NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Pagi telah tiba, dengan cahaya fajar yang masuk melalui celah gorden kamar.

Raisa baru saja melewati malam yang mengerikan semalam, kegadisannya di ambil paksa oleh Dion dalam bayangan trauma. Tubuhnya masih terbaring kaku di atas kasur yang luas, selimut putih tebal di tarik sampai menutup dadanya. Seolah menyembunyikan kemben putih yang membungkus tubuhnya tanpa busana, tubuh penuh memar tersembunyi.

Di samping ranjang, Dion berdiri memunggungi istrinya di depan cermin besar lemari kayu. Dion, pagi ini mengenakan kemeja biru muda yang sudah disetrika oleh Bi Lis---art rumah. Jemarinya yang semalam digunakan untuk menyakiti Raisa, kini bergerak dengan tenang membenarkan letak kerahnya. Dari pantulan bayangan cermin, wajah Dion terlihat datar----seolah tak terbebani oleh dosa apapun yang telah di lakukannya.

Flashback Kejadian semalam.

Raisa mual-mual karena menelan cairan putih milik Dion, karena ini pertama kalinya bagi Raisa.

"Ueks...Ueks...uhuk...uhuk." Raisa mencuci mulutnya dengan sabun, matanya memerah.

Tanpa di duga sepasang tangan melingkar di pinggang ramping Raisa, membuatnya terkesiap.

"Malam ini kamu milikku...," bisik Dion dengan sensual.

Raisa merasakan jika dagu Dion di pundaknya, merasakan jambang tipis yang halus----terasa tajam dan geli. Tangan Dion juga dengan nakal, meraba paha dan bagian depan istrinya.

"Harum sekali...harum misk," ucap Dion dalam hatinya.

Seketika bulu kuduknya meremang, "mas...kamu bukannya jijik ama aku?" ucap Raisa memejamkan matanya dan hanya bicara dalam hatinya. Dion membalikan tubuh Raisa dengan mudahnya, Raisa duduk diatas wastafel kedua kakinya melingkar pada pinggang suaminya.

Tangan Dion meraba lembut dagu istrinya, lalu merengkuh manisnya ciuman dari bibir istrinya. Keduanya melakukan ciuman yang intim, dan mendamba. Raisa memejamkan matanya, merasa sangat heran dengan sang suami---kenapa disaat seperti ini Dion mau menyentuhnya.

Bukankah Dion sangat membencinya, bahkan sama sekali tak mau jika memiliki seorang anak darinya. Dion melepas ciumannya, lalu membawa Raisa dalam posisi---kakinya masih melingkar di pinggangnya.

Raisa di baringkan di atas kasur.

Dion membuka kancing kemejanya berwarna hitam satu persatu, dan Raisa masih di bawah sana---lalu kemejanya di buang ke sembarang tempat. Pria itu bersiap untuk berkuda, mata Raisa melihat tubuh atletis suaminya bagai dewa Yunani----Raisa langsung menelan salivanya.

Dion melebarkan dua pilar putih yang ada di bawah sana, lalu menyingkirkan penutup yang menghalangi pemandangan lembah tersembunyi di bawah sana. Tangan Dion meraba lembah tersembunyi milik Raisa, tangan Raisa meremas ujung sprei dengan mengigit bibir bawahnya.

Dion tahu istrinya masih bersegel, jadi dirinya akan membuatnya rileks dan untuk itu Dion mencoba cairan madu di lembah tersembunyi milik istrinya. Dion berlutut, menyapa lembah tersembunyi dengan lidahnya untuk mencoba manisnya cairan madu. Pertama kali dalam hidup Raisa, merasakan aliran listrik dari pangkal pilar putih tersembunyi, sampai puncak gunung kembar yang terlihat dari dua pilar kokoh itu.

Dion melakukan gerakan melingkar di bawah sana, Raisa mengigit bibirnya---seolah enggan mengeluarkan desahan. Semakin mengeluarkan suara-suara---semakin kejam Dion di bawah sana.

Raisa melenguh, saat Dion di bawah sana menekan intinya---dan menjerit karena tak tahan, tangannya secara refleks di letakkan di kepala suaminya. Raisa membelai lembut kepalanya, rambutnya gaya buzzcut.

Sementara Dion masih di bawah lembah tersembunyi itu, sambil terus menghisap cairan madu---Raisa berteriak tadi---namun kembali di bungkam rapat-rapat. Sampai puncaknya hujan mengalir di bawah sana, tangan Dion masih disana---Raisa secara spontan mendorong kepala Dion menjauh.

"Akh...Ma-mas...Akh," ucap Raisa, tubuhnya miring ke samping, tangan Dion masih disana.

Jari-jarinya masih di lembah tersembunyi itu, Raisa tak berani menyingkirkannya. Karena akan ada permainan kejam lagi bagi Dion.

"Mas...," ucap Raisa lirih.

Matanya sudah berair dan jantung berdegup kencang, Dion membalikan tubuh Raisa dengan kasar. Kedua tangannya diikat menggunakan dasinya, lalu di ikat ke atas. Tubuh Raisa yang meliuk-liuk seolah membangkitkan gairah tersembunyi dalam diri Dion, dan benar saja---lingerie yang menutup pemandangan dua gunung kembarnya di singkirkan. Wajah Dion dengan jambang tipis di tenggelamkan----di antara dada Raisa, sensasi gairah bercampur geli terasa.

"Akhhhh!!" jerit Raisa saat Dion mengigit kulit halusnya.

"Mas...sakit!" keluh Raisa.

Tangan Dion menggenggam bagian depan yang muncul itu, terasa pas di tangannya----lalu wajahnya kembali di tenggelamkan di sana.

"Ini hukuman karena kamu seharian bersama Dokter itu!" ucapnya.

"Astagfirullah Mas! aku ama---akhhh!" jerit Raisa yang tiba-tiba Dion menggigitnya.

Dion ingin membuat tanda di setiap inci tubuh istrinya, agar membuktikan kepada Dokter Hassan jika Raisa adalah miliknya. Setelah puas menghukum Raisa dengan menciptakan berbagai tanda, Dion bersiap menancapkan patok miliknya di antara dua pilar sebagai penanda.

"Akhh..." rintih Raisa.

"Shitt nggak masuk lagi!" dengus Dion, yang merasa batang patok itu terlalu besar dan tak bisa di tancapkan.

Dion segera bangkit menuju nakas, mengambil minyak---untuk dioleskan pada batang patok miliknya sebagai penanda. Juga Dion mengoleskan minyak di antara lembah tersembunyi milik Raisa, agar batang patok itu mudah di tancapkan. Dion memasukannya dengan pelan-pelan, dan Raisa meremas ujung spreinya.

"Oh Shitt kenapa menjepit," kata Dion saat batang patok itu di tancapkan diantara dua pilar milik Raisa.

Raisa tangannya dengan posisi terikat ke atas, lalu memejamkan mata---saat Dion memacu kudanya menuju lembah tersembunyi miliknya. Suara demi suara terdengar, Raisa memejamkan matanya---ini pertama kali untuknya.

"Akh...Akh..Akh, yes baby," ucap Dion memacu kudanya menyusuri lembah tersembunyi itu.

Waktu berlalu, batang patok itu tiba-tiba mengeluarkan cairan putih membuatnya tumbang---menyadari hal itu Dion kembali memacu kudanya menuju pilar tersembunyi milik Raisa. Pelan-pelan Dion menarik batang tersembunyi itu, dan menyudahi aktivitas berkudanya. Dion melepaskan ikatan itu, malam yang kelam bagi Raisa---Dion menyudahi aktivitas berkudanya.

Flashback Off ke pagi hari.

Pagi ini Raisa tak bergerak sedikit pun, hanya diam dengan mata yang sembab. Setiap inci tubuhnya, dan bagian bawahnya masih terasa perih dan berdenyut---semalam meninggalkan luka fisik dan mental yang mendalam. Dion meninggalkan Raisa tanpa empati sedikit pun, untuk berangkat ke kantor.

Baginya semalam adalah kemenangan untuknya----bisa melihat pembully masa lalunya menderita adalah keinginan yang di tunggu. Sang ibu sedang koma di rumah sakit, hal ini bisa menjadi kesempatan emas untuk menuangkan semua amarahnya yang terpendam pada Raisa.

"Ya allah hamba berserah padamu, hamba melayani suami hamba dengan baik sebagaimana makmum. Tapi kenapa Imam Hamba tak bisa membimbing hamba," Doa Raisa, tangannya menarik selimut menutupi tubuhnya.

*

*

*

*

1
Sunarti Narti
Thor ini ceritanya ganti judul,tapi tokonya masih sama,tapi Thor jangan banyak kekerasan dalam rumah tangga, serem baca nya,🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Putri Sabina: yang ini KDRT, ceritaku yang mayor nggak ada kok kak🥲
total 1 replies
Ma Em
Raisa kamu jgn lemah dong lawan Dion kalau Raisa takut maka Dion akan semakin senang melihat hdp Raisa tersiksa , makanya lawan jgn cuma menangis sdh tanggung Raisa diam tdk melawan disiksa dipukul kalau melawan dipukul wajar tapi kalau diam dan menangis saja lbh parah .
Putri Sabina: gimana mau lawan kak, kan nggak punya penghasilan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!