NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

"Ja-jadi....."

"Ya... Aku yang sengaja melakukan itu, kenapa? Apa kamu sudah sadar dengan kekalahan kamu Ratih?" tanya Pak Sabar.

"Tu-tunggu Bu, Pak. Sebetulnya ada apa ini? kenapa jadi seperti ini, sebetulnya ada apa?" tanya Gani yang masih tidak mengerti.

"Kamu yang mau jelaskan atau saya yang jelaskan pada anak kamu Ratih?" tanya Pak Sabar dengan mata yang menatap tajam pada wanita paruh baya di hadapannya.

"Pak Sabar... Apapun yang terjadi dengan masa lalu ibuku dan juga Anda tapi tidak sepantasnya Anda mematikan rejeki kami, minimarket itu satu-satunya penghasilan kami selama ini. Kenapa bapak tega melakukan hal itu pada kami?" kata Lika.

"Itu urusan saya, seharusnya minimarket itu adalah milik Kakak saya yang direbut paksa oleh Ibumu dan suaminya. Minimarket itu adalah lambang kesalahan dan juga keserakahan mereka, itu lah kenapa aku membalaskan semua yang terjadi pada kakakku pada kalian. Dan kamu Gani, saya menikahkan kamu dengan Nisya hanya karna Nisya yang mencintai kamu bukan karna restu saya. Dari awal saya sudah tau siapa kamu dan keluargamu, tapi saya diam karna saya ingin mengetahui dengan jelas kehidupan kalian dengan mudah. Dan semuanya berhasil, bahkan kamu dan Ibumu tidak menyangka kan kalau saya melakukan semua itu pada kalian. Itu balasan untuk orang serakah seperti ibumu dan juga ayahmu!" kata Pak Sabar.

"Tapi Pak... Pernikahan saya dengan Nisya tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan kalian di masa lalu, saya tidak tau jika antara kedua orangtua saya memiliki masa lalu yang buruk bagi keluarga bapak. Saya..." kata Gani.

"Saya tau... Makanya saya mengizinkan Nisya menikah dengan kamu, tapi setelah saya mengetahui sifat dan sikap kamu selama ini pada Nisya saya jadi tau bahwa sikap kamu ternyata tidak jauh beda dengan ayah kamu. Dan saya beritahu, kalau kalian mau ketemu dengan Ayah kalian. Kalian bisa mengunjunginya di lapas terpencil di kota ini!" kata Pak Sabar.

"Sudah Pak, sebaiknya biarkan mereka pergi. Mama sudah muak melihat wajah mereka, Mama jadi merasakan sakit dan sesak yang sama saat melihat Kak Yuli menderita dulu" kata Mama Nisya dengan mata berkaca-kaca.

"Sabar.. Tolong jangan lakukan ini pada kami, terlebih pada Gani. Dia sama sekali tidak tau apa-apa, semua adalah kesalahan saya dan ayah mereka. Tolong jangan ikut hukum mereka seperti ini, kalau minimarket itu bangkrut bagaimana dnegan hidup kami selanjutnya?" kata Bu Ratih.

"Itu bukan urusan saya! Seperti apa yang kamu katakan pada Kak Yuli, saya juga berhak mengatakan itu pada kalian. Masih untung saya tidak mengambil balik atau menuntut kamu karna memiliki minimarket itu dengan paksaan!" kata Pak Sabar membuat Bu Ratih terbelalak kaget. Ia sedikit takut dengan Pak Sabar, lantaran saat kejadian itu ia tidak tau jika Yuli memiliki saudara yang masih hidup.

"Ayo pergi Lika, Gani... " kata Bu Ratih dengan lirih.

"Tapi Bu...."

"sudah ayo pergi..." jawab bu Ratih menyeret paksa Gani dan juga Lika di kanan kirinya.

"Tunggu dulu bu.. Gimana nasib rumah tangga Gani dan juga Nisya...." kata Gani yang kekeh tidak ingin meninggalkan rumah itu.

"Sudahlah Gani, nanti kita pikirkan. Sekarang kita pulang dulu, ibu janji nggak akan membiarkan rumah tangga kamu kenapa-kenapa!" bisik Bu Ratih.

"Pergilah, jangan pernah kembali!" kata Pak Sabar.

Setelah kepergian Gani dan keluarganya, Pak Sabar dan juga istrinya masuk kedalam rumah. Nisya yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka dalam diam melihat kedatangan Bapaknya pun langsung mengangkat wajahnya dan menatap wajah Lelaki itu dengan banyak tanda tanya.

"Pak.. Sebetulnya...."

"Seperti yang kamu dengar tadi!" kata bapak.

"Tapi.. Dimana sekarang Bibi Yuli?" tanya Nisya kembali membuat mata Pak Sabar berkaca-kaca.

"Bibi kamu sudah meninggal Nis. Beliau neninggal dengan keadaan yang sangat memprihatinkan!" kata Mama Nisya membuat perempuan itu menutup mulutnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Pak? Lalu kenapa saat itu bapak menikahkan kami jika bapak tau kalau Mas Gani adalah anak dari orang yang sudah menyakiti bibi" kata Nisya.

"Karna kamu mencintainya Nak, bapak tidak bisa melihat kamu tersiksa karna bapak tidak mau menikahkan kalian. Bapak saat itu paham, jika kamu masih terlalu mudah untuk memahami semuanya. Bapak rasa kamu masih ingat umur berapa ketika kamu memutuskan menikah dengan Gani" kata Pak Sabar.

"Benar apa yang bapak kamu bilang Nis, saat itu kami sama-sama tau jika jiwa muda mu mudah memberontak. Kamu tidak akan percaya dengan apa yang kami katakan, makanya kami membiarkan kamu menjalani kehidupan dengan Gani sampai kamu mengetahui bagaimana sikapnya!" kata Mama.

"Tapi... Soal minimarket itu?" tanya Nisya penasaran.

"Soal minimarket itu... Itu benat milik bapak, kamu kan tau kalau bapak sudah punya toko sembako waktu itu. Bapak hanya memperbesarnya dengan membeli beberapa saham retail, terus ya bapak minta bangun di lokasi itu." kata Pak Sabar.

"Ma... Emmm bagaimana jadinya? Nisya yakin mereka nggak akan diam aja terutama Mas Gani. Mas Gani pasti akan terus datang kesini mengusik Nisya" kata Nisya.

"Kamu tenang aja, dia nggak akan mengusik kamu. Tapi bapak yakin kalau dia pasti akan terus berusaha mengambil hati kamu dan mempertahankan pernikahan kalian, sekarang semuanya ada ditangan kamu. kamu hanya pikirkan mau seperti apa" kata Pak Sabar menjawab pertanyaan Nisya.

"Nisya pasti memikirkannya Pak. Terutama untuk anak-anak, Nisya nggak mau juga anak-anak kehilangan sosok ayahnya. Nisya tau gimana deketnya Adila dengan Mas Gani, begitu juga Hawa yang lumayan dekat dengan Ayahnya" kata Nisya membuat kedua orangtua nya menganggukkan kepala.

"Yasudah kalau begitu, tapi kalau kamu mau kembali pada Gani. Pastikan dia berubah dulu, jangan langsung menerima dia kembali. Setidaknya buat jarak diantara kalian. Dan bapak minta kamu jangan pernah terkecoh dengan sikap baik mertuamu!" kata Bapak.

"Maksud bapak apa? Kan bapak tau bagaimana sikap mereka pada Nisya, kenapa bapak bilang mereka bersikap baik?" tanya Nisya dengan dahi menyerit.

"Tentu saja. bapak hafal betul sikap ibu mertuamu itu, dia pasti akan bersikap baik setelah tau kalau orangtua mu bukan seperti yang dia pikirkan. Apalagi bapak sudah membuka semuanya kalau bapak mempunya minimarket dekat milik mereka yang hasil rampasan itu!" kata Bapak yang juga dibenarkan oleh Mama.

"Iyaa bapak kamu benar Nis. Sebaiknya kamu harus berubah dan jangan terpedaya dengan mereka. Mereka itu ular dan nggak akanlama lagi kamu pasti akan terjerat dengan bisanya!" kata Mama membuat Nisya terdiam.

"Nisya yakin, Nisya bisa jaga diri Ma. Toh selama ini juga mereka ngga berani bertindak lebih pada Nisya!" kata Nisya dengan senyum kecil.

"Itu karna mereka belum tau yang sebenarnya!" kata Bapak.

"Sudah ikuti saja apa saran bapak, ingat ya kalau mereka berbuat seenaknya kamu harus balas. Kamu nggak boleh diam aja, apalagi kalau sampai mereka main tangan seperti tadi. Terutama si Lika itu!" kata Mama.

"Iyaa iyaa Ma, Lika itu memang mulutnya pedes! Tapi di balik itu sebetulnya banyak kecemburuan dia pada aku Ma, aku tau betul dia bagaimana!" kata Nisya.

"Maksud kamu apa? Kenapa dia cemburu sama kamu?" tanya Mama.

"Iya di cemburu karna aku dimajakan oleh Mas Gani, sedari awal menikah Mama tau kan kalau Mas Gani suka membelikan aku dan anak-anak emas? Dari situ Lika selalu menatap aku dengan pandangan tidak suka. Aku juga nggak tau kenapa!" kataku menaikkan kedua bahu.

"Aneh, seharusnya dia senang karna adik lelakinya mampu menghidupi wanita yang sekarang jadi istrinya. Kenapa malah begitu? Emang kayaknya otak mereka itu rada-rada deh ya?" kata Mama yang bertambah kesal.

"hatinya di penuhi dengan iri dan dengki. Persis seperti ibunya!" kata Bapak.

Bersambuunggg...

****

Hay guys... Sorry ya hari gini baru update satu, plis deh kepala author itu pasanya pening banget. Buat liat layar itu rasanya muter banget, nulis satu bab aja author sampe 3x berhenti loh...

Maaf yaaaa....🙏🥰

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!