NovelToon NovelToon
Cakrawala

Cakrawala

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 5
Nama Author: Cellestinee

Karena kemurkaan sang ayah, Khanza harus menjadi dokter relawan di daerah perbatasan. Tapi bukan Khanza namanya kalau tidak mengacau, apalagi dia dikelilingi tentara-tentara tampan dan seksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

"Karena pemerintah terkadang lalai jika mereka yang tinggal di daerah pelosok juga rakyatnya. Lihat saja, pembangunan lebih diutamakan di kota-kota besar. Regulasi yang ditegakkan hanya untuk kepentingan golongan tertentu. Kekayaan alam di hutan-hutan mereka usung untuk kepentingan daerah maju. Jika ada oknum yang menghasut penduduk di perbatasan untuk melepaskan diri dari pemerintahan agar mereka bisa mengurus daerahnya sendiri, makan akan terjadi gejolak di batas negara. Dan itu bisa memicu pemberontakan dan pelepasan wilayah kedaulatan. Tentu itu sangat menggangu pertahanan dan kemanan wilayah kita."

 

"Karena itu kalian menanamkan rasa cinta tanah air pada anak-anak ini?"

 

Kendra mengangguk, "Dulu waktu gue jadi anggota Satgaspamtas di Kalimantan lebih mengenaskan lagi keadaanyanya. Masyarakat perbatasan tidak mengenal rupiah. Mereka memakai ringgit untuk saling bertransaksi. Bahkan mereka lebih memilih pergi ke Malaysia hanya sekedar untuk berbelanja bahan makanan di pasar atau untuk berobat ke rumah sakit. Karena memang medan tempuh ke negara tentangga lebih mudah dan fasilitas yang ada juga lebih memadai daripada jika mereka harus ke kota. Tapi justru hal itu yang mengkikis rasa cinta tanah air di dalam diri mereka. Mereka lebih merasa menjadi bagian dari negara lain daripada negaranya sendiri. Bahkan dulu gue sering liat banyak pedangang-pedangang Indonesia yang memakai bendera merah putih untuk dijadikan alas dagangannya. Rasanya, tidak ada setitikpun di hati mereka rasa memiliki terhadap bumi pertiwi ini."

 

Gue merasa tertohok. Masih ingat gimana malesnya gue kalau di suruh upacara tiap hari Senin. Padahal itu hanyalah sebagian kecil dari penghormatan yang bisa gue lakukan untuk negara ini. Namun lelaki yang duduk di sebelah gue, justru memeras segala peluh dan keringatnya demi Sang Merah Putih agar bisa terus berkibar tinggi di pucuk-pucuk bumi pertiwi.

 

Kendra melanjutkan ceritanya, "Jadi sosialisasi seperti ini sangatlah penting. Terlebih lagi, kita yang terjun langsung ke lapangan adalah kepanjangan tangan dari pemerintah untuk bisa lebih mendekat pada rakyat. Ya meskipun kadang gue dongkol, kita yang sudah susah-susah membangun kepercayaan rakyat, tapi malah pemerintah di atas sana yang merusak citra negara dengan saling memperebutkan kursi untuk memperkaya diri sendiri."

 

Entah mendapat dorongan dari mana, gue yang terkesima dengan pemikiran pria satu ini tiba-tiba memajukan wajah gue dan mencium pipinya.

 

"Eh" Kendra terlihat begitu kaget dengan aksi spontan gue. Dia memegang bekas bibir gue di pipinya.

 

"Lo hebat banget. Gue salut sama lo" ucap gue memberikan satu jempol untuknya.

 

Dia masih kedip-kedip lucu.

 

"Pak.. bapak tentara.." gue menggerakkan tangan gue ke kiri dan ke kanan di depan wajahnya.

 

Begitu terkesiap dari keterkejutannya, dengan satu gerakan cepat dia memutar tubuh gue dan menyandarkannya di tiang kayu. Kendra menempelkan tubuh kami saling berdekatan dengan wajahnya hanya berjarak beberapa inchi dari wajah gue, "Gue bahkan nggak tau apa yang bisa gue lakuin ke elo. Jadi jangan coba-coba menguji pertahan diri gue" ucapnya tajam dengan nada bass yang rendah namun mendominasi.

 

Semakin dia mengancam, semakin tidak bisa gue menahan diri, "Oh ya?"

 

Cup.

 

Gue memperhatikan reaksi di wajah Kendra setelah bibir kita saling bertemu. Hanya sekedar kecupan kecil dari bibir ke bibir. Tidak ada lumatan. Tidak ada nafsu.

 

"Gue udah peringatin lo. Jadi jangan nyesel" Dengan sekali dorong, pria itu memenjarakan gue di antara tiang kayu dan tubuh kekarnya. Bibirnya melumat ganas bibir gue, melahap dan menyesap dengan sangat rakus. Lidahnya menelusup masuk, membuat nafas gue semakin terburu. Harusnya gue menyudahi hal ini, sungguh gue bukanlah wanita murahan yang melempar dirinya ke pelukan sembarang lelaki. Namun ternyata, otak dan tubuh gue tidak pernah berjalan selaras jika sedang bersama lelaki ini. Ah, kenapa gue jadi seperti ini?

1
Langit Biru
Jadi shower? 🤣🤣🤣 biar bisa ngintipin mamas mandi ya?
Fitriana Yusuf
suka dgn smua karyamu🙏🙏
Baper kusut
Nie novel pertama gw baca awal² punya Nt, hp lama yg udah d museum kan hehehe... eh nongol LG, tetep sukaaaa
scoup
Luar biasa
Dinda Apriani
alur cerita sangat bagus
missdy10
baca lagiiii...entah yg ke berapa
daraadf
Luar biasa
Mulyani Asti
nyusu terooossss Kendra hadeuhhh
Mulyani Asti
ahhh mau dong di peluk dari belakang
Mulyani Asti
aku malah mewek😭
Mulyani Asti
jadi patung gak tuh ke dra
Mulyani Asti: Kendra maksudnya hehe
total 1 replies
Mulyani Asti
malah Kendra yang takut di apa²in wkwkwk
imei
Luar biasa
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
Khanza dari orok udah centil
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
brownies e tanek,kematengen
😆😆😆
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
terhura aku
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
yeeee
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
dramatis kamu sa
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
kejutan....
g sabar baca selanjutnya
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
thor kamu sukses bikin aku nangis,dan sekarang senyum seperti pesannya mas Ken
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!