NovelToon NovelToon
Talak Tiga Di Malam Pertama

Talak Tiga Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Salwa Azzahra, gadis berusia 22 tahun, menikah dengan orang yang sangat dia cintai , dan berharap Salwa bisa keluar dari rumah yang membuathya terluka . namun harapannya hancur seketika di malam pertama pernikahan .

Baru saja akad dilaksanakan, Yogie, suaminya, langsung menjatuhkan talak tiga tepat di malam itu juga, tanpa penjelasan yang masuk akal. Ia mengembalikan Salwa ke rumah orang tuanya seolah gadis itu barang yang tidak berguna. Salwa hancur, merasa harga dirinya diinjak-injak, dan kini harus menanggung malu serta fitnah masyarakat yang menuduhnya bersalah hingga diceraikan secepat itu.

Di balik sikap dingin Yogie, ternyata ada rahasia besar dan alasan tersembunyi yang membuatnya terpaksa melakukan hal menyakitkan itu, meski sebenarnya ia menyimpan rasa peduli. Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian, saat luka keduanya belum sembuh , apakah Salwa akan kembali pada Yogie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Setelah suasana haru dan bahagia mereda, mereka bertiga masih duduk melingkar di ruang tengah itu, suasana terasa begitu hangat dan akrab. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi rasa curiga atau ragu. Kini, Ardiansyah, Bunga, dan Salwa telah menjadi satu kesatuan keluarga yang utuh, terikat oleh kasih sayang, keikhlasan, dan tekad yang sama.

Ardiansyah mengusap air mata bahagia yang masih tersisa di sudut matanya, lalu menatap putri dan wanita yang dicintainya itu dengan sorot mata penuh semangat dan tekad yang membara. Ia menarik napas panjang, seolah mengumpulkan seluruh kekuatan yang ada di dalam dirinya untuk menyampaikan rencana besar yang sudah ia susun matang-matang selama bertahun-tahun.

"Nak... Bunga..." ucap Ardiansyah perlahan namun tegas, suaranya kembali berwibawa namun tetap lembut. "Ada kabar penting yang belum Ayah sampaikan padamu. Kabar yang menjadi puncak dari semua persiapan yang kita lakukan belakangan ini."

Salwa menatap ayahnya dengan penuh perhatian, hatinya berdebar karena merasakan ada sesuatu yang besar akan diungkapkan. Bunga pun tersenyum penuh arti, seolah ia sudah mengetahui apa yang akan dikatakan Ardiansyah, namun ia tetap diam membiarkan pria itu berbicara.

"Ingat, Nak? Selama beberapa minggu ini kau belajar keras bersama Tante Bunga. Kau pelajari seluk-beluk perusahaan, kau pelajari cara memimpin, kau pelajari bagaimana menghadapi dunia bisnis yang keras dan penuh persaingan itu. Semua itu bukan sekadar pengetahuan biasa, tapi bekal untuk tanggung jawab besar yang akan segera kau emban," lanjut Ardiansyah.

Ia menatap lekat-lekat wajah Salwa, lalu mengucapkan kalimat yang membuat jantung gadis itu berpacu kencang karena kaget sekaligus bangga.

"Kurang dari dua minggu lagi, perusahaan kita akan merayakan ulang tahunnya yang ke-21. Sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, dari nol hingga menjadi perusahaan raksasa yang disegani di negeri ini. Dan di hari ulang tahun itu... Ayah akan melakukan dua pengumuman besar yang akan menggetarkan banyak pihak."

Ardiansyah berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya meresap, lalu melanjutkan dengan nada yang penuh kebanggaan.

"Pengumuman pertama... Ayah akan secara resmi mengumumkan pengunduran diri Ayah dari jabatan Direktur Utama. Dan sebagai gantinya... Ayah akan menunjuk dan melantik Salwa Azzahra... putri kandungku sendiri... menjadi Direktur Utama yang baru, penerus tunggal seluruh kekuasaan dan kekayaan keluarga kita."

Mulut Salwa terbuka lebar karena tak percaya. Matanya membelalak, menatap ayahnya dan berganti ke arah Bunga yang tersenyum mengangguk membenarkan.

"A-Ayah... Benarkah itu? Saya... saya yang akan menjadi Direktur Utama? Tapi Ayah... saya baru belajar sebentar... saya masih banyak kurangnya..." gumam Salwa terbata-bata, merasa mimpi mana yang begitu indah ini.

Ardiansyah tertawa kecil, lalu menepuk bahu putrinya dengan bangga.

"Tenang saja, Nak. Ayah dan Tante Bunga sudah memperhitungkan semuanya. Kau sudah belajar dengan sangat baik. Kau cerdas, kau tegar, dan kau memiliki hati yang tulus. Itu bekal utama seorang pemimpin. Lagipula, Ayah dan Bunga tidak akan pergi ke mana-mana. Kami akan selalu ada di sampingmu, mendampingimu, dan membimbingmu. Jabatan ini bukan hanya soal kekuasaan atau uang, Salwa. Ini adalah posisi terhormat yang akan membuatmu setara, bahkan jauh di atas mereka yang dulu pernah meremehkanmu. Di saat Sania hanya bisa bermimpi menjadi istri orang kaya, kau justru akan menjadi pemilik kekayaan itu sendiri. Di saat ibumu dan Pak Joko hidup dalam kepura-puraan dan ketakutan, kau justru akan berdiri tegak di puncak kejayaan."

Ardiansyah mendekatkan wajahnya, suaranya menjadi lebih rendah namun penuh makna.

"Dan kau harus benar-benar bersiap, Nak. Baik fisik, penampilan, pengetahuan, maupun mental. Di hari itu, akan hadir semua orang penting, pejabat, pengusaha, dan tentu saja... rekan-rekan bisnis yang mungkin juga berhubungan dengan mereka Joko, Ratna dan bahkan keluarga Pratama. Di hari itu, kau akan muncul sebagai wanita paling berkuasa dan paling dihormati. Kau akan tunjukkan pada dunia, bahwa gadis malang yang mereka buang itu kini telah bangkit menjadi ratu yang memegang kendali atas segalanya."

Salwa menelan ludah, rasa kagetnya perlahan berganti menjadi rasa percaya diri dan kebahagiaan yang luar biasa. Selama ini ia hanya ingin membalas dendam, tapi ternyata ayahnya memberikan lebih dari itu: ia memberikan kejayaan, kehormatan, dan kekuasaan mutlak.

"Lalu... apa pengumuman kedua itu, Ayah?" tanya Salwa penasaran, matanya berbinar-binar.

Ardiansyah tersenyum lebar, lalu menggenggam tangan Bunga yang ada di sampingnya dengan lembut namun erat. Ia menatap wanita itu dengan penuh cinta, lalu kembali menatap Salwa.

"Pengumuman kedua... tentu saja berita bahagia untuk kita bertiga. Di hari yang sama, saat semua orang penting hadir... Ayah akan mengumumkan rencana pernikahan Ayah dengan Tante Bunga. Ibumu yang baru," jawab Ardiansyah dengan suara lantang dan penuh sukacita.

Mendengar itu, hati Salwa terasa penuh meluap oleh kebahagiaan yang tak terlukiskan. Dua minggu lagi... di satu hari yang sama, ia akan dilantik menjadi pemimpin besar, dan ayahnya akan mengukuhkan ikatan suci dengan wanita terbaik yang ada di dunia ini bagi mereka. Itu adalah mimpi terindah yang menjadi kenyataan.

Salwa langsung bangkit berdiri, lalu memeluk ayahnya dan Bunga bersamaan dengan erat sekali, air mata bahagia kembali menetes namun kali ini disertai senyum yang paling lebar dan cerah.

"Terima kasih... terima kasih banyak, Ayah... Tante Bunga..." isak Salwa bahagia. "Ini... ini adalah hal terindah yang pernah terjadi dalam hidup saya. Dua minggu lagi... saya akan menjadi orang baru sepenuhnya. Saya tidak sabar menunggu hari itu tiba. Hari di mana kita bertiga akan bersinar terang, dan hari di mana mereka yang jahat akan kaget, takut, dan menyesal seumur hidup mereka."

Bunga mengusap punggung Salwa dengan lembut, ikut larut dalam kebahagiaan itu.

"Kami juga tidak sabar, Nak. Dua minggu ke depan akan sangat sibuk. Kita akan menyiapkan segalanya, mulai dari gaun terbaik, penampilanmu, pidato, hingga setiap detail kecil agar saat kau melangkah masuk ke ruangan pesta itu, semua mata akan tertuju padamu dengan kagum dan hormat. Kau akan menjadi bintang utama malam itu, Salwa."

Ardiansyah mengangguk mantap, sorot matanya tajam penuh tekad.

"Benar. Dua minggu lagi, topeng mereka akan terbongkar perlahan. Dua minggu lagi, permainan kita benar-benar dimulai. Saat kau sudah memegang kendali perusahaan, saat nama kita sudah diakui dan dihormati... barulah kita mulai bergerak perlahan menghancurkan apa yang mereka banggakan. Kita akan ambil segalanya dari mereka, sama persis seperti cara mereka mencoba mengambil dan menghancurkan hidupmu dulu."

Salwa melepaskan pelukannya, lalu berdiri tegak dengan dada membusung. Wajahnya memancarkan keanggunan, kekuatan, dan kebahagiaan yang sempurna. Ia menatap ayah dan ibunya dengan pandangan setara.

"Saya siap, Ayah. Saya siap, Tante . Saya akan belajar lebih giat lagi. Saya akan berlatih sekeras-kerasnya. Dua minggu lagi... saya akan pastikan, kehadiran saya akan menjadi kejutan terbesar bagi mereka. Dan kebahagiaan kita bertiga... akan menjadi pukulan telak bagi mereka yang berniat buruk pada kita."

Di ruang tengah itu, malam itu menjadi saksi kebahagiaan dan rencana besar yang telah matang. Semuanya tinggal menunggu waktu. Dua minggu lagi, dunia Salwa akan berubah total. Dan di balik kemegahan dan pesta itu, tersimpan rencana pembalasan yang akan mengguncang hidup Joko, Ratna, Sania, dan Yogie Pratama sampai ke akar-akarnya.

Bersambung,,,

1
Alit Liet
ceritanya bagus tidak berbelit2
Alit Liet
bab 23 nya mana
Jetva
Yogie..kamu sayang tp kamu talak 3...jelas kamu tak bisa lagi kembali padanya...lelaki koq otaknya kecil..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!