Ini novel pertama ku,smoga suka
"tuan tolong hentikan,ssshhh sakit...."
Pria bertubuh kekar itu menarik paksa tangan Delia, dia membawa delia masuk kedalam kamar nya dan menghempaskan tubuh delia ke atas ranjang yang berujuran king size
"tolong bantu aku hhmmmm,aku akan membayar untuk pelayanan mu malam ini "
Silahkan mampir dicerita ku ini, smoga pada suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aspriyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
Farel yang masih terkejut dengan sikap dan ucapan Maya,memilih untuk mengikuti wanita itu . Entah kenapa dia begitu penasaran dengan wanita yang sudah membuat hati nya berdebar cukup kencang,dia tidak suka saat Maya mengatakan kalau dirinya sudah punya kekasih.
"Tasya bilang kalau dia cemburu pada ku,tapi kenapa saat ini malah aku yang terlihat cemburu pada nya ck" gumam Farel dengan nada kesal nya,dia menggerutu dalam hati nya karena Maya bersikap cuek dan terkesan tegas pada nya membuat dirinya merasa marah .
Mobil Maya berhenti di supermarket yang tadi didatangi olrh Tasya dan Farel, Farel mengernyitkan dahi nya . Dia memperhatikan tubuh semampai milik Maya berjalan memasuki supermarket mini itu,ada bayangan eksotis saat tubuh Maya berjalan dengan manis nya didepan mata nya.
Farel masih menunggu, hari sudah terbilang mulai malam. Seharus nya dia sudah makan malam bersama dengan Tasya, ah....Farel kembali melihat ponsel nya yang berdering . Nama Tasya kembali tercetak jelas di ponsel nya,rasa nya Farel malas meladeni adik sepupu nya itu yang terbilang terlalu agresif.
Kriing.....krriiing....
Berkali-kali ponsel nya terus berbunyi,membuat Farel merasa kesal dan memilih mematikan daya pada ponsel nya. Malam ini dia enggak ingin diganggu,dia ingin menikmati malam berdua dengan Maya.
Kembali mata Farel membulat sempurna,dia tak menyangka jika di kepala nya terbayang wajah dan tubuh seksi milik Maya. Sesuatu dibawah sana sudah terasa sesak,batangan milik nya sudah mengeras padahal dia baru membayangkan lekuk tubuh Maya dari luar saja .
"Aaah.....gila,ada apa dengan ku? Kenapa aku malah membayang kan hal yang ngak penting seperti ini? Apa aku terlalu terobsesi pada Maya?" batin Farel, mata nya masih memperhatikan ke arah pintu masuk supermarket.
Tak lama terlihat Maya yang baru keluar dari dalam sana dengan bungkusan ditangan nya,dia melihat Maya bersama dengan seorang pria dengan senyuman kedua nya yang lebar. Bahkan kedua nya tertawa bersama membuat dada Farel terasa semakin sesak,Farel merasa tak terima dengan apa yang dia lihat.
Ingin sekali Farel mendekati mereka dan menghajar pria yang bersama dengan nya tapi ngak mungkin hal itu dia lakukan, apalagi dia bukan lah siapa siapa Maya. Dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk bertanya pada wanita itu,rasa penasaran nya semakin mendalam.
Kini Farel kembali mengikuti mobil Maya, dia melihat Maya yang sudah berhenti didepan gedung apartement yang sering dia lewati jika ingin ke apartement mewah nya yang tak jauh dari sana. Farel melihat tubuh Maya yang keluar dari dalam mobil dan menungging di belakang untuk mengambil belanjaan nya juga sebuah kotak yang entah apa isi nya,sikap Maya seperti itu membuat dirinya tak bisa menahan lagi.
Kaki jenjang dan paha mulus milik Maya terlihat jelas,karena Maya hanya memakai rok pendek dengan celana pendek didalam nya. Farel pun mendekati Maya dan menekan tubuh nya di bagian belakang, membuat Maya terkejut karena merasakan bagian bawah milik Farel yang sudah mengeras dan menusuk bo kong nya .
"Eh.....pak Farel, sedang apa anda disini?" tanya Maya dengan mata yang membulat sempurna
Maya berniat berbalik,dia merasa ngak nyaman dengan posisi mereka seperti ini. Tapi tangan Farel malah menahan nya,Farel sudah memeluk tubuh Maya dari belakang. Aroma tubuh Maya yang lembut membuat nya terbuai tanpa sadar tangan nya yang berada diperut Maya kini sudah meremas salah satu gundukan pribadi milik Maya yang berada didepan nya.
Plaaaak
Maya langsung berbalik dengan cepat saat Farel terbuai, dia menaikan tangan nya dan memukul wajah pria itu dengan cukup keras. Maya menatap tajam pada Farel yang sudah berdiri membeku,dia merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Farel.
Farel yang merasakan pipi nya panas,kini dia berjalan mundur. Dia juga tak tau apa yang dia lakukan karena memang dia tak sadar,mungkin naluri lelaki nya yang membuat nya ingin melakukan yang lebih dari pelukan.
"Maaf.....aku ngak bermaksud kurang ajar,aku hanya ingin membantu mu saja " ucap Farel dengan pelan.
Maya terdiam,tatapan nya semakin tajam dan dia langsung mengambil kotak yang dia bawa dari rumah nya tadi . Dengan cukup kuat dia menutup pintu mobil nya ,kemudian dia berjalan melewati tubuh Farel yang masih berdiri didepan nya.
"Tidak usah,terima kasih pak. Saya bisa sendiri,bisakah anda menyingkir dari hadapan saya pak?" ucap Maya dengan nada ketus.
Farel tidak menyingkir dan mengambil kotak yang dipegang oleh Maya, dia berjalan lebih dulu dari pada Maya membuat Maya terkejut. Maya berusaha memanggil Farel, tapi dia tak perduli sama sekali hingga akhirnya Maya hanya bisa mengikuti nya saja dari belakang.
"Dimana unit mu?" tanya Farel dengan pelan ,dia marah tetap melangkah ke depan nya .
"Di lantai dua ,nomor 20" jawab Maya mau tak mau .
Sebenar nya kotak nya ngak lah begitu berat,hanya saja Farel seenak nya mengambil nya. Membuat nya hanya bisa mendengus dengan kesal,dia tidak bisa menolak nya sama sekali . Apalagi Farel menaikan tangan ke atas saat Maya ingin mengambil nya, dia tak bisa menjangkau nya .
Farel tersenyum tipis saat Maya menyebutkan unit tempat tinggal nya,dia semakin yakin bisa membuat Maya menjadi milik nya . Kini mereka sudah sampai didepan unit milik Maya, Maya mengulurkan tangan nya . Dia ingin mengambil kotak yang ada didada bidang Farel, tapi Farel malah menatap tajam pada nya. Membuat nya merasa bingung.
"Buka pintu nya, aku akan membantu membawa nya sampai dalam " ucap Farel dengan tegas.
"Tapi pak,anda ngak boleh masuk. Nanti kekasih ku marah " jawab Maya, dia tidak ingin Farel masuk ke tempat nya.Untung nya Maya langsung teringat dengan ucapan nya sendiri, dia juga ngak mau berurusan dengan kekasih nya Farel.
Maya semakin membuat Farel kesal,dia menatap tajam pada Maya yang terlihat biasa saja. Dia tidak suka Maya menyebut pria lain didepan nya ,dia mencari cara untuk bisa masuk kedalam. Dada nya yang terasa sesak,kini berusaha dia tenang kan .
"Buka lah,aku hanya ingin membawa nya kedalam. Setelah itu aku akan pergi "ucap Farel dan membuat senyuman dibibir nya mengembang saat Maya hanya bisa menghela nafas nya ,kemudian membuka pintu unit nya.
Maya membuka lebar pintu nya,membiarkan Farel untuk masuk kedalam . Maya pun mengikuti Farel kedalam ,dia melihat Farel meletakan kotak miliknya di atas ambal ruang tamu kecil itu
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentar nya ya, makasih