Kisah Santi dan Vino adalah ke dua Kakak beradik yang saling menyayangi.
Ayah dan Ibu meninggalkan Mereka di usia yang sangat muda.
Maka dari itu Vino sebagai Kakak harus bekerja keras untuk menghidupi kebutuhan Adik semata wayangnya.
Dan banyak misteri ke hidupan masa lalu Vino yang belum terungkap.
Sehingga Vino sebagai Kakak sekaligus CEO di perusahaan yang di bangunnya sendiri dengan Sekretaris Yun.
Rela menikahi Aulia,wanita yatim piatu dari panti asuhan.
Demi ke bahagian Santi,Adik semata wayangnya.
Bagaimana kisah cinta Vino Dan Aulia,Yuk ikuti kisahnya di Cinta dan kasih sayang CEO Vino.
pameran pertama
Vino
Santi
Aulia
Risya
Sekretaris Yun
pameran pendukung
Rima
Doni
Anisa
Jangan lupa Komen dan Vote juga ya Kakak
Terima kasih😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Di Perusahaan
****
Vino dan Sekretaris Yun, yang sudah sampai di Perusahaan, memasuki ruangan Mereka
masing-masing
Di Dalam Ruangan
***
Vino duduk di Atas Sofa tempatnya menerima tamu penting.
Sambil menerawang ke masa lalunya, di saat Dia bersama Rima.
Rima yang selalu di manjakan nya, dan menuruti semua kemauan Rima, yang meminta ini dan itu.
Walaupun dulunya Dia tidak punya apa -apa,tapi disaat Rima meminta sesuatu, Vino selalu menurutinya.
Hingga suatu hari, Rima merengek meminta Perhiasan mahal, dan Vino menyuruhnya untuk menunggu beberapa minggu.
Karena Vino sendiri belum Gajian.
Tapi di saat Dirinya bekerja keras, yang tidak mengenal lelah, Dan selalu berusaha untuk membelikan perhiasan mahal, yang di minta oleh Rima.
Dia mendengar dari sahabatnya Sekretaris Yun kalau Rima saat itu ada di sebuah Hotel bersama Teman Lelakinya.
Vino pun tidak percaya begitu saja, dengan perkataan Sekretaris Yun, yang waktu itu mengatakan kalau Dia melihat Rima ada di sebuah Hotel.
*****
Percakapan Vino dan Sekretaris Yun waktu itu,di dalam sebuah Telpon
"Vin, barusan Aku melihat ke Kasihmu, Rima berada di Hotel."
"Dia sedang bersama seorang Pria,"ucap Sekretaris Yun.
"Mana mungkin,"ucap Vino.
"Barusan Aku baru selesai berbicara dengannya, klo Dia berada di rumah, dan dalam keadaan Sakit," ucap Vino dalam percakapan Mereka yang terhubung melalui Telpon.
"Sekretaris Yun" hanya menghembuskan napas panjang, mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Mana mungkin Aku membohongimu,Aku melihat dengan mata kepala ku Sendiri, klo Kamu tidak percaya silahkan datang ke Hotel **** ini," ucap Sekretaris Yun.
Mereka berdua pun masih berdebat tentang masalah Rima, hingga Vino pun mengalah, sehingga,Dia mau tidak mau menyusul sahabatnya yang berada di Hotel****.
( Dan di situlah terjadi drama Vino dan Rima, yang sampai sekarang Vino, belum bisa melupakan kejadian tersebut.)
Vino yang duduk termenung,dan mulai berkeringat dingin, langsung berdiri dan berkata.
"Tiidakkk....." teriak Vino.
Sekretaris Yun, yang mendengar teriakan Vino langsung masuk, tanpa mengetuk Pintu dan menghampiri Vino yang berteriak sambil memeluk sahabatnya itu.
"Apa yang terjadi," ucap Sekretaris Yun, yang menenangkan Vino sambil memberi segelas air Putih.
"Tidak terjadi apa - apa," ucap Vino menjawab dengan cepat pertanyaan Sekretaris Yun.
"Aku tau, Kamu lagi memikirkan kejadian waktu itu," batin Sekretaris Yun.
Sekretaris Yun, yang mendapat jawaban seperti itu, langsung diam tanpa berani lagi mengucap kan sepatah kata pun.
Melihat keadaan Vino yang mulai membaik, Sekretaris Yun pun undur Diri.
"Klo begitu, Aku keluar dulu," ucap Sekretaris Yun.
"Ya,,,, sudah sana lanjut kan pekerjaan mu," ucap Vino sedikit agak keras,tanpa menoleh pada sahabatnya itu.
Sekretaris Yun pun langsung keluar dalam diam, tanpa menjawab perkataan Vino,yang menurutnya masih ada Aura kekesalan di dalamnya.
Di ruangannya, Vino sudah tidak bisa lagi konsentrasi dalam melaku kan pekerjaannya.
Sehingga dia mengambil benda pipih yang berada di saku Celananya dan menghubungi Adik Kecilnya Santi.
Yang dari dulu menjadi pemicu semangatnya untuk bekerja keras, setelah hubungannya dengan Rima putus, Dia tidak mau berlama - lama meratapi nasib.
Karena menurutnya Adik Kecilnya Santi lebih penting dari segala - galanya.
****
Di rumah
Santi yang mendapat Telpon dari Kakak Kesayangannya itu.
Diam dan termenung,karena tidak biasanya, Vino menelponnya di waktu jam sibuk seperti ini.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi,"batin Santi.
Yang langsung, mengangkat Telpon dari Kakaknya Vino.
tks likenya