Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 14
Keesokan harinya Airin bersama Rey menuju perusahan Argo Bumi. Mereka menjadwalkan hari ini untuk melakukan konferensi pers mengenai NO yang akan menjadi sponsor dari kegiatan ekspedisi pendakian 7 gunung Indonesia yang dijalankan oleh PT AB ( Argo Bumi).
Di sepanjang perjalanan Rey berulang kali melihat ke arah Airin. Airin tentu paham akan hal itu. Airin tahu pasti bos nya itu hendak mengatakan sesuatu.
" Abang ada apa? Ada yang mau dikatakan? Katakan aja."
Rey membuang nafasnya kasar. Ia harus mengatakan apa yang saat ini dia rasakan. Rey harus menyampaikan prasangkanya tentang Pram kepada Airin.
" Ini soal Pram."
Airin mengerutkan alisnya. Ada hubungan apa Pram dengan dirinya? Mengapa seakan bos nya itu begitu gelisah?
" Ada apa sih bang. Jangan sok misterius deh. Cepet ngomong?"
" Pram kayaknya naksir sama kamu. Tapi aku udah bilang kamu itu wanita bersuami. Aku bilang kamu udah nikah sama Akhza. Dia kaget, tapi sepertinya dia bakal kekeh ngejar kamu. Setidaknya itu yang aku tangkep dari gerak-geriknya. Cara dia melihatmu itu bukan seperti seorang rekan, tapi sebagai seorang pria yang mengagumi seorang wanita."
Airin jelas terkejut mendengar pernyataan Rey. Mana mungkin Pram menyukainya. Tapi setelah Airin pikir-pikir Pram memang suka bersikap aneh dan berlebihan. Ia merasakannya akhir-akhir ini.
Seperti kemarin, Pram tiba-tiba datang ke Star Building hanya untuk membawakan Airin boba dan sushi. Sangat aneh bukan? Belum lagi yang tiba-tiba Pram mengiriminya bunga. Dengan dalih sebagai ucapan terimakasih. Sungguh tidak biasa bagi seorang rekan kerja dari perusahaan lain.
" Terus aku harus apa bang?"
" Tolak semua pemberiannya dan katakan dengan tegas bahwa kamu adalah wanita yang bersuami. Jangan sampai ini menjadi hal yang membuat rumah tanggamu kisruh. Bila perlu kamu tidak usah ikut setiap pertemuan dengan PT Argo Bumi."
Airin mengangguk patuh dengan saran dan pengaturan Rey. Sekarang ini Rey benar-benar bersikap layaknya seorang kakak yang menasehati dan melindungi adiknya.
" Makasih ya bang."
" Oh iya satu hal lagi, meskipun aku belum menikah tapi aku cukup tahu. Jangan percaya omongan orang mengenai suamimu, apapun itu. Percaya setiap apa yang suamimu katakan. Jika ada yang berbicara buruk mengenai suamimu maka tanya langsung dan bicarakan baik-baik dengan kepala dingin."
Lagi dan lagi Airin mengangguk. Ia tersenyum ke arah abangnya itu. Rey benar-benar selalu jadi sosok abang yang luar biasa baik buat Airin. Meskipun tingkahnya selalu konyol dan absurd tapi Rey adalah pribadi yang penyayang. Sangat mirip dengan ayah Juna.
" Abang buruan nikah."
" Et deeh nih bocah nyuruh gue nikah mulu. Sabar, humaira ku masih di kekepin ma bapaknya. Butuh usaha keras untuk melakukan Casanova insaf itu."
Keduanya tertawa bersama. Rey dan Airin tahu cerita Adit ayahnya Arumi dari Ayah Rama. Rey tentu paham mengapa Adit begitu protektif terhadap putri sulungnya itu.
Ciiiit
Akhirnya Rey dan Airin sampai juga di PT AB. Mereka langsung turun, di sana sudah ada Crish asisten dari Pram yang menyambut.
" Selamat datang Tuan Rey dan Nona Airin. Tuan Pram sudah menunggu di ruang rapat. Para awak media juga sudah menunggu."
Rey mengangguk, dnegan langkah tegap Rey berjalan beriringan dengan Airin menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh Crish. Crish berjalan di depan untuk menunjukkan tempatnya.
" Silahkan masuk tuan, nona."
Crish membukakan pintu dan semua awak media langsung menyorot Rey. Pun dengan Airin, tentu saja Airin sedikit terkejut. Ia tidak menyangka prescon kali ini banyak mengundang media. Seketika perasaan Airin menjadi tidak enak.
Rey bisa melihat wajah gelisah Airin. Pria itu langsung menepuk punggung Airin pelan. " Semua akan baik-baik saja."
Airin bernafas lega. Ada Rey disampingnya tentu membuat dirinya merasa tenang. Terlihat Pram langsung menghampiri Rey dan Airin. Ia menjabat tangan keduanya orang itu bergantian. Sebuah senyum terbit dari bibir Pram. Tapi Rey merasa senyuman Pram hari ini begitu lain.
" Silahkan duduk Tuan Rey dan Nona Airin, kita akan memulai konferensi pers nya untuk kerja sama," ucap Pram ramah.
" Terimakasih," jawab Rey dan Airin bersamaan.
Kini mereka bertiga duduk bersama dengan Rey berada di tengah. Pram kemudian mulai bicara. Awal mula ia menjelaskan maksud diadakannya temu awak media kali ini. Selanjutnya ia membicarakan mengenai kerja sama PT Argo Bumi dan Star Building khusunya NO.
" Seperti yang kalian tahu, NO merupakan produk outdoor yang tengah naik daun dan kami sungguh merasa terhormat karena NO berkenan mensupport kegiatan alam kami."
" terimakasih Tuan Pramudia, itu sungguh pujian yang berlebihan. kami sampai detik ini masih berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi."
Acara peresmian kerja sama itu pun di abadikan oleh awak media. Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh mereka mengenai rencana ekspedisi yang akan dilakukan oleh PT AB. Akan tetapi lama kelamaan pertanyaan mereka berubah menjadi sesuatu yang membuat Rey dan Airin tidak nyaman. Terlebih Airin, ya pertanyaan yang dilontarkan awal media sungguh membuat Airin tidak nyaman.
" Apa nona Airin benar sudah menikah?"
" Apa benar suami Nona Airin adalah CEO JD Coal putra dari Raden Rama Hadyan Joyodiningrat?"
" Mengapa pernikahannya terkesan sembunyi-sembunyi. Apa mungkin kalian menikah karena terpaksa atau karena ada sesuatu yang lain?"
" Misalnya hamil duluan."
Kalimat terakhir diucapkan oleh Pram yang membuat Rey mengeram marah. Pun dengan Airin, mengapa sepertinya Pram begitu mengusik kehidupan pribadinya.
" Maaf tuan Pram itu adalah ranah pribadi saya, sungguh tidak pantas bagi Anda mengatakan hal tersebut di depan publik," Airin kemudian berlari keluar dari ruang rapat itu.
" Apa semua ini adalah ulah mu? Apa semua ini adalah pengaturan kamu. Jilka ya maka kerja sama kita gagal. Aku tidak suka orang yang gemar mencampuri urusan pribadi orang lain. Kau menyakiti Airin, dia sudah ku anggap seperti adikku. Dengan begitu maka kau tidak akan pernah bisa lagi bekerjasama di perusahaan kami sampai kapanpun. Sungguh perbuatanmu tidak mencerminkan orang yang berpendidikan."
Awak media seketika ramai. Baru saja mereka mengumumkan kerja sama dan sekarang CEO Star Building langsung membatalkan kerja sama tersebut. Para wartawan itu kini balik menyerang Pramudia.
" Tuan bisa jelaskan ini ada apa?"
" Mengapa Anda mengatakan hal tersebut?"
Pram sungguh terkejut, ia tidak menyangka Rey akan mengatakan hal seperti itu. Pram tidak tahu jika hubungan Rey dan Airin begitu dekat.
" Sial, sepertinya banyak yang tidak ku tahu." Pramudia memaki dirinya sendiri tentang kebodohannya.
Di belakang Crish hanya bisa membuang nafasnya kasar. Bos nya bertindak ceroboh tanpa mempertimbangkan apa yang akan terjadi ke depannya. Crish pun lalu menggiring bos nya untuk meninggalkan ruangan tersebut dna meminta pihak humas untuk membubarkan para awak media.
" Anda kelewatan bos," ucap Crish kepada Pramudia.
" Haaah, sepertinya aku gegabah. Ketertarikan ku kepada Airin membuatku kehilangan akal sehat."
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor