Gadis desa yang berasal dari kota kembang, Bandung. Dipersunting seorang Pria kaya raya atas permintaan Sang Ayah, si pria akhirnya menerima hanya untuk menutupi kekasihnya yang ditentang oleh Ayah si Pria dan juga karena sang Ayah sedang sakit parah.
Gadis desa bernama Jamilah, dibawa berbulan madu ke London yang terkenal dengan jam Big Ben-nya. Jamilah DITALAK di malam pertama tanpa disentuh pria yang sudah sah menjadi suaminya.
"Aku menalakmu, Jamilah! Talak 3 sekaligus!"
Di London pula Jamilah akhirnya bertemu bule berpenampilan gelandangan yang ternyata adalah seorang CEO yang akhirnya tergila - gila pada Jamilah.
Kepoin aja yuk>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab - 14 Aku Masih Ingin Bersamamu.
Di Bandara, Ley terus menerus memeluk tubuh Jamilah dan mengecup kening Jamilah merasa tak rela ditinggalkan. Dia sendiri bukan tidak ingin ikut Jamilah ke Indonesia, urusan pribadinya sendiri masih sangat rumit dan bahkan nyawa nya saja pernah terancam. Mungkin memang ini jalan terbaik, dia harus merelakan Jamilah pulang ke negaranya lebih dulu.
"Lepaskan aku Ley, aku harus naik sebentar lagi take off," sebenarnya Jamilah juga tak rela tapi ia tak bisa berbuat apapun, bagaimana pun status-nya masih istri orang. Jika dia tertangkap berdua dengan Ley, mereka bisa dilaporkan oleh Arjun. Sudah seharusnya sebelum hubungan baru nya dengan Ley lebih dalam, dia harus secepatnya menyelesaikan urusan hukum dengan Arjun.
"Aku masih ingin bersamamu, maafkan aku tak bisa pergi denganmu. Jamilah, tetapi janjimu akan menungguku, jangan tergoda lelaki lain," Ley terus menerus menghembuskan nafas berat.
"Hihi, kamu juga harus penuhi janjimu untuk datang setelah aku selesai cerai secara hukum dengan Arjun. Jangan bertindak gegabah dengan datang tiba - tiba, oke?"
"Hm, oke. Kabari aku setelah sampai, nomor ponselku jangan sampai hilang," ujar Ley.
"Oke, Ley."
"Panggil aku Abang sayang... kata kamu itu panggilan kesayangan di negaramu. Dan aku nggak mau dipanggil kayak mantan suami kamu, Aa... itu sangat menyebalkan."
"No!" Jamilah menggeleng.
"Itu berarti kamu nggak suka sama aku, mungkin karena aku seorang gelandangan," Ley berpura - pura sedih.
Jamilah menarik hidung mancung kekasihnya, "Abang Ley, Abang Ley... Abang Ley! Puas!"
"Sangat puas," bibir Ley melebar saking happy nya.
"Aku pergi, jaga kesehatanmu. Aku akan menelepon Abang saat sampai, bye..." Jamilah mulai melepaskan pelukannya, mengecup singkat pipi Ley lalu berjalan masuk sembari melambaikan tangan.
Ley menghela nafas sedih, sepergi Jamilah dia menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari bandara.
"Tuan Ley," seseorang memberi hormat.
"Apa keadaan Papa-ku sangat kritis? Apa semua keluarga sudah datang ke rumah sakit? Termasuk Ibu tiri dan adik jahatku?"
"Ya, Tuan. Tuan besar Abisson mengatakan ingin bertemu dengan Anda untuk meminta maaf karena sudah mengusir Anda dari rumah. Tuan besar mengatakan anggap permintaan maafnya adalah permintaan terakhir."
"Huh! Untuk apa permintaan maafnya jika selama ini dia tidak pernah sekalipun mempercayaiku. Dipikirannya hanya istri dan putra kesayangan nya itu! Untung saja Mama mempunyai warisan untukku dan aku berhasil bertahan hidup selama ini dari kejaran para baji ngan itu! Luka terakhir bahkan akan merenggut nyawaku jika Jamilah tidak menolongku, kau tau itu 'kan Antonio."
"Ya, Tuan. Nona Jamilah wanita baik," Antonio si assisten Tuan besar Abisson, tidak berpihak pada siapapun selalu bersikap netral di keluarga besar Abisson.
"Ayo pergi lebih dulu ke babershop, aku ingin merapikan rambut dan janggutku."
"Baik, Tuan. Saya juga sudah memesan setelan untuk Anda pakai, ada di dalam mobil."
"Hm, ya."
Ley masuk ke dalam mobil duduk di jok belakang, pikirannya terus tertuju pada Jamilah. Namun, ketika memikirkan akan bertemu dengan Ayah nya yang sudah tidak bertemu selama bertahun - tahun juga akan bertemu dengan para penjahat yang terus memburu untuk membunuhnya seketika hatinya memanas.
"Tuan Ley, Tuan besar sudah mengetahui tentang ketibersalahan Anda 3 tahun lalu tentang dana Perusahaan. Beliau tau ternyata istrinya yang telah mengambil dana itu. Kini, Tuan besar sudah mengubah wasiatnya. Anda akan mendapatkan 70 persen hak waris dan 30 persen untuk adik Anda, Tuan Rudra. Sedangkan Ibu tiri Anda hanya mendapatkan rumah besar."
"Cih! Dia yang membunuh ibu kandungku, bahkan rumah itu seharusnya adalah milik Ibuku. Aku akan merebut rumah itu juga, lihat saja nanti!" janji Ley, dia juga sudah berjanji pada Ibunya yang sudah meninggal akan membalas orang - orang itu pada waktunya. Ayahnya juga bisa mengetahui tentang kebusukan Ibu tirinya, karena dia lah yang mengirimkan bukti - bukti itu pada Ayahnya.