NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Snow White

Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.

Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.

Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Sial

Sejak kembali ke apartemennya, wajah Jeevan terlihat murung dan sedih. Rasa kecewa di hatinya masih terlihat sangat jelas mendengar pengakuan Vale tadi. Sampai beberapa pesan dan panggilan masuk belum sempat dibalas olehnya. Tatapan matanya kosong dan kenapa Jeevan merasa hatinya hampa dan sedih, apa dirinya mulai kembali menyukai Valerie setelah pernah dikecewakan olehnya?

Ponselnya kembali berbunyi ternyata panggilan masuk dari Kenzie, yang sedari tadi berusaha meneleponnya sejak pulang dari rumah sakit. Setelah membuat kekacauan di rumah sakit, Kenzie akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya.

"Halo, di mana lo?" suara Jeevan terdengar sedikit lemas sambil menyandarkan tubuhnya di sofa ruang TV.

"Baru balik dari rumah sakit," jawab Kenzie singkat yang baru saja sampai parkiran apartemennya.

Apartemen Jeevan dan Kenzie jaraknya hanya selisih beda beberapa gedung saja, Jeevan mengajak Kenzie untuk satu gedung apartemen namun Kenzie menolak dengan alasan jika Jeevan akan memudahkannya setiap hari. Kenzie tidak leluasa jika harus tinggal bersebelahan dengan Jeevan, karena sahabatnya itu termasuk orang yang rumit. Jika Jeevan ingin bercerita, Kenzie harus mendengarkannya sampai selesai.

"Lo sakit?" suara Jeevan sedikit meninggi dan kaget mendengar kata rumah sakit.

"Nggak. Ada kejadian yang nggak terduga hari ini," jawabnya membuat Jeevan penasaran.

"Kejadian apa?" Jeevan sangat penasaran dengan ucapan Kenzie.

"Nanti aja gue ceritain. Oh iya, besok gue mau izin cuti beberapa hari. Gue mau refreshing," ucap Kenzie mengganti topik pembicaraan.

Rasa lemas dirasakan oleh Jeevan, namun ketika mendengar Kenzie akan cuti beberapa hari tanpa persetujuannya membuat Jeevan kesal mendengarnya. Bagaimana bisa Kenzie cuti mendadak tanpa memberitahu dirinya.

"Enak aja lo cuti mendadak. Nggak bisa, besok lo nggak boleh cuti!" Tegas Jeevan sambil melonggarkan dasinya lalu membuka kancing kemeja di bagian lehernya.

"Lo nggak kasian sama gue?" Kenzie mulai memelas meminta rasa iba kepada Jeevan agar mau mengizinkannya untuk cuti beberapa hari saja.

Hanya tawa ringan terlihat getir yang terlukis di bibir Jeevan saat mendengar ucapan sahabatnya. Bagaimana bisa Kenzie membiarkan Jeevan mengatur semua urusan kantor sendirian tanpanya.

"Yang ada lo yang nggak kasian sama gue ngurusin kantor sendirian!"

"Kasian sih gue," jawab Kenzie merasa iba kepada Jeevan jika harus meninggalkannya sendirian mengurus semua tanpa dirinya.

Selama ini Jeevan hanya bisa bekerja sama dengannya, pernah Jeevan mempunyai sekretaris pribadi selain Kenzie, namun sayang tidak pernah cocok dengan Jeevan yang cekatan dan kadang moodnya berubah-ubah.

"Ada yang mau gue ceritain sama lo," kata Jeevan yang kini terdengar sedikit sedih membuat Kenzie mendadak mengkhawatirkannya.

"Tentang Valerie? Kenapa dia?"

"Iya, tentang dia. Tapi gue nggak bisa cerita di telepon. Gue pikir tadi lo mau ke sini."

"Sorry gue sibuk banget. Besok aja kita cerita."

"Oh, iya. Besok bokap lo ngajak rapat di kantor, nggak jadi di kantor dia katanya."

"Tumben. Apa jangan-jangan dia mau membahas tentang perusahaan bagian gue?" tebak Jeevan menduga dengn wajah yang mendadak terlihat berseri-seri.

"Mana gue tahu. Ya udah, sampai ketemu besok. Gue capek mau istrahat," kata terakhir Kenzie sambil mematikan sambungan teleponnya secara sepihak membuat Jeevan sedikit kesal.

"Resek!" Jeevan kesal sambil menatap ponselnya karena Kenzie sudah menutupnya tanpa pamit kepadanya.

Di lain tempat masalah besar muncul, Rania mendapat teguran dari papanya usai mendapatkan laporan dari dr. Alex tentang kejadian tadi di rumah sakit. Amarah dr. Geonathan memuncak saat mendengar cerita dari dr. Alex yang tidak lain adalah teman lamanya sekaligus calon besannya.

Rania dan kedua orang tuanya yaitu dr. Geonathan dan dr. Martha duduk saling berhadapan. Suasana begitu sunyi karena dr. Geonathan hanya terdiam menatap sinis dan tajam Rania yang sedari tadi menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya untuk menatap kedua orang tuanya. Jujur, Rania sangat takut jika harus berhadapan dengan mereka, karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan membela dirinya sendiri.

Tatapan sinis dr. Geonathan sedari tadi terus menatap Rania dengan amarah yang ditahan sejak tadi sore. Tiba-tiba saja dr. Alex memberitahu jika ada seorang pemuda datang ke rumah sakit mengaku sebagai calon suami putri bungsunya. Semua keluarga Rania adalah seorang dokter. Papanya dr. Geonathan dan Martha adalah seorang dokter lulusan London, mamanya adalah dokter ahli bedah syaraf dan papanya adalah seorang dokter ahli bedah.

Rania mempunyai seorang kakak lelaki yang usianya baru 29 tahun dia seorang dokter bedah jantung, dan sekarang bekerja di rumah sakit di Belanda. Silsilah keluarga Rania dari kakeknya adalah seorang dokter, tidak heran jika papa dan dirinya kini juga mengikuti jejaknya. Hidup harus tampil sempurna tanpa ada cacat satupun adalah salah satu syarat menjadi anak dari keluarga Geonathan. Sampai Rania tidak mempunyai jati dirinya sendiri, semua dari pakaian dan makanan diatur oleh kedua orang tuanya sejak kecil.

"Apa yang sudah kamu buat tadi sore?" tanya Geonathan membahas ucapan dr. Alex yang sudah sampai ke telinganya.

Perasaan Rania begitu takut setiap kali harus berhadapan dengan papanya, karena ia tidak akan bisa membela dirinya. Kedua telapak tangannya saling menggenggam tanda ketakutan.

"Maaf, Pa. Ini cuma salah paham," jawab Rania mencoba menjelaskan dengan suara getir ketakutan.

"Salah paham katamu? Jelas-jelas lelaki itu bilang di depan security bilang kalau kamu calon istrinya, kamu bilang salah paham?"

Bagaimana caranya Rania harus menjelaskan yang sebenarnya, meskipun ia bilang jika itu hanya candaan tentunya dr. Geonathan tidak akan peduli karena Rania sudah membuat malu keluarga. Seisi rumah sakit tahu jika Rania akan menikah dengan putra salah satu dokter yang juga bekerja di sana, yaitu dr. Biyan. Karena candaan Kenzie kemarin, seketika gosip menyebar dan membuat gempar rumah sakit dengan isu perselingkuhan Rania. Haruskah Rania menceritakan yang sebenarnya?

"Itu semua cuma candaan, Pa," jelas Rania memberanikan diri dengan mata berkaca-kaca menatap papanya.

Mendengar ucapan Rania tentunya membuat kedua orang tuanya kaget, bisa-bisanya Rania membuat candaan seperti itu yang membuat malu nama baik keluarnya, terutama nama baik papanya.

"Candaan katamu?" tanya dr. Geonathan mengulang ucapan Rania dengan nada tegas, dan Rania hanya bisa menjawab lewat anggukan kepalanya saja.

"Bagaimana bisa kamu bercanda tentang hal remeh seperti itu? Apa kamu nggak berpikir nama baik keluarga kita dan nama baik Papa? Mau ditaruh di mana muka Papa ini, Rania? Biasa-bisanya kamu bercanda seperti itu?" suara dr. Geonathan mulai terdengar seisi ruangan keluarga.

Air mata yang sedari tadi memenuhi pelupuk mata Rania kini jatuh menetas ke pipi, ia menundukkan kepalanya sesaat menahan tangisnya. Rania terus mencoba untuk mencegah agar air matanya tidak turun terlalu deras. Hatinya sakit bukan karena bentakan dari papanya tapi karena ucapan papa yang sangat jelas lebih mementingkan nama baiknya daripada perasaannya.

"Siapa teman kamu itu? Bawa dia ke sini dan meminta maaf kepada kami berdua!" Titah dr. Geonathan seketika membuat Rania yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, kini menatap lekat papanya.

Apa katanya, membawa lelaki itu ke sini? Kehadapan papanya? Apa Rania tidak salah dengar? Bagaimana bisa, kenal dan tahu namanya saja tidak. Bagaimana bisa Rania membawanya ke hadapan papanya?

"Apa, Pa. Papa suruh aku bawa dia ke sini?"

"Iya. Bawa dia ke sini, agar dia meminta maaf kepada Papa."

"Tapi, Pa. Ini juga salah aku karena sudah bercanda dengannya. Aku juga bisa menjelaskan masalah ini sama Biyan dan dr. Alex." Rania mencoba membujuk papanya agar masalah ini tidak diperpanjang terlalu lama.

"Nggak, bisa. Papa mau memberi pelajaran sama temanmu itu yang nggak punya adab. Bisa-bisanya kamu berteman dengan orang yang nggak berpendidikan seperti dia."

Ucapan dr. Geonathan lama-kelamaan membuat Rania merasa muak dan kesal. Yang ada di pikiran papanya hanyalah tentang harga diri yang harus dijunjung tinggi. Memang tidak ada yang salah, tapi seharusnya papanya bisa mengerti jika itu hanya candaan semata, seperti harga dirinya tidak boleh ternodai sedikitpun.

"Pa. Dia bukan orang yang nggak berpendidikan, saat itu kami hanya bercanda saja. Dan di antara kami berdua nggak ada hubungan apa-apa," Rania terus mencoba menjelaskan namun sayang sekeras apapun Rania menjelaskannya tetap saja dr. Geonathan tidak akan mendengarkannya.

"Papa Nggak peduli. Bawa dia ke sini!"

Bagaimana caranya? Harus dengan cara apa? Mana mungkin Rania bisa membawa Kenzie ke sini. Hubungan mereka saja seperti kucing dan anjing jadi mana bisa Rania meminta Kenzie datang untuk menjelaskan semuanya kepada dr. Geonathan, yang ada Kenzie malah akan menyusahkan dirinya.

Jeevan tersendat ketika meminum kopinya, saat itu mereka berdua sedang bercerita tentang kejadian kemarin yang menimpa Kenzie. Pantas saja sahabatnya tidak mau berbicara di telepon semalam dengannya, ternyata masalahnya memang sangat serius. Jeevan kaget bukan main mendengar cerita Kenzie. Bagaimana bisa Kenzie berbuat hal gila.

"Uhuk...uhuk... uhuk..." Jeevan tersendat kopi ketika mereka berdua berada di ruangan Jeevan.

"Lo gila!" Teriak Jeevan menatap Kenzie yang terlihat biasa saja setelah selesai bercerita.

Ekspresi wajah Kenzie datar dan tida ada rasa penyesalan sedikitpun, yang ada hanya rasa bahagia karena sudah membuat dokter cantik itu kesal dan marah.

"Apa nggak akan jadi masalah buat dia nantinya?" tanya Jeevan lagi merasa iba kepada Rania karena ulah sahabatnya.

"Ngapain juga lo khawatir sama dia," celetuk Kenzie yang merasa tidak bersalah dengan perbuatannya.

"Memang lo nggak kasian sama dia? Di sana dia lagi kerja, tapi malah bikin masalah. Gila lo."

"Salah dia sendiri, kenapa juga dia harus bawa gue ke rumah sakit?"

Jeevan hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Kenzie keheranan. Baru kali ini Jeevan melihat Kenzie begitu kasar dan tega kepada perempuan. Biasanya dia selalu bersikap manis dan romantis. Tapi kenapa kali ini sikapnya sungguh berbeda.

"Lo ditolak sama dia?" tebak Jeevan membuat Kenzie yang awalnya terlihat biasa saja menjadi kaget terkejut menatapnya.

"What! Apa Lo bilang? Gue ditolak?"

"Iya. Lo pasti ditolak sama dia, kan? Jadi ngelakuin kaya gini?"

"Jangan asal bicara ya, lo!" Kenzie menjadi kesal karena Jeevan terus menggodanya sedari tadi.

Tidak punya pilihan lagi selain Rania mencari Kenzie, ia sudah berusaha mencari data Kenzie saat masuk IGD, namun Rania lupa jika Kenzie saat itu tidak sempat dimintai data pribadi untuk pengobatannya. Berbekal CCTV IGD, Rania menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu siapa Kenzie. Tidak butuh waktu lama bagi Rania yang keluarganya mempunyai uang berlimpah mencari tahu seseorang.

"Permisi, Pak. Apakah bisa bertemu dengan Bapak Kenzie?" tanya Rania yang berhasil menemukan tempat Kenzie bekerja dan dia tidak tahu jika ternyata Kenzie adalah sahabat baik Jeevan calon suami Valerie.

"Dia sedang meeting di luar belum kembali, Mbak," jawabnya ringan dan ramah.

Rania harus sedikit kecewa mendengarnya karena mungkin akan memakan waktu yang sangat lama. Tapi beberapa menit kemudian Jeevan, Kenzie dan Sulthan Malik Syailendra baru saja kembali meeting di luar. Hari ini memang Sulthan berniat mengunjungi perusahaan yang sedang dikelola oleh Jeevan, dan dia juga ikut meeting.

Ketiganya baru saja memasuki gedung berjalan bersisian sambil berbincang ringan. Jeevan dan Sulthan yang berdiri paling depan di susul oleh Kenzie serta sekretaris dan orang kepercayaan Sulthan berdiri di belakangnya. Melihat kedatangan atasannya membuat security tadi memberi tahu Rania yang masih berdiri menunggu.

"Itu mereka," kata security memberitahu Rania kedatangan atasannya.

Sontak Rania terdengar begitu bahagia karena bisa bertemu dengan Kenzie saat ini juga. Ketika melihat Kenzie tidak ada pikiran lain lagi bagi Rania untuk bisa membawa lelaki berwajah tampan ke hadapan papanya. Meski harus dengan hal gila yang akan dilakukannya saat ini juga. Tatapan Rania begitu tajam menatap Kenzie yang sedang berbicara sambil tersenyum bahagia di antara Jeevan dan Sulthan.

Kedua tangannya Rania mengepal keras sambil terus menatap tajam Kenzie, ingin rasanya mencakar wajah Kenzie saat ini juga. Inilah waktu yang tepat untuk Rania membalas dendam kepada Kenzie, dimana kemarin ia dipermalukan olehnya. Sementara Kenzie tidak tahu masalah apa yang sedang menantinya saat ini.

"Tamat riwayatmu sekarang," kata Rania bicara sendiri sambil menatap tajam ke arah Kenzie.

"Sayang!" Teriak Rania dengan wajah berseri-seri seraya melambaikan tangannya agar Kenzie tahu.

Suara Rania memecah keheningan lobi perusahaan Jeevan, semua yang ada di sana kaget dan menoleh secara bersamaan ke arah suara tersebut. Mereka terlihat heran siapa yang berteriak seperti itu. Begitu juga dengan Jeevan, Sulthan dan Kenzie yang sebentar lagi sampai di depan lift merasa kaget, apalagi Kenzie yang terkejut melihat kehadiran Rania di sini.

Kedua bola mata Kenzie membulat sempurna saat melihat sosok Rania yang berdiri beberapa meter tidak jauh darinya, Rania saat ini menjadi pusat perhatian di sana apalagi ketika Rania menatap ke arah Kenzie dan semua orang mengira jika orang yang Rania maksud adalah Kenzie. Jeevan dan Sulthan menoleh secara bersamaan ke arah Kenzie yang ada di belakangnya, seolah mereka berdua ragu jika orang yang dimaksud oleh Rania adalah Kenzie.

"Sayang!" Teriak Rania lagi sambil berlari pelan menghampiri Kenzie yang masih berdiri mematung.

Terlihat sangat jelas wajah Rania begitu bahagia berseri-seri saat melihat Kenzie dan menghampirinya, sampai mereka semua tertipu dan tidak menyangka jika itu hanya permainan Rania. Kenzie masih terdiam terkejut melihat kejadian Rania di sana seperti mimpi, apalagi memanggilnya dengan sebutan sayang.

1
Black Swan
Pengen gue getok si Jeevan🤣🤣🤣🤭
Black Swan
Up tiap hari ya thor, 😍😍
Rain
Helo… aku apresiasi karyanya ya. Smoga semangat terus berkarya kaka🙏😍
mama Al
lanjut
❄Snow white❄IG@titaputri98: Siap, Kak. Up tiap hari kok🥰👍
total 1 replies
Black Swan
Jeevan mulai bucin, 😄😄🤣🤣suka sama second lead nya ini Kenzi🤭🤭😍
Black Swan
Jeevan bener-bener lo ya, main sosor aja🤣🤣🤣
mama Al
aku mampir
Ig : Author_fanie.liem
👍👍semangat ka
beautiful world
💪semangat ya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
luar biasa

ku kasih bintang lima biar author nya tambah semangat lagi🤭💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak
total 2 replies
Black Swan
Sama-sama punya cinta pertama masing-masing, dan sama-sama belum bisa move on, mantapppp thor😄
Black Swan
Omo-omo Jeevan😄😄😍😍🤭🤣
Black Swan
Cinta segi tiga ini namanya
mary dice
hayoo kenapa? 😀lanjutkan ya
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄hayoo kenapa
total 1 replies
Black Swan
🤣🤣Rania🤣🤣🤣🤣
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄😄😄Rania diluar kendali kak🤭
total 1 replies
Black Swan
Kak masih kuranv banyak kak🤣🤣lama nunggu besok
❄Snow white❄IG@titaputri98: Astagfirullah itu udah banyak loh😄😄😄
total 1 replies
Quinncy Lin
keren kak 😍😍😍
Black Swan
Makin seru😍😍😍
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih, Kak. stay terus ya cerita Jeevan sama Valerie 😍
total 1 replies
Black Swan
second couple😍😍😍
kaget gak tuh, kagetlah masa enggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!