk bisa bersama dengan omamu?" tanya Fajar.

"Apa yang aku dapat jika aku membantu opamu itu kalau mereka langsung dia pasti akan memberikan apa pun yang kamu inginkan."

"Aduh, kamu ini bagaimana, kamu tidak memberiku apa-apa begitu?"

"Kalau Opa Malik menjadi istri omamu, dia pasti akan memberikanmu apa pun tanpa kamu minta. Kenapa masih meminta padaku."

"Sekarang posisinya di sini 'kan kamu tetap yang memintaku untuk membantu. Apa yang kamu berikan kepadaku supaya aku membantumu. Aku juga harus memutar otak untuk membujuk oma. Mengenai opa Malik yang bisa memenuhi kue keinginanku, tentu itu hal yang berbeda karena itu semua terjadi pasti setelah mereka bersama, jadi kamu mau tidak memberiku sesuatu?"

Melihat Fajar yang masih terdiam Alif kembali berkata, "Aku tidak akan menawarimu untuk kedua kalinya. Kalau sekarang kamu menolak keinginanku, nanti tidak akan ada lagi tawaran yang baru."

Fajar mendengarkan. Dia yakin jika apa yang diinginkan Alif pasti akan membuatnya susah, tapi jika tidak dituruti pasti Alif tidak akan mau membantunya. Kasihan Opa Malik yang bertahun-tahun hidup sendiri. Saat kini sudah bertemu dengan wanita pujaan hatinya, masa harus kembali kehilangan.

Fajar membuang napas kasar. Sepertinya dia tidak punya pilihan lain. Spa salahnya membantu Malik untuk bahagia. Selama ini dirinya juga selalu diperlakukan sangat baik oleh pria tua itu, bahkan dianggap sebagai cucu sendiri padahal pria itu juga memiliki cucu keponakan sendiri.

Jika hubungan Malik dengan keluarganya baik-baik saja mungkin yang disayangi Malik adalah cucu keponakannya, bukan dirinya. Demi cinta pria tua itu meninggalkan segalanya, bahkan keluarganya. Seharusnya Ainun bahagia, tapi kenapa wanita itu justru menolak.

"Baiklah, apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Fajar setelah berperang dengan hatinya.

"Nah, begitu dong! Aku ingin kamu mentraktirku selama satu bulan. Apa pun yang aku inginkan kamu harus memenuhinya. Semua itu juga berlaku saat kita berada di luar sekolah."

"Apa! Bagaimana bisa satu bulan dan itu juga berlaku saat sudah berada di luar lingkungan sekolah? Tidakkah kamu merasa itu terlalu berlebihan?"

Bisa-bisa tabungan Fajar nanti akan habis hanya untuk mentraktir Alif. Dia sangat tahu jika rivalnya itu pasti akan memanfaatkan situasi dan menguras isi dompetnya. Fajar memang tidak akan kekurangan uang, tapi untuk mengatur hambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting, itu bukan dirinya sama sekali.

"Tidak. Aku rasa itu sudah sewajarnya, jadi kamu mau atau tidak? Jika tidak juga tidak apa-apa, aku tidak akan rugi. Meluluhkan hati omaku itu sangat sulit, jadi uang jajan selama satu bulan itu sudah termasuk murah."

Fajar mendengus kesal. Dia juga tetap memikirkan tawaran dari Alif. Kalau bukan pemuda itu, lalu siapa yang bisa membantunya. Selama ini Malik sudah sangat baik padanya, apa salahnya jika harus mengalah untuk kali ini. Lagi pula nanti dia bisa meminta ganti rugi pada Malik jika rencana ini berhasil.

"Baiklah, tapi hanya kamu saja. Aku tidak mau mentraktir teman-temanmu, yang ada nanti aku rugi."

"Oke, deal," ucap alif sambil mengulurkan tangannya. Fajar pun menjabat tangan pemuda itu.

***

Ainun berada di kebun mini miliknya. Dia sedang memetik sayuran, cabe dan beberapa tomat. Wanita itu memang sangat menyukai berkebun, apalagi yang bisa menghasilkan seperti ini.

Alif yang baru pulang dari sekolah yang ikut membantu wanita itu. Ainun memandang curiga ke arah cucunya. Sebelumnya Alif tidak pernah ikut ke kebun mini miliknya ini. Pemuda itu biasanya lebih memilih berdiam diri di kamar daripada membantunya.

"Kamu kenapa tiba-tiba datang ke sini? Kamu sedang tidak membuat masalah 'kan? Apa di sekolah tadi kamu berantem dengan temanmu lagi, makanya kamu berbuat baik sekarang, takut Oma marah jika ada guru yang telepon."

"Oma suudzon aja, nggak lah! Aku 'kan sudah jadi anak baik, nggak mungkin cari masalah terus-menerus," sahut Alif dengan cemberut.

"Terus ngapain kamu datang ke sini?"

"Nggak ada apa-apa, Oma. Aku cuma kangen saja sama Oma. Aku juga ingin bantuin Oma, biar Oma nggak capek-capek."

"Oma itu sangat mengenal kamu, pasti kamu ada maunya kalau sedang baik begini. Cepat katakan dan segera pergi dari sini! Kamu membuat Oma pusing saja."

"Em ... Oma dulu mantan pacarnya opanya Fajar, ya? Itu loh, yang namanya Malik."

Ainun tiba-tiba saja menghentikan gerakan tangannya dan menatap ke arah sang cucu. Dia sengaja tidak menceritakan masa lalunya pada Alif karena sangat tahu jika cucunya itu akan membuat ulah, tapi sekarang dari mana cucunya itu tahu tentang masa lalunya?

"Kenapa kamu tiba-tiba tanya soal dia dan kamu tahu dari mana kalau dia itu mantan kekasih Oma?"

"Dari siapa ya?" Alif mencoba mencari alasan yang sekiranya tidak akan menimbulkan masalah. "Tentu saja dari orangnya langsung. Opa Malik yang cerita sama aku, katanya dia itu masih cinta sama Oma dan ingin kembali bersama." Alif tersenyum canggung.

Semoga saja apa yang menjadi jawabannya tidak akan jadi masalah di kemudian hari. Lagi pula dia juga akan berencana untuk menyatukan keduanya. Jika mereka tetap tidak bisa bersama mungkin memang bukan jodohnya. Setidaknya dia sudah berusaha.

Kalau berhasil 'kan lumayan dia akan menghemat uang jajan selama sebulan. Nanti kalau Malik sudah menjadi opanya, Alif juga bisa meminta apa pun kepada pria tua itu. Membayangkan memiliki kakek kaya saja sudah bahagia, apalagi jika benar-benar terjadi. Dia tidak sabar untuk bisa membeli apa pun, terutama motor keluaran terbaru.

"Kamu itu sudah dicuci otaknya sama dia, ya? Mulai sekarang kamu jangan mau diajak dia ke mana pun atau pergi ke mana pun. Oma tidak suka."

"Tapi 'kan lumayan Oma, aku bisa hemat uang jajan. Aku juga bisa minta apa pun sama dia pasti bakal dibeliin. Kapan lagi aku punya kakek seperti itu. Biasanya kalau minta apa pun pada Oma pasti harus pikir-pikir dulu. Kalau kakek dan nenek, aku tidak begitu tega mengambil uang masa tua mereka untuk memenuhi keinginanku."

"Jadi kamu berniat untuk menjual Oma agar semua kebutuhanmu bisa terpenuhi?"

"Ini bukan menjual Oma, 'kan kita sama-sama enak. Oma juga bisa menikmati kekayaan dan juga mendapatkan cintanya. Dia juga masih tampan meski sudah tua. Bukankah Oma pernah bilang kalau dicintai itu lebih baik daripada mencintai orang yang sama sekali tidak mencintai kita."

Ainun terdiam, dia tidak bisa membalas kata-kata cucunya yang memang benar adanya, tapi untuk dia kembali pada Malik tidak pernah dirinya pikirkan. Di dalam hatinya memang masih tersimpan nama pria itu, tapi untuk kembali bersama dia tidak pernah terpikirkan.

"Alif, Oma ini sudah tua. Oma tidak ingin membahas soal cinta lagi."

"Apa Oma tidak kasihan pada Opa Malik? Sejak dulu dia terus menginginkan Oma menjadi istrinya. Dia bahkan sampai rela tidak menikah hanya demi menunggu Oma kembali. Aku yang sebagai anak muda saja tersentuh dengan apa yang dia lakukan, kenapa Oma tidak? Setidaknya Oma bisa bertemu dengannya dan berbicara dari hati ke hati. Kalau memang tidak bisa bersama, setidaknya 'kan bisa menjadi teman. Opa Malik juga pasti tidak akan memaksa, dia terlihat sangat baik."

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!