Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Malam itu kereta kuda berlogo kekaisaran berhenti tepat di depan lobi Mansion Astoria. Duke Alaric, Duchess Beatrice, dan Julian sudah berdiri di sana dengan wajah kaku, Cassian tidak ikut karena dia ada urusan di perbatasan. Mereka terpaksa menyambut kepulangan Elara karena perintah langsung dari Pangeran Kaelen.
Pintu kereta terbuka dan Pangeran Kaelen turun terlebih dahulu lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Elara turun
"Ingat Elara besok pagi aku akan menjemputmu, persiapkan dirimu oke" ucap Kaelen dengan suara yang cukup keras agar terdengar oleh Duke Alaric.
"Siap Pangeran. Jangan telat ya kalau bisa bawa camilan lagi buat di jalan nanti" jawab Elara santai dan mengabaikan tatapan tajam keluarganya.
Kaelen menoleh ke arah Duke Alaric dan tatapannya mendadak sedingin es "Duke, aku sudah menempatkan dua pelayan pribadi, mereka akan melaporkan setiap helai rambut Elara yang jatuh jika itu disebabkan oleh perlakuan buruk. Kau mengerti maksudku bukan?"
Duke Alaric membungkuk sangat dalam dan keringat dingin kembali membasahi kerah bajunya "T-tentu Yang Mulia. Elara akan mendapatkan pelayanan terbaik di rumah ini"
Setelah kereta Pangeran pergi suasana di teras mansion langsung membeku. Julian menatap Elara dengan api kemarahan di matanya tapi dia tidak berani melangkah maju karena ada dua pelayan bertubuh tegap kiriman istana yang berdiri tegak di belakang Elara.
"Wah sambutannya meriah juga ya? Sampai kumpul semua begini nih" celetuk Elara sambil berjalan melewati mereka begitu saja "Ayah, Ibu, Kak Julian... aku duluan ya. Mau tidur di kamar baru, eh maksud aku kamar Lady yang seharusnya, bukan di gudang"
Elara melangkah menuju kamar paling mewah di lantai dua yang sudah dipersiapkan secara mendadak oleh para pelayan istana.
Begitu sampai di kamar Elara langsung merebahkan dirinya di kasur empuk "Ah... begini baru bener, tapi..." Elara menoleh ke arah jendela yang sedikit terbuka. Dia merasa embusan angin malam membawa aroma yang sangat familiar. Aroma roti gumbu yang baru matang.
Elara berjalan ke jendela dan di atas meja riasnya entah sejak kapan sudah ada sebuah bungkusan kecil berisi cokelat mawar dan secarik kertas.
"Tidur yang nyenyak Lady. Besok perjalananmu akan sangat panjang. Jangan biarkan tikus-tikus di rumah ini mengganggumu atau aku sendiri yang akan membasmi mereka lewat bayangan -X"
Elara tersenyum miring "Stalker satu ini beneran lebih gercep dari gojek ya, bener-bener hebat"
Dia pun menutup jendela, ia tidak tahu bahwa malam ini dia dilindungi oleh dua kekuatan besar, Pangeran yang menjaga lewat hukum istana, dan Xander yang mengawasi lewat kegelapan.
___
Sinar matahari pagi yang cerah menembus gorden sutra kamar baru Elara dan menggantikan kegelapan Mansion Astoria yang suram. Elara yang sedang asyik mimpi makan prasmanan gratis di istana tiba-tiba terusik oleh tepukan pelan namun mantap di bahunya.
"Lady Elara, sudah saatnya bangun. Pangeran Mahkota akan tiba dalam tiga puluh menit"
Suaranya datar, dingin dan sangat efisien. Elara membuka mata dan melihat seorang wanita dengan seragam pelayan yang sangat rapi. Rambutnya diikat cepol tanpa ada sehelai pun yang berantakan dan tatapannya tajam seolah bisa mendeteksi debu dalam radius satu kilometer.
"Kemarin kita belum sempat perkenalan, perkenalkan nama saya Rhea Lady" ucap pelayan itu singkat tanpa senyum "Tugas saya adalah memastikan keamanan dan ketepatan waktu Anda. Silakan mandi, air hangat sudah siap"
Belum sempat Elara memproses hawa dingin dari Rhea tiba-tiba seorang pelayan lain muncul dari balik pintu sambil membawa baki berisi jus jeruk dan roti hangat. Wajahnya berseri-seri dan senyumnya lebar sekali sampai matanya menyipit.
"Selamat pagiii Lady Elara! Wah wajah Lady kalau baru bangun tidur lucu banget ya kaya kucing habis kena air hahaha" serunya dengan nada yang sangat ceria "Saya Mina! Saya yang akan mengurus tatanan rambut, baju, dan semua curhatan Lady hari ini. Duh saya seneng banget bisa ditugasin jagain Lady, soalnya gosipnya Lady itu keren banget pas ngeroasting Lady Lilian kemarin, high five dulu dong!"
Elara melongo menatap Rhea yang berdiri tegak seperti robot tempur dan Mina yang sekarang malah asyik membetulkan bantal Elara sambil bersenandung.
"Kalian... beneran pelayan kiriman Pangeran?" tanya Elara sambil mengucek mata.
Rhea mengangguk tegas "Saya adalah salah satu kesatria wanita yang dipercaya menjadi pelayan pribadi Anda mulai dari sekarang"
Mina nyengir sambil mengedipkan mata "Dan saya adalah salah satu penyihir yang dipercaya menjaga dan menjadi pelayan pribadi anda mulai dari sekarang, ayo Lady bangun! Pangeran Kaelen itu orangnya perfeksionis, kalau kita telat semenit aja Rhea bisa-bisa dihukum lari keliling lapangan, kasihan kan dia kakinya cape"
Rhea hanya memutar bola matanya mendengar ocehan Mina "Mina, berhenti bicara sekarang. Ayo bantu Lady bersiap sekarang"
Elara terkekeh melihat dinamika dua pelayan barunya, ia tak menyangka jika pelayan pribadi baru nya adalah orang-orang yang sangat hebat di bidang mereka masing-masing "Oke oke. Kalian seru juga, Rhea jangan galak-galak ya nanti cepat tua. Mina habis ini kasih tahu aku gosip terbaru di istana soal Lilian ya?"
Mina langsung mendekat dengan mata berbinar "Siap Lady, katanya Lady Lilian semalam jerit-jerit di sel karena ada tikus terus prajuritnya malah bilang 'Selamat belajar mandiri sama tikus ya Lady'"
"Bwahaha bagus, lanjutin nanti di kereta!" dan Elara pun bangkit dari kasurnya dengan semangat.
Setelah ritual mandi dan dandan yang super kilat berkat bantuan "duo maut" itu, Elara turun ke lobi. Di sana Duke Alaric, Julian dan beatrice sedang sarapan dengan wajah pucat.
Elara sengaja lewat di depan mereka dengan gaun perjalanan yang simpel tapi elegan.
"Pagi Ayah, pagi Ibu, pagi Julian, makasih ya kamar barunya, empuk banget sampai aku lupa kalau dulu pernah tinggal di gudang jamuran yang ada di belakang hehe" ucap Elara sambil melempar senyum manis yang penuh racun.
Julian sampai tersedak kopinya sementara Duke Alaric hanya bisa menunduk dalam tidak berani membalas karena Rhea sedang menatap mereka dengan tatapan "siap mengeksekusi" jika ada yang berani berbuat macam-macam.
Di luar kereta kuda megah Pangeran Kaelen sudah menunggu untuk berangkat. Pangeran berdiri di depan pintu kereta tampak gagah dengan pakaian perjalanan resminya.
"Sudah siap Lady Elara?" tanya Kaelen.
Elara menoleh ke arah mansionnya lalu ke arah Rhea dan Mina dan terakhir ke arah Kaelen "Siap Yang Mulia Pangeran. Ayo kita menemui kakek sakti itu, aku udah ngga sabar pengen ketemu beliau dan punya mana sihir biar aku bisa agak sombong ke orang-orang yang haus akan mana sihir itu"
_______________________________________________
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/