NovelToon NovelToon
Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Win

Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!

Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.

Apa yang terjadi dengan wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14. Ajakan ke pesta

Sejak kecil, Ryuga dan Elena tumbuh dalam lingkungan yang sama. Ryuga sering bermain di rumah Elena, dan sebaliknya, Elena juga sering berkunjung bahkan menginap di rumah Ryuga yang memang mereka tetanggaan.

Ketika usia mereka di bawah 10 tahun, Mama Cintya dan Mama Raina selalu memandikan mereka bersama-sama apabila salah satunya datang bermain ke rumah.

Elena kadang memukuli Ryuga yang masih bercanda dengan mengajaknya mandi bersama ketika mereka sudah dewasa. Namun bagi Ryuga, itu bukan hanya sekedar candaan, dia memang menginginkan hal itu terjadi suatu hari nanti. Dia sudah menganggap Elena sebagai bagian dari hidupnya, Ryuga ingin menikahi Elena dan membina keluarga bersamanya.

Namun Elena merupakan sosok wanita yang tidak peka, dia tidak menyadari cinta dari Ryuga untuknya bukan hanya sekedar cinta sebagai seorang sahabat.

Mereka kini berada di ruang makan, Ryuga memotong buah apel dan kiwi untuk Elena.

"Ga, mulai bulan depan aku udah mau pindah dari sini. Nanti kamu bantuin aku cari apartement baru ya!"

Elena mengambil sepotong apel dari piring, dia memasukkan potongan apel itu ke dalam mulut.

“Kamu yakin mau pindah? Nanti nggak ada yang beliin kamu makan, nggak ada yang temenin kamu nonton. Trus juga nggak ada yang potongin buah buat kamu!" ejek Ryuga.

“Aku yakin, pake banget! kita ini temen, sahabat. Aneh kan kalau tinggal berdua. Nanti malah jadi omongan orang!" jawab Elena.

“Kenapa kamu mesti mikirin apa yang dikatakan oleh orang-orang? Ini kan demi keselamatan kamu juga, bahaya loh cewek tinggal sendirian." bujuk Ryuga.

“Nanti coba aku pikirkan lagi deh, aku juga nggak enak numpang gratis terus." sahut Elena.

“Siapa bilang numpang gratis? Kamu kan bertugas jadi koki di sini!"

“Hehe... Aku pikir-pikir dulu ya!”

“Nggak perlu mikir lagi Len, sudah tinggal di sini saja. Kalau perlu, kita buat aja surat nikah."

“Kamu waras?"

Elena menatap Ryuga, wajah laki-laki itu terlihat sangat serius dengan ucapannya. Namun bagi Elena, kata-kata itu hanya di anggap candaan dari Ryuga.

Ryuga menatap jari Elena yang bersih tanpa pernak pernik, ada sedikit rasa kecewa di hatinya ketika menyadari jika Elena telah melepas cincin yang dia berikan.

"Len, cincin yang aku kasih ke kamu mana? Kok nggak di pake?" tanyanya dengan nada yang sedikit kesal.

"Aku simpan, soalnya takut orang-orang pada salah paham. Cincinnya kan mirip kayak cincin tunangan." jawab Elena.

Ryuga menaikkan alisnya, dia lalu bertanya, "Emang kenapa kalau kalau mirip cincin tunangan?"

"Nanti aku nggak aku laku-laku dong Ga, dikira uda punya pasangan." sahut Elena dengan nada datar.

"Bagus dong kalau nggak laku, jadi aku nggak perlu menyingkirkan laki-laki lain yang deketin kamu Len." benak Ryuga.

"Nih, makan yang banyak!" Ryuga menyuapi Elena dengan sepotong kiwi. Elena hanya menerima dan membuka mulutnya ketika di suapi oleh Ryuga.

"Seandainya kamu tau perasaanku yang sesungguhnya. Apakah kamu masih akan tetap bersikap seperti ini Len?" benak Ryuga.

Ada saat-saat di mana Ryuga ingin mengungkapkan semua perasaannya kepada Elena. Namun dia takut jika Elena akan menjauh setelah mengetahui kenyataan itu. Ketakutan itu, membuat Ryuga sempat kehilangan Elena, karena Elena pernah bertunangan dengan Steven.

Mengingat kesalahannya yang dulu, Ryuga bertekad akan memperlihatkan rasa cintanya terhadap Elena. Namun ketidak-pekaan Elena membuat Ryuga kewalahan. Dia selalu menganggap Ryuga sedang bercanda apabila laki-laki itu mengajaknya menikah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Tuan, ada undangan pesta malam ini dari Tuan Robert dan semua tamu di pesta itu di wajibkan untuk membawa pasangan." lapor Leo yang baru saja masuk ke dalam kantor Ryuga.

"Tolak saja undangannya, kamu kan tau aku tidak punya padangan untuk pergi ke pesta." jawab Ryuga.

Leo berdiam diri, membuat Ryuga menatap ke arahnya. "Ada apa lagi?" tanyanya dengan nada ketus.

"Tuan nggak mau mengajak Nona Elena ke sana?"

"Elena? Kenapa aku nggak kepikiran, lumayan buat memperkenalkan Elena sebagai pasanganku di depan umum." benak Ryuga.

"Baiklah, katakan kepada Tuan Robert aku akan hadir di pestanya." ucap Ryuga bersemangat.

Ryuga mengambil ponsel, dia menelepon Elena untuk mengajaknya pergi ke pesta.

"Pesta? Pesta apa? Aku nggak pernah lho ke pesta para konglomerat."

"Kamu ikutin aku aja. Nggak perlu takut, aku nggak jual kamu kok di sana. Lagian dijual juga nggak bakalan laku." ledek Ryuga.

"Yah... mulai deh, udah ah aku mau lanjut kerja. Bye...!"

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Elena mengingat jika dirinya tidak memiliki pakaian yang layak untuk hadir ke pesta, dia berpikir untuk membeli gaun baru saja. Elena segera membereskan semua barang-barang dan meminta izin untuk pulang lebih awal.

Elena mengunjungi sebuah butik di sekitar perusahaan, dia mencoba beberapa gaun yang terlihat bagus di matanya. Setelah menemukan sebuah gaun yang cocok, Elena melihat harga yang tertera di sana.

"12 Juta? Gila, ini mah gaji aku selama 2 bulan." pikir Elena.

Elena merasa harga gaunnya terlalu mahal, dia tidak begitu rela mengeluarkan uang yang sebesar itu hanya demi sebuah gaun.

"Maaf Mbak, saya lihat di tempat lain dulu ya." ucap Elena yang lalu meninggalkan butik tersebut.

"Mau cari gaun di mana dong aku?" pikir Elena.

"Drtttt! Drtttt!"

Ponsel Elena bergetar, dia mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Nama Ryuga muncul di depan layar ponsel, Elena segera menjawab teleponnya.

"Hallo..."

"Len, kamu di mana?" tanya Ryuga dari seberang sana.

"Aku lagi di depan butik yang di seberang kantor. Tadi mau beli gaun baru, tapi nggak jadi."

"Kenapa nggak jadi beli?"

"Mahal banget gaunnya, harganya sebesar gaji aku selama 2 bulan." jawab Elena blak-blakkan.

"Haha..., kamu nih! Jangan pelit-pelit sama diri sendiri. Kalau suka yah beli ajah."

"Bukan pelit, tapi irit!" balas Elena.

"Ya udah, aku ke sana aja. Kamu tungguin aku ya!" ucap Ryuga.

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Ney Maniez
mata mu trnodai😲😲🙄🙄
Ney Maniez
💪💪ga
Ney Maniez
lambattt ahhh,,,
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗
Ney Maniez
kok aku geregetn y pngn ngarungin Steven trus anyutin deh 🤭🤭
Ney Maniez
😲😲😲😲
Ney Maniez
kode-kode 🤭🤭
Ney Maniez
ayo ryu nikahin💪💪🤭
Ney Maniez
ryu💪💪
Ney Maniez
atuhh mending sahabat nya lah dr pd cwonya baj*ngn🤭💪💪
Ney Maniez
baru baca langsung ngenes🥺🥺
Ney Maniez
mampir🙏🤗
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
kapan up s 2 nya ka ?
Aze_reen"
lanjut kk S2.. ditunggu yah
Win
Akan di lanjutkan kembali di season 2 jika banyak permintaan dari pembaca. Terima kasih❤❤
Cycle
oke
Hi No
Tolong dilanjutkan
Sugito S
dan aku pun penasaran
Lian
penulisannya rapi, mudah dibaca, gampang di pahami.
Hendy Wijaya
lanjutnya kpn ini?
Win Nie
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!