NovelToon NovelToon
Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: R_picisan03

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anita Sheila, seorang gadis yang memiliki sifat cuek terhadap hal yang menurutnya tak penting. Fokus terhadap nilai dan prestasinya semasa sekolah, justru membuatnya tak memiliki teman dan susah bergaul.

Namun pandangan Anita berubah ketika suatu hari ia bertemu Zain Azriel. Zain yang memiliki sifat berkebalikan dengan Anita memberi kisah baru dalam romansa tersebut.

Zain merupakan lelaki yang ceria, suka bermain, nakal dan bahkan dihari pertama sekolah ia bertengkar dengan seniornya, walau sebenarnya ia lelaki jenius dalam mata pelajaran.

Hubungan keduanya terbentuk ketika pertama kali Anita mengunjungi Zain untuk mengantarkan sebuah catatan. Namun saat itu juga Anita melihat sisi berbeda Zain dari rumor yang selama ini ia dengar. Dari situlah pertemanan keduanya dimulai.

Saat ini hubungan mereka semakin dekat, namun keduanya bingung dengan ikatan tersebut karena belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

bagaiman kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R_picisan03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sejuta pertanyaan.

Sebuah mobil berhenti di sampingku langsung membuka kaca mboil ketika aku berjalan menuju rumah.

"Anita!"

"Bang Aldi?"

"Tolong jaga Zain ya," singkatnya kembali memakai kaca mata menutup kaca mobil.

"Abangnya Zain itu memang aneh, tapi lebih aneh adiknya lagi," pekikku.

Seketika seseorang kembali menarikku, membungkam mulut dari sela lorong bangunan. Meski takut, tapi aku paham hal tersebut ulah siapa. Benar saja ketika aku melirik mendongak, Zain lah pelaku tersebut.

"Kenapa kamu lama sekali!" gerutu Zain.

"Kenapa kau selalu bikin aku jantungan sih, Zain?" batinku.

"Kau melakukannya gak?"

"Hah?"

"Apa kalian memecah semangka itu barengan?"

"Dari tadi dia duduk disini cuma mencemaskan hal itu?"pikirku.

"Enggak kok."

"Begitu ya?"

"Cepat lepasin, sakit!"

Zain melepaskan dekapannya, kemudian bergeser duduk sedikit menjauh.

"Abangmu bilang, kau mengidap brocon akut," lanjutku.

"Eng-enggak kok!"

"Terus kenapa kamu kabur?"

"Karena aku benci dia."

"Kamu benci dia? Kenapa?"

"Berisik ah! Gak usah ikut campur!"

"Baiklah," jelasku bangkit berdiri.

Zain menunduk mengepal kedua tangan, "Sial!"

Zain berpikir ketika ia marah, aku akan pergi meninggalkannya sendiri, setelah ia tau aku masih berdiri disampingnya, hal tersebut sedikit membingungkannya.

"Aku kira kau ikut marah dan pergi meninggalkanku."

"Enggak, walau niatnya tadi begitu sih."

"Emm." Zain masih menunduk.

"Kalau semangka dirumahku ada sih, Mau di pecahin?"

Setibanya di rumahku.

Bluggg!!! (Memecah semangkat dengan tongkat bisbol)

"Anita, aku sudah memcahkan semangkanya ini, satu lagi."

"Ini."

"Aku kira aku sudah mengenalnya begitu jauh, tapi nyatanya sampai saat ini aku gak tau apa-apa tentangnya. Sebenarnya ada arti apa dengan wajah seramnya itu?" pikirku menatap Zain melahap semangka tersebut.

"Anita, maaf kalau tadi aku sedikit judes," ujar Zain berdiri.

"Enggak masalah."

"Kau selalu saja ada untuk menyelamatkanku, aku harus balas kebaikanmu."

"Kencan!"

"Hah?"

"Iya kencan, aku ingin kencan. Kau ingin membalas kebaikanku bukan?"

Meski ekspresi wajah Zain terkejut panik, ia menjawab dengan pasti, "Boleh. Ngomong-ngomong ini sepertinya kita salah main mecah semangkanya."

"Memang ada peraturan permainan mecah semangka?"

"Sepertinya ada sih."

"Kalau sekarang mungkin belum, tapi suatu saat nanti aku pasti tau semua tentangmu Zain. Ini hanya masalah waktu."

Setelah selesai bermain memecah semangka dirumahku, Zain kembali pergi ke tempat Rio.

"Kencan ya?" ujar Zain melamun di sofa ruangan tunggu.

"Ha kencan? Kencan sama siapa?" sahut Rio mengepel lantai.

"Anita."

"Wah, jadi sekarang kalian sudah sedekat itu ya?"

"He,em."

"Baguslah, bagus itu. Ingat Zain, kau harus terus membahagiakan dia."

"Aku sih udah tau kalau pas siang hari, tapi kalau malam hari itu gimana?"

"Apanya?"

"Ya kencan itu, mana lagi emang? Masa iya aku harus begituan di kencan malam pertama? Tapi serius gak apa-apa nih? Soalnya Anita sendiri yang mau, berani sekali dia," lirih Zain.

"Hah?" Rio menganga membalik badan memukul lembut kepala Zain dengan tongkat kain pel.

PLUTAKK!!!!

"NJIR!! SAKIT!" umpat Zain memegang erat kepala.

"Zain, biar kukasih tau satu hal. Rencana malam kencanmu itu hanya akan buat Anita trauma, mending dipikirin baik-baik lagi."

"Kenapa?" Zain berbalik memandang Rio.

"Tugas buatmu berfikir sebagaimana kau seorang lelaki sejati," jelas Rio kembali mengepel lantai.

Zain kembali mendongak menatap langit-langit, meski cukup berfikir keras, ia tak begitu paham dengan apa yang Rio maksud, hingga tak sadar telah tertidur pulas.

Liburan sekolah yang hanya hitungan beberapa hari tersebut pun usai dan keesokan paginya di sekolah.

"Wah kelihatanya kau baik-baik saja Rahul, Alhamdulillah, walaupun tiap hari kita ketemu sih," ujar Zain memeluk menciumi kepala ayam kesayangannya.

"Pagi, Zain," sapaku melewati Zain di halaman.

"Anita? Pagi. Kamu datengnya cepat juga, soalnya sekarang semester dua. Aku disini dari jan enam pagi, jam enam loh."

Sengaja mengabaikan Zain, aku terus berjalan menuju ruang kelas.

"Aku bangun pagi karena ingat kalau sekarang setiap harinya bakal ketemu denganmu," lanjut Zain.

Terhenti di depan pintu kelas, aku hanya menunduk dan siswa siswi yang di sekelilingku juga ikut terhenti menoleh ke arah Zain.

"Soalnya selama liburan, kau gak pernah menelponku."

"Dia menggodanya?"

"Blak-blakan sekali."

"Pagi-pagi begini?" (Siswa siswi bersaut-sautan).

"Ya walaupun kamu mengabaikan panggilan itu, aku masih terus mencoba menghubungi kamu loh," pungkas Zain.

"Padahal udah masuk bulan september, tapi cuaca masih terasa panas," batinku menekan aurah merah di wajah.

SEMESTER DUA PUN DI MULAI.

"Selamat pagi man-teman, hachim!" sapa Alea.

"Kamu sakit Lea?" singkatku.

"Ya sebenarnya aku demam, tapi aku maksain diri buat pergi kesekolah."

"Oh, jangan tularin ke aku ya, jangan tularkan! Demammu itu kalau mau ya demam sendiri aja ya," pekik Zain.

Alea mengambil masker langsung mengenakannya.

"Foto-foto pas mancing dah jadi nih," lanjut Azi meberikan pada Alea

"Coba aku lihat," saut Alea.

"Buset, ngerjain trigometri?" ujar Zain menoleh menatapku mengerjakan sesuatu.

"Loh, bukannya itu pelajaran kelas sebelas?" pekik Azi terkejut menatapku kemudian berbalik melihat Alea.

"Anita, kamu sudah belajar sejauh itu?" lanjut Zain.

"Habisnya selama ini aku penasaran. Zain, sebenarnya kapan kamu belajarnya? Kenapa nilaimu bisa selalu lebih tinggi dariku?" balasku pada Zain.

"Aduh mataku jelek semua di foto ini," lanjut Alea masih melihat album foto.

"Enggak pernah."

"JANGAN BOHONG! Bagaimana kamu bisa menjawab tanpa belajar?"

"Tapi kenapa semua foto ini berfokus di baju renangku, Azi?" gerutu Alea.

"Betulan kok. Soalnya aku sudah pelajari semua pelajaran SMA. Aku kan gak pernah sekolah waktu SMP, jadi aku pakai waktu luangku untuk belajar, jadi inget materinya lagi," jelas Zain mengambil buku ku.

"Begitu ya?"

"Ngomong-ngomong, soal kencan itu, apa ada tempat yang ingin kamu kunjungin, Anita?" lanjut Zain membolak balik buku pelajaran.

"Perpustakaan."

"Buset! Masih mau belajar juga? Gak ada capekanya apa!" pekik Zain.

"Selamat pagi," ucap Bu dewi memasuki ruangan kelas.

Jam pelajaran terus silih berganti. Seperti biasa, kelakuan siswa siswi dalam ruangnya ada yang sibuk menggosip ada juga yang tidur dan yang sedang di lakukan Zain sat ini ialah menyusun sebuah bangunan menara paris menggunakan pecahan pensil.

Sementara aku masih terus kepikiran yang Zain ucap sebelumnya.

"Soalnya aku gak pernah masuk SMP, jadi aku gunakan waktu luang untuk belajar."

Sebenarnya hal apa saja yang boleh ku ketahui dan apa yang gak boleh ku ketahui, jalan pikirannya susah di mengerti.

Jam pelajaran usai.

"Aku ingin pergi dulu ke perpustakaan," ucapku berjalan bersama Zain.

"Apa itu termasuk kencan?"

Tiba tiba terdengar terlihat suasana begitu ramai berkerumun di depan pagar sekolah, suara siswi bersaut-sautan.

"Wah siapa dia?"

"Kerennya."

"Ganteng lagi, dia nungguin siapa ya?"

"Kalau gak sibuk ajakin aja dia ngbrol dulu."

"Enggak ah, aku malu, kamu aja buruan."

Zain yang mempercepat langkah, terkejut ketika ia mengetahui Aldi telah menunggunya bersandar di depan mobil mewah miliknya sembari menghisap rokok lengkap mengenakan kacamata hitam.

****

Sampai disini dulu teman teman sekalian warga bukit prindapan, setelahnya kita lanjut sepetti biasa ya gais yak, alurnya masih tetep bocil, ntah itu sad atau gak di kemudian hari, stay terus yak...lanjut...

1
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
siiih anita songong..... ada orang pengin ikut belajar malah ga caya....
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
dasar genk ga ada ahlak bukannya dijagain kue nya mlh dimakan duluan hadeuuuh
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
masa cwe main ketmpt cwo sih zain
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
mungkin tidak semua cwo alea yg. begitu,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip pak bozz,, 👍😀
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
zain overprotektif
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
aq kira zain sama alea tau nya sama anita
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
surat rahasia itu Saudara nya surat kaleng ya thor...... surat ancaman apa surat cinta ya.... 🤔🤔🤔🤔
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ: juz amma dooong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
ㅤㅤ
waaah zain pecinta kucing,,,,
biasanya berhati lembut dan penyayang 🙄
sebenarnya kenapa zain bisa di cap pembuat onar😑
♋ᴹᴿ᭄ 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐢𝐬_𝟎𝟑: lanjuttt....masih banyak alur di depan...ekekekke😂😂😂🙏
total 1 replies
ㅤㅤ
susah debat sama guru🤭
ㅤㅤ
dan mulai saat ini detik ini Anita tak bisa lepas dari zain🤣🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤ
kesan pertama yang tak akan pernah terlupakan meski. sudah lewat 15 tahun 🤭
ㅤㅤ
nah zain mau ngapain nih mendadak jinak😁
ㅤㅤ
Astaga😳🙈🤣🤣🤣
hanya karna game nya kalah😤
ㅤㅤ
hmm... kan pasti zain membalas dendam😑
ㅤㅤ
zain kang Tawuran ya 🤔
pasti ada sebab akibat nya tak mungkin mencelakai orang tanpa alasan 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
ㅤㅤ
Bandung tempatku juga 🙄
peristiwa berdarah apa 😧
ㅤㅤ
selamat bercerita ku simak cerita nya🤭
ㅤㅤ: oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
geng umbi songong ya kue alea malah dimakan duluan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
hmm kirain athour nya gak bakalan siuman kelamaan mendaki gunung melewati lembah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip semoga siuman nya berlanjut ya jgn pke jurus menghilang dri konoha, 😄😄
total 2 replies
RINDU ⭕
Ketika hati mulai terbuai cinta
Segala rasa membelenggu jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!