Ini kisah tentang 4 orang sahabat. Keyafaza, gadis yang selalu menduga bahwa persahabatan yang ia jalin itu bukan benar - benar sahabat. Karna candaan yang teman nya keluarkan hanya saat berada di sekolah saja. Bahkan mereka tidak tau rumah keya hingga kelulusan datang.
Beradu dalam kecerdasan adalah cara mereka berteman. Setiap TES di sekolah akan berlangsung, mereka pula langsung menjadi musuh dalam hitungan detik. dan bukan lagi teman baik.
Kenapa keya menemukan 3 orang seperti mereka. Bahkan keluh kesal yang keya punya jarang mereka ketahui. 1 alasan yang selalu membuat keya minder untuk bercerita adalah kecerdasan yang di miliki mereka.
Pertemanan seperti apa?
Mungkin kah setelah lulus kita juga akan asing?
________________
IG : khairina_naa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khairina_annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 15
"Kemana?" tannya keya di tengah perjalanan
"Ikutin izal aja" lanjut hafis juga bingung
"Gua kira kalian udah nentuin tujuan jalan nya tadi, pas aku siap - siap" kata ku sambil memonyong kan bibir di balik masker yang aku gunakan
Tak mempeedulikan ocehan ku dari belakang hafis, dia malah tertawa lebar sambil tangan nya menarik gas dengan lajh yang masih normal.
"Guci yu?" ajak izal yang tengah memelan kan laju motor yang dia kendarai.
Guci adalah sebuah tempat wisata di daerah Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Tempat wisata itu terkenal dengan pemandian air panas nya.
Tidak hanya pemandian air panas, guci juga memiliki tempat - tempat destinasi yang keren untuk sekedar foto - foto juga bisa menjadi tempat ngademin hati karna udara yang cukup dingin dan pemandangan yang indah.
Elya mencubit izal setelah mendengar izal menentukan tujuan tanpa berkordinasi dengan ia.
"Atah" izal oleng di pinggir,
Jalanan sedang sepi,
"Ko gak nanya aku dulu?" kata elya berteriak
"Kamu aku yang ajak, jadi kamu ngikut seneng nya ajah" jawab izal tak kalah teriak.
"Hayu aja" lanjut hafis
Setelah mendengar jawaban hafis, izal menganggukan kepala yang di balut helm berwarna merah itu. Lalu segera melajukan motor nya meninggal kan aku dan hafis.
"Mau?" tanya hafis memandang sepion nya
"Yang penting makan" ku jawab sambil tertawa
"Okh lah" sambung dia. Lalu melajukan motor lebih kencang untuk mengejar izal dan elya.
"Kamu hati - hati yah bawa motor nya" kata ku saat saat setelah memikir kan hafis yang pernah jatuh di jalan pulang setelah main ke guci dengan teman - teman nya kala itu.
"Pasti ngebayangin jatuh nya aku!" tebak hafis dengan cepat
Aku tertawa pelan di balik tubuh hafis.
"Bismilah aja, aman kalo bawa kamu" lanjut hafis meyakinkan ku.
Hafis pernah kecelakaan waktu itu, motor yang ia kendarai jatuh nyungsep ke jalanan. Jaket yang iya kenakan bolong menembus kulit, sampe darah nya keluar lumayan banyak.
***
Guci! Aku di tempat itu :)
Udara dingin mulai menyerang cela jari setelah sarung tangan yang ku kenakan saat membonceng hafis di lepas.
Dingin nya terasa sangat sejuk di tempat palkir kendaraan itu. Pemandangan yang dangat indah sudah ku lihat sejak memasuki gerbang guci tadi.
"Ke atas yuk?" ajak hafis setelah sudah siap jalan.
"Yuk" saut ku begitu girang.
"Fis, ke hutan dulu!" teriak izal yang sudah lebih dulu keluar dari palkiran dan sedang menggandeng tangan elya.
Tak menjawab izal, fais hanya mengancungkan jempol nya untuk menjawab iya.
Menuju perjalanan atas, aku dan hafis melewati beberapa penjual makanan yang sedang asik menawarkan jualan nya dan melayani pembeli nya.
Membuat hafis yang selelu laper mata terhadap makanan itu langsung ingin membeli semua nya. Aku hanya mengikuti langkah nya dan menunggu hafis membeli jajanan di sepanjang jalan itu.
Atas sudah ku ijak dengan kaki ku. Berdua dengan hafis kekasih ku.
Eya, alay! Ya maap. Heheeee
"Duduk sini" ucapan hafis membuat imajinasi kehaluan ku hancur dalam sedetik.
Aku duduk di depan hafis, menanatap nya yang sedang memilih - milih makanan yang sudah di kumpulkan sejak perjalanan menuju atas tadi.
"Kenapa sayang?" tannya hafis yang sudah mengetahui aku memandanginya sejak tadi.
"Cowo ku doyan makan!" kata ku mencibir
"Cewe ku gak doyan makan!" lanjut hafis yang sudah mengunyah salah - satu dari beberapa makanan di meja itu.
"Doyan ih!" kata ku geram
"Itu makan cepet, jangan nyuruh aku habisin sebanyak itu sendirian yah? Awas aja"
"Siap" kata ku lalu mengambil salah satu minuman di hadapan ku.
Tidak ada rasa canggung antara aku dengan hafis setelah hampir 2 tahun ini, tidak seperti saat aku duduk pertama kali dengan dia untuk berkenalan.
"Key" panggil hafis
"Iya"
"Sudah lama kita gak ketemu" kata hafis
"Makin jelek yah?" ku jawab ngawur
"Siapa?" tannya hafis
"Aku"
"Makin cantik" kata hafis berbisik di telinga ku
Aku tertawa terbahak - bahak di hadapan hafis. Tidak memperdulikan orang yang sama - sama sedang pacaran di samping meja kanan dan kiri ku.
"Hus! Diem woy." kata hafis menyuruh ku diam.
"Ampun!" ku jawab sambil mengusap air mata bahagia setelah tertawa terbahak - bahak
"Kalo ketawa kaya hantu!" lanjut hafis
"Hantu hidup!" kata ku
"Dibilang cantik selalu aja tambah gila"
"Iya iya" jawab ku masih sedikit tertawa.
"Tadi kenapa?" tanya nya tiba - tiba
"Tadi. Pas aku dateng kerumah, ko muka nya gak seneng gitu?"
"Emang gak seneng"
"Ko sekarang seneng lagi?"
"Ya udah gak seneng lagi!" aku menyolot
"Iya jngan sayang ku"
"Ya udah gak usah komen" lanjut ku
Perut nya seperti karet, mampu menghabis kan makanan begitu banyak menurut ku. Mungkin hafis sedang lapar, atau mungkin memang doyan.
Hafis menatap ku lekat saat aku sedang sibuk bermain hp di hadapan nya. Sesekali kepala nya terlihat mengintip ke arah hp yang aku main kan.
"******* ya?" tannya nya saat aku sesekali menyeruput es milik ku.
"Sok tau!" kata ku tersenyum sinis
"Emang tau" kata hafis tak kalah sinis
"Pinjem hp nya?" kata ku sambil mengulur kan tangan kanan ke hadapan hafis
Tidak menjawab nya, hafis langsung merogoh saku depan nya dan memberikan hp nya pada ku dengan tersenyum.
"Sini hp nya!" kata hafis meminta hp ku
Ku berikan hp ku pada nya dengan tatapan sinis ku. Hafis mengambil nya dengan raut wajah tersenyum gembira. Saat hp sudah bertukar alih, seseorang menyapa dari belakang tubuh hafis.
"Disini rupanya!" kata orang itu mulai mendekat.
Hafis menengok cepat ke arah belakang nya, dan aku memiringkan tubuh ku ke arah kanan agar tidak terhalang tubuh hafis lagi.
Sialan! Izal! Kurang hajar!
Batin hafis,
"Ada apa?" tannya hafis sinis pada izal
Aku masih asik bermain - main dengan ponsel milik hafis di kursi yang aku duduki. Elya mendatangiku, duduk di samping ku lalu meminum minuman yang di pegang nya dari tadi.
"Sinis!" timpal izal
"Pergi yu key?" ajak hafis,
Aku masih asik dengana ponsel nya, membuka - buka akun Instagram milik nya. Izal berubah posisi di samping elya. Dan elya masih melihat - lihat pemandangan di samping kanan dan kiri nya.
"Kemana?" tannya ku lalu memandang nya
"Foto!" ajak hafis judes
"What?!" aku kaget lalu menatap ke 2 bola mata nya.
"Apa!" kata nya lebih sinis
"Gak biyasa nya" kata ku.
Dia adalah salah seribu orang cowo yang tidak menyukai foto. Selalu mengikuti momen - momen penting tapi sangat susah di ajak foto.
Sekali pun sudah janji saat sebelum pergi akan mau di ajak foto. Nyata nya itu tidak pernah terjadi saat pergi.
***
"Pagi bu"
"Pagi, yo sarapan"
"Gak ah bu, udah siang" kata ku pada ibu.
Lalu pergi meninggal kan kursi setelah selesai menegak segelas susu putih itu. Menuju ruang tamu untuk mengenakan sepatu, dan segera melaju.
"Key" panggil seseorang ketika sedang di palkiran.
Suara nya sangat nyaring, mengalah kan kelakson motor seport. Aku menengok ke sumber suara itu dengan cepat.
Siapa?
Aku membatin,
"Bareng" kata nya saat setelah aku melihat tubuh nya.
"Yok" ku ajak dia cepat untuk berjalan.
Melangkah kan kaki menuju kelas, saat sedang melewati lapangan yang akan di pakai untuk upacara rutin hari senin. Caca berhenti dan melihat siswa yang sedang membantu staf untuk mempersiap kan upacara.
"Kenapa? Mau ikut bantu nyiapin?" ku tannya caca yang masih melongo melihat suasana lapangan
"Bakal seru nih" kata caca
"Bantu - bantu nya?" ku tannya caca karna pandangan nya masih di rasa kabur.
"Bakal asik nih upacara. Kelas kita kan menang banyak perlombaan kemarin, jadi bisa banyak hadiah! Teriak - teriak di lapangan membuat semua kelas lain iri" kata caca membayangkan nya.
"Jangan lebay dulu!" kata ku sambil menepuk kepala caca, lalu meninggal kan nya.
"Key tunggu!" teriak caca yang sudah ku tinggal jauh di belakang.
"Cepet!" teriak ku tak kalah kencang.
Kelas sudah mulai ramai dengan penghuni nya, pemandangan pertama yang aku lihat saat mendekati kelas adalah pemandangan yang sudah membuat aku merasa sangat bosan. Ya! Gala bergelantungan di atas pintu depan kelas.
"Siang lu key" kata gala saat aku sudah di depan nya
Aku tersenyum lebar di hadapan gala,
"Masuk cepet!" cetus nya yang sudah lebih dulu minggir dari tengah pintu.
"Ya" kata ku dingin
"Cepet! Aku mau gelantungan lagi nih!"
"Ih! Sebel! Gelantungan aja terus sampe jadi monyet!" kata caca gemas
"Hus!" lanjut gala sinis
Aku masuk sambil menunjukan lidah ku pada gala, caca menepuk pantat gala yang membelakangi nya saat dia berjalan masuk.
"WOY KELUAR! UPACARA!!!" teriak pemimpin kelas ini dari depan pintu.
"BIASA AJA WOY!!!" teriak seluruh siswa pada yakob.
"Hahaaa!"
Wily tertawa dari sudut pojok kelas. Membuat seluruh siswa yang tengah fokus pada yakob sekarang melihat nya tajam.
"Kenapa luh?" tannya caca paling berani
Tak menjawab caca, wily berdiri cepat dan tersenyum sinis di pojok itu.
45 menit sudah upacara.
Momen yang di tunggu satu sekolah akhir nya datang juga. Saat nya pengumuman pembagian hadiah untuk lomba memperingati selesai nya PTS kemarin.
Seluaruh siswa terlihat bahagia saat panitia lomba mulai membacakan pemenang nya. Di ikuti suara sorakan bahagia dari setiap siswa nya.
"JUARA 1 LOMBA FUTSAL PUTRI!!!" panitia memberi intruksi keras
"XII MIPA 1!!! Silahkan salah satu siswa nya maju untuk mewakili kelas" lanjut panitia dengan lantang nya.
Seluruh anggota kelas ku girang menanggapi nya. Di ikuti caca yang maju untuk mewakili kelas ini. Suasana menjadi semakin riweh saat caca berjalan di tengah lapangan mendekati panitia untuk menerima hadiah.
Rasa nya seluruh tenggorokan siswa di kelas ku, hari ini mengalami kekeringan dalam 45 menit terakhir.
Semangat antara sesama nya terlihat lekat bersorak - sorak memberi dukungan di tengah lapangan. Seperti menyemangati pertandingan sepak bola.
"Dirayain ini" kata caca setelah menghitung hadiah yang di terima kelas kita.
"Waw, paling banyak ****! Kelas lain satu dua. Kita sampe 7" lanjut yakob berteriak sambil tertwa keras.
"Rayain mulu! Duit woy" lanjut fit
"Lah dasar luh! Pelit" wily mulai nyinyir.
"Udah - udah. Gausah berantem" kata fada paling bijak.
Panitia sudah mempersilah kan seluruh siswa meninggal kan lapangan upacara. Suasana semakin ricuh saat semua siswa berlari menuju kelas masing - masing atau justru ke kantin karna tenggorokannya mereka kering.
"Key kantin yuk?" rengek fit pada aku yang baru saja duduk di kursi.
"Jangan!" kata yakob cepat di belakang fit.
"Kenapa?" lanjut fit nyolot
"Gak mau ikut buka hadiah sebanyak ini?" lanjut yakob sambil menunjuk hadiah dengan ke 2 tangan nya yang masih di kerumunin para siswa di meja paling depan.
"Aku pengin minum" keluh fit
"Kasih air key! Lu mah, ama temen sendiri tega" lanjut yakob
"Idih!" sinis ku mulai keluar
"ihh jangan ribut! Aku juga bawa minum! Tapi males minum air putih. Pengin es" jelas fit.
"Yaudah kalo mau pergi! Nanti tak aduin sama bu nunu!" kata yakob
"Yah berani nya ngadu!" tegas fit karna dia dehidrasi
Yakob senyum sinis, berjalan keluar lalu menutup pintu dengan cepat. Fit duduk di bangku nya, lalu mengambil air di botol dalam tas nya.
"Sabar fit" kata ku pelan
"Sok!" kata fit masih melihat gerak gerik yakob yang tengah memegang ponsel nya di depan papan tulis kelas.
"Gak sabar pengin buka" lanjut caca yang selesai memuaskan diri berkerumun di meja paling depan hanya untuk melihat hadiah banyak
Fada menepuk kepala nya dengan menggunakan tanga kanan sambil terus melihat tingkah aneh caca di samping nya.
"Key" panggil fada setelah menepuk kepala nya.
"Iya" jawab ku sambil menutup novel
"Kemarin cowo ku main" kata fada sambil tersenyum bahagia.
"Kemana?" ku tannya masih memalas
"Ke rumah!" lanjut fada makin girang
"Terus?" ku tatap mata nya sinis
"Tau gak!" kata nya membuat aku, caca, dan fit makin penasaran.
"Apa?" tannya aku,fit, dan caca dengan kompak
"Aku ngomongin loh key" kata nya sambil menutupi mulut nya yang sedang tersenyum
"Apa!" kaget kita bertiga
Pacar fada memang mengenal ku. Dia adalah mantan dari teman SMP ku dulu. Aku mengenal nya lebih lama dari fada, bahkan aku yang menjomblangkan nya pada fada.
Seudah 3 tahun fada bersama nya. Konflik yang terjadi memang bukan tanggung jawab ku lagi setelah aku menenmukan dia dengan cowo yang menjadi pacar nya itu.
Aku sendiri juga tidak pernh menyangka. Kalo fada akan selama ini dekat dan menjalin hubungan dengan cowo itu. Tapi mungkin itu sudah jodoh.
Dan aku tidak mencampuri urusan mereka sejauh ini, karna memang itu bukan urusan ku. Aku hanya tau dari fada bahwa cowo nya lebih banyak perubahan dalam 1 tahun terakhir ini.
Semoga saja mereka mampu mempertahan kan hubungan mereka hingga menjadi jodoh nanti.
Tak lama saat aku dan ke 2 teman ku panik mendengarkan fada bicara. Bu nunu dengan tiba - tiba mincul dari balik pintu yang di tutup yakob dengan keras tadi.
Tersenyum lebar ke arah siswa nya yang panik dan langsung berlarian menuju tempat duduk mereka.
Bu nunu membuka kelas hari ini dengan raut sangat gembira melihat pencapean murid nya. Walau terkadang kelas nya sering mendapat komplen dari para guru mapel karna ulah satu dua siswa bandel yang di sebut berandalan.
"Fa" panggil fit dengan pelan
Fada menengok sedikit demi sedikit untuk menghindari pandangan dari bu nunu.
"Nanti lanjut yah!" tegas fit
"Hus" tengok caca garang.
Fada hanya menggeleng, melihat fit yang ternyata masih kepo pada cerita nya.
__________________
Seneng ya kalo punya penyemangat.
Bisa nyemangatin.
Yaiyalah masa yaiyadong. Penyemangat ya buat nyemangatin!
Tapi gausah iri kalo ga punya penyemangat. Diri sendiri masih kuat nyemangatin diri!
Jangan manja 😁
Jangan lupa vote, like and comen ya :)
Terus dukung author❤🙏
Mampir "I Have 2 Husband's"
membawa 20 like 👍👍
like like
jangan lupa saling mndukung😊
kutunggu kelanjutan bomlike kk di novelku Who is He, ya😁💕
ini aja aku sempatin
masih kerja 😂😂😂
Semangat up-nya Thor!