NovelToon NovelToon
Hasrat Sang Nona Janet

Hasrat Sang Nona Janet

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Action
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 RAHASIA TERSEMBUNYI

Ana yang sedang duduk di kursi depan meja makan bersama dengan sang ayah'nya menikmati makan pagi hari. Ana melirik melihat ayahnya di depannya itu, dengan tatapan penasaran

"setelah ini ayah' mau kemana??". Tanya ana sambil satu suap sendok makan

"hm!ada kerjaan di kantor, kenapa bertanya??". Tanya balik ayah ana

" tidak ada apa-apa, hanya bertanya ". Ucap ana cepat, perasaan ana mulai tidak enak hati, entah kenapa ana merasa ayah nya memiliki rahasia.

" ayah pergi dulu ya.. ". pamit ayah ana melangkah jalan pergi meninggalkan ana

   ana yang masih duduk di kursi depan mejanya hanya terdiam memikirkan sesuatu.

Berdering

   seketika ponsel ana berdering samping mejanya, ana mengmbil ponsel dan mengangkat telepon dari Aska.

"hallo!! ". jawab ana dengan nada tidak senang

" hallo, sayang... gimana kalau kita diner nanti malam, mau?? ". Tanya Aska dengan nada senang

" hm! kayaknya... aku tidak bisa, sayang! ada urusan kerja mendadak! ". jawab ana harus berbohong agar menghindar dari Aska

" tumben, sayang.... tidak biasa nya, apa semua nya baik-baik saja!? ". tanya lagi Aska memastikan dengan raut wajah curiga

"semua baik-baik saja. tenang saja, sayang". Jawab ana dengan nada tenang agar tidak di curiga oleh Aska.

" baiklah kalau gitu, aku mau lanjut kerja iya sayang, bye". ucap Aska menutup ponselnya, Aska mengerutkan wajah nya dengan tatapan tajam, ia mencium mencurigakan dari ana.

"hm... huftt". ana menghela nafas singkat ponsel meletakkan di atas meja kembali dirinya melanjutkan makan lagi.

    tidak lama ana bergegas melangkah jalan keluar rumah berjalan cepat mendekat mobil nya itu terpakir di depan rumah nya.

   ana pun membuka pintu mobil masuk kedalam mobil bergegas tidak lupa juga menutup pintu mobil

   mobil ana pun jalan melaju meninggalkan rumah nya yang besar itu.

   di perjalanan ana menyetir mobil sendiri melihat jalanan di depannya.

"ayah... apa yang ayah sembunyikan dariku! ". Gumam ana berfikir keras, mobil pun melaju cepat____

   sampai lah ana di depan gedung kantor ayahnya, mobil ana memarkir kan mobil nya dengan aman. Tidak lama ana keluar dari dalam mobil tidak lupa menutup pintu mobil, ia melangkah jalan ke pintu kantor itu.

   ana masuk kedalam lorong lobby dengan bergegas ia ingin memastikan kalau ayahnya bener-bener ada di kantor.

   sampai lah ana di depan pintu kantor ayahnya, ia berlahan buka pintu, masuk kedalam ruang kantor ayahnya. ana terkejut ternyata kursi meja kerja ayahnya kosong. kini ana semakin yakin kalau ayahnya melakukan kejahatan

"ayah...? ayah pergi kemana sebenar nya!? ". Gumam ana, dirinya bingung harus mencari ayahnya kemana, ana melangkah jalan mendekat meja kerja ayahnya

   ana mencari sesuatu di meja ayahnya itu, dengan bergesah-gesah. mungkin saja dirinya ada pentunjuk sesuatu. sudah mencari dan mengorek di atas meja kerja ayahnya, namun tak kunjung menemukan hal mencurigakan, ana lanjut mencari ke laci meja, namun tidak menemukan apa pun, ia pun lanjut ke laci lain.

   ana menemukan sesuatu yang mencurigakan, ia pun ambil berkas tersebut meletakkan di atas meja, lalu buka lembaran dan baca, alangkah kaget nya ana ternyata dalam isinya tentang kematian ayahnya Janet, ana lanjut buka lembaran lagi ana menemukan tentang perusahaan keluarga Virginia terbesar di kota ini, memiliki bisnis besar, ana cukup terkejut dengan perusahaan keluarga Virginia yang di pimpin oleh janet.

ana melihat sebuah foto lembar di berkas terpang-pang jelas. ana semakin yakin kalau ayahnya ingin melukai janet, ada sesuatu yang tidak beres, ana pun membawa berkas melangkah pergi keluar ruang kantor ayahnya.

ana melangkah cepat di lorong lobby kantor sambil buka lembar berkas tidak lihat jalan kedepan dan_____

Bruk

"aduh... ". seketika ana menabrak seseorang di depan nya hingga berkas di tangan nya jatuh ke bawah lantai.

" sorry, sorry, apa kamu Baik-baik saja!? ". Tanya Dev pada ana. Dev datang ke kantor ayah nya ana, untuk membicarakan sesuatu, saat ini Alicia ada di luar kantor di dalam mobil sendirian, Dev belum mengantarkan Alicia ke rumah nya dirinya sekalian mampir kebetulan perjalanan ke rumah Alicia se arah

" Dev..? ". ana terkejut melihat Dev ada di kantor ayahnya.

Dev membungkuk mengmbil berkas nya ana yang jatuh

dengan cepat ana mengmbil lebih dulu berkas itu, sebelum Dev melihat sesuatu di berkas itu dirinya tidak ingin Dev mengetahui isi berkas.

Dev kembali tegak dengan heran.

"ko kamu ada di sini?? ". tanya ana gugup

" iya.. aku ingin bertemu dengan ayahnya mu, ada di ruangannya?? ". tanya balik Dev dengan nada tenang

" Hm! tadi aku ke ruangan tidak ada, aku tidak tau ayah ku kemana, mungkin keluar ke suatu tempat ". Jawab ana bersikap tenang

" ooohh! aku kira ada, tadinya ingin bicara dengan ayahmu". ucap Dev

"mau bicara apa!? ". tanya ana penasaran

" membicarakan soal bisnis yang belum selesai kemarin malam, ayah mu tiba-tiba saja pamit begitu saja, katanya ada yang mendadak, tidak tau mendadak apa? ". Ujar Dev

ana berfikir heran dengan ayahnya tidak biasa nya dia meninggal kan tanggung jawab.

" ok, nanti kalau ketemu ayah ku, akan aku sampai kan". ucap ana

"ok".

" aku pergi dulu yak... ada urusan ". Ucap ana pamit pada Dev,

Dev pun mengangguk kepalanya. dari tingkahnya ana membuat Dev heran seperti ada sesuatu di berkas itu yang di bawa oleh ana.

ana bergegas melangkah jalan keluar gedung kantor, memasuki ke dalam mobil___tidak lupa menutup pintu dengan aman. Mobil pun melaju jalan meninggal kan gedung kantor.

Di tempat lain terlihat ayah ana sedang interogasi seorang laki-laki tua yang ia sekap di ruang gedung kosong dengan dua orang pria bersama nya.

"katakan pada ku, gimana caranya agar janet bisa di singkirkan! hem! " ayah ana berkas dengan nada tenang namun pelan.

"mana aku tau... sebenarnya apa yang Anda cari dari nona janet!? ". tanya pria tua itu duduk di kursi depan ayah ana dengan raut wajah ketakutan.

"bukan urusan kamu, harus tau... cukup jawab saja". ucap ayah ana

" aku tidak tau! ". jawab cepat dengan raut wajah gelisah.

Berdering

ponsel ayah ana berdering tidak berfikir panjang dirinya mengangkat telepon dari Dev

" iya, Dev ada apa? ". jawab ayah ana bertanya di dalam ponsel nya.

" maaf menganggu... kapan kita akan membahas kembali tentang bisnis kita?? ". tanya Dev

" oh iya... maaf Dev saya hampir lupa. nanti malam, gimana?? ". tanya ayah ana

" baik saya tunggu kedatangan bapa! ". balas Dev

ayah ana pun menutup telepon dari Dev

" dengar... aku akan bikin kamu tetap hidup sampai semua nya sesuai rencana ". ucap ayah ana pada pria tua itu. " dengar... kalian jaga dia jangan sampai lolos". perintah ayah ana pada mereka berdua untuk menjaga pria yang ia sekap

"baik tua... ". jawab mereka berdua.

ayah ana pun melangkah jalan pergi meninggalkan mereka semua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!