NovelToon NovelToon
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:295.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Kristina

Sekuel dari "Bukan Salah Cinta"
Siapkan tissu, lap, atau kanebo ya readers 🤧

Takdir seseorang tidak ada yang bisa menebak. Takdir mampu mempertemukan seseorang, takdir juga yang mampu memisahkan orang itu.

Pertemuan tidak sengaja oleh takdir antara Melodi dengan pemuda hangat dan humble bernama Ben Damian Ezra.

Disaat cinta mulai tumbuh, terjadilah sebuah tragedi yang mengharuskan Melodi meninggalkan Ben.


Tahun-tahun berlalu, bagaimanakah kehidupan mereka?
Akankah takdir mampu mempertemukan mereka kembali?
Mampukah Melodi memaafkan Ben hingga mereka bersatu kembali?

"Dunia mungkin akan mampu mengubah hidupku, tapi tidak dengan rasa cintaku padamu."


"Kamulah Takdirku"

Happy reading ya guys, i hope you'll enjoy it😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Happy reading,

💕💕💕💕💕

"Apa kau tidak mengabari ibumu?"

"Sudah tadi, sewaktu kita makan siang. Cuma aku belum bilang kalo keluar hingga hari gelap begini."

"Ah iya, maafkan aku. Aku sudah menjadikanmu berdosa karena membuat ibumu cemas."

"Tidak Kak, justru aku yang harus minta maaf. Aku sudah merusak suasana karena ...."

"Sudahlah, sebaiknya kita segera pulang." Menyelipkan rambut Melodi yang diterbangkan angin ke belakang telinga gadis itu.

Wajah Melodi semakin merona karena perlakuan Ben, apalagi saat pemuda itu menatapnya hangat dan tersenyum lembut. Kedua pipinya pun akhirnya ikut mengembang.

Ingin rasanya Ben mencubit pipi Melodi lantaran gemas melihat pipi merah muda itu membulat. Namun, dia merasa malu melakukannya, akhirnya dia hanya mengusap pipi Melodi yang sudah dingin lantaran diterpa angin malam pantai yang semakin dingin menyusup ke pori-pori kulit terdalam. Ben merapikan jaketnya di tubuh Melodi lalu menarik tangannya, menuntun gadis itu melewati bebatuan yang bertebaran di sepanjang bibir pantai. Dia tidak ingin Melodi sampai terjatuh di sana.

❤️❤️❤️❤️❤️

"Mana ponselmu?" tanya Ben saat mereka sudah sampai di depan rumah susun Melodi.

"Untuk apa?" Meskipun bingung, Melodi tetap mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan memberikan pada Ben.

Ben hanya menyunggingkan senyum. "Tidak pakai sandi, 'kan?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel Melodi.

"Tidak," jawab Melodi polos.

Beberapa detik berikutnya terdengar dering ponsel dari saku celana Ben. Pemuda itu mengambil ponselnya dan tersenyum penuh makna.

"Masuklah, aku akan melihatmu dari sini." Mengembalikan ponsel Melodi.

"Tidak usah Kak, kau pulang saja, ini sudah malam."

"Justru karena ini sudah malam, aku ingin memastikan kau tidak kekurangan satu apa pun sampai di rumahmu. Aku tadi yang membawamu pergi maka aku bertanggungjawab penuh atas dirimu sampai kau kembali pada ibumu." Melodi hanya terdiam mendengar ucapan Ben. "Aku sudah menuruti inginmu untuk tidak mengantarmu masuk dan menemui ibumu. Jadi, kau juga harus menuruti inginku. Cepatlah masuk jika kau tidak ingin melihatku berada lama-lama di sini."

"Baiklah, terima kasih untuk hari ini, Kak. Selamat malam." Melodi melempar senyum sebelum berbalik meninggalkan Ben.

Sementara Ben terus memandangi punggung Melodi yang semakin menjauh darinya dan menghilang di balik pintu lift. Beberapa menit berikutnya, dia menengadahkan wajahnya menghadap ke lantai delapan, tempat Melodi berada. Gadis itu ternyata sudah sampai dan melambai dari atas balkon rumahnya. Seperti ada kontak batin di antara keduanya. Jika tidak, bagaimana bisa Ben dengan tepat mengetahui Melodi sudah sampai di rumahnya?

Ben balas melambai sembari tersenyum simpul. Kemudian, dia mengusap layar ponselnya dan mendekatkannya ke telinganya.

"Cepatlah masuk, tiga puluh menit lagi aku akan menelponmu."

"Hah?" kaget Melodi. Tangannya yang tadinya sudah bersiap memutar handle pintu kembali diam setelah ponselnya bergetar. Yang membuatnya bertambah kaget lagi, nama kontak yang tertera di layar ponselnya yang bertuliskan,

"Abang kesayangan"

Mungkin ini tujuan Ben meminta ponsel Melodi tadi. Rupanya pemuda itu mencuri nomor Melodi dan menyimpan kontaknya sendiri di ponsel gadis itu.

"Jangan kaget begitu. Kau harus terbiasa memanggilku dengan sebutan itu mulai sekarang." Ben terkekeh geli. Dia sudah membayangkan seperti apa lucunya ekspresi Melodi sekarang.

"Bukan begitu Kak ...."

"Abang!" potong Ben cepat.

"Iya, A—bang."

"Hm, good. Cepat paham pula kau rupanya. Cepat masuk, aku ingin segera pulang dan membersihkan diri."

"Hm, baiklah. Hati-hati di jalan Kak," jawab Melodi yang terdengar pasrah.

"Oke, aku tutup telponnya sekarang. Tiga puluh menit lagi aku menelponmu, mengerti."

"Hm," angguk Melodi. Namun, dia tidak segera membuka pintu. Gadis itu masih berdiri di balkon rumahnya menatap ke bawah sana. Memperhatikan Ben yang menyalakan motornya hingga suara motor Ben semakin menjauh dari area rumahnya dan tidak terdengar lagi.

Seketika hatinya serasa mencelos. Tiba-tiba saja dia merasa hampa kembali seperti biasanya. Namun, di detik berikutnya kedua sudut bibirnya kembali terangkat saat teringat ucapan terakhir Ben di telepon.

"Tiga puluh menit lagi aku akan menelponmu." Ucapan Ben berputar-putar terus di otaknya. Dengan semangat dia melangkah masuk ke dalam rumahnya. Dia ingin segera menemui ibunya untuk meminta maaf, lalu makan dan membersihkan diri, sebelum tiga puluh menit yang dibilang Ben itu datang.

❤️❤️❤️❤️❤️

1
Tya Astutik
visualnya bikin greget 😁🥰
Isma Rismaya
nyarinta si mana thor
Isma Rismaya: siap kaka
total 2 replies
Isma Rismaya
othor ko aku ga nemu terjebak cinta sng casanova
Isma Rismaya: ya ka aku udh punya fizo
total 2 replies
Riana Kristina
Hai readers ku
Dukung aku yuk dilapak sebelah, bacanya juga sama tanpa koin,
Jgn lupa mampir ya krna ada give away di akhir bulan,
Aku tunggu 😊
Nyak Ainul Mardiah
aku suka crita nya lanjuuut
Erlis Darsita
lanjut Thor
Shakila Viska
mau nanya siapa nama asli visual yg jadi restuu
Siti Homsatun
aku udah mampir lo kak
Mah Arga
aku ikut bahagia akhirnya autor baik juga 😄😄
Mah Arga: ok apa judul ceritanya tor
total 2 replies
Mah Arga
kasian restu semoga dapet yng tr baik , semngat buat autor aku telat baca gragra wipiku ada sedikit gangguan
Mah Arga: alhamdulilah sekarang dah normal tor 🤣, maap baru d bls
total 2 replies
re
Next
Riana Kristina: Lanjut ke cerita satunya yu kak
"Di Antara Dua Hati"
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gantung truuussssss☹️☹️☹️
Riana Kristina: Lanjut terus kak, biar gak gantung 😁
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gantung truuussssss☹️☹️☹️
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gue jdi gk bisa nfas thorr
Riana Kristina: Waduhhh 🙈
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
visualnya donkk
Riana Kristina: Lanjut kak,
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
lanjuut kakkk,,,
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
lanjuut kakkk,,,
Riana Kristina: Orang bali ya kak?
total 1 replies
Sweet chicie💞
like
Siti Homsatun
berakhir dg kebahagiaan ,,so sweet 😘😘
Siti Homsatun
segera carikan jodoh buat restu thor
Riana Kristina: Siap bun🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!