NovelToon NovelToon
Nona Cantik Psycho

Nona Cantik Psycho

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: oell

Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vanes & Roy

..."Anda di tangkap atas kasus pembunuhan berencana" ucap polisi Prayoga itu tegas....

..."Kenapa saya? Bukan saya, Pak, tapi dia, Kiara yang sudah membunuh Aldi," ucap Angel panik. Dia menunjuk-nunjuk Kiara dengan cepat....

..."Anda bisa jelaskan semuanya di kantor polisi," ucap polisi Hartono....

...Mereka membawa Angel dengan paksa....

..."Bukan saya, Pak, tapi dia, cewek cupu itu Pak. Tolong lepaskan saya." Angel masih terus memberontak....

..."Kiara, ini semua ulah Lo kan? Liat aja, gue bakal bikin perhitungan buat Lo," ucap Angel dengan menatap Kiara tajam....

..."Bukan saya, Pak. Saya di jebak." berulang kali Angel memberontak dan memohon untuk di lepaskan, namun kedua polisi itu tak menghiraukan nya dan tetap menarik Angel dengan paksa....

...Semua orang yang ada di sana menyaksikan penangkapan itu....

...Vanes memeluk Kiara dengan erat."Kamu jangan takut lagi ya, Kia, dia udah di tangkap," ujar Vanes, Kiara mengangguk pelan....

..."Ternyata yang membun*h kak Aldi itu Angel? Malah main tuduh aja lagi kalo Kiara yang lakuin," ucap Sinta kesal....

..."Iya, gak nyangka Angel jahat banget ya." tambah Tasya....

..."Gue kira dia itu baik, ternyata salah, dia itu jahat dan tukang fitnah," ucap Riska....

...Anak-anak lain pada mengangguk setuju....

..."Sudah-sudah, sekarang kita kembali ke puncak, beresin barang-barang kalian, kita pulang," ucap Pak Ridwan yang baru saja menghampiri mereka....

..."Yahhh, gak jadi piknik dong pak," ucap Sinta....

..."Teman kita sedang bersedih, dan kasus ini juga belum beres, tempat itu juga masih mau di pakai polisi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kita akan melanjutkan camping ini lain kali," jawab Pak Ridwan sambil memijit pelipisnya, nampak nya dia masih sangat syok dengan kejadian ini....

...***...

...Anak-anak mulai membereskan barang-barang nya masing-masing, Kiara yang di bantu Vanes dengan cepat mengemas barang-barang bawaannya nya....

...Tenda mereka sengaja di tinggal untuk penyelidikan lebih lanjut, anak-anak hanya di perbolehkan membawa barang bawaan, kecuali tenda mereka....

..."Udah semua, Kia?" Tanya Vanes....

..."Udah, yuk," jawab Kiara, dia menggandeng tangan Vanes dan bergabung bersama anak-anak lainnya....

...Mereka turun ke perkampungan untuk berterima kasih kepada warga setempat....

..."Terima kasih Pak RT, Bu RT, dan Bapak Ibu yang telah menjamu kami dengan baik, memberikan izin untuk melakukan aktivitas di desa ini. Mohon maaf, bila sekiranya ada dari saya atau pun anak-anak murid saya yang menggangu ketenangan Bapak dan Ibu, saya selaku wakil mereka minta maaf, dan maaf juga karna sudah membuat keributan dan kegaduhan disini," ucap Pak Ridwan sambil menunduk....

..."Tidak apa-apa, Pak. Ini sudah takdir, tidak ada yang mau hal yang tidak di inginkan ini terjadi.Dan juga, kami sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan Bapak, dan juga anak-anak murid Bapak. Kami justru senang desa kami di kunjungi oleh para murid yang penuh semangat seperti ini," jawab Pak Samsul selaku RT di desa itu sambil menepuk pelan bahu Pak Ridwan....

...Terima kasih sekali lagi, Pak. Kalau begitu kami pamit dulu," ucap pak Ridwan....

..." Iya, hati-hati di jalan," jawab Pak Samsul....

...Mereka berpelukan sebentar, mencoba menguatkan satu sama lain....

..."Terima kasih, Pak, Bu," ucap anak-anak serentak sambil membungkuk tanda menghormati....

...Para warga di sana mengangguk, ada yang tersenyum, ada juga yang menangis mengantarkan rombongan Kiara ke bus....

...***...

...Saat Vanes duduk di bangku dekat jendela, Roy langsung duduk di sebelah nya. Melihat Roy yang tiba-tiba duduk di samping nya, wajah Vanes langsung merah padam....

..."Lo ngapain di sini? Ini itu tempatnya Kiara." Vanes bertanya dengan nada tinggi nya....

..."Heh, cewek aneh! Lo kalo ngomong jangan kuat-kuat napa, sakit kuping gue!" Sentak Roy sambil mengusap-usap telinga nya....

..."Bodo amat, mau Lo budek sekalian gue gak peduli," ucap Vanes galak....

..."Kiara, gue duduk di sini yah, Lo duduk di belakang aja bareng Rifki, please." Roy menyatu kan telapak tangannya memohon kepada Kiara, entah apa yang membuat nya menjadi Roy yang tidak terlalu mementingkan derajat nya itu....

..."Oke," jawab Kiara singkat, dia lalu duduk di samping Rifki yang berada di belakang Roy....

..."Ehh, Kiara. Lo mau dekat kaca?" Tawar Rifki....

..."Boleh? Tapi aku emang suka dekat kaca sih," jawab Kiara sambil tersenyum canggung....

..."Ya boleh dong, masa gak boleh." Rifki berdiri dan menukar tempat duduknya dengan Kiara....

..."Thanks," ucap Kiara tulus....

..."No problem," jawab Rifki....

...Melihat Kiara yang sudah duduk di belakang nya, Vanes menatap Roy sinis....

..."Lo apaan sih, Lo mau ngejauhin gue sama Kiara?" Tanya Vanes....

..."Udah, Lo diem aja deh, berisik banget jadi cewek. Lagian kalian itu gak berjauhan, cuma terhalang jok kursi ini doang. Lebay banget sih," ucap Roy sambil memukul jok kursi belakang Vanes....

..."Dasar cowok aneh, Lo ngapain duduk disini? Lo mau deket-deket sama gue ya?" Tanya Vanes masih dengan raut kesal nya....

..."Jangan kepedean Lo, gue duduk disini karena di belakang engep banget, gak ada angin, makanya gue pindah," jawab Roy, namun rona wajahnya berubah, ada semu merah di pipinya....

..."Alah, alasan aja Lo, apa bedanya disini sama di belakang, cuma terhalang jok kursi ini doang, lebay banget sih Lo" Vanes membalik kan ucapan Roy....

...Mata Roy melotot mendengar ucapan Vanes....

..."Astaga, ini cewek kenapa berisik banget ya?"...

...ucap Roy sambil menutup matanya dan bersender di jok kursi nya....

..."Apa Lo bilang?" Teriak Vanes....

..."Hei, hei, ada apa ini? Vanes? Roy?" Tanya Pak Ridwan....

..."Tau nih, Pak. Si cewek aneh ini, masa dia marah saya duduk disini," ucap Roy santai....

..."Saya gak mau satu kursi sama dia, Pak," ucap Vanes merajuk....

..."Siapa yang mau satu kursi sama Lo, Lo gak liat ini tuh kursi nya dua," ucap Roy sambil memperlihatkan jok kursi yang terpisah namun tempat duduknya menyatu....

..."Pokoknya aku gak mau," ucap Vanes masih kesal....

...Pak Ridwan memijit kening nya, kepalanya seakan-akan mau pecah mendengar pertengkaran mereka....

..."Sudah-sudah, Vanes, Roy, kalian harus akur....

...Tidak papa duduk sebangku seperti ini dulu, tujuan kita mengadakan acara camping ini juga kan untuk meningkatkan kedekatan kalian semua, jadi kalian tidak boleh pilih-pilih teman, mengerti ya? Pokoknya bapak gak mau dengar pertengkaran kalian lagi, oke?" Pak Ridwan memberikan tanggapan dengan bijaksana....

...Vanes hanya mengangguk lesu, sementara Roy terlihat sumringah....

...Setelah suasananya sedikit membaik, Pak Ridwan kembali ke depan duduk di dekat supir, dan kembali menunduk dan memijit kepalanya....

..."Denger tuh kata Pak Ridwan, kita harus akur," bisik Roy pada Vanes....

..."Diem Lo, najis gue akur sama cowok playboy cap buaya kayak Lo," jawab Vanes dengan berbisik juga namun dengan nada yang sinis....

...Roy hanya tertawa kecil melihat tingkah Vanes....

...***...

...Masih setengah perjalanan tiba-tiba bus mereka tumpangi mogok dan tidak bisa jalan, suasana di tempat itu sangat sepi, hanya ada pohon-pohon rimbun di kiri dan kanan jalan yang hanya bisa dilewati dua mobil kecil, di sebelah kanan jalan terdapat jurang yang amat tinggi, di tambah suasana yang sore menjelang magrib membuat suasana horor makin terasa....

..."Kenapa berhenti di tempat seperti ini?" Tanya Vanes sambil terus memperhatikan ke arah luar jendela....

..."Bus nya mogok," jawab Roy....

...Bersambung.........

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣 suka cwek cupu yg Badas gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!