Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 - Si Gila Bram
“Tabrak aja. Tapi aku gak akan nyingkir dari sini!” tantang Riana dengan sebelah mata terpejam, sedang sebelah lagi hanya menyipit agar tetap bisa mengawasi motor yang ditunggangi Zayn atau Bram, takutnya laki-laki itu sungguh berani menabraknya. Riana bergeming dalam hatinya dia berdoa, agar masih diberi kesempatan melihat hari esok.
“Lu udah gila ya. Si Zayn bayar lu berapa sampe lu rela mati konyol kaya gini,” Riana diam tak menyahut namun matanya sepenuhnya terbuka kali ini.
Bram pun terpaksa mematikan mesin motornya, “Naik,” Ucapnya.
“Kenapa?”
“Malam ini gue harus tetep pergi, karena lu gak ngijinin gue pergi sendiri jadi lu ikut sama gue. Jadi buruan naik,” titahnya.
“Emangnya kamu punya urusan apa diluar sana, kamu hanya kepribadian lain dari Zayn,” ujar Riana.
“Berisik. Kalau lu gak mau ikut minggir sana, gue buru-buru,” dia tetap bersikeras.
Riana berdecak pelan, mau tak mau ia pun ikut naik ke motor Bram, “nih pake helm, seenggaknya kalau lu ke lempar dari motor kepala lu tetap aman,” Ujarnya diiringi tatapan sinis.
Riana mengambil helm itu tanpa menanggapi perkataan Bram, motor pun melaju kaluar bahkan kini sudah mulai memasuki jalan raya. Awalnya dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang, namun lambat laun dia mulai menarik gas motornya, melaju dengan kecepatan tinggi.
“Mmmm mmm mmm mmmm," ucap Riana yang hanya terdengar seperti gumaman ditelinganya.
Plak...
Dia memukul pundak Bram dengan kesal.
“KAMU DENGAR AKU GAK?!” TERIAKNYA.
Bram acuh, dia terus melajukan motornya sesuai keinginannya, bahkan dia pun sampai menerobos lampu merah, membuat jantung Riana ketar-ketir dibuatnya.
“PELAN-PELAN BAWA MOTORNYA!" Teriak Riana, yang lagi-lagi hanya di acuhkan oleh Pria yang mengaku sebagai Bram itu.
‘Mampus lu, siapa suruh lu ngalangin jalan gue,’ Bram tersenyum Devil dibalik helm full facenya.
“BERHENTI, BERHENTI!” TERIAK RIANA.
Akhirnya Bram pun memperlambat laju motornya, kemudian menepi di dekat trotoar. Sementara Riana wanita langsung bergegas turun dan berlari ke dekat selokan.
Huek ... Huek
Arghhhh... Pekiknya.
Dia memuntahkan sisa isi perutnya yang hanya berupa cairan di sana, sementara Bram tersenyum miring melihatnya, dia memang sengaja melakukan itu agar Riana kapok dan tak lagi mengganggunya.
Riana bangkit sambil menyeka mulut dengan punggung tangan, “kamu udah gila ya, bawa motor kaya lagi di arena balap, kalau misalnya kita celaka gimana,” cecarnya.
“Kalau lu takut pulang sana, lagian si Zayn juga gak bakal inget apa-apa ko besok, lu tinggal bilang kalau gue tetep di rumah semaleman. Jadi lu aman, gue juga aman,” usulnya.
Riana memutar bola matanya malas, dia kembali naik dan duduk di belakang Bram, “ayo jalan,” ujarnya tak peduli.
Dia tak langsung menjalankan kembali motornya, “Lu bener-bener yakin mau ikut gue, gak takut muntah-muntah lagi?”
“Yakin. Karena aku gak bisa pulang kalau kamu gak pulang, inget tubuh yang kamu pake itu tubuh bos aku, jadi tugas aku disini tuh jagain tubuh bos aku dengan aman, awas aja kalau sampai kamu bikin dia celaka,” cecar Riana.
Bram berdecak kesal, sepertinya keputusannya mengajak Riana adalah keputusan yang salah. Tadinya dia pikir dengan membawanya naik motor dengan kecepatan tinggi itu akan membuat Riana kapok dan minta pulang sendiri, namun nyatanya tidak, Riana tetap keras kepala tak mengijinkannya pergi sendiri.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄