NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

014~

Sesampainya di rumah, Wei Zhu Chen sedang duduk di balkon kamar sembari menatap lurus ke arah halaman rumah, selang beberapa menit sebuah mobil BYD Qin berwarna hitam berhenti diluar pagar rumah, Lin Xia Mei turun dari mobil dengan ekspresi datar dan dingin.

"Lin Xia Mei, aku penasaran mengapa kau sengaja menjauhiku?" gumamnya pelan.

Lin Xia Mei masuk ke dalam rumah, ia melihat Bibi Yu Si sedang sibuk mengepel lantai ruang tamu. Lin Xia Mei tersenyum, ia sudah menemukan target agar bisa mendapat poin.

"Nyonya." sapa Bibi Yu Si sopan.

Lin Xia Mei tidak membalas sapaan tersebut, ia berjalan mendekat ke arah Bibi Yu Si. Langkahnya semakin dekat, tidak lupa pula ia menyetel wajah dingin untuk ART-nya tersebut.

Lin Xia Mei menghentikan langkah, ia melihat air di ember. Dalam satu kedipan mata, air di ember sudah tumpah di lantai karena Lin Xia Mei mendorong embernya dengan satu kaki.

Bibi Yu Si terdiam sambil merasakan hatinya berdesir bercampur sedih dan emosi.

"Kenapa masih diam? Buta?"

Bibi Yu Si bergegas mencegah air agar tidak mengalir lebih jauh lagi. Lin Xia Mei menyeringai, tidak terlihat sedikitpun rasa bersalah.

"Ganti airnya, aku tidak sudi lantai rumah ini di pel menggunakan air kotor."

Tanpa protes sedikitpun, Bibi Yu Si hanya mengangguk pasrah.

"Selamat, inang. 10 poin berhasil diterima." ucap Bao.

Sebelum pergi, Lin Xia Mei menatap tajam Bibi Yu Si.

"Jika sampai aku melihat kau mengepel lantai dengan air seperti tadi, air itu tidak hanya akan ku tumpahkan ke lantai, tapi kubuat kau meminumnya!"

Bibi Yu Si menunduk takut.

"Kau dengar?"

"Baik, Nyonya. Saya akan mendengarkan perintah anda." jawab Bibi Yu Si masih dengan menundukkan kepala.

"Bagus."

Setelah itu Lin Xia Mei melanjutkan langkah, ia menaiki anak tangga dengan menghela napas beberapa kali. Ia membuka pintu dan melihat keberadaan suaminya yang sedang duduk di tepi ranjang.

"Sudah pulang?" sambut Wei Zhu Chen.

"Menurutmu?!" Lin Xia Mei memicingkan mata, ia terus berjalan dan berhenti di depan meja riasnya.

"Xia Mei, kurasa aku sudah terlalu lembut dan lupa mendidikmu."

Lin Xia Mei meletakkan tas dan belanjaanya, ia memutar badan dan menatap Wei Zhu Chen dengan berani.

"Apa kau menyesal Tuan Wei?" tanya Lin Xia Mei dengan nada santai.

"Aku menyesal karena tidak mendidikmu dengan benar."

Lin Xia Mei tersenyum malas mendengar jawaban suaminya.

"Aku bukan anak sekolahan lagi yang harus kau didik, Zhu Chen. Sekalipun aku adalah seorang siswi dan kau guruku, aku lebih memilih pindah sekolah daripada harus berurusan denganmu."

Wei Zhu Chen mengepalkan tangan mendengar ucapan Lin Xia Mei. Ia berdiri dan berjalan pelan menghampiri Lin Xia Mei, mereka berdiri saling berhadapan dengan tatapan tajam.

"Xia Mei, katakan kepadaku. Apa kekuranganku?"

Lin Xia Mei mengerlingkan mata.

"Sungguh tidak sadar diri. Zhu Chen, kau pikir kau adalah suami sempurna hanya karena memberiku banyak uang?" Lin Xia Mei tersenyum remeh.

"Sekalipun kau memberiku uang yang bisa membeli dunia, kau tidak pernah layak ku sebut suami sempurna."

Wei Zhu Chen mencekal pergelangan tangan Lin Xia Mei.

"Tanganmu yang halus ini adalah hasil kerja uangku, Xia Mei. Jangan lupa, dulu di pedesaan kau harus bekerja kasar!"

"Lantas apakah aku harus bersujud dan menjilat kakimu? Cih!" Lin Xia Mei menghempaskan cekalan Wei Zhu Chen dengan kasar.

Tatapan Wei Zhu Chen berubah lembut dalam hitungan detik, ia langsung menarik Lin Xia Mei ke dalam pelukannya.

"Istriku, katakan padaku. Apa kekuranganku? Aku akan berusaha keras untuk menjadi suami sempurna untukmu." suara Wei Zhu Chen berubah lemah.

Lin Xia Mei berusaha melepaskan diri, berkali-kali ia berontak dengan tenaga besar namun tetap kalah dengan tenaga Wei Zhu Chen.

Jika Lin Xia Mei tidak ingat dengan akhir tragis, mungkin sekarang ia sudah berhasil diluluhkan.

"Jangan menyentuhku sembarangan, Zhu Chen!"

Bukannya melepas pelukan, Wei Zhu Chen justru semakin mengeratkan pelukannya. Pikirannya sudah kesana-kemari terlebih saat melihat supir grab car tadi masih muda dan terbilang tampan.

"Apa aku sudah tidak tampan di matamu?" tanya Wei Zhu Chen.

"Apa kau suka suka tipe wajah supir grab car tadi?"

"Katakan, istriku. Katakan... Bicaralah sesuatu."

"Aku akan mata lemas jika kau terus memelukku erat seperti ini, Zhu Chen!"

Wei zhu Chen lekas melepas pelukan, akhirnya Lin Xia Mei bisa menghirup banyak oksigen.

"Kau berencana membunuhku, ya?!" bentak Lin Xia Mei.

"Maaf, aku tidak sengaja." ucap Wei Zhu Chen penuh rasa bersalah.

"Hm, menjijikkan." Lin Xia Mei mengibas pakaiannya.

Wei Zhu Chen terdiam, merasa sedih melihat Lin Xia Mei membersihkan pakaian bekas ia peluk tadi.

"Lain kali jangan menyentuh tanpa izin dariku."

"Tapi kau istriku, aku berhak menyentuhmu." balas Wei Zhu Chen.

"Tapi ini tubuhku, tidak ada yang lebih tau kondisi tubuhku selain diriku sendiri, Zhu Chen."

Bip. Bao muncul.

"Selamat inang, rasa suka Tokoh utama pria berkurang satu , sekarang sudah 69%." ucap Bao.

"Akhirnya! Semangat, sudah setengah jalan." Lin Xia Mei merasa senang.

Malam harinya..

Wei Zhu Chen sedang keluar karena ada urusan, ini adalah momen yang Lin Xia Mei suka, ia tidak perlu berakting memasang wajah ketus dan sebagainya, ia bisa menjadi dirinya sendiri.

"Bao." panggil Lin Xia Mei, Bao pun muncul dengan wujud kucing imut.

"Inang, Bao disini."

"49 persen lagi aku bisa menyelesaikan misi. Bao, aku sudah tidak sabar untuk pulang." ungkap Lin Xia Mei.

"Selamat inang,"

"Bao, apakah nanti kita akan bertemu lagi di duniaku?" tanya Lin Xia Mei, senyumnya tiba-tiba memudar.

"Kemungkinan besar hal itu tidak akan terjadi inang. Bao memiliki banyak tugas."

"Sayang sekali, aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu." ucap Lin Xia Mei dengan ekspresi sedih.

"Inang, Bao tidak akan menghapus ingatanmu. Bao akan tetap hidup di dalam ingatanmu." hibur Bao.

"Bao, kemari. Duduk disebelahku."

Bao pun patuh, ia berdiri diatas tempat tidur disamping Lin Xia Mei.

"Inang, jangan sedih. Uang hadiah senilai satu miliar yuan sepertinya akan mampu membuatmu melupakan Bao."

Lin Xia Mei menoleh pada Bao dengan mata berkaca-kaca.

"Bao, seberapa besar uang yang akan ku dapat, tidak akan mampu membeli kenangan. Uang sebanyak itu tidak akan mampu menghilangkanmu dari ingatanku."

Lin Xia Mei menitikkan air mata.

"Inang, misimu masih belum selesai dan kau sudah memikirkan hal ini? Lebih baik belajar menjadi orang jahat."

Lin Xia Mei tertawa kecil.

"Sabar, Bao. Pura-pura baik itu lebih mudah daripada pura-pura jahat. Pura-pura baik masih akan mendapat perlakuan baik dari orang, kalau berpura-pura jahat? Yang didapat adalah rasa amarah, benci dan dendam."

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!