NovelToon NovelToon
Wanita Sebatang Kara

Wanita Sebatang Kara

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Suami Tak Berguna / Slice of Life / Tamat
Popularitas:859.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hawa zaza

Saat semua mempersiapkan hari raya dengan penuh sukacita, disini, aku terasing sendirian memendam duka tanpa adanya keluarga. Air mata tak henti mengalir seiring rasa sesak yang menyumbat dada.
Lantunan istighfar terus membasahi bibir bersama perih di dalam sana.

"Maafkan ibu, nak! Untuk sekian kalinya, kamu harus menjalani kepahitan dalam hidupmu yang sulit bersama ibu!"

Sebatang kara adakah takdir yang harus kujalani bersama anak perempuanku.
Sedangkan laki-laki yang kusebut suami, entah berada di mana, dia hanya menyisakan nelangsa dan dendam dalam hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hawa zaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu atasan mas Danang

"Tunggu saja kehancuran kamu, mas!

Aku yakin, gundikmu itu akan pergi meninggalkan kamu setelah kamu tak punya apa apa. NIkmati saja hidupmu setelah ini dengan baik." batinku puas dengan segala rencana yang sudah tertata di otak ini. Bukannya aku jahat, aku hanya ingin mencari keadilan atas sikap semena mena mereka padaku selama ini. Aku diam bukannya aku menerima semua perlakuan buruk itu, tapi karena aku masih berpikir tentang nasib dan hati putriku. Tapi kini, sudah tidak ada lagi yang aku khawatirkan, Shanum akan hidup aman dan bahagia meski hanya denganku saja.

Aku akan menjamin kebahagiaan anakku dengan cinta dan uang yang kini aku punya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Setelah mengantarkan Shanum ke sekolah, aku pamitan sama mbak Anis dan menyerahkan kunci rumah padanya. Setelah itu, aku langsung menuju ke terminal, naik bis jurusan Surabaya dengan jalur tol, agar cepat sampai.

Cukup dua jam, akhirnya aku sampai di terminal Bungurasih, memesan taksi online untuk melanjutkan perjalanan ke kantor suamiku. PT Surya buana yang ada di perak.

"Ada yang bisa di bantu, Bu?" sambut satpam yang tengah berjaga di depan gerbang.

"Oh iya, pak.

Saya mau bertemu dengan atasan disini." sahutku dengan wajah tenang.

"Apa ibu sudah buat janji?" tanyanya memasang wajah menyelidik.

"Belum, saya kesini karena ingin melaporkan sesuatu yang berkaitan dengan salah satu karyawan disini. Saya mau meminta keadilan dari pemimpin perusahaan ini." sahutku tegas, membuat pria paruh baya yang mengenakan seragam satpam mengernyit heran.

"Maksudnya gimana ya, Bu?

Kok saya gak ngerti!" balas pak Saiful, terlihat dari name tag di seragamnya.

"Saya ingin melaporkan perbuatan bejat suami saya pak, dia sudah selingkuh dan tak lagi menafkahi anak istrinya di kampung. Saya ingin dia di pecat agar sama sama merasakan hidup susah." sahutku nanar yang tak lagi perduli sehingga dengan lancar menceritakan apa yang terjadi dalam rumah tanggaku dengan mas Danang pada orang yang sama sekali tidak aku kenal.

"Astagfirullah, kalau boleh tau, siapa nama suami ibu?" balas pak Saiful ingin tau.

"Danang, salah satu staf di kantor ini." sahutku tegas tanpa ragu sedikitpun.

"Akhirnya, apa yang di sembunyikan pasti terbuka juga jika sudah saatnya. Semoga ibu mendapatkan keadilan. Kami disini juga sudah jengah melihat kelakuan perempuan itu." sahut pak Saiful yang sama sekali tak kuduga akan berbicara sesuatu yang membuatku bingung dengan maksud ucapannya.

"Bapak mengenal selingkuhan mas Danang?" tanyaku antusias.

"Hampir semua kenal lah, Bu.

Wong dia itu kan jualan di warung yang ada di depan itu, itu yang warung chat hijau muda, kelihatan kok dari sini. Amit amit dengan tingkah mereka." sahut pak Saiful menatapku iba.

"Terimakasih informasinya, pak.

Setelah dari sini, saya akan menemui perempuan itu di warungnya. Sudah saatnya mereka tau, sedang berhadapan dengan siapa.

Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya." sahutku penuh kebencian.

"Wah, bagus itu Bu. Kasih saja pelajaran sama mereka. Mari saya antarkan ke ruangan pak Dion, kebetulan beliau sedang ada di kantor." pak Saiful mengajakku memasuki kantor, dan menyusuri lorong hingga sampai ke lantai tiga.

"Silahkan, Bu!

Pak Dion sudah menunggu ibu di dalam, kebetulan ada istrinya juga disana.

Semoga ibu mendapatkan keadilan. Yang sabar ya, Bu!" ucap pak Saiful sopan sebelum kembali ke pos jaganya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Terlihat sepasang suami istri yang mungkin berumur empat puluhan tengah menatapku dengan raut yang sulit terjelaskan.

"Silahkan duduk, Bu!

Ada yang bisa dibantu?" sambut pak Dion ramah dengan wajah tegasnya. Sedang istrinya masih tetap duduk dengan anggung di salah satu sofa yang ada diruangan.

"Maaf sebelumnya, saya datang kesini karena ingin meminta bantuan sekaligus ingin mengadukan kelakuan suami saya yang bekerja di perusahaan milik bapak." sahutku gugup dengan perasaan takut, namun berusaha untuk tegar dan berani.

"Kalau boleh tau, siapa nama suami ibu, dan ada masalah apa sampai ibu nekad menemui saya disini?" sahut pak Dion dengan tatapan mengintimidasi.

"Danang Prasetyo nama suami saya.

Dia sudah hampir lima tahun ini tidak lagi memberikan nafkah layak pada saya istrinya dan juga anaknya. Kami hanya diberi dua ratus ribu untuk satu bulan, itupun jarang di kasih kalau saya tidak memintanya seperti pengemis.

Bahkan Suami saya sudah menikah lagi dengan janda yang bekerja di warung depan kantor ini, tanpa sepengetahuan saya, pak.

Sikapnya semakin seenaknya saja, bahkan dia sudah berani membawa perempuan itu ke rumah saya kemarin dan membuat keributan disana.

Saya mohon, selaku pimpinan dari mas Danang, tolong berikan saya keadilan, untuk mengeluarkan laki laki itu dari kantor bapak!" jawabku panjang lebar, membuat pak Dion dan istrinya langsung menatapku dengan tatapan aneh.

"Saya tidak punya hak mencampuri urusan rumah tangga karyawan saya. Maaf kalau saya tidak bisa membantu banyak. Tapi saya akan membantu ibu, dengan mengirimkan delapan puluh persen gajinya Danang ke rekening ibu langsung. Tolong tinggalkan nomor rekening ibu, biar nanti saya yang urus." sahut pak Danang tegas dan seperti tak bisa terbantahkan.

"Loh, gak bisa gitu dong, pah!" istri pak Dion ikut menimpali, wajahnya terlihat masam dengan keputusan suaminya.

Sepertinya sebagai sesama wanita, beliau paham dengan apa yang aku rasakan. Semoga dengan ikut campur nya istri pak Dion, mas Danang bisa dikeluarkan dari pekerjaannya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)

#Coretan pena Hawa (Tamat)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)

#Sekar Arumi (Tamat)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )

#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)

#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)

#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)

#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]

#Bidadari Salju [ On going ]

#Wanita Sebatang Kara { New karya }

#Ganti Istri { New karya }

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

1
Fania kurnia Dewi
mampir kak
karissa 🧘🧘😑ditama
biarin smpe mati sekarat danang ttap.sendirian thor jgn dikasih orang yg mau bntu dia
karissa 🧘🧘😑ditama
penyakit kebiasaan itu pling susah buat di ilangi jga disembuhkan,ke danang ini,,diana aja sdah sdar,sdah tah kmrn2 apa yg dilakukan ny itu smua adlh dosa besar dan kini dy jga sdah bnar2 brubah lah ini danang emang dsar laki2 dajjal
karissa 🧘🧘😑ditama
seandai nya sodara sedarah bisa seerat ini,sling suport bgni tentram dan damai lah dunia
karissa 🧘🧘😑ditama
masyaallah,,kek smua kesulitan bgtu mdah bertemu jlan kluarny dlm karyamu ini thor,andai dikhdpan nyata semudah ini😂😂
Zainab Ddi
karya bagus memberikan kita hikmah kalo kita ngak boleh Gonta ganti pasangan bisa bahaya
Zainab Ddi
rasain dapet penyakit semoga tobat tuh sidanamg
Zainab Ddi
parah rasain duity diambil sama pioit
Zainab Ddi
🤣🤣🤣emang enamg dikerjain Diana
Zainab Ddi
🤣🤣pinter banget Diana jawabnya
Zainab Ddi
banyak jg Diana ambil uang Danang ambil 10 juta semoga Danang ngak geh
Zainab Ddi
parah tuh mertua bukannya tobat malah menjadi2
Zainab Ddi
🤣🤣🤣ambil semua diana
Zainab Ddi
nah gitu Diana laean Danang
Zainab Ddi
kacau keluarga yg suka marah2 aja kerjanya
Zainab Ddi
duh nenek tobat Uda bau tanah jg
Zainab Ddi
lebih Diana nasibmu
Zainab Ddi
😭😭😭seorang ibu punya anak tapi ngak ada yg mau mengurus
Zainab Ddi
bener Diana cerai aja si danang tukang selungkuh
Zainab Ddi
emang enak Danang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!