NovelToon NovelToon
The Girl Who Likes Me

The Girl Who Likes Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:245.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elkuna

Sebuah tragedi berhasil merenggangkan hubungan persahabatan di antara Juni dan Risa, sehingga membuat keduanya harus berpisah untuk sementara.

Setelah sama-sama melalui tahun yang berat, Juni dan Risa mengalami perubahan drastis.

Juni yang dulunya gendut dan ceria berubah menjadi tampan dan pendiam. Dia hanya baik kepada satu gadis bernama Amelia.

Pada semester kedua di tahun pertama Juni kuliah, dia dikejutkan dengan kedatangan Risa sebagai mahasiswi baru. Bagaimana tidak? gadis itu menjadi lebih agresif dan tomboy dari biasanya. Risa bilang dia datang kembali untuk mendapatkan cinta dari sahabatnya.

"Aku mencintai Amelia, titik!"- Juni.

"Aku akan melakukan segalanya untuk membuat Juni jatuh cinta kepadaku."- Risa.

Visual ada di Bab 35 ya!

Harap maklumi kalau dari segi cerita dan penulisan masih banyak kekurangan. Karena ini novel pertama saya. Semoga kalian suka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elkuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Hari Menuju Prom

"JUNI!!!" pekik Risa di depan jendela kamar Juni.

"Risa?.... ngapain sih kamu?" ujar Juni seraya membuka jendelanya. Tanpa pikir panjang, Risa pun langsung menerobos masuk lewat jendela.

"Ris! apaan sih! kan kamu bisa masuk lewat pintu depan, kenapa lewat sini?" tanya Juni yang keheranan.

"Nggak apa-apa, aku cuman senang dengan keputusanmu Jun!" Risa menatap Juni dengan binaran mata.

"Puas kau!" Juni menggertakkan giginya.

Grab!

Gadis berambut pendek itu langsung memeluk tubuh Juni yang empuk dengan lemak. Mata Juni langsung membola, sudah lama lelaki itu tidak merasakan pelukan Risa sejak beberapa tahun yang lalu.

Pelukan itu terasa berbeda, karena usia keduanya yang sudah mulai beranjak dewasa.

"Ris! Ris! udah..." Juni melepaskan pelukan Risa dengan pelan. Wajah lelaki itu tampak memerah. Risa yang melihatnya perlahan mengukir seringai di wajahnya.

"Idih! .... Juni salah tingkah! ... hahaha!" sindir Risa dengan gelak tawanya.

"Apaan sih!" respon Juni sembari mendorong sahabatnya dengan pelan.

"Nggak lucu!" Juni membalas menyeringai.

"Ngomong-ngomong, apa yang membuatmu berubah pikiran?... aku penasaran Jun!"

"Entahlah, pengen aja gitu!" sahut Juni singkat, seolah malas memberikan penjelasan.

Risa yang mendengarnya langsung berdecak kesal, lalu menepuk pundak Juni sekuat tenaga.

"Aduh! sakit tau!" pekik Juni sembari menatap tajam ke arah sahabatnya.

"Nggak ada yang berubah ternyata..." ujar Risa seraya menilik setiap sudut kamar Juni.

"Kenapa?... nostalgia ya?" tebak Juni santai.

Risa melirik Juni pelan, lalu tersenyum dengan lebar. Perlahan gadis itu mengacak-acak barang-barang Juni yang ada di meja belajar.

"JANGAN!" Juni langsung merebut buku yang hampir di buka oleh Risa.

"Apaan sih itu? ... kasih tahu dong Jun!"

"Bukan apa-apa kok!"

"Sini nggak!" Risa berusaha merebut kembali buku dengan sampul hitam itu.

"Enggak!"

"Sini!"

Sekarang kedua sahabat itu saling berebut buku hitam tersebut. Hingga keduanya sampai saling melotot satu sama lain.

Ceklek!

Tiba-tiba dari balik pintu tampak seorang wanita paruh baya, yang tidak lain adalah Rahma ibunya Juni. Wanita itu terlihat heran melihat keberadaan Risa.

Sedangkan Juni dan Risa masih terus berkelahi. Hingga Risa berhasil mendorong Juni ke kasur, sekarang buku hitam itu berada di tangan gadis berambut pendek itu. Namun gadis tersebut langsung mematung seketika, saat melihat Rahma yang sudah berdiri di depan pintu.

"Mamah pikir kenapa toh ribut-ribut, ternyata ada Risa..." Rahma menghela nafasnya.

"Risa kapan kamu datang? ... kok aku nggak lihat kamu masuk ya?" tanya Rahma penasaran.

"A-a-aku.... "

"Tadi masuk kok Mah! ... Mamah aja yang enggak lihat!" Juni berusaha sebisa mungkin membela sahabatnya.

"Ya sudah... kalau mau main di ruang tamu aja ya, jangan di kamar!" tegur Rahma yang tampak mengernyitkan dahi lalu segera beranjak pergi dari kamar Juni.

Risa langsung mendengus nafas dengan lega. "Sepertinya mamah kamu lagi PMS ya!" ucap Risa dengan kekehnya.

"Iyalah! .... soalnya akhir-akhir ini, ayah dan mama sering bertengkar. Meski cuma saling marah biasa sih!" jelas Juni.

"Oh..." respon Risa singkat sembari menundukkan kepalanya.

***

Matahari terlihat muncul dari ufuk timur. Tampak seorang gadis berambut pendek sebahu menggesekkan sepatu rodanya, menyusuri jalanan beraspal. Risa menghirup udara segar di pagi hari. Bulir-bulir embun masih terlihat di sela-sela tanaman. Gadis itu sesekali merentangkan tangannya untuk menikmati harinya.

Hingga tibalah dia di depan rumah Juni. Dia merekahkan bibirnya membentuk senyuman, dan segera melangkahkan kakinya masuk ke rumah sahabatnya itu.

"Selamat pagi..." sapa Risa sembari menjulurkan kepalanya dari balik pintu. Lagi-lagi kedatangannya di sambut dengan perkelahian antara dua kakak beradik.

"Sebentar lagi napa!!!" pekik Juni.

"Aduh Kakak cepetan dong, ini udah telat tau!" Sofi membalas memekik.

Risa yang mendengar keributan itu langsung menghampiri Sofi yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.

"Kak Risa?" mata Sofi membola melihat kedatangan Risa yang tiba-tiba.

"Tenang Sof, biar Kakak yang urus!" ujar Risa dengan lagak percaya dirinya.

"Jun cepetan! Kalau tidak, aku bakalan kasih tahu Sofi tentang Amel!" ancam Risa sambil menempelkan sebelah tangannya ke pintu kamar mandi. Juni yang mendengarnya langsung gelagapan.

"Amel? siapa Kak?" tanya Sofi dengan senyum jahatnya. Yang langsung di balas Risa dengan seringainya.

"Dia...."

Ceklek!

Pintu kamar mandi terbuka, tampaklah Juni yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Hal itu sontak membuat Risa kehilangan keseimbangannya. Dia pun terjatuh, wajahnya hampir menyentuh perut buncit sang sahabat. Untungnya tangan Juni dengan sigap menarik rambut pendek Risa. Sehingga persentuhan antara perut dan wajah keduanya tidak terjadi.

"Aaaarrkkh!!!" pekik Risa karena merasakan sakit yang teramat sangat, ketika ratusan helai rambutnya di tarik.

"Hahaha!" bukannya meminta maaf, Juni malah tertawa geli melihat penderitaan sang sahabat. Tidak ingin kalah, Risa pun langsung menjambak rambut Juni.

Sofi menghela nafas panjang, lalu mendorong kedua remaja yang lebih tua dua tahun darinya tersebut. Toh dia sudah puluhan kali melihat Kakaknya dan Risa bertengkar.

Dengan santainya Sofi pun langsung menutup dan mengunci pintu kamar mandi. Sedangkan kedua sahabat yang sedang saling jambak itu, masih melanjutkan pergulatan mereka di depan pintu kamar mandi.

"Lepasin nggak!" titah Risa yang semakin mengencangkan jambakannya terhadap helaian rambut Juni.

"ENGGAK!" Juni tidak mau mengalah. Kedua sahabat tersebut sampai berputar-putar di tempat, karena pergulatan mereka yang semakin sengit.

Namun pergulatannya semakin panas, ketika handuk Juni perlahan terlepas dari pinggangnya. Lelaki itu pun langsung melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Risa, wajahnya menjadi memerah.

Sedangkan Risa hanya bisa mematung dengan mata yang membola, karena tidak sengaja melihat senjata pribadi sang sahabat. Juni pun segera mengambil handuknya lagi.

"Maaf!" ujar Risa dengan nada datar sembari mengalihkan pandangan dari Juni. Tetapi lelaki tersebut malah berlari melingus melewati Risa tanpa sepatah kata pun. Dia tampak masuk ke kamarnya dan langsung menghempaskan pintu yang suaranya hampir menggemparkan seluruh isi rumah.

"JUNI! Kamu ya banting pintu terus!!!" tegur Rahma yang sedang berada di dapur.

"Astaga!" Risa mencoba menenangkan dirinya sambil terus menepuk-nepuk dadanya. Kepalanya terus menggeleng beberapakali. Dia ingin segera melupakan apa yang sudah dilihat oleh kedua matanya. Perlahan kaki gadis itu langsung melangkah menuju dapur.

***

"Ayo kita berangkat!" tegur Juni pada Risa yang sedang duduk di samping Sofi yang sedang sarapan.

"Eh Jun! kamu nggak sarapan dulu?" sapa Rahma heran pada anaknya yang doyan makan itu.

"Aku sedang diet Mah!" sahut Juni pelan.

"Pffft...." Sofi berusaha menahan tawa sembari mencoba melayangkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.

Plak!

Risa menepuk pundak Sofi yang sedang mentertawakan kakaknya sendiri. Gadis yang baru berusia tiga belas tahun itu pun langsung terdiam.

1
💜LAVENDER💜
Aku hadir Thor ☝😁
💜LAVENDER💜: Iya Kak, sama2😁
total 2 replies
re
Salah satu cerita favorit yg tak terlupakan ngak bosan baca lg, antara senang dan sedih pas tamat
Elkuna: wah kak makasih ya😍, aku terharu banget🤧, ternyata ada org yg mau bc ulang novel ini. padahal menurutku ceritanya jauh dari sempurna 😅
total 1 replies
Hayaku Gaya
Wihhh!!! Honey Moon! Lukisan Risa selalu best dah.! Maknanya sampe ke sini.. 😘
Huff, ending deh.. aku bakal kangen kamu Jun.. eh, sama kamu juga kok Ris.. tapi dikit wkkw canda ris ✌️😆
Hayaku Gaya: Waduh bener juga. Bisa kena santet onlinenya Risa waduh Ris pis pis ✌️😆
total 2 replies
Hayaku Gaya
Wih abis wisuda nikah deh... wuhu! Dede bayi aku menunggumu haha. 😆
Hayaku Gaya
Kejar restu ayah Jun.. ayo!!!
Hayaku Gaya
Waduh waduh.. Tom relain aja ya... berat nih...
Hayaku Gaya
Nah kan nyesel deh dah buang .. waduh
Nguhuhu, aku ikutan nangis..
Tom.. bersiap kecewa 🤐
Sin Cera 😉
Masih kurang thor 😗 kurang hbs nikah, punya anak 😗😗 cerita anaknya klo mau d tambah juga boleh thor 😂
Elkuna: jgn macam2 kau patkay 😒😒😒
total 1 replies
Sin Cera 😉
duh dah tamat aja thor. cerita setelah pernikahannya mana?? belum juga punyaa anak😗sekalian cerita anaknya yaa thor buat bonus 😂
Sin Cera 😉
uwuwu risaa ama juni. tom gimana thor kasian amat deh nasib dia 😂🤣 tapi dia gak penting lah yaw jadi abaikan aja komen netijen ini 😂🤣🤣
Sin Cera 😉
astoge udin tom sama aku aja 😂🤣
K.A
Tapi Thor ceritamu yg judul nya psychopat meets indigo gak bisa ku baca dong🤧aku baru 15 thor😭 tapi gpp tetap aja nanti ku baca🤣🤣
Elkuna: wkwk, dasar kamu, baca aja asal jgn ditiru 😂
total 1 replies
K.A
End end end, bangga thor aku ingikut cerita mu dari awal sampe akhir😆
Elkuna: uwuw, makasih bnyk ya lili, dah meluangkn wktu buat komen terus. lope lope buat kmu
total 1 replies
re
Bisa ditambah pas hamil dan ngidam mungkin hehe kan penasaran hebohnya mereka
Elkuna: btw mkasih ya kak, udah mau nyempetin baca dan komen. lope lope deh 🤣
total 2 replies
re
Ya sah juga
re
Semoga semua rencana tercapai
re
Lanjut
re
Ya risa sih terlalu emosi akhirnya tanpa pikir panjang terimaTom, semoga nanti tdk trjd lg
K.A
End dong besok, end dong...
Ada seaseon dua gak thor?
Elkuna: untuk season 2 nya mau othor pikirin dulu yaw 😆
total 1 replies
Noer Row_ling
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!