Farel Stuart Alfredo harus merelakan wanita yang dicintainya secara diam-diam yaitu Salmafina bertunangan dengan kekasihnya.
Nada Maura Hermawan juga baru saja patah hati diputuskan oleh pria yang dipacarinya selama Lima tahun.
Keduanya bertemu di pesta pertunangan Salma dan berakhir di atas ranjang dengan sama-sama tidak menggunakan pakaian.
Sebulan kemudian Nada hamil dan Farel yang mengetahui hal itu langsung berinisiatif untuk bertanggung jawab.
"Ayo kita nikah, aku akan bertanggung jawab!" ucap Farel.
Nada masih tidak percaya jika dirinya hamil oleh pria asing yang baru ditemuinya dipesta sahabat baiknya itu.
Akankah Nada dan Farel bisa mempertahankan pernikahan mereka yang begitu tiba-tiba karena adanya anak di antara mereka, padahal keduanya sama-sama memiliki cinta lain yang sulit dilupakan.
Apakah cinta akan hadir, ataukah mereka memilih berpisah setelah Nada melahirkan?
Yuk ikuti kisah mereka, jangan lupa subscribe like dan kasih gift yang banyak ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penguntit
Happy Reading.
Minggu pagi di kota Bali terasa begitu hangat, matahari mulai masuk melalui celah-celah gorden. Kamar yang didominasi warna putih itu tampak elegan dengan corak abu-abu dan furniture yang berwarna coklat muda.
Tirai besar bewarna putih gading tersingkap, begitupun dengan gorden berwarna putih berbahan renda di belakangnya itu.
Sinar matahari lurus menerangi kamar melalui kaca tebal, memperjelas ranjang king size yang telah dirapikan.
Farel si pemilik kamar hanya menggunakan sebuah boxer kotak-kotak dan singlet putih, tidak lupa juga kaos kaki abu-abu yang terpasang di kakinya, dia memang selalu menggunakan kaos kaki sebelum tidur untuk menjaga kelembaban kaki.
Setelah berganti pakaian dengan pakaian olahraga lengkap dengan sepatu, Farel menuju ke sebuah ruangan berdinding kaca. di sana ada beberapa alat olahraga dan dia memilih treadmill.
Farel melakukan sedikit peregangan terlebih dahulu untuk pemanasan, kemudian memasang earphone dan mulai menyetel musik, karena musik memang wajib saat dia sedang berolahraga.
Awalnya dia hanya berjalan pelan, kemudian mempercepat langkah sampai akhirnya dia berlari cukup kencang, wajah Farel telah dipenuhi tetesan-tetesan keringat padahal dia sering kali mengusap keringat di wajahnya dengan menggunakan handuk yang dia kalungi.
Tubuh indah Farel tercetak melalui bajunya yang basah karena keringat, tubuhnya atletis dan berotot terlihat sangat jelas jika dia sering melatih tubuhnya.
Sambil menunggu keringatnya kering, Farel meraih ponselnya, dia mulai berselancar di media sosial, setiap kali membuka sosmed-nya hal yang paling utama yang harus Farel lakukan adalah mengintip di akun Salma.
Belum sempat membuka profil wanita itu, sebuah foto muncul di layar depan Instagram Farel. Foto seorang lelaki yang sedang duduk di dekat jendela sambil memegang gelas bening berisi cairan berwarna coklat. Lelaki dalam foto itu menatap tepat ke arah kamera atau mungkin yang memotret dengan senyum yang menampilkan deretan giginya.
Sebuah caption manis tertulis di bawah foto itu. 'Cintaku' kata yang sepertinya ditulis dengan tulus oleh si pemilik akun.
Farel tersenyum miris ketika melihat foto Fery yang diunggah oleh Salma, dan hal itu sanggup menghancurkan mood-nya seketika.
Entah apa kelebihan Ferry dari pria lain, menurut Farel secara gambaran umum, dirinya lebih tampan daripada Ferry. Tubuh dan penampilannya pun sepertinya jauh di atas tunangan Salma itu, lantas mengapa perempuan itu lebih tertarik pada Ferry?
Dengan malas Farel menyeret kakinya menuju kamar mandi, dia mengatur suhu air, mengarahkan keran ke tanda merah dan mulai melepas pakaian yang melekat di tubuhnya, air mulai mengalir dari kaca ruang mandi, hanya rambut gelapnya yang tampak, uap menutupi hampir seluruh kaca itu, suara air mengalir terdengar cukup lama.
Saat Farel keluar, handuk putih melilit di tubuh bagian bawah, pria itu menatap pantulan tubuhnya di cermin wastafel, memuji betapa mempesonanya bayangan di cermin itu.
Huh, persetan dengan Salma dan Ferry, besok dia akan menjadi suami dari perempuan lain.
Setelah selesai memakai pakaian, Farel duduk di meja makan lalu meminum segelas kopi hitam yang dia buat di mesin kopi tadi.
Farel menatap ke sekeliling meja, di sana sepi hanya ada dirinya sepanjang hari, itu sebabnya dia sangat benci hari libur karena semuanya akan terasa sunyi dan sepi seperti hidupnya.
Kemudian dia pun memakan roti kering yang ada di toples, memang sangat kering, entah sudah berapa lama dia merasa hidupnya gersang seperti terjebak di dalam gurun pasir, yah sejauh penglihatan Farel hanya ada padang pasir di dalam hidupnya.
Seumur hidup Farel hanya Salma yang berhasil memunculkan oasis di tanah tandusnya. Namun, kini perempuan itu pun bukan air mata lagi baginya.
Farel memandang kursi kosong di depannya, dia pernah melihat Salma duduk di sana menemaninya menghabiskan sarapan seperti pagi ini.
'Ah, apa yang gue pikirin!! gue harus menghapus Salam dari pikiran ini!'
Ya, Farel harus selalu ingat bahwa di kursi itu nanti akan ada Nada dan disampingnya akan ada sebuah kursi baby dengan bayi imut yang bisa saja wajahnya mirip dengannya ataupun dengan Nada.
'Tidak, genku pasti lebih dominan daripada nada!'
Mulai sekarang dia harus belajar melupakan Salma dan mulai menerima di mana takdir membawanya.
*****
Tatapan kosong Farel tertuju pada langit-langit kamarnya, dia hanya menatap tanpa berpikir apapun. Farel bosan, sangat bosan, dia tidak tahu bagaimana caranya agar kebosanan itu menghilang.
Sejenak dia berpikir untuk pergi ke ruang bacanya. Siapa tahu dia lebih terhibur di sana, lagi-lagi harus baca buku yang sama karena buku-buku di rak itu telah dia baca semua
Huh, kalau saja dia tidak mengurungkan niatnya untuk memelihara kucing, sekarang dia tidak akan kesepian, setidaknya akan ada suara meongan dari peliharaannya, dia juga bisa bermain dengan mereka.
'Bermain?' batin Farel.
Tiba-tiba senyum Farel muncul, setelah memiliki ide agar sepi dan bosannya menghilang, Farel meraih ponselnya yang berada di nakas, mengatur posisi duduk sambil bersandar di bantal yang sudah diatur di kepala ranjang
Sepertinya aktivitas terbaik saat dia merasa bosan adalah mengunjungi Instagram Nada, ya dia sekarang mempunyai pekerjaan lain, Farel membuka setiap foto, melihat siapa-siapa saja yang ada di dalam sana, menguntit satu akun ke akun lain yang kebetulan mengomentari atau ditandai di foto itu.
Ah, tidak butuh waktu lama untuk mengetahui keluar dari Nada, cukup dengan melihat media sosialnya, Farel juga baru berselancar sekitar 20 menit di profil Nada dan dia sudah tahu nama siapa saudaranya, orang tuanya, serta keluarganya yang dekat.
'Calon istriku cantik juga,' batin Farel memuji Nada dalam hati.
Dari kegiatan menguntit itu pula, Farel tahu bahwa Nada sebentar lagi ulang tahun dan besok Farel akan memberikan kado terlebih dahulu yaitu menikahinya.
Farel tertawa kecil, menguntit akun seseorang ternyata menyenangkan, merasa cukup dengan informasi yang dia inginkan Farel menekan dua kali pada setiap foto yang dia lihat di Instagram Nada kemudian menulis komentar di beberapa foto seperti, CUTE disertai emoticon hati, ILY dan emoticon hati, dan beberapa komentar pujian yang selalu diikuti emoticon hati berwarna merah.
Selang beberapa menit sebuah DM masuk di akun Instagramnya, senyum Farel mengembang semua berjalan seperti yang dia rencanakan.
'Lo gila, ya!!'
'Hapus komen di IG gue nggak??!'
Farel hanya senyam senyum membaca pesan yang dikirim oleh nada dia bisa membayangkan seperti apa ekspresi marah perempuan itu.
'FARELLL!!!'
Pesan demi pesan masuk di ponsel Farel awalnya hanya pesan via Instagram kemudian Nada juga mengirim pesan via WhatsApp bahkan telegram dan semua pesan itu diacuhkan oleh Farel.
Dia hanya bersiul-siul dan menunggu hal epic yang akan terjadi.
Nah, kan!! akhirnya!!
Sebuah deringan panjang terdengar, Farel membiarkan deringan itu dan hanya memperhatikan gambar di layar, Nada tidak memasang foto dirinya hanya logo perusahaan di sana.
"Huh, fotonya membosankan!" gerutu Farel menatap logo yang dia bayangkan berisi foto Nada.
Setelah membiarkan ponselnya berdering beberapa kali Farel mengusap layar dan mendekatkan di telinga.
"Dasar gila!! brengsekk!" pekik pemilik suara di telepon, Farel lantas menjauhkan hp-nya beberapa saat.
"Hapus komen-komen gila lo itu!!" teriak Nada.
"Nggak mau!" Farel menjawab dengan santai.
"Lo gila ya! gimana kalau yang lain pada lihat?" suara Nada masih tinggi.
"Ya,, bagus kalau gitu biar tidak heran kalau kita menikah besok."
"Jangan harap gue datang besok!" bentak Nada kesal.
Farel hanya mengatupkan mulut kuat-kuat agar suara tawanya tidak terdengar.
Bersambung.
calon pelakor mulaibetaksi 😃😃😃
gawaaatttt...
jangan y salma jangan. ingat pisisi masing2, udah punya padangan halal. jangan sampaijadi pelakor, dengan me g atas nama kan persahabatan
merasa gak rela klufarel samacewek lain.
jangan serakah lo Dalna, ingat lo udah ferrysuami li, yg li cintai. biar kan farel drngan kehiduoan baru ny