"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu butuh usaha,dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."
~Davier Galuh Pramono~
"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"
~Aira Anandia Maheswari~
Aira Anandia Maheswari merupakan Mahasiswi yang terkenal pintar di fakultasnya. Bahkan hampir seluruh kampus mengenal dirinya. Masa mudanya harus berakhir dengan di jodohkan oleh orang tuanya. Dijodohkan dengan Davier Galuh Pramono yang tak lain adalah dosennya ssndiri.
Keduanya sering merasakan perasaan aneh yang terselimut di dalam dirinya. Hingga Davierlah yang menyadari lebih dulu perasaannya itu. Lalu apakah Aira akan menyadari perasaannya atau ia akan terus menepis perasaan itu dari hatinya? Akankah mereka bisa bersatu dengan hati yang tulus? Apakab mereka bisa melewati semua lika-liku yang menghalagi kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia Oktavianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~MTLY 14~ Derita PMS
Mobil Davier sampai di halaman rumah Ai. Ai langsung turun tanpa mengatkan apapun pada Davier. Davier yang melihat itu hanya terdiam. Ia engan untuk berbicara.
Mungkin dengan memberikan Ai waktu sendiri itu jauh lebih baik. Lagi pula ia harus belajar lebih mengenal Ai. Davier
Pun melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya. Lima belas menit kemudian ia telah sampai di rumah.
"Lama banget pulangnya? Darimana aja kamu?" tanya Vina.
"Namanya juga double profesi ya gini." jawab Davier sambil berjalan menaiki tangga.
Di Kamar Davier
Davier menyimpan tas kerjanya lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Sepuluh menit kemudian ia keluar dari kamar mandi lalu mengenakan pakaian. Ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas, dan mendapati 5 notifikasi pesan dari Ai.
Princess Aira💕
Aku minta maaf atas
sikap aku yang kekanak-kanakkan.
Princess Aira💕
Aku minta maaf😔
Princess Aira💕
Aku minta maaf😔
Princess Aira💕
Aku minta maaf😔
Princess Aira💕
Aku minta maaf😔
Davier tersenyum simpul membaca pesan dari Aira. Permintaan maaf yang terus di kirimkan kepadanya padahal ia tidak marah pada Aira. Davier merupakan sosok yang tidak mudah marah, ia hanya akan kesal namun hanya beberapa saat saja.
Di posisi lain Ai tidak hentinya menangis, terutama setelah mengirim pesan pada Davier dan hanya di baca olehnya. Beginilah Ai, jika ia sedang PMS, apa yang di lakukann bila tak sesuai keinginannya maka ia akan menangis atau akan marah pada semua orang.
Di Ruang Keluarga
"Bun, si tengil tadi kok mukanya kusut ya?" tanya Arrayn.
"Capek mungkin." jawab Surraya.
"Dia mah ga pernah bawa urusan kerjaan atau kampus ke rumah. It's not possible Bun." balas Arrayn.
"Lagi PMS mungkin." timpal Arsyad sembari menyeruput coklat panas kesukaannya.
"Kalo emang lagi PMS, bahaya nih Bun. Dua hal yang akan kita lewati selama seminggu ke depan. Pertama siap-siap jadi amukan singa betina atau mendengar rengekkan permintaan sambil tuh singa betina menangis." ucap Arrayn yang kini mulai was-was.
"Itu istimewanya Ai setiap bulan. PMS nya beda dari yang lain." kekeh Surraya.
"Davier pasti yang akan kena imbasnya. Mulai hari ini dan seterusnya kan dia bakal sama Ai terus." balas Arsyad.
"Ya ampun, kasian banget si Davier. Dia bakal jadi kelinci percobaan si singa betina." balas Arrayn dengan terkekeh.
"Kalian ini tega banget sama Vier. Mending kalian kasi tau deh. Biar Vier ga kaget besok sama perubahan Ai. Buruaan kasi tau." perintah Surraya.
"Bunda mah ga asyik. Sesekali ngerjain saudara ipar akn ga papa." balaa Arrayn yang membuat Surraya menatap tajam putranya itu.
"Ya udah biar aku aja yang kasi tau Davier Bun." ucap Arsyad sembari mengamnbil Handphonenya di atas meja. Ia kemudian menghubungi Davier.
Di kamar Davier tenngah bermain game dengan Handphonenya. Ketika ada notifikasi pesan dari Arsyad ia segera menyudahi permainannya.
Arsyad
Davier, selamat memasuki
dunia petualangan yang akan
menguji seberapa sabar lo sama
Aira.
Me
Maksud lo apa Syad?
Arsyad
Hari ini dan untuk seminggu
kedepan lo harus rada sabar sama
sikap Ai.
Arsyad
Dia lagi ada tamu bulanan.
Lo bakal jadi kelinci percobaan.
Arsyad
Dalam fase itu lo akan
berhadapan sama kemarahan
dan rengekkan serta pernintaan
yang macam-macam dari Ai. Kalo
ga lo turutin dia akan marah atau
nangjs sejadi-jadinya.
Me
Apa? Yang benar aja lo Syad?
Arsyad
Iya gue serius.
Selamat menempuh masa
percobaan sebelum lo nikah ya😂
Davier hanya membaca pesan tersebut sembari membentuk huruf O. Ia benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi harinyaa selama seminggu terakhir.
Di kamar Ai terus menangis karena pesannya hanya di baca oleh Davier. Ia juga merasa kesal pada Febri. Hari ini semua orang menguji kesabarannya hingga ia hanya bisa menumpahkan kekesalannya dengan menangis atau amarahnya.
Ai memutuskan untuk memutuskan menghubungi Fira dan mengajaknya shopping.
Me
Fir, lo sibuk ga?
Temenin gue jalan yuk?
Fira
Sorry Ai, gue lagi ada acara.
Lo ngajaknya mendadak amat sih.
Fira
Lo ajak asisten lo kek.
Ajak Kak pandu kek.
Me
Yahh, lo mah gitu Fir😭
Fira
Maaf Ai gue ga bisa
Aira semakin kesal setelah membaca pesan Fira. Tapi ia tak mengurungkan niatnya itu untuk tetap berbelanja di Mall. Ai pun mandi dan bersiap untuk berangkat. Aira turun dan hendak menuju ke pintu, tetapi tiba-tiba Arsyad memanggilnya.
"Mau kemaan dek?" tanya Arsyad.
"Mau shopping, kenapa Aa mau ikutan?" balas Ai sinis.
"Eh nggak kok. Tapi kamu perginya sama siapa?" tanya Arsyad lagi.
"Sendirian aja." balas Ai singkat
"Loh, kenapa ga ajak Davier atau ajak Fira?" tanya Arsyad.
"Mereka sibuk. Udah ah aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum." balas Ai.
"Eh tapi kan. Hem ya udah hati-hati. Wa'alaikumussalam.
Aira pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia menyalakan musik favoritnya seraya menyetir dengan santai. Ia mencoba menenangkan dirinya.
Sekitar dua puluh menit Ai sampai. Ia pun memarkirkan mobilnya, lalu turun dan memasuki Mall. Ia pun mengitari Mall. Sebenarnya ia bingung ingin belanja apa lagi. Wajar saja beberapa hari lalu ia, Pandu dan juga Disti telah berbelanja sepuasnya.
Di rumah, Arsyad menghubungi Davier untuk memberitahukan tentang Ai pada Davier. Ia pun mengambil handphonenya di dalam saku celananya dan segera menghubungi Davier.
Me
Davier lo dimaan sekarang?
Me
Apa lo ada kerjaan?
Namun ketika itu Davier tidak membalas pesan darinya. Ia berpikir mungkin Davier sedang sibuk . Ia pun kembali duduk di sofa dan menonton televisi.
Arrayan sedang berada di kamarnya. Ia tengah bermain gane. Walaupun Arrayn sudah bekerja namun tidak menghilangkan jiwa mudanya. Tentu saja usianya memang masih terbilang muda. Dia lulus cumlaude dengan waktu 2,5 tahun. Kini usia menginjak 22 tahun.
Sedangakn Arsyad kini berusia 25 tahun. Ia juga pintar dan terampi. Ia juga merupakan lulusan cumlaude di kampusnya. Dalam waktu 2,8 tahun ia telah menyelesaikan studi S1 nya. Wajar saja bila Ai menjadi idola dan terkenal di kampusnya. Kepintarannya itu juga turunan dari kedua kakaknya.
Di Mall, cukup lama Ai berjalan tanpa arah. Ia benar-benar di buat bingung. Apa yang akan ia lakukan sekarang? Semuanya benar-benar membingungkan. Ia pun duduk di salah satu bangku di area di dekat TimeZone.
Ia memainkan handphonenya. Membolak-balikkan akun media sosialnya. Ia benar-benar kesal, hari ini semua orang telah membuatnya kesal. Bahkan Davier telah mengacuhkan pesannya.
"Dia itu sebenarnya niat ga sih nikahin gue." gerutu Ai.
"Emang sih, dia udah ga sedingin es tapi tetap aja nyebelin." timpal gerutunya.
"Gue kenapa jadi gini sih, kok jadi baperan gini. Ai lo aja nerima perjodohan ini tanpa dasar cinta ya kali kan gue harus baper sama semua yang dia lakuin ke gue. Ah bodo amat deh." gerutunya lagi.
Ai benar-benar dilema saat ini. Semuanya membuat Ai merasa bingung dan tertekan. Sekeras apapun ia berupaya untuk menahan kekesalannya tetap saja merasa frustasi.
----------------Next Update-----------------
Senin, 15 Juni 2020
Salam Hangat
Author Halu