NovelToon NovelToon
Bad Girl In The School

Bad Girl In The School

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: kdk_pingetania

Gimana ya rasanya punya empat kakak yang bad boy? Ditambah satu sahabat dari kecil yang sama bad boy nya?

Itu yang Clarissa rasakan. Awalnya gadis itu merasa senang, karena ia merasa terlindungi dengan adanya cowok-cowok itu. Tapi lama kelamaan ia merasa terkekang karena sifat protektif kakak dan sahabatnya itu. Apalagi saat Clarissa jatuh hati kepada seorang laki-laki yang awalnya adalah musuh bebuyutannya.

Akankah Clarissa diijinkan untuk merasakan manisnya jatuh cinta di masa putih abu-abu ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kdk_pingetania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan

Author Pov

"Kita harus ngasi Darrel pelajaran!" kata Bryon dengan nada kesal.

"Pelajaran? Lo pinter dibidang apa? Mainin cewek?" ejek Ryan.

"Sialan lo!"

"Kita gebukin dia aja, tangan gue udah gatel banget.” Verrel menaikkan satu kakinya ke atas kursi.

"Gatel? Garuk aja," canda Ryab. Sebenarnya Ryan tidak marah karena ulah Darrel, menurut Ryan, Darrel cocok untuk Sasa. Dan masalah kemarin ya biarkan mereka berdua yang menyelesaikan. Ryan tidak ingin ikut campur lagi dengan urusan adiknya.

"Lo bisa serius ga?" Nada kesal terdengar jelas dari perkataan Verrel.

"Gini ya, kalau lo mau nonjok Darrel, gue ga masalah. Tapi lo masih inget apa yang terjadi saat lo nonjok dia waktu itu?" tanya Ryan.

"Kita ngomong aja sama dia buat jauhin Sasa," kata Marchelle.

"Gue yang bakalan ngomong sama dia," ujar Bryon.

"Gue gak ikut campur, tapi gue ingetin sama lo pada. Adik kita udah besar, dia bukan lagi balita yang harus terus dijaga. Biarin dia buat keputusannya sendiri. Gue ga mau ngerebut kebahagian adik gue, dan kalau ada yang berani ngelakuin itu, gue gak segan-segan buat dia babak belur.” Ryan berdiri lalu menendang kursi yang tadi didudukinya. Ryan meninggalkan saudaranya yang masih heran dengan apa yang Ryan katakan.

"Kenapa tu orang?" tanya Bryon kebingungan.

"Mungkin kerasukan jin," ujar Verrel.

***

Darrel berjalan menuju kelas Clarissa, dia berniat untuk meminta maaf secara langsung.

"Ris," panggilnya saat melihat Clarissa keluar dari kelas.

"Apa?" tanya Clarissa dengan nada jutek.

"Lo udah buka kotaknya?" Darrel melihat kotak yang dibawa Clarissa.

"Jadi ini dari lo?" tanya Clarissa dan dijawab anggukan oleh Darrel. "Tadinya gue mau buang ke tempat sampah, tapi gara-gara lo ada di sini, gue balikin langsung.” Clarissa menyerahkan kotak yang berisi coklat, bunga, boneka kecil dan surat permintaan maaf itu kepada Darrel.

"Gue minta maaf Ris," ujar Darrel, tetapi Clarissa langsung pergi meninggalkan Darrel yang sedang mematung. Dia sangat kesal pada perilaku Clarissa. Baru pertama kali Darrel ditolak oleh cewek, karena biasanha Darrel yang selalu menolak cewek. Dia sekarang percaya hukum karma itu ada.

Tiba-tiba tangan Darrel ditarik oleh seseorang, membuat kotak yang ia pegang terjatuh. Darrel dibawa ke belakang halaman sekolah.

"Ngapain lo narik gue? Udah ga laku?" tanya Darrel, moodnya lagi tidak baik dan amarahnya bisa meledak kapan saja.

"Gue ga laku? Yang ada lo yang gak laku, sampai nyium adik gue secara paksa," ujar cowok yang tidak lain adalah Bryon.

"Cih, tapi lebih mending gue setia daripada lo?" ejek Darrel.

"Setia? Gue denger-denger lo itu bad boy dan playboy yang lagi nyamar jadi ketua OSIS teladan," ejek Bryon.

"Apa masalahnya buat lo?" tanya Darrel.

"Karena lo udah buat adik gue nangis!"

"Emang apa yang gue lakuin?" Bryon menarik kerah baju Darrel.

"Lo udah nyium adik gue, b*go!" bentak Bryon.

"Kalau gue b*go lo apa? Tol*l hah? Emangnya ciuman itu hal yang salah?" tanya Darrel.

"Iya! Salah besar!" teriak Bryon.

"Terus yang lo lakuin sama mantan-mantan lo itu apa? Nyium abis itu ninggalin, tanpa minta maaf? Seharusnya lo ngaca dulu! Apa lo nggak punya kaca?" bentak Darrel.

Skak Mat! batin Darrel dalam hati.

"Itu mantan gue beda sama adik gue!"

"Terus kakak dari mantan-mantan lo emang nggak marah? Nggak usah sok jadi kakak yang baik deh! Mana ada kakak yang baik ngajarin adiknya buat onar? Nyontohin adiknya yang nggak baik? Dan ngajak adiknya ke klub. Emanb lo nggak ngerasa bersalah sama apa yang lo lakuin? Ngelarang adik lo buat deket sama temen-temen, emang adik lo nggak tertekan apa sama peraturan yang dibuat kakak-kakaknya YANG BAIK," ujar Darrel.

"Gue ngelakuin itu ada alasannya," ujar Bryon.

"Alasan apa? Gue kasian sama Rissa, dia sering kesepian," kata Darrel.

"Jadi gue harus gimana? Hah?! Biarin adik gue celaka?" bentak Bryon.

"Emang siswa-siswi di sekolah ini psikopat apa? Adik lo nggak akan kenapa-napa," kata Darrel.

"Lo nggak tau apa-apa!"

"Gue emang nggak tau apa-apa, tapi gue tau bahwa manusia adalah makhluk sosial, termasuk adik lo," kata Darrel.

"Nggak usah sok ngajarin gue deh!"

"Kan emang lo gobl*k, makanya gue harus ngajarin lo!" ejek Darrel. Satu pukulan mendarat di pipinya.

"Gue gak gobl*k!" ujar Bryon dingin.

"Pukulan lo boleh juga! Tapi lo harus rasain pukulan gue!" Darrel membalas tonjokan Bryon.

“Lo ngerasa salah ga si?” tanya Bryon.

“Gue ngerasa salah makanya gue minta maaf. Dan bagi gue ini bukan kesalahan besar banget yang sampe harus buat gue malu,” kata Darrel.

"Yang menurut lo biasa aja, bukan berarti bagi Sasa juga biasa aja. Gue kasi lo kesempatan sekali lagi, buat minta maaf sama adik gue. Kalau lo buat adik gue nangis jangan harap lo bisa deketin adik gue." kata Bryon lalu meninggalkan Darrel.

***

"Gimana?" tanya Verrel.

"Gue kasi dia kesempatan sekali lagi," kata Bryon.

"Kenapa?" tanya Marchelle.

"Kayaknya kita terlalu ngekang Sasa deh!"

"Akhirnya lo nyadar juga," kata Ryan.

"Kalian berdua kenapa sih?" tanya Verrel bingung.

"Nggak kenapa-napa," ujar Bryon lalu duduk di sofa sebelah Marchelle.

"Muka lo kenapa?" tanya Marchelle.

"Ternyata lo perhatian juga," kata Bryon.

"Najis lo!"

"Gue abis di pukul Darrel, biasa cowok," kata Bryon santai.

"Kenapa lo ngasi kesempatan ke Darrel?" tanya Marchelle.

"Mau gimana lagi? Gue udah kehabisan kata-kata, gue diskak mat."

"Hahaha ... makanya kalau mau ngasi tau orang, ngaca dulu!" ujar Ryan.

"*** lo!"

"Sasa mana?" tanya Bryon.

"Mungkin dia lagi di kamar.” Verrel masih fokus menonton film di tv.

"Oh ... gue juga mau ngasi tau kalian, mulai besok gue bakal ngijinin Sasa buat deket sama orang lain," ujar Bryon. Semuanya langsung melotot, sepertinya ada yang salah dengan perkataannya.

"Maksud gue ngijinin Sasa buat nyari temen.”

Seketika yang lain langsung menghembuskan nafas lega.

1
Mukmini Salasiyanti
Enaknya pny abang....
Natasha
Gua iri sama rissa, dia enak bener punya abang perhatian kek gitu, ya gua punya abang perhatian kgk, baik cuma ada mau nya, dah lah komplit semua nya ☺️
Natasha
Wahhh kaya nya kakak orang Bali ya?
Tri Susanti
visualnya thoorr bikin gemes semua dech iiiihhhhh.....gemes dech gue thor
always alone 😌
serrru...
S1 GEMBEL
walah-walah orang kaya mah bebas yahh ... nama sekolah aja pake marganya, wkwk
vailyn🧚
klik favorit😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!