NovelToon NovelToon
Terimakasih Cinta

Terimakasih Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / CEO Amnesia
Popularitas:779
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.

Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.

Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.

"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Istri? Bukankah kamu belum menikah Dian?"tanya Hilda yang tiba-tiba berubah sikap.

"Dia calon istri saya, apapun status kami saat ini jangan pernah ada yang berani memaki atau menyentuh nya"ucap Alex.

"Maafkan perbuatan putra saya tuan muda"ucap pria paruh baya itu.

"Untuk saat ini saya maafkan tapi tidak untuk lain kali"ucap Alex tegas.

"Honey ayo kita pulang"ucap Alex.

"Tunggu sebentar,"lirih Dian.

"Rio, Hilda aku pamit dulu, tolong jangan hiraukan perkataan nya. Dia bos ku"ujar Dian.

"Honey aku mendengarnya"ujar Alex yang kini terlihat menatap tajam kearah Dian.

"Iya sayang aku tau"ucap Dian dengan sengaja sementara tangannya mengepal erat didalam saku celana jeans nya itu.

"Rio, aku pulang dulu lain kali kita ketemu lagi"ucap Dian.

"Tidak ada lain kali honey, ayo kita pulang"ucap Alex yang kini menggenggam tangan Dian yang kini melirik kearah Alex.

Alex sendiri berjalan dengan cueknya menuju kearah sebrang jalan dimana mobilnya terparkir disana. Dian langsung merampas kunci mobil dari tangan Alex kemudian masuk kedalam mobil tanpa peduli pada Alex yang kini menatap kearah nya masih dalam posisi berdiri.

"Mau masuk atau saya tinggal disini"ucap Dian yang kini membuat Alex geleng-geleng kepala lalu masuk kedalam mobil dan membiarkan gadis yang sedang kesal itu menyetir mobilnya.

Sementara yang berada di sebrang jalan terlihat sangat shock saat melihat Dian bisa mengemudikan mobil mewah tersebut dan pamit pada mereka yang kini ikut mangut hormat terutama pria paruh baya itu.

"Mau piknik bukan?"ujar Dian yang kini melajukan mobilnya menuju ke tempat yang indah yang sering dia kunjungi saat bekerja.

"Kemana honey, ini hutan?"ucap pria tampan itu.

"Piknik,"ujar Dian.

Pria tampan itu tidak lagi bicara tapi terus menatap kearah Dian yang kini mengemudikan mobilnya dengan tangkas seperti sopir bersertifikat pembalap.

Setelah tiba di sebuah tempat yang sejuk dengan aliran sungai dan juga pepohonan yang rindang, Dian memarkirkan mobil tersebut di bawah pohon rindang dengan rerumputan yang hijau.

"Turunlah disana ada banyak orang kalau mau gabung mancing ikan"ucap Dian yang kini malah bersandar di jok yang dia duduki.

"Honey aku tidak suka kamu bergaul dengan mereka"ucap Alex.

"Saya tidak pernah bergaul dengan siapapun kecuali teman kerja saya yang anda juga tau, mereka teman sekolah saya apa salahnya saling sapa saat kami bertemu"ujar Dian.

"Kamu tidak lihat tatapan mata mereka terhadap mu honey, mereka seperti pria yang lapar"ucap Alex.

"Hm... Itu pikiran tuan saja,"ucap Dian.

"Kamu tidak tau honey"ujar Alex lagi.

"Mana saya tau tentang semua itu saya sendiri belum berpengalaman tentang semua itu, yang saya tau lapar ya makan, tidak ada uang ya kerja. simple kan, ngapain mikirin yang ribet." ujar Dian yang kini membuat Alex geleng-geleng kepala.

"Honey, besok aku akan mengirimkan perabotan rumah"ucap Alex.

" Untuk apa tuan, perabotan di rumah saya masih bisa digunakan?"ujar Dian yang langsung menolak.

"Ganti semua "ucap Alex tegas.

"Tuan saya tidak mau, kecuali jika anda ingin menitipkan sementara perabotan itu sebelum anda bangun rumah di desa ini baru saya akan menyimpan nya"ujar Dian.

"Diandra, kenapa kamu selalu keras kepala hm... Saya calon suami kamu sudah seharusnya saya memberikan yang terbaik untuk mu"ucap Alex.

"Dengar ya tuan,

"Sayang bukan tuan" potong Alex.

" Terserah anda saja yang jelas saya bukan calon istri anda dan saya ada disini untuk anda karena saya ingin balas budi karena kemarin anda juga sudah menemani saya"ujar Dian yang kini meraih bekal makan siang yang diperuntukkan untuk Alex tadi siang.

"Ayo ikut kalau mau makan siang bersama"ucap Dian sambil berjalan menuju sebuah saung bambu yang memang sengaja dibangun untuk orang-orang yang ingin beristirahat.

"Kita akan menikah honey, jadi kamu hanya harus persiapkan dirimu untuk menjadi istriku"ujar Alex yang masih tidak terima dengan pernyataan Dian.

"Tuhan yang menentukan, manusia hanya bisa berencana"ucap Dian yang kini membersihkan lantai bambu itu dan mempersilahkan Alex untuk duduk dulu, sementara Dian pergi entah kemana setelah meminta Dian menunggu dan tidak berapa lama dia datang dengan membawa beberapa buah jambu biji dan mangga berikut pisau yang sangat tajam dan daun pisang.

"Apa disini ada warung, atau penjual buah honey"ucap Alex saat melihat mangga matang dan berikut pohon jambu biji.

"Mana ada ini hutan, yang ada toko buah alam dan saya hanya butuh memanjat untuk mendapatkan semua ini. Dan ini pisau dipinjamkan dari pemilik saung ini yang sedang mencangkul disana"ucap Dian yang kini menggelar daun pisang dan menyimpan seluruh bawaannya diatas daun pisang dan menghidangkan semua perbekalan Alex di hadapannya.

"Silahkan cuci tangan dengan air mineral itu, ucap Dian yang kini menunjuk kearah dua botol air mineral yang sempat Dian beli diwarung tadi.

"Honey, apa kamu bahagia dengan hidupmu selama ini?"ucap Alex tiba-tiba.

"Lebih ke bersyukur telah diberikan kesempatan hidup, dan juga diberi teman baik seperti mereka dan juga tetangga yang sangat baik hati"ucap Dian.

Dian pun meraih buah mangga dan mengupasnya lalu dipotong-potong dan diletakkan di atas daun pisang tersebut.

"Makanlah ini bersih saya jamin"ucap Dian yang kini mulai membagi dua nasi timbel tersebut berikut dengan lauknya.

Alex pun tersenyum manis sambil menatap kearah wajah cantik itu." Tanpa kamu bilang pun saya akan tetap makan, karena saya percaya calon istri saya sudah bersusah payah menghidangkan semua ini"ucap Alex.

"Terserah saja,"ujar Dian sambil menyuapkan nasi beserta lauk pauk yang ada dan dengan santainya dia makan tanpa ada jai'm ja'im nya sedikit pun.

Alex pun melakukan hal yang sama, sampai saat dia berinisiatif menyodorkan makanan itu ke bibir Dian yang kini terdiam di tempatnya untuk sejenak sebelum Alex berkata.

"Saya bukan orang penyakitan, saya hanya ingin berbagi kenikmatan honey"ucap Alex yang kini tersenyum saat Dian menerima suapan tersebut.

"Terimakasih,"lirih Dian yang akhirnya melanjutkan makan siangnya itu.

"Sama-sama"ucap Alex yang kini menyelesaikan makan siang nya kemudian minum dilanjut makan buah, dan terakhir mengikuti langkah Dian mencuci tangan di sebuah pancuran yang terbuat dari bambu.

"Wow, ini sangat jernih dan sejuk"ucap Alex yang kini mengagumi aliran air tersebut.

"Tentu saja ini dari atas pegunungan sana"Tunjuk Dian.

"Honey,

...*****...

Setelah makan siang mereka pun lanjut memancing ikan dengan menyewa joran pancing milik orang-orang yang sengaja datang untuk memancing ikan di sungai yang cukup jernih itu.

Dan betapa kagetnya Alex saat kail joran nya di sambar ikan besar, keduanya bergelut dengan alat pancing itu hingga Dian berhasil menepikan ikan mas yang cukup besar yang mungkin sudah lama hidup di sungai tersebut.

"Wah neng Dian itu sih rejeki nomplok, ikannya sangat besar"ucap salah seorang warga yang mengenal Dian.

"Ya pak, Alhamdulillah. Sepertinya ini ada enam kilo, saya tidak ingin mancing lagi"ucap Dian yang kini mengusap lembut ikan tersebut.

"Honey bagaimana cara bawa ikan nya?"ucap Alex.

"Tunggu disini awas jangan sampai lepas atau saya minta anda turun berenang untuk mengambil nya"ujar Dian tanpa rasa bersalah.

"Hm..."balas Alex yang kini tersenyum penuh arti.

Dian pun pergi menuju saung dan meminjam karung beras yang ada disana dengan dialasi daun pisang dia ingin membawa ikan itu kedalam mobil milik Alex.

"Tuan ikannya bisa di,"ucapan Dian terhenti saat melihat Alex dengan tangan kosong.

"Honey ikan nya lepas, setelah gigit aku"ucap Alex yang kini terlihat sangat merasa bersalah.

"Ah susah payah aku berjuang kenapa dilepas tuan, gigitan ikan itu tidak sakit karena ikan mas giginya tidak seperti ikan hiu"ucap Dian yang kini melempar karung tersebut dan berbalik begitu saja karena kesal sementara Alex mengikuti nya dari belakang sambil tersenyum sendirian.

Dian tidak tahu bahwa saat ini Alex sudah menyimpan ikan nya kedalam bagasi mobilnya dengan bantuan pria paruh baya tadi.

"Ayo kita mancing lagi honey, sepertinya masih banyak ikan di sungai ini"ujar Alex.

"Tuan saja yang mancing, aku mau pulang"ujar Dian yang kini memasuki mobil dengan cepat.

"Neng buah jambu nya ketinggalan ini juga mangga"ujar pemilik saung tersebut.

Dian pun akhirnya berbalik pergi meninggalkan Alex menuju saung, Dian pun menunjuk kearah karung yang ia lempar tadi mungkin mereka sedang membahas tentang karung beras itu, pikir Alex.

Tidak lama Dian berjalan kembali menuju mobil."Honey letakkan disini" ucap Alex yang kini membuka bagasi mobilnya, dan saat itu Dian pun terdiam sejenak lalu menatap kearah Alex dan memasukkan buah-buahan itu dengan cepat lalu menghambur memeluk Alex tanpa aba-aba.

"Tuan kau bohong! Ikannya masih ada oh terimakasih akhirnya aku jadi bikin pepes ikan, lalu aku bagi teman-teman dan tetangga dekat ku"ucap Dian tanpa sadar bahwa dia telah memeluk Alex begitu erat dan Dian baru sadar saat Alex mengecup kening nya.

"Ah maaf,"ucap Dian sambil melepaskan pelukannya.

"Tidak apa-apa honey, saya juga minta maaf karena tadi saya ingin mengerjai mu"ucap Alex yang kini mengambil alih kunci mobil dari tangan Dian.

"Saya yang menyetir, ingat sisakan pepes ikan nya untuk saya bawa pulang"ucap Alex yang kini dibalas anggukan kepala oleh Dian sambil menundukkan pandangannya karena malu.

Mereka pun kembali pulang ke desa tempat tinggal Dian, dan benar saja sampai di tepi jalan Dian pamer ikan hasil pancingan mereka berdua ke para tetangga termasuk ibunya Afandi yang kini mengikuti langkah Dian hingga kedalam rumah.

Dan begitu shock nya Dian saat timbangan menunjukkan 12 kilo gram.

Pantas saja ikan itu sangat berat dan besar, itu ikan raksasa yang selama ini selalu jadi incaran para pemancing.

Akhirnya kehebohan pun terjadi, teman-teman Dian datang ke rumah dan meminta Dian untuk menemani mereka memancing di sungai besok pagi.

Sementara saat ini mereka membantu Dian membersihkan sisik ikan yang sangat keras itu hingga selesai, barulah mereka potong-potong dengan potongan kecil agar bisa dibagi rata dengan tetangga.

Tidak hanya membantu Dian membersihkan ikan, mereka pun menyiapkan bumbu seperti arahan Dian, Dito ditugaskan untuk mengambil daun pisang di belakang rumah Dian Afandi mengambil daun kemangi dengan Ari. Sementara yang lain membantu Dian di dapur.

"Honey asisten ku datang,"ujar Alex yang kini menghampiri mereka.

"Ya sudah minta dia menunggu saya buatkan kopi"ucap Dian yang kini bergegas menyiapkan kopi berikut kue kering teman ngopi.

Tidak lama Dian hadir di antara keduanya, dan pria tampan yang merupakan asisten pribadi Alex pun menatap lekat kearah Dian meskipun tanpa kata.

"Honey, kenalkan dia asisten pribadi ku Haikal,"ucap Alex dengan lembut dan itu membuat pria bernama Haikal tersebut terdiam tanpa kata saat mendengar dan melihat bagaimana Alex memperlakukan gadis itu dengan penuh kelembutan.

"Diandra"Balas Dian sambil tersenyum manis.

"Tuan saya kebelakang dulu,"pamit Dian.

Alex pun mengangguk dan lanjut mengobrol dengan asisten pribadinya itu.

Pria yang datang dengan mobil sport mewah tersebut pun kini sibuk melaporkan tentang perusahaan pada Alex.

Alex pun menyimak dengan baik sambil sesekali berbicara pada Haikal.

Sementara didapur ikan pepes itu tengah dimasak menggunakan dandang besar, dan api tungku yang membara di belakang rumah Dian yang dijaga oleh para pemuda itu.

"Dian, apa tuan Alex benar-benar akan pulang sekarang?"tanya Dito.

"Ya mungkin,"ucap Dian.

"Lalu apa kamu akan ikut bersama dia"ujar Afandi.

"Tentu saja tidak, dia bukan siapa-siapa ku fan, dia tamu di rumah ku"ucap Dian yang memang benar adanya.

"Tapi dia mencintai mu Diandra, apa kamu tidak tau itu?"ujar Ari.

"Antara cinta dan rasa iba, aku tidak bisa membedakan itu Ri"balas Dian.

"Iba dalam hal apa Dian, kamu itu pejuang tangguh, dan satu-satunya gadis tangguh yang menjadi kebanggaan kami. sejak dulu kamu mampu melewati hidupmu yang penuh dengan penderitaan gara-gara dua manusia durjana itu"ucap Dito.

"Itulah yang mungkin menjadi rasa iba nya mas, seorang tuan muda sepertinya mungkin tidak pernah melihat gadis desa seperti ku selama hidupnya"ucap Dian.

"Satu lagi Dian, perbedaan keyakinan diantara kamu dengan dia"ucap Ari yang kini membuat semua orang terdiam karena begitu shock nya.

"Jangan ngada-ngada ri, kamu tau darimana?"ucap mereka berempat.

"Aku pernah memergoki tuan Alex saat dia berdoa, dan aku tau persis bagaimana perbedaan nya dengan kita, dia seorang Nasrani"ucap Ari.

Dian terdiam seribu bahasa saat mendengar itu, seolah tidak peduli dengan itu padahal hatinya sedang berkecamuk, mengingat beberapa kejadian dimana Alex menyembunyikan perbedaan keyakinan nya itu. Lebih tepatnya dia tidak memberitahu karena Dian tidak bertanya.

Sampai saat Alex menghampiri mereka dan berpamitan untuk pulang.

1
Wati Anja
semoga Dian dan Alek bisa bersatu❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!