(REVISI)
Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.
Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?
Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆
JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjuang
Mama Dewi berdiri menghampiri Alex, sementara Papa Alex sudah tahu apa yang akan terjadi.
"Lex apa kamu tidak salah memilih, dia memang cantik tapi ekonominya jauh dibawah kita." ucap Mama Dewi.
"Ma jangan membahas soal materi, Alex mencintai Hara." ucap Alex memohon.
"Mungkin hanya pilihan Mama yang tepat untukmu Lex." ucap Mama Dewi, yang dimaksud adalah Vera Mama Dewi tidak menyebutkan siapa wanita itu tapi Alex dan papanya mengerti siapa yang dimaksud Mama Dewi.
Hara ketakutan, dia tidak ingin terjadi keributan hanya karena dirinya.
"Maaf om tante, kalau kedatangan saya menganggu." ucap Hara berlari, tangisan yang dari tadi Hara tahan terlepas.
Alex yang melihat kekasihnya berlari segera mengikutinya, Alex sangat geram dengan sang Mama, Papa Adi yang dari tadi diam saja dia pun beranjak dari duduknya meninggalkan Mama Dewi ia sangat kecewa dengan istrinya.
Mama Dewi ikut menyusul sang suami ke kamar, di kamar mereka berdebat dan akhirnya Papa Alex yang mengalah memang istrinya sangat keras kepala sekali.
Alex mengejar Hara dan memeluknya dari belakang.
"Sayang maafin Mama ya, jangan pernah tinggalkan aku." ucap Alex.
Hara diam dia membalikan badannya dan memeluk kekasihnya erat Hara melepaskan semua bebannya di dada bidang milik Alex, Ibunya belum juga sadar malah datang masalah lain, Alex membiarkan Hara menangis dia mulai melepaskan pelukannya saat tangisan wanitanya sudah mulai redah.
"Tatap mata Kakak." ucap Alex sambil memegang kedua pipi Hara.
Hara memandang wajah tampan itu, "Kita harus berjuang untuk mendapatkan restu dari Mamaku, jangan pernah berfikir untuk meninggalkan Kakak, Kakak mencintai kamu sayang." ucap Alex.
Hara mengangguk dia kembali memeluk Alex, "Iya Kak Hara janji tidak akan pernah meninggalkan Kakak." ucap Hara.
"Sini ikut kakak sebentar." ajak Alex membawah Hara ketaman bungga yang berada di depan rumahnya.
Alex mengandeng tangan wanitanya, mengajaknya duduk di kursi taman yang terbuat dari besi, saat ini hari sudah petang disana terlihat sangat indah karna banyak lampu-lampu yang menyinari taman itu.
"Tunggu sebentar Kakak ingin menghubungi Reno." ucap Alex.
"Oh ya kak Pak Reno kemana, tumben Kakak dari pagi bawah mobil sendiri..?" tanya Hara.
"Kenapa kamu nanyain Reno, kamu ngak boleh nyari'in cowok lain selain Kakak." jawab Alex memanyunkan bibirnya.
Itu terlihat sangat mengemaskan untuk Hara, dia mendekat dan mencubit pipi kekasihnya Alex meringgis kesakitan karena cubitan Hara cukup keras.
"Sayang sakiiiittt.." ucap Alex manja di elus pipinya sendiri.
"Sini biar ngak sakit lagi, maaf ya Kak." ucap Hara mengelus pipi Alex dengan sayang.
"Ya udah Kakak mau hubungi Reno dulu, biar dia yang antar kita Kakak capek sayang kalau harus menyetir lagi." ucap Alex.
Alex segera menelvon Reno 'tuuuut' terdengar dering ponsel dan tidak lama panggilan pun terhubung.
"Ren cepat kesini aku tunggu 10menit harus sampai." ucap Alex langsung mematikan ponselnya.
"Kak ngak boleh kayak gitu ih." ucap Hara protes.
"Kenapa sayang hem, mau belain Reno kamu ya." ucap Alex menarik hidung wanitanya, mereka bergurau tertawa bersama melupakan sejenak masalahnya.
Sementara Reno yang sedang bersantai mendengar perintah Alex mendengus sebal, "Dasar bos gila." umpat Reno.
Reno segera berangkat menuju rumah utama, untuk hari ini Reno tidak menjadi supir pribadi Alex karena dia mendapat tugas untuk mengurus proyek baru.
Alex yang mendengar pintu gerbang terbuka langsung mengajak Hara pergi dari taman, Alex yakin kalau yang datang itu mobil Reno, Reno sedikit terkejut karena disana ada Hara juga, dia sempat benggong menatap Hara yang terlihat sangat cantik malam ini, Alex yang melihat itu langsung menarik Hara untuk bersembunyi di belakangnya.
"Jangan lihat-lihat lue Ren, cari sana biar ngak kelamaan jomblo." ucap Alex.
Hara yang mendengar itu ikut tersenyum, baru kali ini Hara mendengar obrolan yang tidak formal dari keduanya, Reno memutar bola matanya malas melihat bosnya itu, dengan cepat Reno membukakan pintu dan kembali menuju kemudinya, mobil pun melesat pergi.
Dimobil Hara kembali diam, dia teringat lagi dengan kejadian di rumah kekasihnya tadi, Alex yang melihat perubahan wajah dari wanitanya menarik kepala Hara agar bersender dibahunya.
Hal itu tak luput dari penglihatan Reno, dia yakin bahwa ada masalah tadi di rumah utama, Reno hanya diam dan fokus dengan kemudinya menuju rumah Hara.
"Oh ya sayang besok kamu mulai kerja kan..?" tanya Alex membuyarkan keheningan dimobil.
"Iya kak." jawab Hara, Alex menyemangati dan meyakinkan kekasihnya bahwa semua akan baik-baik saja.
"Oh ya Kak Hara minta hubungan kita tetap di rahasiakan ya, Kakak tahu kan apa alasanku." pinta Hara.
"Iya sayang terserah kamu saja." jawab Alex pasrah, itu lebih baik menurutnya.
Jangan ditanya bagaimana nasip Reno yang menjadi obat nyamuk.
"Awas loe Lex, loe nyuruh gue cuma buat ngliatin loe pacaran." umpat Reno dalam hati.
"Jangan mengumpat, makanya cari cewek jangan kerja mulu." tiba-tiba suara itu muncul dari belakang.
"Wah parah sii udah kayak cenawang ini orang." batin Reno.
"Gak jelas." ucap Reno kepada Alex.
Akhirnya mereka pun sampai didepan rumah Hara, Hara segera turun dan melambaikan tangannya pada Alex, Alex ikut melambaikan tangannya Hara memasuki rumah tanpa menunggu Alex pergi.
"Sampai jumpa besok sayang." ucap Alex.
Alex pindah tempat dia duduk di depan sebagai teman, bukan sebagai bos lagi.
"Ren gue mau cerita nih." ucap Alex.
"Tentang Mama Dewi kan..?" tanya Reno balik, Reno sudah faham apa yang akan dibahas oleh bosnya itu.
"Kalau menurut gue sih perjuangin bro, kalau loe gak mau ya udah kasih ke gue, gue ikhlas." ucap Reno tersenyum melirik Alex, dia ingin tahu bagaiman reaksi sahabatnya ini.
"Loe mau mati hah." ucap Alex menonjok lengan Reno cukup keras, Reno meringis mengusap lengannya.
"Parah loe bro." ucap Reno mengusap lengannya, Reno melajukan mobilnya kembali jalanan juga sangat lengang ia menambah kecepatan mobilnya, dia ingin segera pulang dan mengistirahatkan badannya yang terasa remuk.
Mobil pun sampai Alex langsung membuka pintu tanpa menunggu Reno.
"Sebaiknya kamu menginap saja disini..!" suruh Alex.
"Ngak, gua ngak mau di introgasi sama Mama Dewi." ucap Reno cengegesan langsung melajukan mobilnya.
"Sialan loe." teriak Alex, ia berjalan melewati jalan pintas yang langsung menuju kamarnya, Alex masih sangat kesal dengan Mamanya, dia menduga pasti sekarang Mamanya menunggunya di diruang tamu dan dugaan Alex benar ternyata Mama Dewi menunggu bersama Papanya, dengan malas Alex menuju kamar mandi membersihkan badannya dan sebelum beranjak tidur dia mengirim pesan pada sang kekasih.
📤selamat tidur sayang, sampai ketemu besok dikantor ❤
Isi dari pesan Alex untuk Hara setelahnya ia beranjak tidur.
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,