NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

 Situasi rapat siang itu, terlihat begitu tegang dengan beberapa dari mereka mulai terlihat begitu gelisah.

 "Milano."

 "Ini nona."bilangin memberikan selembar kertas kepada Nonanya.

 "Apa ini hasil pekerjaan kalian, masih saja kalian menutupi apa yang kalian lakukan."mendengar ucapan itu mereka langsung terdiam.

 "Apa kalian aku ini bodoh, aku tahu semua apa yang kalian lakukan sampai berani memasukkan hasil laporan kalian.Apa kalian ini macam-macam denganku."Angel menatap tajam ke salah satu dari mereka.

 "Tidak Nona,tak mungkin kami berani melakukan hal itu." jawab salah satu dari mereka.

 "Masih berani kamu bicara."ucap Angel dengan ekspresi marah kepada mereka.

 "Jika kalian tidak ada yang jujur, maka tanggung konsekuensinya."secara langsung Angel memberikan peringatan kepada mereka, dan mulailah dari mereka kebingungan bahkan ada beberapa dari mereka yang hampir melarikan diri dari ruangan itu.

 Tapi yang tidak mereka tahu, diam-diam Angel sudah menyuruh orang suruhannya untuk menjaga pintu untuk mereka tidak bisa keluar dari ruangan itu.

 Dan benar saja ada dua orang yang saat itu hendak akan keluar, tapi sia-sia mereka sudah ditangkap oleh bodyguard yang dari awal sudah ia perintahkan untuk menjaga pintu keluar.

 "Tolong lepaskan." kedua pria itu sudah ditahan oleh bodyguard dengan menahan mereka untuk keluar dari ruangan itu.

 "Plok...plok..."Angel menepuk kedua tangannya sembari tersenyum sinis kepada dua orang pria itu.

 "Bagus, akhirnya kalian penampakan wajah kalian.Aku pun tak perlu repot-repot untuk mencecar kalian dengan pertanyaan. Kalian akhirnya menunjukkan sendiri wajah kalian jika kalian penyebab dalam dari penggelapan uang di perusahaan ini." Angel menutup tajam ke arah dua pria itu.

 "Jangan harap aku akan memberikan kesempatan untuk kalian hidup lebih tenang, tempat yang layak untuk kalian hanya ada di penjara. Apa kalian kira selama aku tidak ada di perusahaan aku tidak memantau pekerjaan kalian, Itu jawaban yang terbodoh."

 "Milano, syarat dua pria ini langsung ke penjara sekarang."Angel mulai memberikan perintah kepada Milano untuk segera menjebloskan kedua pria itu ke penjara.

 "Ampun nona, ampun..."pada akhirnya kedua pria itu diseret dari ruangan itu dan langsung dijebloskan di penjara.

 Angel langsung menatap beberapa orang yang masih bertahan di ruang rapat itu,"Inilah akibatnya, jika masih berani bermain-main denganku. Ini untuk pelajaran kalian semua, jika kalian berani melakukan hal sesuatu di belakangku inilah akibatnya. Rumah terakhir kalian bukan di rumah kalian sendiri, tapi di penjara rumah masa depan kalian jika masih berani melakukan hal seperti itu."Angel pun secara langsung mengancam mereka untuk tidak bermain-main dengan apa yang dia lakukan.

 Respon Mereka pun hanya terdiam, seperti menahan rasa ketakutan. dari mereka mulai lebih berhati-hati untuk tidak melakukan hal bodoh.

 "Untuk selanjutnya, kalian cek kembali data-data yang pernah kalian kerjakan. Dan ulangi semuanya sedari awal, Aku tak ingin ada protes dari kalian. Ini adalah bentuk tanggung jawab kalian, jika kalian tak sanggup untuk mengerjakan silakan angkat kaki di perusahaan ini."

 "Baik nona."jawab mereka semua yang dengan terpaksa harus ekstra kerja memperbaiki semua pekerjaan yang sudah mereka kerjakan.

Setelah Angel menyelesaikan rapatnya hari ini, waktunya Angel kembali ke ruang kerjanya.Tanpa Angel sadari ada sosok wanita yang terus memperhatikan langkah Angel.

 Wanita berdiri terdiam seolah melihat sesuatu yang tidak asing ia lihat,"Apa aku hanya salah penglihatan saja,tapi kenapa dia sangat mirip.Hanya membedakan wanita itu tidak memakai kacamata sekaligus dandan dari wanita itu terlihat begitu berkelas." gumam Luna yang masih penasaran dengan apa yang dia lihat.

  "Hey,kamu."Spontan Lina tersadar.

 "Iya pak." jawab Lina yang segera mendekat.

 "Kenapa kamu diam,ruang kerja kamu ada disana." perintah pria itu yang langsung memberikan arahan dimana ruang kerja mereka.

 Lina mengikuti pria itu hingga sampai diruang kerja barunya.Sedangkan di posisi Angel sudah ada di ruang kerja bersama asisten Milano.

"Aku minta awasi mereka semuanya,begitu juga dengan kedua orang itu harus kamu pasti mereka lebih lama mendekam dipenjara."perintah Angel yang sudah merasa kesal karena ulah mereka dengan beraninya melakukan hal itu.

 Benar-benar sifat serakah mulai menguasai pikiran mereka dengan memakai cara licik hanya untuk mencapai kebahagiaan.

 "Baik Nona,akan saya kerjakan." jawab Milano yang perlahan-lahan menghela nafas tahu betul apa sifat dari Nonanya jika disaat emosi semua perkataan kasar keluar dari mulut Nonanya.

  Angel melirik kearah jam,"Sepertinya aku harus pulang sekarang,kamu selesai pekerjaan lainnya." Angel langsung memerintahkan Milano untuk menyelesaikan pekerjaan yang lainnya, sedangkan Angel menuju ruang rahasia,yang dimana ruangan itu ia gunakan untuk tempat istirahat.

Penampilan Angel berubah menjadi Nina, kacamata dengan masker yang dia gunakan,"Aku akan pergi sekarang, ingat pesanku tadi." Angel mengingat lagi.

 "Baik Nona " jawab Milano yang menundukkan kepala, setelah kepergian Nonanya Milano menghela nafas.

 "Gara-gara ulah mereka kini pekerjaanku makin bertambah banyak," gumam Milano yang merasa kejadian tadi semakin menambah pekerjaan Milano menumpuk belum juga dokumen yang harus ia cek ditambah ulah beberapa orang yang berani membuat masalah diperusahaan.

 Kini ia berubah identitas menjadi Nina kembali, seperti biasa ia kembali ke kost.Baru saja sampai di kost ,ia disambut oleh Airin yang sudah lebih dulu pulang dari tempat kerjanya.

 "Hai Nin." sapa Airin pada Nina.

 Nina datang mendekati Airin,"Ada apa?" tanya Nina pada Airin.

 "Oh iya Nin,nanti malam kamu bisa tidak antar aku ke pasar malam?" tanya Airin pada Nina.

 "Pasar malam?"

 "Iya, kebetulan ada barang yang sedang aku cari." Mendengar jawaban itu,Nina hanya membalasnya dengan anggukkan kepala.

 "Beneran kamu bisa?" tanya lagi Airin pada Nina.

 "Iya aku bisa." jawab lagi Nina, ekspresi Airin berubah menjadi lebih bahagia.

 "Ya sudah,nanti jam 7 kita berangkat ya." Ucap Airin yang begitu bahagia akhirnya Nina bersedia mengikuti dirinya pergi bersama.

 Nina masuk ke kembali ke kamar miliknya,dan mulai beres-beres kamar miliknya.

 Malam hari

 Terlihat Airin dan Nina sudah siap dengan rencana mereka, Airin tak sabar ingin keluar.

 "Sudah siap?" tanya Airin yang sedari tadi menunggu Nina.

 "Ini sudah." jawab Nina yang tidak lupa memakai jaket,keduanya akhirnya berangkat menuju lokasi yang akan mereka kunjungi.

 Situasi diluar sangat ramai,hingga banyak beberapa pasangan yang mampir ke tempat itu.

 Nina melihat situasi yang dipenuhi pengunjung,bahkan banyak para penjual yang berjualan dari baju hingga aksesori dan lainnya menumpuk menjadi satu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!