Seorang ustadz tampan kondang dan terkenal, hatuh cinta dengan salah satu murid kecilnya,
Berawal dari bakat dan kecerdasan yang santi kecilnya miliki membuat dia terpesona padanya
Kemudian sang ustadz ber doa dan istikharoh untuk meminta petujuk pada sang maha pencipta, karena ada keraguan didalam hatinya, dan benar Allah memberi petunjuk JODOH DALAM ISTIKHAROH , untuknya,
Karena umur sang murid yang masih remaja, sang ustadz menunggunya sampai dewasa, dan ditinggal pergi sembari menunggu waktu sang murid dewasa, sang ustdaz pergi ke luar negri untuk melanjutka pekerjaannya
Sesampainya sang ustadz pulang ternyata sang murid sudah pindah dari sekolah dan pesatren, tanpa ada yang tau posisi dan alamat nya sekarang, sehingga membuat sang ustadz berjuang dari awal dan berkorban lebih berat untuk mendapatkan wanita pujaannya
mari simak kelanjutan ceritanya yang nano nano ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-14 Cocok
Next ya gusy...
Setelah nasehat dari Pak Kepsek dan Bu Emma, Ustadz Zain memfikirkannya lebih lanjut, mungkin benar apa yang dikatakan Bu Emma dan Pak Kepsek, dan malam ini Ustadz Zain untuk berencana menjalankan Sholat Istikharoh, untuk mencari petunjuk akan pilihan hatinya..
Sekitar jam 22:00 malem, Ustadz Zain yang baru selesai memberi kajian ki pesantren Abahnya berniat untuk menjalankan keniatannya tadi siang
Yang biasanya ustadz Zain habis kajian ngobrol dengan abah uminya ini tiba tiba langsung naik kekamarnya yang berada dilantai 2
"Zain" panggil Abahnya saat membaca kitab di ruang tengah
"Dalem abah" jawab Ustadz Zain menaiki tangga
"Mau kemana? kok tumben, buru buru naik" tanya Abah Zain heran
"Iya Abah banyak kerjaan" alasan Ustadz Zain
"Oh ya sudah," jawab abahnya
"Mau Umi' bikinkan kopi nak?" tawar Uminya
"Gak lah umik, makasih, kalau gitu Zain langsung naik ya Umi' Abah" pamit Ustadz Zain menaiki bergegas kekamarnya
"Tumben bah" ucap Umi Zahra
"Mungkin masih banyak kerjaan mi'" jawab Abah Hasan
"Tapi gak biasanya nolak kopi loo bah" heran Umik Zahra menďekat pada Abah Hasan
"Sudah biarin mungkin lagi gak pengen kopi mi', ayok kita juga istirahat, nanti bangun malam tahajuatan" pinta Abah Hasan
"Ya sudah ayok Abah" jawab Umi" Zahra berdiri dari tempat duduknya
Dikamar Ustadz Zain dia sedang menjalankan sholat witir sholat hajad dan terahir sholat Istikharoh, bermaksud untuk minta petunjuk sama Alloh,
Selesai sholat dan berdoa, Ustadz Zain merasa sangat ngantuk berat dan ahirnya tertidur di atas syajadah
Saat tidur Usatdz Zain bermimpi, bertemu dengan Jihan, yang sedang setoran murojaah pada dirinya, dengan suara yang merdu dan fasyih saat melafalkan ayat suci Al-Qur'an.
Saat jam 03:00 malem Ustadz Zain terbangun karena keganggu suara alarm dihpnya, dia Memang selalu bangun di sepertiga malam tiap harinya untuk menjalankan sholat tahajut
Setelah sholat tahajut Ustadz Zain teringat akan mimpinya tadi
"Alhamdulillah.. mudah mudahan ini sebagai petunjuk kalau aku berjodoh dengan Jihan" gumam Ustadz Zain tersenyum setelah mengingat apa yang barusan dia mimpikan
"Bismillahirrohmanirrohim.... sementara Ustadz menjauh dulu ya jihan, biar kamunya juga aman dan tenang" gumamnya Zain lagi
Dengan bismillah Zain berniat mengagumi Jihan dari jarak jauh, mengagumi dalam diam, untuk menjaga keamanan Jihan dari serangan Dira
Dan Zain bermaksud akan datang kembali menemui Jihan disaat yang tepat
Ustadz Zain merasa bersalah akan pendekatannya, gara gara dirinya Jihan jadi bahan amukan Dira, duh memang begitulah sifat Dira, yang sok baik dihadapan para guru2 saja.
Keesokan harinya saat sarapan pagi sebelum Ustadz Zain berangkat kekantor semua anggota keluarga berkumpul di ruang makan, bukan semua deng, cuman Ustadz Zain dan Abah Umiknya, soalnya Abang dan Kakaknya udah berkeluarga dan memiliki pesantren sendiri
"Assalamualaikum Abah Umi' "salam Ustadz Zain kepada kedua orang tuanya
"Waalaikum salam" jawab Ortunya kompak
"Sarapan Zain" tawar Umiknya
"Iya Umik ini mau sarapan, udah laper semalem gak sempet makan lagi" jawab Zain dengan lagak kelaperan 😂
"Salah siapa buru buru" jawab Umiknya dan dibales cekikian oleh Ustadz Zain
"Oh ya Zain,gimana? Abah Umik udah semakin tua lo Zain" tanya Abahnya yang udah difahami oleh Zain
Selama ini Zain memang selalu diburu buru dengan Abah serta Uminya untuk segera menemui jodohnya
Karena mengingat umur Zain yang sudah cukup matang, serta Abah Hasan dan Umi Zahra yang semakin berkurang Usianya, mereka gak mau anaknya istiqomah menjadi bujang lapuk
"Tenang bah insyaalloh, tinggal nunggu waktu dan sabarnya di unlimitid hehehe" jawab Zain santai dengan mulai menuangkan sarapannya dipiringnya
" Udah ketemu yang cocok?"tanya Umiknya, pasalnya selama ini Zain cuman jawab belum ketemu yang cocok, tapi berbeda dengan pagi ini yang jawabannya meyakinkan
"Doanya Umik, mudah mudahan kita berjodoh amin" jawab Zain dengan senyum sumringah..
bersambung....