Richard Alexander, anak pertama pasangan Rayyan Alexander dan Nabila Ihnaz.
Dengan segala kerumitan kisah cintanya.
Tidak seperti apa yang dulu pernah dilakukan oleh Rayyan. Meski profesi mereka berdua sama, ialah seorang photographer. Tapi sifat dan perilaku mereka berdua jauh berbeda.
Jika dulu Rayyan dikenal sebagai mantan playboy, tapi tidak dengan Rich. Lelaki itu justru terkesan dingin dan anti perempuan.
Akan tetapi, disaat Rich merasakan jatuh cinta, tidak pada perempuan yang tepat. Karena perempuan yang Rich sukai sudah memiliki calon suami.
Demi kebaikan bersama, terpaksa Nabila memaksa putranya agar mau dia jodohkan dengan putri salah satu sahabatnya.
Bagaimana perjalanan selanjutnya kisah percintaan seorang Richard Alexander , juga kisah asmara kedua adiknya yang tak lain adalah Zayn dan Zoey Alexander ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Memasuki usia kehamilan sembilan bulan, Mama Silvya memaksa Nabila juga Rayyan untuk kembali tinggal di rumah nya. Karena Mama Silvya yang khawatir pada menantu nya itu. Apalagi Rayyan yang juga tidak bisa mengurangi kesibukan nya. Belum lagi jika ada pekerjaan di luar kota yang memaksa Rayyan untuk tidak bisa pulang ke rumah. Semakin membuaat Mama Silvya khawatir saja jika sewaktu waktu Nabila melahirkan.
Dan Nabila pun menurut saja pada mama mertuanya. Tidak ingin membantah karena apa yang dikhawatirkan mama Silvya sangat beralasan.
Mendekati hari-hari persalinan nya, sungguh membuat hidup Nabila tidak tenang. Karena mungkin saja ini adalah pengalaman pertamanya. Jadi wajar saja jika Nabila terlalu cemas pada dirinya sendiri.
Berpikir tentang persalinan nya nanti. Untuk meredam semua rasa cemas juga was-was pada dirinya, Nabila menyibukkan dirinya dengan mengikuti yoga juga senam hamil. Berharap saat persalinan nya nanti dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Selain itu Nabila juga sering browsing di Internet seputar menghadapi persalinan. Juga seputar merawat bayi baru lahir. Nabila banyak mencari referensi dengan hal hal seputar ibu dan bayi.
Rayyan juga akhir-akhir ini suka sekali membelikan nya buku-buku parenting. Tidak hanya untuk dibaca Nabila akan tetapi Rayyan sendiri pun juga akan ikut membacanya.
"Sayang, kita berdua ini harus benar-benar menyiapkan diri untuk menyambut kehadiran nya." ucap Rayyan sambil mengelus lembut perut Nabila.
Nabila yang merasa terharu karena Rayyan benar-benar menyiapkan dirinya untuk menjadi seorang ayah yang baik untuk anak yang tak lama lagi akan dia lahirkan.
Mama Silvya yang mengetahui perubahan pada Rayyan, juga ikut berbahagia. Tak henti Mama Silvya berdoa agar putra nya mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta bertanggung jawab pada keluarga.
Mengingat bagaimana kelakuan Rayyan selama ini, dan begitu Nabila hamil, Rayyan sanggup mengubah dirinya demi calon anak mereka. Berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan anak nya.
***
Pagi ini, seolah Rayyan enggan sekali pergi bekerja. Sebenarnya pagi-pagi sekali Nabila sudah membangunkan nya, tapi karena rasa malas, Rayyan kembali tertidur.
Nabila yang merasa kesal, memilih membiarkan saja Rayyan dengan mimpi indah nya. Nabila sudah capek berkali - kali membangunkan suaminya itu. Bahkan Rayyan juga melewatkan sarapan nya.
Jam sepuluh pagi, saat Nabila sedang menonton televisi, perut nya terasa tidak enak. Sebenarnya sudah sejak bangun tidur tadi dia merasakan ada yang aneh pada perutnya. Tapi Nabila tak menghiraukan nya dan memilih melakukan aktifitas seperti biasa.
Tapi semakin kesini rasanya perut nya terasa mulas seperti saat ia dulu menstruasi. Sebelum menikah dan sebelum ia hamil, siklus menstruasi nya memang tidak lancar. Dan saat datang bulan seringkali Nabila merasa kram pada perutnya. Juga rasa nyeri yang menyertai saat menstruasi.
Dan kali ini, Nabila merasakan hal yang sama. Semakin kesini rasa nyeri dan mulasnya semakin sering ia rasakan. Segera ia matikan televisi. Memilih masuk ke dalam kamarnya dan mencari suaminya.
Sebenarnya mama mertuanya pun ada, sedang merangkai bunga di teras samping rumah. Hobi Mama Silvya yang belum menular pada Nabila yaitu merangkai bunga dan merajut.
Entah kenapa Nabila tidak seberapa suka dengan dua aktifitas yang sering mertuanya lakukan. Nabila lebih suka berkutat di dapur, memasak atau membuat kue dan snack.
Tiba di dalam kamarnya ternyata Rayyan sudah bangun dari tidurnya. Bahkan lelaki itu sudah berganti baju dengan baju rumahan, kaos oblong dan celana pendek.
"Ray, untung saja kau sudah bangun. Perutku terasa mulas." Nabila mengadu pada suaminya.
" Apa? Mulas? Jangan-jangan kamu mau melahirkan sayang!"
" Sepertinya begitu." dan Nabila kembali meringis karena rasa nyeri dan mulasnya datang kembali.
Rayyan yang mengetahui hal itu tentu saja panik.
" Kita ke Rumah Sakit ya."
"Iya tapi aku ganti baju dulu."
***
" Ini sakit Ray..." Nabila yang mulai merasakan kontrakai berusaha menahan nya, tapi tak bisa. Bahkan karena panik nya mereka masuk ke dalam mobil, bersiap berangkat ke Rumah Sakit, akan tetapi baru teringat jika tas yang berisi perlengkapan persalinan nya tertinggal di dalam kamar.
" Tahan sebentar sayang. Kita tunggu mama mengambil tas."
Nabila sudah tidak tahan lagi karena rasa mulas yang semakin menjadi.
" Ayo Ray kita berangkat. " mama Silvya tergopoh- gopoh membawa tas yang berisi perlengkapan melahirkan Nabila.
Rayyan mulai menjalankan mobil nya keluar dari garasi.
" Jangan ngebut Ray." mama Silvya mengingatkan karena Rayyan membawa mobil nya dengan kecepatan di atas rata - rata.
" Tapi Nabila sudah kesakitan ma, Ray tidak tega, " jawab Rayyan panik.
Mama Silvya berusaha menenangkan Nabila, mengusap lembut punggung serta perut menantunya. Mama Silvya teringat bagaimana dulu dia juga merasa sangat kesakitan saat melahirkan Rayyan.
" Papa sudah dikabari, Ma. " tanya Rayyan karena papanya memang tidak ada di rumah dan sedang pergi bekerja.
" Sudah, nanti papa langsung ke rumah sakit katanya."
Hingga beberapa menit lamanya, pada akhirnya mobil Rayyan masuk ke pelataran rumah sakit. Dengan tergesa Rayyan membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Nabila.
Dua orang suster sudah membantu nya dan membawa Nabila menuju ruang bersalin. Nabila terlihat lemas karena rasa sakit yang coba dia tahan.
" Ray ...!" panggil Nabila.
" Iya sayang...."
" Jangan coba-coba lari dariku. Kamu harus ikut aku ke dalam. Kamu harus mendampingi aku melahirkan, " ucap Nabila membuat Rayyan pucat pasi.
Jujur dia tidak tega melihat Nabila yang seperti ini. Dengan memberanikan diri Rayyan pun mengikuti masuk ke dalam ruang bersalin.
****
Jangan ditanya bagaimana rupa Rayyan saat ini. Kedua tangan nya penuh luka cakaran Nabila. Salah nya tadi tidak meminta Nabila memotong kuku sebelum istrinya melahirkan. Dan Rayyan pun juga hanya memakai kaos berlengan pendek, sehingga kulit telanjang kedua lengan Rayyan menjadi sasaran istrinya. Setiap kontraksi datang, Nabila akan mencengkeram kuat lengan Rayyan. Kuku Nabila yang panjang menancap melukai kulit tangan suaminya.
Tapi disamping itu Rayyan sangat bahagia. Nabila telah berhasil melahirkan putra mereka. Melahirkan normal yang penuh perjuangan. Rayyan melihat semua dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Nabila berjuang sekuat tenaga. Hingga putra pertama mereka lahir ke dunia.
Nabila yang masih tampak lemah setelah beberapa suster membersihkan dan menangani nya. Peluh masih membanjiri kening Nabila. Rayyan menyentuh pucuk kepala Nabila diusapnya penuh sayang.
" I love you My wife." bisik nya di telinga Nabila sebelum dia mendarat kan satu kecupan di bibir istrinya.
Rasa bahagia yang tak hanya terucap di bibirnya. Rasa haru karena kehadiran putra pertamanya ke dunia. Dan tak hanya Rayyan, Mama Silvya pun ikut berbahagia dengan hadirnya cucu pertamanya.
tau g rasanya ??????
yg jomblo minggir dulu
koq gk up.. up..😔