NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Putri Bangsawan Li

Suami Pilihan Putri Bangsawan Li

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Harem / Romansa Fantasi / Rebirth For Love / Cinta setelah menikah / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Ratu Shen Yue menikah di usia muda dan merebut tahta setelah tahun kelima pernikahannya. Setelah dia berhasil menduduki kekuasaan tertinggi. Wanita mulia itu tidak pernah menikah lagi. Dia hidup dalam kesendirian di sangkar besar yang ia gunakan untuk mengurung dirinya sendiri.

Di usianya yang hampir mencapai empat puluh tahun. Ratu Shen Yue menghembuskan napas terakhirnya.

Semua kehidupan itu seperti sebuah mimpi panjang. Di saat wanita itu membuka matanya untuk kedua kalinya. Dia sudah menjadi putri satu-satunya dari kediaman Bangsawan Li.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu yang di tarik perlahan

Di ruangan kerja dengan penerangan lilin mengelilingi setiap sudut ruangan. Zhang Wei duduk tenang menulis setiap lembaran laporan yang ada di Kota Song.

Dari arah luar Wakil Quan Jing datang membawa seseorang. "Tuan." Memberikan hormatnya.

Kasim kepala istana datang dengan pesan lisan yang harus ia sampaikan kepada Ketua utama Mahkamah Agung. "Tuan Zhang, saya datang atas perintah dari Yang Mulia." Dia mendekat memberikan surat. "Setelah Yang Mulia tahu jika anda telah kembali. Yang Mulia berniat mengundang anda juga calon istri anda untuk datang di pesta taman malam."

Zhang Wei diam sejenak.

"Yang Mulia juga berpesan. Tidak ada penolakan." Tambah Kasim kepala.

"Baik," jawab Zhang Wei.

Jawaban itu membuat Kasim kepala menatap senang. "Jika demikian saya mohon undur diri." Dia pergi setelah menyampaikan pesan yang di perintahkan Kaisar.

Sedangkan Zhang Wei yang masih duduk di kursi kerjanya. Terus melihat surat undangan yang ada di tangannya. Lima menit setelahnya dia bangkit mengambil jubah bulu rubahnya. Melangkah pergi keluar dari ruangan kerja.

Pria itu pergi menuju kediaman Bangsawan Li untuk menjemput calon istrinya.

Hampir satu jam Zhang Wei menunggu Li Qianzhi keluar dari kediamannya. Hingga, gadis muda dengan gaun hijau daun mint berjalan santai melewati ambang pintu kediaman itu. Dia naik keatas kereta ditempat calon suaminya menunggu dirinya.

Kereta berjalan melewati jalur utama menuju kearah istana. Tempat pesta taman malam di adakan. Dari arah gerbang utama jalur masuk istana. Puluhan kereta mewah berderet di sepanjang jalur yang telah di tetapkan sebagai tempat pemberhentian kereta.

Zhang Wei turun terlebih dulu di susul Li Qianzhi yang langsung di raih tangannya. Agar keseimbangan gadis muda itu tidak terganggu di saat melangkah turun.

Mereka berjalan menuju jalur dalam yang akan langsung mengarahkan mereka menuju istana utama. Namun belum sempat mereka melangkah lebih jauh lagi. Kasim kepala sudah menunggu kedatangan mereka.

"Tuan muda Zhang, Nona muda Li. Saya di perintahkan Yang Mulia untuk mengantar kalian ketempat di mana Yang Mulia tengah berada." Kasim kepala memberikan jalan.

Zhang Wei dan Li Qianzhi tentu hanya dapat mengikuti pengaturan yang di berikan Kaisar Yan Ying.

Mereka di arahkan menuju keistana timur. Tempat di mana Kaisar Yan Ying berada. Sesampainya di pintu masuk ruangan kerja Kaisar. Kasim kepala hanya diam di depan pintu. Membiarkan dua tamu istimewanya masuk kedalam ruangan itu.

"Yang Mulia."

"Yang Mulia."

Zhang Wei dan Li Qianzhi memberikan hormatnya.

"Zhang Wei, bagaimana dengan kasus yang ada di Kota Song?" Tanya pria yang ada di atas tahtanya.

Zhang Wei mengeluarkan beberapa lampiran kertas resmi tentang kasus di kota Song. Dia telah merangkum semua laporan kasus menjadi empat lembar. Dia berjalan mendekat memberikan laporan yang ada di tangannya. "Yang Mulia, ini semua laporan yang ada di Kota Song."

Kaisar Yan Ying melihat setiap lembaran yang ia terima. "Hakim Zhen benar-benar sudah gila. Tapi kenapa tidak ada bukti keterlibatannya tentang pembunuhan berantai wanita hamil?"

Zhang Wei mengeluarkan satu lembar surat resmi lainnya. Dia memberikannya kepada Kaisar. "Hampir semua bukti kejahatan Tuan muda Zhen tentang keterlibatannya. Mengenai kasus pembunuhan berantai di bersihkan dengan sangat baik oleh Hakim Zhen. Sehingga hampir tidak mungkin menemukan bukti lain lagi."

Setelah membaca laporan kasus, Kaisar Yan Ying menatap kearah Zhang Wei. "Pejabat Zhang, menurutmu siapa yang pantas menjadi pengganti Hakim Zhen?"

Zhang Wei diam menundukkan kepalanya.

Kaisar Yan Ying tertawa kecil. "Pejabat Zhang, aku hanya menggodamu. Kali ini aku tidak akan menyulitkanmu lagi. Kamu bisa pergi. Aku ingin berbicara berdua dengan Nona Li." Pandangan matanya tertuju kearah Li Qianzhi.

"Yang Mulia."

"Kenapa? Apa kamu pikir aku akan membuatnya tidak nyaman?" Ujar Kaisar Yan Ying.

"Hamba tidak berani." Zhang Wei merendahkan suaranya.

"Aku hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya. Kamu bisa pergi menunggu di luar," jelas pria di atas tahtanya.

Li Qianzhi tersenyum tenang menatap kearah calon suaminya. Berusaha meyakinkannya jika semua akan baik-baik saja.

Zhang Wei pergi dengan perasaan tidak tenang. Dia menunggu di luar ruangan dengan gelisah.

Sedangkan di dalam ruangan. Kaisar Yan Ying bangkit dari tempat duduknya. "Siapa sebenarnya dirimu?" Langkahnya terhenti.

Dia berdiri tegak menatap dingin. "Apa Tuan Li Feng yang memerintahkanmu mencari tanda rahasia itu? Tanda yang telah hilang sejak Ibunda Ratu meninggal dunia." Pandangannya menajam. "Hanya aku dan Ibunda Ratu yang tahu bentuk asli dari benda itu."

Li Qianzhi mengeluarkan benda yang berbentuk ikan koi dengan sisik emas murni. Kedua mata ikan itu terbuat dari permata asli berwarna merah darah. "Apa benda ini yang, Yang Mulia maksudkan?"

Senyuman tipis melintas di wajah Li Qianzhi. "Yang Mulia telah menempatkan mata-mata di sekitarku sejak awal. Bukankah begitu?"

"Awalnya aku hanya merasa penasaran dengan sosok wanita yang sangat mirip dengan Ibunda. Namun setelah aku menempatkan seseorang di sisimu. Aku mulai sadar jika ada begitu banyak misteri yang kamu simpan rapat. Nona Li, jika kamu memang menyayangi Ayahmu lebih baik jangan pernah melibatkan keluarga Li dalam masalah ini. Berikan tanda itu kepadaku. Aku akan menyimpannya untukmu," ujar Kaisar Yan Ying.

Tatapan pria itu di penuhi kilatan mematikan yang mulai datang silih berganti.

Li Qianzhi memandangi benda yang ada di tangannya. "Apa Yang Mulia berniat melenyapkan semua orang yang telah terlibat dengan benda ini?"

"Ya."

Gadis muda itu tersenyum. "Baik. Cukup tegas tanpa ampun."

Alis Kaisar Yan Ying menyatu. Tatapannya terus terarah pada gadis di depannya. Seringaian halus terukir jelas. "Kamu bahkan terlihat tenang meskipun kematian telah menanti dirimu juga keluarga Li."

"Untuk seseorang yang pernah merasakan kematian." Menatap kearah pria di depannya. "Ketakutan itu terlihat lebih samar."

Pandangan mata Li Qianzhi menjadi sangat berbeda. Rasa sakit, luka, kesedihan dan kerinduan seperti menyatu dalam satu tatapan.

Seketika Kaisar Yan Ying tidak lagi dapat membedakan gadis di depannya. Dengan Ibundanya yang telah tiada belasan tahun silam. "Siapa sebenarnya dirimu?" Getaran tipis terdengar dari suaranya.

"Perbatasan Utara cukup dingin. Perbatasan selatan penuh debu. Perbatasan timur sangat hangat. Dan perbatasan barat selalu di tumbuhi berbagai macam jenis bunga. Yan Ying, maukah kamu meraih tanganku. Dan melangkah pergi dari ambang pintu yang di penuhi kegelapan itu?" Ujar Li Qianzhi.

"Ibunda? Kaukah itu?" Tubuh Kaisar Yan Ying bergetar. Air matanya menetes setelah mendengar ucapan dari gadis di depannya. Dia ingat betul semua ucapan yang di katakan Ibundanya dulu. Di saat dia masih terkurung di istana dalam. Tersembunyi dengan kesendirian yang selalu membuatnya ketakutan.

Di antara kegelapan yang telah menghimpit mati kebahagiaannya.

Seorang wanita datang membawa harapan baru dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya sejak dia dilahirkan. Dia mendengarkan ucapan lembut di penuhi kehangatan.

"Jika kamu bersedia keluar dari kegelapan ini. Izinkan aku menjadi Ibundamu."

Untuk pertama kalinya juga dalam hidupnya. Belaian lembut menyentuh hatinya.

Suara kecil dan lirih menjawab dengan rasa takut yang masih menggerogoti tubuhnya. "Baik, Ibunda."

Semua kenangan itu merasuk tanpa henti memenuhi isi kepalanya. Kaisar Yan Ying berlari sekuat tenaga langsung memeluk gadis muda di depannya. "Kamu benar-benar Ibunda. Tapi bagaimana mungkin?" Melepaskan pelukannya.

"Putraku."

"Ibunda." Pria dengan jubah keemasan berlutut. "Maafkan putramu yang telah lancang ini."

Li Qianzhi membantu Kaisar Yan Ying untuk bangkit dari lantai. "Sekarang kamu adalah seorang Kaisar. Dan aku putri satu-satunya dari kediaman bangsawan Li. Bagaimana bisa kamu berlutut di hadapan gadis yang jauh lebih muda darimu." Membelai lembut wajah hangat putranya.

Kaisar Yan Ying meraih lengan Li Qianzhi. Dia bergelayut manja. "Aku tidak perduli. Kemanapun jiwa Ibunda berada. Ibunda tetaplah Ibunda."

Li Qianzhi hanya bisa tertawa melihat kelakuan manja dari putra dari masa lalunya.

Namun sekarang masa lalu itu di tarik perlahan menuju masa depan.

Li Qianzhi keluar setelah setengah batang dupa (tiga puluh menit). Tepat di pintu bagian luar tatapan Zhang Wei terlihat khawatir. "Yang Mulia hanya ingin memberikan hadiah pernikahan untuk kita." Memperlihatkan kotak kayu sebesar telapak tangan. Saat di buka, dapat di lihat kalung permata langka ada di dalamnya.

Melihat itu Zhang Wei merasa lega.

"Aku merasa tidak enak badan. Aku ingin kembali. Yang Mulia juga sudah memberikan izin jika kita tidak bisa mengikuti pesta," kata Li Qianzhi.

"Baik."

Pesta megah di istana di lewatkan begitu saja. Karena bagi Li Qianzhi semua kemeriahan yang ada di istana. Terlalu menyesakkan bagi dirinya.

1
chataleya
dia pernah jadi ratu. tapi kenapa masih sembrono 😄 rasakan nona Li...
nia kurniawati
ceritanya singkat padat dan menarik,
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Li Qianzhi kk. 🌹❤️🤗
total 1 replies
restu s a
.
Endang Sulistia
dah sekarat baru nyesal..banyak bacot
Endang Sulistia
mantap...
Imas Fatimah
ditunggu kelanjutannya thor🤣👍
Sri wulandari: Siap kk.
total 1 replies
sahabat pena
good job.. lanjut 💪💪💪
zylla
😭😭😭
restu s a
Lanjut thor😊
restu s a
terimakasih thor
Sri wulandari: Siap kk.🤗
total 1 replies
restu s a
good
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Li Qianzhi kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
restu s a
.😭😢😢
restu s a
mampir thor
Sri wulandari: Siap kk.
total 1 replies
zylla
jail kaliii 🤣🤣🤣
zylla
astaga 🤣🤣🤣🤣
zylla
paksu cemburu ntar 🤣🤣🤣
sahabat pena
gmn ya ekspresi nya klo tau istrinya itu ternyata ratu terdahulu 🤣🤣🤣🤣
zylla
Ngungsi di rumah besan 🤣🤣🤣
zylla
Astaga, dianggep patung 🤣🤣🤣
Imas Fatimah
serasa dunia milik berdua,yg lain ngotrak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!