Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sensual
Freya tiba di kantor tepat pukul 07: 00 pagi, ia tidak mau terlambat dan membuat kesalahan di hari pertamanya, semalaman Freya juga belajar dan membaca apa saja jadwal Kenzo hari ini.
Freya masuk ke dalam gedung Achazia, suasana masih lenggang karena ini belum masuk jam kerja, wanita itu terlihat lebih rapi dari pada biasanya, kali ini Freya rela membeli sepasang blouse dan rok baru agar terlihat lebih berbeda. Seperti biasa rambut Freya yang panjang di ikat rapih ke atas agar tidak menganggu dalam bekerja.
Bersyukurlah Freya memiliki fisik yang mendukung jadi apa saja yang di kenakan gadis itu terlihat bagus dan elegan. Freya memasuki lift menuju lantai paling atas dimana ruangan Kenzo berada. Freya tiba disana dan ia melihat sebuah meja baru tepat di depan ruangan kenzo lengkap dengan satu set komputer dan juga ada papan nama bertuliskan Freya Alessandra disana. Freya tersenyum dan menyentuh papan nama yang terbuat dari bahan semi kaca tersebut.
Freya meletakkan kembali papan nama tersebut, ia melangkah menuju ruangan Kenzo dan mengetuk pintu nya.
"Masuk" jawab seseorang dari dalam.
Setelah mendengar perintah dari Kenzo barulah Freya masuk ke sana, ia melihat pria itu sedang mengancing kemeja nya, Kenzo bahkan sudah datang lebih awal daripada Freya, pasti pria itu sangat tepat waktu.
"Selamat pagi Freya, hari ini kamu datang tepat waktu." sambut Kenzo.
Freya tersenyum. "Selamat pagi Pak tentu saja ini hari pertama saya menjadi sekertaris dan saya akan melakukan yang terbaik".
Kenzo tersenyum, ia meraih dasi yang berada di atas meja lalu memakai nya. Freya hanya melihat hal itu, Kenzo terlihat kesulitan menyimpulkan dasi nya, hingga akhirnya selesai namun masih kurang rapi.
"Maaf Pak, itu.." tunjuk Freya.
"Iya kenapa?" tanya Kenzo yang tidak mengerti.
"Itu dasi anda kurang rapi Pak." ucap Freya.
Freya merasa gemas, akhirnya ia melangkah menghampiri Kenzo dan membenarkan dasi pria itu. Kenzo tersenyum sejak tadi ia hanya pura-pura tidak bisa pakai dasi agar Freya yang memakainya dan Kenzo bisa menikmati wajah cantik wanita itu.
Freya merapihkan dasi Kenzo hingga akhirnya selesai. Ia tersenyum saat melihat hasilnya.
"Terimakasih Frey, kamu sangat cekatan ternyata." kata Kenzo.
Freya yang tidak tau apa-apa hanya tersenyum dan menganggap itu sebagai pujian tulus dari Kenzo. Pria itu lanjut memakai jas nya dan kembali menatap Freya.
"Kamu sudah baca jadwal saya hari ini?" tanya Kenzo.
"Sudah Pak, pagi ini anda harus menandatangi kerja sama dari Corpou's Group, lalu setelah makan siang ada rapat dengan klien dari Bimantara company." jawab Freya.
"Pastikan mereka benar-benar hadir dalam rapat, beritahu kepada Yuda juga mengenai hal ini sekarang." titah Kenzo.
"Baik Pak, kalau gitu saya permisi dulu." ucap Freya sedikit membungkukkan tubuhnya.
Kenzo mengangguk, Freya keluar dari ruangan Kenzo untuk kembali ke meja nya, sedangkan Kenzo menyeringai puas jika seperti ini ia semakin mudah mendekati Freya, tetapi Kenzo juga harus bersikap senatural mungkin agar Freya tidak bisa membaca niat dibalik kebaikannya itu. Tentu saja ada harga yang harus Freya bayar akan jabatan yang ia duduki sekarang.
*****
Freya mengikuti langkah Kenzo bersama Yuda dan beberapa asisten lain nya, hari pertamanya sudah lumayan berat. Freya ikut Kenzo rapat, bertemu klien, dan memeriksa laporan yang harus di tanda tangani dengan cermat, Freya juga menyiapkan berkas apa saja yang di butuhkan dan itu tidak boleh ada yang salah.
"Frey sudah di periksa berkas nya? Bawa ke ruangan saya." suara Kenzo terdengar dari intercom yang berada di samping komputer.
"Baik Pak."
Freya membereskan berkas yang di bawa nya dan masuk ke dalam ruangan Kenzo, ia meletakkan berkas itu di atas meja.
"Ada lagi yang anda butuhkan Pak?" tanya Freya.
Kenzo tersenyum dan menggeleng.
"Duduklah, kamu harus menemani ku memeriksa berkas nya agar tidak bolak-balik."
"Baiklah Pak."
Freya pun berjalan ke arah sofa dan kemudian di susul oleh Kenzo yang duduk di sebelah nya. Freya menggeser sedikit posisinya di karenakan mereka terlalu dekat, Kenzo meletakkan berkas-berkas nya di atas meja.
"Apakah saya banyak menyusahkan mu di hari pertama?" tanya Kenzo sambil membolak-balik berkasnya.
"Tentu saja tidak Pak." ucap Freya sambil menggelengkan kepalanya dengan keras, Kenzo hanya tersenyum.
"Apa kamu merasa kelelahan, kaki mu sakit?" tanya Kenzo sambil melirik ke arah kaki Freya yang sudah mengeluarkan kaki nya dari sepatu, hal itu membuat Freya terkejut lalu memasukkan kembali kaki nya, ia merutuki penglihatan Kenzo yang begitu jeli hingga sampai melihat kakinya.
"T-tidak Pak, hanya saja hari ini kita banyak sekali berjalan." cicit Freya, jujur saja Freya merasa kaki nya pegal, sepatu yang di beli tidak terlalu bagus, mungkin saja bagian belakang kaki nya sudah lecet, bagaimana tidak ia mengikuti setiap langkah Kenzo yang lumayan cepat itu.
"Pekerjaan sebagai sekretaris memang lumayan berat, jadi kamu harus beradaptasi dengan baik, tapi kamu sudah terlihat sangat bagus di hari pertama, saya menyukai cara kerjamu Frey." puji Kenzo membuat Freya tersenyum tipis.
"Terimakasih Pak." Freya merasa senang akan pujian Kenzo saat ini.
"Coba periksa berkas nya" titah Kenzo.
Freya mengangguk, ia membuka berkas itu dan menjelaskan nya kepada Kenzo, pria itu duduk semakin dekat dengan Freya.
Kenzo memperhatikan setiap helai rambut Freya yang berwarna kecoklatan, Kenzo tidak paham lagi, baru kali ini ia menemukan seorang wanita yang sesuai dengan tipe idaman nya, kenapa tidak sejak awal ia menemukan Freya, dan kenapa wanita itu harus mempunyai status istri orang.
"Freya kamu menggunakan parfum apa?" tanya Kenzo yang merasa nyaman akibat bau parfum Freya.
Freya menoleh ke arah Kenzo. "Ini parfum murah Pak, apakah bau nya mengganggu anda? Jika benar maka saya akan menggantinya besok." ucap Freya.
Kenzo menggeleng. "Harum nya sensual." desis Kenzo sambil menatap Freya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"B-baiklah saya akan ganti besok." sahut Freya.
Kenzo tersenyum, ia membuka tutup pena dan menandatangi berkas yang baru saja di jelaskan oleh Freya.
"Frey, kamu tidak perlu turun untuk makan siang, saya sudah memesan makanan, kaki mu sedang sakit." kata Kenzo.
Freya merasa tidak enak kenapa kenzo baik sekali padanya, Kenzo jauh dari kata sombong dan otoriter pria itu lembut dan tegas secara bersamaan.
"Terimakasih Pak, tapi anda tidak perlu repot-repot. Saya bisa makan bersama Alana dan Romi." jawab Freya.
"Jangan membantah Frey, ini perintah dari atasanmu."
Freya pun mengangguk, ia tidak bisa membantah perkataan Kenzo.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor