Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetua Xu Mulai Curiga
Tetua Xu berdiri dengan tangan di belakang punggung. Jubah putihnya bergerak perlahan tertiup angin malam.
Tatapannya dingin saat memandang Luo Han yang di penuhi niat membunuh ke arah Zhang Tian.
Sementara Luo Han langsung menundukkan kepala, dia tidak menyangka tetua Xu yang sebelumnya sudah pergi akan kembali lagi.
“K-Ketua Xu…” Luo Han berbicara dengan gugup. Wajahnya terlihat pucat ketakutan.
Namun meskipun wajahnya terlihat ketakutan, dalam hatinya dia ingin sekali memaki lelaki tua itu, karena jika dia tidak datang, dia sudah membunuh Zhang Tian Sekarang.
Tetua Xu bersikap acuh, dia melirik kamar Zhang Tian yang rusak karena pertarungan mereka berdua. Lalu tatapannya lalu jatuh kepada Luo Han.
“Bukankah aku memberimu hukuman, namun bukannya kamu kembali ke sekte untuk memahami kesalahanmu, kau justru datang membuat masalah lagi?”
“Apakah kamu berfikir dengan menjadi murid sekte pedang langit kamu bisa mengabaikan aturan dan bersikap semena-mena dimana saja?” Mata Tetua Xu menjadi dingin, bahkan mulai ada niat membunuh di matanya.
Jika bukan karena menjaga harga dirinya yang akan ditertawakan orang lain karena menindas junior, dia sudah membunuh Luo Han sejak awal. Karena dia sangat tidak menyukai sikap yang Luo Han tunjukan ketika berada di luar. Sikapnya saat ini akan mempermalukan sekte pedang langit sekaligus juga membawa masalah.
Luo Han juga sadar kalau Tetua Xu adalah orang yang paling membenci murid arogan yang menyalahgunakan kekuatan.
Luo Han buru-buru berkata, “Tetua Xu, aku hanya…”
Namun jawaban yang di dapat.
“Diam.”
Boom.
Tekanan spiritual langsung menghantam tubuh Luo Han dengan kuat. Tekanan itu langsung membuatnya berlutut di tanah, darah perlahan keluar dari sudut bibirnya.
Dua pengawal yang dia bawa dari Sekte Pedang Langit di belakangnya langsung pucat dan ikut berlutut.”Tetua Xu, kami tidak ikut membuat masalah, kami hanya diajak menemani Luo Han, kami tidak tahu dia akan membuat masalah.”
“Meskipun kalian tidak membuat masalah, kalian tetap akan di berikan hukuman ringan, kalian tidak akan mendapat sumberdaya sekte selama tiga bulan.” Suara tetua Xu seperti dekrit kaisar, kedua pengawal Luo Han yang juga dari sekte pedang langit tidak berani membantah. Mereka hanya menunduk setuju.
Anggota keluarga Zhang yang menonton dari kejauhan langsung menelan ludah.
Karena kekuatan Tetua Xu terlalu mengerikan, hanya dengan satu kata, Luo Han yang arogan langsung tidak mampu melawan.
“Beginilah jika memiliki kekuatan, kata-katamu adalah dekrit kaisar.”
“Luo Han sangat arogan ketika bertemu lawan lemah, namun jika bertemu lawan kuat, dia seperti ayam kena penyakit.”
Suara-suara anggota keluarga Zhang sibuk berdiskusi di antara mereka.
Tetua Xu perlahan mengalihkan pandangannya kepada Zhang Tian.
“Hm, sepertinya kau menjadi lebih kuat dari sebelumnya.” Ada rasa terkejut di mata tuanya, karena hanya dalam waktu singkat, belum sampai sehari, Zhang Tian sudah menjadi lebih kuat.
“Bakatmu memang tidak buruk, tapi ingat satu hal untuk bisa mengendalikan diri. Karena di
Sekte Pedang Langit ada banyak jenius.”
“Jangan lupa untuk melapor tiga hari kemudian.” Setelah berkata, tetua Xu langsung menghilang di udara.
Zhang Tian mengangguk pelan. “Senior, saya mengerti.”
Bersamaan dengan itu, tekanan besar di sekitar area juga perlahan menghilang. Luo Han langsung menarik nafas lega begitu melihat tetua Xu sudah menghilang.
Luo Han masih berlutut beberapa saat sebelum perlahan berdiri.
Tatapannya dipenuhi kebencian saat memandang Zhang Tian, rasanya dia ingin memakan daging Zhang Tian dan memberikan tulangnya pada anjing.
Namun meskipun dia sangat membenci Zhang Tian, dia tidak berani bergerak sembarangan lagi. Dia khawatir Tetua Xu akan tiba-tiba muncul seperti hantu kaya sebelumnya.
Luo Han menggertakkan gigi, matanya menatap Zhang Tian dengan dingin, “Kali ini kau beruntung. Namun lain kali, keberuntunganmu tidak akan bertahan seperti ini.”
Setelah berkata demikian, dia langsung pergi bersama dua murid lainnya. Langkahnya terlihat cepat, jelas hatinya penuh amarah.
Menyaksikan Luo Han akhirnya pergi, Lin Xue menghela napas lega. Dia khawatir jika Luo Han masih ada disini semua hal buruk yang dia lakukan akan di ucapkan, inilah yang membuatnya takut.
Dia lalu memandang Zhang Tian dengan ekspresi rumit. “Tidak menyangka kau ternyata sekuat ini sekarang, bahkan kamu jauh lebih kuat dari tiga tahun lalu.”
Zhang Tian sedikit terdiam, dia merasa tidak perlu menjawab apapun.
Melihat Zhang Tian hanya diam, Lin Xue tersenyum pahit.
Dia berkata dengan sedih, “Dulu kau sangat lembut padaku, selalu mengalah padaku dan mendengarkan apapun yang aku katakan.”
“Tapi sekarang kau tidak terlihat seperti Zhang Tian yang dulu aku kenal.” Ada rasa kekecewaan di mata Lin Xie saat berbicara.
Roh Kaisar Naga Petir di kepala Zhang Tian tertawa bangga, “Tentu saja berbeda, jika pewaris Kaisar Naga Petir yang aku pilih sangat bodoh, aku akan memukul kepalanya hingga menjadi pasta.”
Suaranya Kaisar naga petir tampak sangat dingin, “Meskipun kamu masih memiliki perasaan dengan wanita ini, jangan menjalin hubungan apapun dengannya. Karena tidak ada manfaatnya untukmu. Fokus utamamu untuk menjadi kuat, jika kamu cukup kuat, tidak akan ada yang merebut wanitamu. Jika kamu cukup kuat, banyak wanita akan mengantri padamu.”
Mendengar lelaki tua di kepalanya yang mulai bersikap tak tahu malu, wajah Zhang Tian menggelap. “Baiklah, kakek, aku salut padamu.”
“Kakek sialan.” Roh Kaisar naga petir memaki. Zhang Tian mengabaikan kaisar naga petir, dia memandang Lin Xie Lalu berkata, “Orang memang ada kalanya berubah. Jadi nona Lin, jika tidak ada hal lain, silahkan kembali.”
Melihat sikap acuh Zhang Tian, Lin Xie merasa sedikit kecewa. Namun dia tahu tidak mungkin memaksa Zhang Tian untuk saat ini.
Sebelum pergi dia berkata, “Hati-hati jika kamu tiba di sekte pedang langit, karena Luo Han memiliki kakak laki-laki yang jauh lebih kuat. Dia juga diterima sebagai murid salah satu tetua disana.”
Zhang Tian hanya mengangguk tak menjawab.
Dan dia memang tahu setelah berurusan dengan Luo Han pasti akan ada masalah lain, namun dia tidak begitu ambil pusing.
Apa yang terjadi hari ini hanyalah permulaan. Dia tidak akan mengusik siapapun jika orang lain tidak mengusik dia, namun jika mereka yang mulai, dia juga tidak takut.
......................
Malam semakin larut namun Zhang Tian tidak langsung tidur. Dia kembali duduk bersila di kamarnya yang rusak.
Petir kecil mulai muncul di sekitar tubuhnya.
Teknik kaisar naga petir.
Krakk! Krakk!
Petir menyambar ke segala arah tanpa henti.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?