NovelToon NovelToon
Cinta Zahra

Cinta Zahra

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Memey.Augusty

Zahra Maharani Setiawan adalah gadis berusia 17 tahun. Zahra gadis ceria nan periang,baik hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Zahra memiliki paras yang sangat cantik, berambut panjang hitam dan bergelombang. Zahra memiliki sahabat yang sangat baik bernama Anita dan Rania.
Kehidupan Zahra berubah ketika kedua orangtuanya meninggal akibat dari kecelakaan. Hinga Zahra di asuh oleh kakeknya Zaky,itu pun tidak berlangsung lama karena kakeknya meninggal karena sudah sakit-sakitan. Zahra pun tinggal bersama adik bundanya,Rara.Hingga datanglah Hendro utusan dari Bu Misya yang memintanya untuk ikut ke kota.
Alan 30 tahun, seorang pengusaha yang sangat sukses.Mempunyai banyak usaha dari properti dan kuliner di semua kota dan luar negeri.
Bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya? Apakah Zahra akan menemukan kebahagiaannya setelah mengetahui perjodohannya dengan cucu Bu Misya??
Apakah kehidupan pernikahan Zahra dan Alan bahagia?? Sedangkan Alan masih punya seorang kekasih,Mira.
Warning 18++ !!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memey.Augusty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. TIBA DI IBUKOTA LAGI

Perjalanan Zahra menuju ibukota tidak terlalu lama dengan naik pesawat Garuda. Zahra sempat menikmati pemandangan dari atas langit selama perjalanan. Zahra teringat akan ayah bunda saat mereka pindah ke Jakarta pertama kali karena pekerjaan ayahnya. Zahra begitu rindu akan kebersamaan mereka.

" Ayah .... Bunda .... Za rindu, Za akan jalankan amanah dan janji yang telah ayah dan bunda berikan, ridhoi jalan Za ya Allah .... berikan tempat terbaik untuk ayah bunda " gumam Zahra dalam hati dan doa teruntuk ayah bundanya.

Sampailah Zahra dan Pak Hendro di Bandara Halim Perdanakusuma. Kedatangan keduanya tengah di tunggu oleh orang utusan Bu Misya di bandara itu sejak tadi. Pak Hendro melihat anak buahnya, segera mendekatinya. Tak jauh darinya, Zahra hanya mengikuti dari arah belakang. Tak jauh dari tempat Zahra berdiri ada seorang pria yang tengah memandanginya.

" Wajahnya tak asing, pernah melihat dimana ya sebelumnya ?" gumamnya bertanya dalam hati hingga seorang wanita berpakaian seksi membuyarkan lamunannya.

" Lan .... kamu kenapa honey ?" tanyanya melihat arah mata kekasihnya itu memandang tapi tak ada apa-apa di sana.

" Tak ada apa-apa kok Mir ...." jawabnya kemudian mengetahui sosok yang dipandanginya tadi sudah raib dari tempatnya.

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

Zahra hanya diam dan mendengarkan pembicaraan Pak Hendro dan anak buahnya sambil lalu. Zahra masih tak percaya dirinya kembali lagi ke kota tempat dia kehilangan kedua orangtuanya. Ya Ibukota Jakarta. Zahra menghela nafasnya dengan kasar karena beban di hatinya.

" Non Zahra baik-baik saja kan ?" tanya Pak Hendro mendengar helaan Zahra tadi

" Eemm .... ya Pak. Saya baik-baik saja hanya saja saya tak menduga akan datang kembali ke kota ini." kata Zahra menanggapi pertanyaan Pak Hendro

" Perjalanan sampai ke rumah lumayan jaraknya non .... Apa non Zahra mau mampir kemana dulu gitu biar saya antar sekalian " kata Pak Hendro lagi

" Pak .... bisa kita beli bunga dulu sebelum ke rumah Nenek Misya ? saya mau ketempat kecelakaan ayah bunda waktu itu Pak, biar hati saya merasa lega Pak " pinta Zahra penuh harap pada Pak Hendro.

" Baik non .... Saya bisa antar non dulu kesana sebentar sebelum sampai rumah " jawabnya mengiyakan

Zahra pun mampir sebentar ke penjual bunga. Kendaraan pun melaju menuju tempat kecelakaan itu pernah terjadi. Zahra turun dan memandang tempat itu. Ada air mata yang menetes dari matanya yang indah, kejadian itu seakan baru saja terjadi. Zahra berjalan kearah tepi dan meletakkan bunga itu di sana. Sambil memejamkan mata dan berdoa semoga ayah bunda tenang di alamnya yang baru.

" Ayah .... Bunda .... Za ada di sini menerima ikhlas kepergian kalian, doakan Za dari sana ya yah bun .... semoga ayah bunda selalu tenang di sana. Za selalu rindu ayah dan bunda " doanya dalam hati

Sementara Pak Hendro hanya melihat dari kejauhan. Zahra berbalik arah menuju Pak Hendro yang menantinya melanjutkan perjalanan kembali.

" Mari Pak ...." ajak Zahra padanya

" Begitu tegar non Zahra, gadis seusianya sudah kehilangan kedua orangtuanya. Di tambah lagi non Zahra baik, sopan dan santun. " gumamnya lagi

" Baik non .... sekarang kita ke kediaman Nyonya Misya tentu beliau tengah menanti kedatangan non Zahra " katanya lagi sambil masuk ke dalam mobil.

Mobil itu pun berlalu dan berjalan ke arah yang sebenarnya. Sedangkan Bu Misya tengah menunggu di raung tamu ditemani kepala pelayan, Mirna.

" Kenapa lama sekali datangnya Mir .... ?" tanya Bu Misya gelisah menunggu Pak Hendro dan Zahra

" Sabar Nya .... Pak Hendro dan non Zahra masih dalam perjalanan kesini, sebentar lagi pasti sampai Nya " jawab Mirna mengusir kegelisahan majikannya itu.

Selang beberapa waktu, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Zahra tiba di kediaman Bu Misya. Zahra turun dari dalam mobil dan memandang rumah yang begitu megah tengah berdiri dengan kokoh di depan matanya. Rumah yang seperti istana dalam cerita dongeng mengalahkan rumah kakek Zaky di Surabaya. Pak Hendro mempersilahkan Zahra memasuki rumah itu. Di depan pintu utama, berjajar pelayan wanita di sisi kanan kirinya.

Saat Zahra melangkahkan kakinya, tak jauh dari tempatnya terlihat wanita paruh baya tengah berjalan dari arah dalam rumah. Ya wanita paruh baya itu adalah Bu Misya atau Nenek Misya yang Zahra kenal selama ini. Beliau tampak tersenyum sumringah melihat gadis di depannya itu. Zahra melihat Pak Hendro begitu hormat pada beliau.

" Assalamualaikum Nyonya Misya .... saya kembali bersama non Zahra Nya " kata Pak Hendro saat di hadapan Bu Misya

" Waalaikumsalam .... Terimakasih Pak Hendro .... kerja kerasmu tak kan sia-sia. " sahut Bu Misya tersenyum senang.

" Assalamualaikum Bu Misya ...." salam Zahra sambil mencium tangan beliau.

" Waalaikumsalam sayang .... jangan panggil Bu gitu Za .... panggil saja seperti biasanya Nenek Misya " katanya sambil memeluk Zahra

" Ayo masuk Za .... anggaplah ini rumahmu sendiri. Nenek senang kamu mau tinggal disini Za. " katanya sambil menuntun Zahra masuk ke dalam rumah.

" Oya Pak Hendro .... silahkan beristirahat sekali lagi terimakasih sudah menjaga cucuku Zahra " senyum Bu Misya kepada orang kepercayaannya itu.

" Sama-sama Nya, saya senang melihat Nyonya bahagia. Kalau begitu saya pamit dulu Nya .... non Zahra " katanya menyahuti

" Terimakasih sekali lagi Pak Hendro sudah antar Zahra tadi " ucap Zahra sebelum melihat Pak Hendro undur diri.

Kini Zahra dan Nenek Misya tengah duduk di ruang tamu. Minuman dan makanan ringan telah di siapkan oleh para pelayan. Nenek Misya pun mengenalkan Zahra dengan Mirna, kepala pelayan yang mengurus semua pengaturan rumahnya. Mereka berbincang-bincang sebentar, sebelum Nenek Misya mengantarkan Zahra ke kamarnya tentu saja di ikuti oleh Mirna. Setelahnya Nenek Misya meninggalkannya sendiri guna beristirahat dulu sebelum makan malam.

Zahra pun membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah shalat setelahnya dia pun beristirahat karena merasa sangat lelah. Sesaat sebelum makan malam, kepala pelayan mengetuk pintu kamar Zahra untuk memberitahukannya.

" Silahkan masuk Bu Mirna .... Maaf kalau saya merepotkan " kata Zahra mempersilahkannya masuk sambil merapikan perlengkapan shalatnya.

" Non Zahra tidak merepotkan kok .... panggil saja Mirna non " sambil memperhatikan tindak tanduk nona mudanya.

" Mana boleh saya panggil anda cuma dengan nama Bu itu tidak sopan. Bu Mirna juga lebih tua di banding saya. Panggil saja saya Za Bu " ucapnya sambil tersenyum pada Bu Mirna.

Bu Mirna begitu terpukau dengan sopan santun nona mudanya itu. Zaman sekarang, banyak anak muda yang lupa akan sopan santun akibat terkikis pergaulan. Begitu berbeda dengan gadis di depannya ini, pantaslah Nyonya Misya begitu menyukainya. Makan malam pun dengan suanana berbeda.

JANGAN LUPA VOTE, LIKE & KOMENTARNYA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE CERITANYA.

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

1
INDRAYATI IIN
apa bisa om Arif menjadi walinya Zahra untuk akad nikahnya?
arfan
up
Lenny Marlina
thorr Reza dan febby andalan banget😍
Lis Cucu
menarik
Nur Ain
hahaha alan2..mudah sekali hati nye diaduk2
Nur Ain
bawang Bombay nye byk baget
Nur Ain
alhamdulilah dapat anak menantu n cuci baik kakek zaki
Nur Ain
aduhh kesian
Nur Ain
hahaha sombong..sebab lelaki bercakar ya
Nur Ain
hadir
Lindarosanti
Aq terkdang sebel knpa setiap cowok yg jodohkn prtm nolak krna SDH PNY cewek tp pas ktwan slinkuh lnsung cpt mnerima prjodohan JD kyk cewek yg d jodohkn tempat pelarian aja.
Sri Wahyuni
visual s zahra y ga cocok cari ke artis yg kliatan nya imut umur 19 taun dan cara berpakaian nya ko bgtu kya jalang
Sri Wahyuni
suka klau bca novel cwe y bisa ilmu bela diri
Nuraeny
thor ga cocok visual nya ketuaan maaf ya thor di ganti visual nya 💪🏼💪🏼thor
Sri Gusmazaerwanti
cerita bagus
Priskha
oalah thor novel kok isinya kecelakaan melulu apalagi si zahra sdh brp kl dia kecelakaan
Trisnawati Ilyas
Masalah itu harus dicari solusinya bukan malah didiamkan...
Alan itu pintar tp bodoh...pintar nyelesaiin masalh kantornya tp bodoh dgn urusan rmh tgga nya....
ktnya Alan usianya sdh 30an tp kelakuannya kayak ABG labil...
bikin greget aj tuh sm sifatnya Alan....
pengen deh getok kepalanya pake ulekan sambel.....😡😡😡

maaf yaa Thor... 🙏
Trisnawati Ilyas
wah....wah..Othornya calon pengacara jg yaa kayak zahra...
Bisa memaparkan pasal" nya secara detail...
hingga kita jg para pembaca bisa tau ttg pasal" dan hukum nya....makasih Thor....Aq syukak karyamu
lope U Thor....😍😍😍
Audita Ashley
mandi++..🤭🤭🤭
Audita Ashley
suka karakternya za beda dr novel kebanyakan... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!