Bagaimana perasaanmu ...apabila kau memiliki kekasih , namun pria itu malah lebih mementingkan teman masa kecilnya di bandingkan dengan dirimu..
" Apa - apa Cleo..apa - apa Cleo . Yang pacarmu itu aku apa Cleo sih Gas..." teriak Clara ketika mendapati kekasihnya hanya memiliki waktu bersama teman masa kecilnya daripada dirinya yang notabene adalah kekasih Bagas
" Kamu memang pacar aku Clara ... tapi kamu harus ngertiin bahwa saat ini Cleo lebih membutuhkan aku dari pada kamu . please Clar...jangan bersikap egois seperti ini "
" Kamu bilang aku egois ! mana egoisan aku yang minta kamu buat nemenin ulang tahun aku ,dengan kamu yang menemani Cleo hanya buat beli kado buat mamanya . Tolong Bas , jangan anggap aku egois . jika nyatanya kalianlah yang lebih egois daripada aku "
Akankah Clara melanjutkan hubungan miliknya bersama Bagas yang telah selama tiga tahun mereka jalani . Atau Clara akan lebih memilih membuka hati yang baru untuk sosok pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
" Pagi Gas. Pagi - pagi begini udah rajin jemput Clara " tegur Denaya yang terlihat sudah rapi duduk di meja makan dengan setelan jas putih rumah sakit khas profesi yang wanita itu geluti saat ini
" Eh tante..tumben masih ada di rumah jam segini ? " tanpa rasa sungkan seperti biasa Bagas menciumi punggung tangan milik Denaya
" Iya..maunya hari ini tante ingin berangkat mengantar Clara ke sekolah . Eh ternyata tante sudah di salip duluan "
" Eh..maaf tante. Aku gak tahu kalau tante mau ngamterin calon istri Bagas "
bugh
" Aduh ! Kenapa aku di pukul yank " ringis Bagas yang di pukul keras oleh Clara
" Mulut mu itu loh . Calon istri ...calon istri...lulus aja belum. Udah bilang calon istri " sungut Clara yang malah membuat Bagas dan Denaya terkekeh
" Ye..biarin . Kata orang tua dulu . segala ucapan itu adalah doa . Jadi aku akan selalu ngucapin bahwa kamu adalah calon istri aku . Mana tahu suatu saat nanti di kabulin sama Tuhan . Benar kan tante " ujar Bagas berharap mendapatkan pembelaan dari Denaya
" Dasar ! Kalau ngeles pintar banged "
" Aduduh ! Telingaku " ringis Bagas kembali ketika telinganya yang saat ini tengah di tarik kecil oleh Clara
" Ini rasakan . Pagi - pagi makanya jangan suka bikin orang kesal "
" Tante...tolongin Bagas . Clara jahat nich . Suka penganiayaan pada calon suami "
Denaya terkekeh namun dalam hati meringis sedih
Melihat kemesraan yang di lakukan oleh Bagas dan Clara di hadapannya entah kenapa mampu mengingatkan dirinya tentang Andre
" Andai kita bisa bersama ndre "
Namun lamunan itu tentu saja segera di tepisnya
Bagaimana pun hal itu hanyalah masa lalu yang sudah menjadi kenangan indah di dalam hidup Denaya
" Sudah ..ayo sarapan dulu . Kebetulan tante udah masak nasi goreng sosis kesukaan Clara "
Clara tampak bersorak girang
Kehangatan keluarga baru kali ini ia rasakan
Meski hal itu baru ia rasakan dari Denaya seorang
Tapi tak apa . Yang jelas semua ini merupakan suatu kemajuan bagi hidup Clara
" Apa aku bisa setiap hari merasakan kehangatan ini ma ..."
" Gimana rasanya ? Masih enak gak . Maaf kalau rasanya kurang . Habisnya udah lama tante gak pernah pegang dapur " tanya Denaya sedikit merasa ragu akan rasa makanan yang telah ia masak
Semenjak perubahan sikap Rashad , Denaya memang lebih suka menyibukkan diri dengan pekerjaan dokternya
Padahal dulu ia sering sekali memasak di rumah
Namun sayang hal itu telah berlalu dan berubah drastis
Dan lagi - lagi itu disebabkan oleh sikap Rashad yang sudah berubah dingin acuh kepada Denaya
" Ini enak loh tante . Masakan tante Denaya emang paling the best . Bener gak yank " ujar Bagas yang diangguki oleh Clara
Sebenarnya Clara juga ingin sekali ikut memuji masakan Denaya
Hanya saja lidahnya masih kelu .
Ia belum cukup terbiasa dengan sikap Denaya yang terbilang hangat seperti ini
" Yank ...kalau besok kita udah nikah , kamu masakkin aku nasi goreng kayak gini ya . Ntar aku minta resepnya sama mama kamu . Dijamin aku pasti makan seratus kali di rumah . tanpa mau makan di luar lagi "
" Kamu makan atau ngerampok . Bisa - bisa beras sepuluh karung bisa habis dalam waktu sebulan hanya untuk kamu makan " ketus Clara . Namun dalam hati gadis itu sebenarnya merasa senang .
" Memasak untuk Bagas . Hmmm..rasanya pasti akan menyenangkan "
" Calon suamimu ini kaya Clara . Jangankan beras . Pabrik berasnya pun akan aku beli untukmu "
" Huuhh..dasar tuan sombong "
" Udah. Jangan berdebat terus . Cepat habisin makannya ntar keburu telat berangkatnya "
" Iya tante.."
" Iya ma..."
jawab Bagas dan Clara serempak
" Kalau begini serasa punya anak dua " pikir Denay yang merasa bahagia ketik melihat kebahagiaan dua anak muda di depannya
*****
" Uh..sudah nyampe aja . Padahal lagi enak - enaknya di peluk hangat boncengin ayang " keluh Bagas dengam mulut manyun gemasnya
" Tenang ..nanti pulang sekolah bisa boncengan lagi " Clara melepaskan helm miliknya dan sedikit berkaca untuk merapikan rambutnya yang terlihat berantakan karena di terpa angin
" Maunya sekarang ..bolos aja yuk "
Mata Clara mendelik tajam
" Jangan macam - macam . Cepat turun . Nanti keburu bel "
" Iya..iya..ih pacar Bagas kalau lagi marah cantik banged sih " goda Bagas yang mana membuat Clara makin terasa kesal di depan sana
Tapi kesalnya kali ini bukan karena marah
Namun kekesalan gadis itu karena merasa gemas dengan sikap gombal Bagas yang mana membuat jantung miliknya terasa berdegup tak karuan di dalam sana
" Udah Bagas . Jangan gombal terus . Ayo cepat masuk ah "
" Iya..ini juga mau jalan . Tapi sun dulu dong biar aku tambah semangat belajarnya "
" Bagas ..." ujar Clara greget
" Sun ...ayang...."
mata Clara melirik ke kanan dan kekiri
Sepi..jadi aman..dan
Cup sebuah kecupan manis Clara daratkan di atas pipi Bagas
" Nah ..begini kan enak . Mata ku yang awal redup jadi terbuka lebar seketika . Tapi akan lebih tambah semangat lagi kalau sunnya di atas sini nih " tunjuk Bagas ke atas bibir sensual yang ia miliki
" Bagas . Jangan gila deh ! udah ah..aku mau masuk . Kalau kamu gak mau masuk , juga gak apa - apa . Bukan aku juga yang dihukum "
" Lah gak bisa gitu dong yank ..."
" Bodo "
Clara berlalu pergi dengan Bagas yang terus mengikutinya di belakang
Di kejauhan sesekali pria itu terlihat menjahili Clara . Dan hal itu tentu saja otomatis membuat Clara terlihat mencak mencak kembali
Sedangkan di area parkir Cleo tampak terlihat sedih
Melihat Bagas yang tak lagi memperdulikannya membuat dada milik gadis berparas cantik dan manis itu terasa sesak seketika
" Tenanglah Cleo kau tak usah sedih . Tante janji akan segera menjauhkan Clara dari Bagas . Hanya kamu yang tante inginkan menjadi istri Bagas .kamu mengerti " ujar Belinda yang ternyata ada di dalam satu mobil yang sama dengan Cleo
Sedari tadi kedua wanita itu melihat kemesraan yang di lakukan oleh Bagas dan juga Clara
Dan hal itu cukup mampu membuat kedua wajita berbeda usia itu jadi meledak emosi jiwa seketika
Ya..Belinda memang sengaja mengantarkan Cleo ke sekolah
Selain karena tak enak hati dengan Rosita akan perubahan sikap Bagas terhadap Cleo
Wanita itu juga ingin melihat pergerakan Bagas
Bagaimanapun Belinda akan berusaha menjauhkan Bagas dari Clara
Belinda tak sudi apabila putranya memiliki hubungan spesial dengan anak dari rivalnya yang sampai saat ini masih tersimpan lekat di dalam hati dan pikiran Andre
" Makasi tante . Aku benar - benar sedih jika Bagas tak mau bicara lagi dengan ku . Padahal Cleo hanya ingin berteman dengannya . Tapi Clara terlihat sangat tak suka dengan kehadiran Cleo di sisi Bagas . Cleo bingung tan..."
Cleo tampak terisak
Dan hal itu cukup mampu membuat Belinda mengiba serta tambah merasa bersalah di dalam sana
Bahkan hatinya juga terasa tambah terbakar ketika mendengar ucapan Cleo yang menjelaskan tentang Clara yang tak membiarkan Bagas berteman dengan Cleo
" Udah Cleo . Kamu gak usah khawatir . Nanti tante bakalan kasi pelajaran sama gadis jalang itu . Udah jangan nangis lagi okey . Lebih baik sekarang kamu masuk kelas dan belajar "
" Makasih tan..kalau gak ada tante , Cleo gak tahu harus berbuat apa "
" Udah gak apa - apa . semua urusan Bagas serahin aja sama tante . Tante yakin . Bagas akan lebih memilih tante daripada jalang kecil itu . Pokoknya tante setujunya kamu yang jadi kekasih bagas bukan wanita lain "
Mendengar ucapan Belinda tentu saja membuat hati Cleo yang memang sudah menaruh hati terhadap Bagas jadi merasa senang bukan main di dalam sana
" Yes..kalau begini ceritanya kemungkinan besar aku yang akan menjadi kekasih Bagas . Maaf Clara , aku akan merebut Bagas darimu "