NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa bohong

"Talisha baru saja datang dari Surabaya. Opa yang maksa dia ke sini biar bisa ketemu kamu," ucap Opa Heri dengan wajah hangatnya

"Kami menginap di hotel ini. Tapi nanti malam Talisha akan pulang lagi ke Surabaya," lanjut Opa Heri lagi.

"Ooo.... Kenapa buru buru banget?" tanya Opa Hendy ngga kalah ramahnya.

"Besok udah masuk kerja, opa," sahut Talisha semanis mungkin.

"Ngga cuti aja? Kan, kerja di perusahaan keluarga sendiri?" tanya Opa Hendy heran.

Opa Heri tertawa pelan.

"Cucuku ini kerja di perusahaan orang lain. Katanya mau cari pengalaman sebelum kerja di perusahaan keluarga sendiri nanti."

"Ooh.... Begitu," kekeh Opa Hendy. Wajahnya terlihat senang.

"Dave baru baru ini ke.Surabaya," sambung Opa Hendy sambil menatap Dave yang tampak kalen.

"Laen kali kalo ke Surabaya, mampir ke rumah Opa, ya, Dave. Nanti Talisha akan bawa kamu keliling di Surabaya."

Dave hanya tersenyum tipis.

"Biar Talisha cuti sehari. Ngga apa, kan, Lish?" sambung Opa Heri lagi sekalian bertanya pada cucunya.

"Iya, Opa," jawab Talisha masih mempertahankan sikap manisnya.

Dave masih merespon dengan senyum tipis.

"Ya, ya. Oh ya, urusanmu di Jakarta masih lama?" tanya Opa Hendy pada temannya.

"Besok sore aku pulang."

"Bagaiman kalo besok kita makan siang bareng Dewan dan Afif?" tawar Opa Hendy.

"Oke. Aku sudah lama juga tidak ketemu mereka." Opa Heri menyanggupi.

"Nanti aku hubungi mereka."

"Oke, oke."

"Talisha, kalo kamu pulangnya bareng Opa Heri besok, ngga apa apa, kan? Mumpung masih di Jakarta," usul Opa Hendy sambil melirik Dave.

"Enngg.... Maaf bange,t Opa. Besok kebetulan saya menemani bos meeting..Saya jadi sekretaris di tempat saya bekerja." Talisha terpaksa menolak. Karena besok dia sudah menyanggupi untuk menemani Baskara meeting.

Jadi nyesal juga, kalo tau Dave setampan ini, dia akan membiarkan Iin yang jadi wakilnya menemani Baskara.

"Ooo.... Ngga apa apa. Mungkin di kesempatan lain, ya, Lish." Opa Hendy yang menyahuti.

'Iya, Opa." Talisha melirik Dave lagi yang tampak tenang sambil meneguk kopinya.

Tapi Talisha merasa agak aneh setelah melihat Dave beberapa kali. Sepertinya dia pernah melihat Dave. Tapi lupa dimana. Atau mungkin hanya mirip aja. Pikirannya juga sibuk menerka nerka.

"Oh iya, mana berkas yang aku inginkan?" tanya Opa Hendy sambil.memberikan isyarat pada sahabatnya yang sempat melihatnya dengan raut bingung.

Tapi beberapa jenak kemudian Opa Heri sudah mengerti dan mulai bisa merespon dengan sangat baik.

"Ayo, ke kamarku."

"Oke." Opa Hendy menepuk lembut bahu Dave sebagai isyarat agar kencan cucunya berjalan lancar. Tanpa gangguan dari dirinya dan temannya.

Setelah mereka hanya berdua saja, Talisha mulai mengamati Dave.

"Kita sepertinya pernah bertemu."

Baru kali ini Dave memperhatikan wajah Talisha lebih lama. Kemudian dia menggeleng pelan. Hatinya yakin kalo mereka belum pernah ketemu.

"Belum pernah, ya." Talisha tersenyum tapi dengan hati tetap yakin kalo pernah melihat wajah Dave. Tapi dia benar benar lupa, di mana mereka pernah bertemu.

"Kata opa kamu lama di Inggris, ya?" Talisha memulai percakapan.

Dave tersenyum samar sebagai respon kesopanan. Dia sudah gerah sejak tadi karena tatapan lapar gadis itu padanya.

"Di Inggrisnya di mana?" kejar Talisha lagi.

"Manchester."

"Oooh...." Talisha mulai senang karena sudah mulai ditanggapi.

"Sering nonton bola, dong. Liga Inggris, kan, seru." Talisha berucap sangat antusias.

Dave tersenyum samar sambil mengambil cangkir kopinya, meneguknya dengan acuh.

Talisha mulai merasakan aura dingin laki laki ini. Tapi dia merasa sayang untuk melewatinya.

"Mungkin kalo aku ke Jakarta lagi, bisa menghubungi kamu?"

Dave menatap gadis itu, masih dengan tangan yang memegang cangkir kopinya.

"Sebaiknya opa saya saja, karena saya sangat sibuk,"

"Mungkin kita bisa atur jadwalnya?" Talisha pantang menyerah.

Dave meletakkan cangkirnya pelan.

"Saya tidak tertarik dengan perjodohan ini."

Talisha merasa tertampar mendengarnya. Wajahnya agak pias.

Aku ditolak? batinnya shock.

"Sudah punya pacar?" tanya Talisha dengan raut ngga terima. Kata opanya, laki laki di depannya masih jomblo. Karena itu dia mau bercapek capek pulang pergi Surabaya Jakarta via pesawat. Opanya bahkan menyewakannya pesawat pribadi.

"Rebut hatinya. Dia sangat kaya raya dan tampan," ucap Opa Heri via telpon siang tadi.

Awalnya Talisha hanya penasaran karena ingin membuktikan ucapan opanya yang ternyata sebagiannya benar, Cucu teman opa yang akan dijodohkan dengannya sangat tampan. Wajah Baskara yang selalu lekat di hatinya, mendadak menghilang.

"Sudah." Terpaksa Dave berbohong.

"Tapi kata opa Hendy, kamu masih single," ungkit Talisha dengan perasaan kaget

"Kami baru dalam tahap penjajakan." Makin li@r arah kebohongan Dave.

Wajah pias Talisha perlahan berd@rah lagi.

"Kemungkinan putus ada, kan?" Talisha bertanya tanpa beban. Dia akan maju terus.

Dave tetap tenang.

"Tidak ada kemungkinan itu. Yang ada hanya rencana perjodohan ini yang berakhir."

"Maksudnya?" Wajah Talisha pucat lagi dan detak jantungnya makin cepat.

"Saya akan mengenalkan pacar saya ke opa, agar beliau tidak menjodoh jodohkan saya lagi."

Memangnya siapa pacarnya? batin Dave geli.

Hening beberapa.jenak.

Talisha butuh waktu untuk bernafas. Dia ngga terima karena sudah ditolak pada pertemuan pertama.

"Saya akan menunggu sampai kamu putus." Talisha tidak akan melepaskan Dave untuk siapa pun. Hatinya telanjur kepincut.

"Sia sia saja. Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan mengenalkannya pada Opa," pungkas Dave tegas.

Talisha terdiam dengan perasan dongkol yang amat sangat.

Kenapa dia ngga terus terang saja pada opa opa mereka, dengusnya dalam hati.

"Sebelum itu terjadi, kita bisa saling mengenal dulu, kan. Mungkin nanti kamu akan berubah pikiran," pinta Talisha penuh harap.

Dengan Baskara saja harapannya timbul tenggelam. Masa dengan laki laki ini juga? protes Talisha dalam hati.

"Saya rasa ngga perlu. Maaf kalo penolakan ini membuat kamu kecewa. Tapi saya sangat mencintai pacar saya." Dalam hati Dave merasa mual dengan ucapannya sendiri di kalimat terakhir.

Mencintai siapa? Si Rhea itu? batinnya mengomel.

Sementara Talisha hanya bisa mematung sampai kedua opa mereka terlihat di kejauhan.

1
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
Rahma AR: 🤭🤣....
total 1 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
Zea Rahmat
masa keluarga Airlangga bisa di ancam... ancam. balik dong🤣🤣
🔵MENTARY
Rival Dave, Baskara dan Edwin 🤣🤣🤣
anggita
like 👍iklan☝☝
Rahmawati
ayo dave masak km gk mau deketin rhea jg, emg km rela Rhea sama Edwin?
sleepyhead
Good choices, Abaikan aj hahaa
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 Mereka semua Buaya ulung yg insaf bro, jangan bermain main 😝 berbahaya kalau sdh berurusan dgn mereka apalagi berani menyentuh yg sdh digariskan utk circle mereka..
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk
Zea Rahmat: iya betulll🤭🤭
total 6 replies
Lusi Hariyani
dave sainganmu akn dtg lg lho jgn bnyk mikir ntar rhea pergi km nyesel
Paksi Winatha
typo thour ke jakarta bkn ke jakarat🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Rahma AR: j😄......
total 1 replies
Evi Solina
Hayoloh Dave saingan Lo muncul di sekolah😆
Rahmawati
Edwin gercep eyy, langsung nyamperin Rhea ke sekolah
Lusi Hariyani
bpk y rhea bnr2 dech...🙏
🔵MENTARY
Melipir Erwin, Rhea udh di targetkan calon Bini Dave/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!