NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 MENDADAK JADI BINTANG SEKOLAH

Ana tersadar ketika semua memandangnya, tangannya langsung menjauh dari kepala Kai.

Jeje dan Sheila masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Kai bahkan nggak marah." sahut Jeje, menggeleng - gelengkan kepalanya.

"Ana. Sini, hei sini.." panggil Sheila, Ana langsung berbalik tapi sebelum ia beranjak pergi..

"Tunggu."

Ana tertahan mendengar suara itu, membuat semua badannya kaku untuk bergerak lagi.

"Aku pusing, bawa aku ke UKS." jelasnya dengan ekspresi datar.

"Hah? Padahal aku lempar bola nggak terlalu keras. Apa dia mau pingsan gara - gara aku?" bingung Ana, lalu berbalik mendekat dan kini ada disamping Kai.

"Maaf, tapi kamu keliatannya baik baik aja." sahut Ana, berjalan di belakang Kai.

"Lho. Mereka mau kemana?" tanya Jeje dan Sheila saling melihat satu sama lain.

Siswa - siswi yang ada dilapangan semuanya heboh melihat Ana dan Kai bersama. Dan begitupun, guru olahraga Pak Bowo yang mencemaskan Kai karena dia siswa teladan di Sekolah itu.

Di ruang UKS, Kai duduk di kursi UKS padahal yang berjaga disana memintanya untuk tidur diranjang agar tidak pusing.

"Dia bohong atau benar - benar pusing nggak sih? Hem.." batin Ana penasaran dan menatap tajam.

"Ehem. Kamu pasti mau bilang aku bohong ya?" tanya Kai dengan tatapan sinis.

"Nggak." singkatnya sambil menggeleng pelan, tak lama Pak Bowo datang dengan cemas.

Disitu, Ana disalahkan karena tak hati - hati saat bermain bola.

"Kamu harusnya hati - hati. Kai nanti ada Olimpiade, jangan sampai dia sakit dan gugur sebelum lomba." tegur Pak Bowo. Ana hanya menunduk dan meminta maaf.

"Aku kurang enak badan, Pak. Bukan salah dia, terkena bola semakin membuat aku pusing dan sepertinya sekarang aku baik - baik aja." jelas Kai, membuat Pak Bowo pun akhirnya menyetujui penjelasan Kai.

Ana terdiam cukup lama setelah Pak Bowo pergi, "Kenapa diam aja?"

"Sampai kapan kamu mau istirahat di UKS? Aku harus pergi ke lapangan."

"Baiklah. Ayo pergi." singkatnya.

"Istirahat aja, aku yang pergi. Kamu udah merasa lebih baik, kan?" tanya Ana.

Kai sudah berdiri dan kini berhadapan dengan Ana.

"Aku ingin bertanya sesuatu. Kamu seperti temanku, dan-"

"Dan apa?" tanya Ana semakin penasaran.

"Entahlah, lupakan. Mungkin cuma perasaanku aja." jawab Kai, langsung menghentikan topik pembicaraannya.

Mereka kembali ke lapangan dan meneruskan lagi pelajaran olahraga walaupun dengan hati yang masih bertanya - tanya.

Tak terasa jam pulang Sekolah pun akhirnya tiba.

"Na. Kamu pulang sama siapa?" tanya Sheila sambil mengemasi buku - buku dan memasukkannya ke dalam ransel.

"Aku pulang sendiri, naik bis. Kenapa?" jawab Ana.

"Mau ikut kita nggak ke Mall, aku mau beli lipstik."

"Kayaknya aku nggak bisa, aku ada les matematika." timpal Jeje.

"Nggak asyik huuu." Ledek Sheila.

"Em.. sepertinya aku juga nggak bisa hari ini." jawab Ana dengan ekspresi sedih.

"Hish kalian tega. Tapi gimana kalau besok kita pergi ke bioskop. Jangan menolak ya." sahut Sheila.

Tiba - tiba ia menerima banyak notifikasi di ponselnya. Saat dilihat ternyata...

Ting

Ting

Ting

"Apa ini?!"

"Waw, ini kan murid baru di Sekolah kita! Siapa ya namanya?"

"Dia gadis yang manis dan imut. Aku mengaguminya."

"Dia harus jadi iklan promosi Sekolah kita nggak sih?"

"Dia bintang sekolah."

Sheila langsung menepuk pundak Ana dengan bersemangat.

"Ana!!! Banyak yang menyukai foto kamu di grupgram Sekolah kita! Ini hebat!" teriak Sheila.

Jeje pun ikut melihat ponselnya, dan bertepuk tangan.

"Kamu mendadak jadi artis, Na."

"Hah? Ga mungkin." saat melihat Grupgram, benar saja beberapa orang banyak yang berkomentar kagum. Ana memang masuk ke Grupgram Sekolah dan pihak Sekolah biasanya memposting siswa - siswi termasuk Ana, tapi sebelumnya ia tidak pernah mengunggah wajahnya sama sekali di media sosial.

Ana masih tak percaya dan berusaha menahan rasa gugupnya ketika melihat beberapa komentar yang memujinya.

Kai juga melihat foto tersebut, tapi tidak ikut menyukai fotonya ataupun ikut berkomentar. Disisi lain, Nathaniel yang sedang memakan makanan di Kantin dan bolos kelas, tiba - tiba melihat unggahan tersebut.

"Hah? Ini cewek yang tadi." mengamati, tak bisa dibohongi memang Ana sangat cantik. Tapi Nathaniel cuek dan kembali menyimpan ponselnya.

"Kenapa bos?" tanya Ian, sambil menyeruput mie kuah pedas.

"Si cewek itu. Siapa sih namanya?" sambil memperlihatkan layar ponselnya kembali, terlihat unggahan wajah Ana.

UHUK!

Mie keluar dari hidung Ian, membuat yang lain dan Nathaniel mual.

"Jorok banget!" teriak mereka.

"Hehe nggak sengaja. Wah cantik banget ya. Cocok sama Boss nih, percaya deh." celetuknya lagi, teman - teman yang lainnya pun ikut setuju.

"CK nggak level." tepisnya, sambil terus memperhatikan layar ponselnya.

TRING!

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, tampak para siswa bergegas pulang. Begitupun Ana yang sudah keluar dari Kelas.

Namun tiba - tiba, Nathan menarik tas Ana dari belakang.

Ana yang terkejut dan sedikit terjungkal di tubuh Nathan yang tinggi.

"Kamu lagi." sahut Ana, lalu menghela nafas lelah.

"Lho, harusnya aku yang bilang kayak gitu. Kamu nggak akan minta maaf sama aku kah?" sahut Nathan lalu tertawa pahit.

"Minta maaf untuk apa?" tanya Ana dengan ekspresi malas.

"Tunggu, kamu udah nabrak aku. Jadi kamu harus minta maaf." jawab Nathan.

"Aku nggak akan minta maaf kalau aku nggak salah. Tapi kan, yang nabrak duluan kamu. Jadi, minggir sekarang!" tegas Ana.

Nathaniel yang melihat Ana mulai kesal padanya, semakin gemas dan ingin terus menjahili nya.

"Kamu nggak boleh pulang sebelum minta ma-" belum selesai Nathaniel bicara, ia langsung menghentikan bicaranya karena ternyata Kai berdiri di belakang Ana. Memandangnya dengan tatapan tajam.

Mereka beradu tatap tajam, Ana yang tak menyadari pun terheran dan langsung melihat ke belakang.

"Hah? Ka-Kai,, waduh! Jangan - jangan mereka mau berantem di depan aku. Mending kabur ah." batin Ana, ia berjalan sedikit berjinjit.

"Mau kemana? Urusan kita belum selesai." sahut Nathan, yang semula usil tiba -tiba nadanya berubah sangat serius ketika Kai datang.

"Dia harus pulang, nanti tertinggal bis berikutnya." jawab Kai, membuat mata Nathan merah dan rahangnya mengeras.

Ana yang panik, berusaha menenangkan keduanya.

"Kalian jangan berantem disini dong. Aku mau pulang dulu ya, nanti kita bicara lagi." sambil melihat ke arah Nathan, tapi Nathan masih menatap tajam ke arah Kai begitupun Kai.

Ana menggigit jarinya, berharap mereka bisa pergi juga dari hadapannya.

"Ini udah jam 5 sore, kalian nggak akan pulang?" tanya seseorang dari belakang, yakni Pak Anton.

Mendengar itu, Ana merasa sangat lega. Keduanya pun berhenti saling menatap dan langsung pergi setelah memberi salam kepada Pak Anton.

"Fyuh...akhirnya mereka pulang juga." batin Ana, lalu ikut berpamitan juga kepada Pak Anton.

#Bersambung...

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!