NovelToon NovelToon
Istri Tanpa Sentuhan Pewaris Adinata

Istri Tanpa Sentuhan Pewaris Adinata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: najwa aini

Shafiya Elara Hanum, namanya. Ia tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir dalam sebuah pernikahan dengan pria yang tak pernah benar-benar menjadi suaminya.




Ia adalah putri seorang kiai.
Dibesarkan dengan kehormatan dan batasan.
Namun satu kesalahan yang tidak ia lakukan, telah merenggut segalanya. Pernikahannya batal. Nama baik keluarganya ikut hancur, dan ia pun terseret ke dalam ikatan dengan SAGARA ADINATA.
Pewaris tunggal keluarga Adinata.
Seorang pria yang dingin. Tegas. Dan tidak percaya pada pernikahan.




Mereka menikah tanpa cinta.
Tanpa keinginan. Tanpa sentuhan.
Namun satu hal mengikat mereka--Seorang anak yang tumbuh di rahim Shafiya…
anak yang bahkan tidak pernah mereka rencanakan.




Di balik hubungan yang datar dan penuh jarak, rahasia demi rahasia mulai terkuak.
Dan perlahan, batas yang mereka jaga mulai goyah.



Mampukah mereka bertahan dalam pernikahan yang bukan hanya sekedar kesepakatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Menemani Tanpa Mengusik

"Agam."

Suara siapa lagi yang sedatar itu. Datar seperti ekspresi orangnya.

Agam sudah sangat paham. Karena itu ia memilih pura-pura tidak mendengar.

"Aku tau kamu dengar."

Masih datar. Tapi datar yang kali ini jangan dianggap main-main. Agam juga paham. Ini bukan sekedar ancaman. Dalam hitungan detik musibah pasti terjadi, jika dia tidak segera mengakhiri sandiwara pura-pura tidak mendengarnya itu.

Agam segera duduk. Penunjuk waktu tepat di angka satu. Dini hari.

"Mau briefing, meeting, atau apa kita sekarang?"

"Telepon Raka!"

Agam melongo. Sagara memaksa membangunkan Agam hanya untuk menelepon Raka. "Sagara, nomor Raka kamu tidak punya?"

"Sudah aku telepon. Tidak bisa."

Agam hanya bisa menggeram samar. Ancaman terselubung untuk Raka, ia siapkan diam-diam. Ia pun menelepon Raka sebagaimana permintaan Sagara. Satu kali. Dua. Tiga kali. Ternyata, nomor ponsel dokter kepala rumah sakit Adinata itu memang tidak bisa dihubungi.

"Tidak bisa."

Sagara hanya menatap. Tapi Agam tahu arti tatapan itu. Ia tidak menerima alasan apapun.

"Hanya ada dua kemungkinan jika ia mematikan ponsel seperti ini," kata Agam.

Sagara tak menyela.

"Pertama, dia sedang di ruang operasi. Kedua. Sedang mengoperasi dirinya sendiri." Agam menyelesaikan kalimatnya sambil menahan tawa.

Sagara membuang pandangan. Tidak suka.

"Apa kepentinganmu ke Raka? Aku atasi." Agam kini bicara serius.

"Aku kambuh."

"Kambuh?" Agam mengerutkan kening. Seingatnya Sagara itu sehat. Tidak sedang mengidap penyakit apa pun.

"Penyakit lama."

"Syndrome cauvade?" Agam teringat hal itu.

"Hmm."

Agam terkekeh. "Kalau sakitmu yang itu, yang bisa mengobati bukan Raka."

Sagara menatapnya.

"Istrimu. Ning Shafiya."

Sagara diam. Dan Agam tahu, itu penolakan.

"Sagara." Agam mendekat. "Ingat waktu itu, berapa kali kau mengalami gejala. Apa resep dari Raka yang menyembuhkan?"

Agam menggeleng. "Kamu sembuh saat dekat dengan Shafiya."

Sagara tetap diam. Tapi kali ini diamnya bukan kosong. Tapi menimbang. Menilai.

"Dulu kita bertanya-tanya kenapa. Tapi sekarang jawabannya sudah jelas. Karena dia hamil anakmu."

"Sekarang jawabannya ada padamu," lanjut Agam. "Mau terus sakit, atau kau temui istrimu."

Agam kembali naik ke pembaringan itu. Niatnya sudah jelas. Lanjut tidur.

Tidak berapa lama kemudian Sagara keluar dari kamar tamu itu. Ia melangkah setengah gontai melintasi ruang tengah kediaman kiai Fakih yang hening dengan cahaya temaram.

"Nak." Suara sapa singkat menghentikan langkah Sagara.

Kiai Fakih juga berada di ruang itu. Wajahnya basah oleh air wudhu. Nampak tenang. Bercahaya.

"Jangan tidur di kamar tamu." Beliau maju dua langkah. Tatapannya tenang dan hangat. "Kamu bukan tamu. Kamu menantu di rumah ini."

Setelah kalimat itu, kiai Fakih berlalu, masuk ke kamarnya sendiri.

Sagara menarik napas, dan meneruskan langkahnya ke kamar Shafiya.

Pintu kamar itu tertutup. Sagara ragu sejenak. Sebelum kemudian tangannya terangkat. Niatnya untuk mengetuk. Tapi malah menyentuh gagang pintu. Dan ternyata pintu tidak dikunci.

Lampu kamar masih menyala. Hangat. Tidak ada pendingin ruangan. Hanya kipas angin yang dipasang dengan kekuatan rendah. Seseorang tidur di sisi pembaringan. Posisi menyamping.

Sagara menghentikan langkahnya di tengah ruang. Nyeri itu kembali datang. Dan kali ini lebih kuat. Lebih dalam. Kedua tangannya sampai mengepal. Menahan.

Ia menarik napasnya beberapa kali sebelum lanjut melangkah. Mendekat ke ranjang.

Shafiya tidur tanpa penutup kepala. Rambutnya tergerai. Hitam. Panjang. Berkilau. Dan dari sana aroma manis itu menguar. Semakin dekat. Semakin jelas.

Sagara kembali menahan langkahnya. Tatapannya terpaku pada rambut itu. Dan pada aroma yang perlahan masuk. Sesuatu dalam dirinya berubah. Pelan. Tapi jelas arahnya. Nyeri yang datang semakin menipis. Tapi belum sepenuhnya hilang.

Sagara akhirnya memutuskan duduk di tepi. Bersandar. Jika nyeri itu benar-benar pergi, ia akan keluar kamar.

Namun nyeri itu… tidak benar-benar pergi.

Ia hanya mereda. Seolah memberi ruang--namun tidak membebaskan.

Sagara tetap di tempatnya. Duduk di tepi ranjang. Napasnya mulai teratur.

Namun ada sesuatu yang lain… yang belum selesai. Bukan hanya nyeri itu.

Tatapannya kembali jatuh.

Pada sosok yang tertidur di sampingnya.

Shafiya yang tenang. Dan tidak terganggu.

Seolah dunia di luar sana… tidak ikut masuk ke dalam tidurnya.

Sagara mengalihkan pandangannya.

Namun hanya bertahan beberapa detik.

Lalu kembali lagi.

Dan entah kenapa--kali ini tatapan itu tidak segera menjauh.

Dan nyeri itu kembali berdenyut.

Pelan. Namun cukup…

untuk menahannya tetap di sana.

Waktu berjalan. Tanpa suara.

Hanya kipas angin yang berputar pelan di sudut ruangan.

Hingga akhirnya Shafiya bergerak sedikit.

Alisnya berkerut tipis.

Seolah menangkap sesuatu.

Beberapa detik kemudian--matanya perlahan terbuka. Menatap.

Pandangan itu belum sepenuhnya fokus.

Namun cukup untuk menyadari, bahwa ia tidak sendiri.

Dan saat itu juga--tatapannya bertemu dengan Sagara.

Shafiya tidak langsung bicara.

Ia hanya berkedip beberapa kali.

Menyesuaikan pandangannya.

Lalu perlahan bangkit. Duduk.

Tatapannya tertuju pada Sagara.

Dan berhenti di sana.

Beberapa detik masih memperhatikan.

Cukup untuk menyadari--ada yang tidak biasa.

“Nggak tidur?”

Suaranya bertanya pelan. Tidak kaget.

Hanya sekedar memastikan.

Sagara tidak langsung menjawab.

Namun dari jarak sedekat itu--Shafiya bisa melihat.

Tarikan napas Sagara yang sedikit berat.

Rahang yang mengeras.

Dan sesuatu yang… sedang ia tahan.

Shafiya tidak bertanya lagi.

Namun tubuhnya sedikit bergeser.

Ia memberi ruang yang lebih leluasa untuk Sagara. Tanpa diminta.

Dan untuk beberapa saat Shafiya tidak bergerak jauh. Ia hanya duduk lebih tegak.

Menatap Sagara beberapa detik lebih lama.

“Mas…”

Shafiya memanggil pelan. Sedikit tertahan.

Sagara menoleh sedikit.

“Tidak apa-apa," ucapnya langsung.

Jawaban yang terlalu cepat.

Shafiya tidak membalas.

Namun ia tidak mengalihkan tatapan.

Seolah tahu, kalimat itu bukan jawaban.

Beberapa detik berlalu.

Shafiya meraih gelas di samping tempat tidur. Ia bangkit sebentar.

Mengisi air dari teko kecil di meja.

Saat berikutnya ia Kembali.

Gelas itu ia ulurkan ke Sagara.

“Minum dulu.”

Tindakan sederhana. Tidak memaksa.

Sagara melihat gelas itu.

Lalu beralih pada wajah Shafiya.

Sesaat.

Tangannya kemudian terangkat.

Menerima gelas itu. Meminumnya

satu teguk.

Dan entah kenapa--setelah itu

napasnya terasa sedikit lebih lega.

Shafiya tidak bertanya.

Ia hanya kembali duduk dalam jarak yang

tidak terlalu dekat. Juga tidak terlalu jauh.

Hanya… ada. Menemani.

Tanpa mengusik.

1
i_r cute
kyknya mulai ada cemburu tipis2 nih Sagara....
iqha_24
ayo dong sagara lebih peka dan lebih perhatian lagi ke shafiya
iqha_24
makin seru nii 👍
iqha_24
up lagi kak
Afsa
Komporin saja Pak Raven..aq seneng Kalo Saga cemburu😄
徐梦
🤣🤣🤣🤭
Eeeeee Panassss sagara awas lo cemburu 🤣
iqha_24
naah kan .. Sagara ga tenang
i_r cute
nunggu part shafiya cuekin Sagara, lama banget thor.....
iqha_24
nii sagara kapan peka nya yaa
Amalia Siswati
ya syafia bersikaplah seperti cermin,memantulkan.
Amalia Siswati
plot2 seperti ini nya mohon di kurangi dech thor,1 bab kebanyakan klimaknya bukan alur cerita intinya
Najwa Aini: Dan masukan dari kakak ini akan jadi bagian pertimbanganku..🌹🌹
total 2 replies
iqha_24
ayo Gam, panas2in aja si Sagara
iqha_24
lanjut
徐梦
Weeeeh agaknya ada yg cembukur ni ciee cieeee
Ayok mas Agam pelet trus ning cantik
Masih bnyak yg nunggu jandanya😍
Najwa Aini: Agam said: Siapppp
total 1 replies
徐梦
Semoga aja ada laki2 lain yg menunggu jandamu syifa thor buat sagara uring2n dong 🤭🤭🤭🤣
Najwa Aini: uring²an yang tetap elegan ya kak..
total 1 replies
Ayuwidia
Kisahnya sukses bikin baper. Bahasanya berbobot, nggak bertele-tele. Mencerminkan kecerdasan authornya. Karakter tokoh prianya bikin para pembaca gemes-gemes tapi cinta.

Semoga Sagara & Ning Shafiya sukses menaklukan retensi dari 20 bab sampai 100 bab, aamiin.

Semangat & semoga sukses, Ning Najwa ♥️
Ayuwidia: uhuk, nggak cocok Ning disematkan untukku yang minim ilmu agama, Kak.
total 2 replies
be83
Ceritanya sangat menarik
Semoga update nya lebih sering
Najwa Aini: Terima kasih Kak..
semoga updatenya konsisten ya
total 1 replies
Amalia Siswati
buat syafia yang dingin sekarang,biar dia mikir jika kehamilannya butuh perjuangan bersama..
Najwa Aini: Trims sarannya ya Kak..
aku tampung deh. nanti ku diskusikan dgn Shafiya
total 1 replies
Yus Marni
aku dukung syafiya kabur, gak akan berubah tu si saga kalau gak dikasih pelajaran🫢🫢
Najwa Aini: Kabur kemana kak??
total 1 replies
Afsa
Kalau aq yg JD Syafa aq kabur deh biar Saga tau Rasa.Kaku banget jadi cowok,mau anak doang..pdhal waktu hami istri itu ingin di peehaitiin dan manja tau...
Najwa Aini: Nah gitu kak..dikasih paham tuh Sagara
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!