NovelToon NovelToon
It’S So Hurts

It’S So Hurts

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Selingkuh / Tamat
Popularitas:197.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Pengkhianatan, satu kata yang mempunyai kekuatan begitu dahsyat menghancurkan sebuah kehidupan yang sempuna.

Karena rasa bersalah akibat sebuah pengkhianataan yang tidak sengaja dia lakukan, Zein Alucas harus merasakan sakitnya kehilangan wanita yang sangat di cintainya.

Tersakiti atau melepaskan, hanya dua kata itu yang terus berada di dalam pikiranya, hingga akhirnya dia memilih untuk melepaskan Dara dan menikahi Tasya.

Apakah Zein akan bertahan dengan Tasya? Atau dia akan lebih memilih untuk mengkhinati pernikahaanya dan kembali bersama Dara?

Ikutin keseruannya yuk 😘

Dan jangan lupa untuk follow Ig Mimin fi @Andrieta_rendra ya, agar tidak ketinggalan untuk updatennya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikaan Dara

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰

**Jangan sinder **😘😘

🌹 **Happy Reading **🌹

Zein melajukan mobilnya dengan sangat kencang ketika sudah berhasil mendapatkan di mana alamat kelompok yang menyekap Dara dan teman-temannya.

“Aarrrggghhhhh, boodoohh, booddoohh, bodddohh. Beegoo kamu, Zein. Bisa-bisanya kamu bertindak di luar batas,” umpat Zein benar-benar menyesali perbuataan yang hampir mengkhianati janjinya.

“Maafkan aku, Dara. Maafkan aku, Sayang," batinnya, tidak bisa berhenti menyesali apa yang sudah terjadi.

Bruugghhhh. Dengan penuh emosi Zein melajukan mobilnya dan menabrak dinding bangunan, hingga roboh tak tersisa.

Zein keluar dari mobil dan melihat penampilan Dara yang sudah sangat memperihatinkan, dengan darah yang ada di mana-mana, serta pakaian bagian atas yang sudah di robek sana-sini.

Dara mengalihkan pandanganya enggan menatap wajah Zein yang terus menatapnya tajam. Buuggghh,dorrrr, dorrrr, buggghhh.

Zein menemmbaki dan memukuli mereka semua secara brutal. “Di mana bos kalian? Sini hadapi saya jika berani!” tantangnya penuh emosi.

Tak lama kemudian, keluarlah sosok yang tadi melukai dan menampar pipi Dara dengan keras, yang merupakan bos mereka.

“Wah, wah, ternyata pahlawan kesiangan ini datang juga,” sahutnya penuh ejekan pada Zein.

“Jangan banyak bicara kamu! Sini hadapi saya jika berani! Urusan kamu itu sama daya, "Bajiingan!" seru Zein dan langsung menyerang pria itu.

Dara hanya mampu terdiam dan memejamkan matanya pelan. Dia ingin lepas dari semua ini, tapi nyatanya tidak bisa.

Hingga tiba-tiba saja, Dara merasakaan kepalanya sangat pusing. "Ahhh, Mama,” gumamnya, lalu terjatuh tak sadarkan diri.

“Daraaaaa!” teriak Zein sekeras mungkin.

Zein langsung membunuh pria itu dengan sangat - sangat sadis, dengan memberikan tembakan berulang-ulang di kepala pria itu hingga hancur tak karuan.

Setelah itu, dengan cepat Zein membuka ruangan yang sedari tadi digedor oleh Justin dan Tyas.

“Ah, Mr. Zein. Terima kasih sudah menyelamatkan kami,” ujar Justin dengan menundukan kepalanya hormat, dan tak henti mengucapkan rasa syukur.

Sedangkan Tyas, kini kembali histeris melihat Dara yang pingsan dengan wajah dan tubuh yang sudah mengeluarkan banyak darah.

“Dara! Bertahanlah Dara." Tangis Tyas pecah, sambil terus menepuk pipi Dara agar kembali sadar.

Zein yang tak ingin membuang waktu lagi, kini langsung membuka tali ikatan Dara lalu segera menggendongnya dan membawa Dara ke rumah sakit terdekat.

“Dara … kumohon bertahanlah untukku, Dara,” ucap Zein yang merasa tubuhnya bergetar takut kehilangan.

Dia menggendong Dara sampai ruang IGD rumah sakit. “Maaf, Tuan. Cukup letakkan saja pasien di sini, dan kami akan menolongnya,” pungkas salah satu suster yang berjaga di sana.

Mau tidak mau Zein terdiam lalu meletakkan tubuh Dara di atas brangkar dan membiarkan para suster membawanya.

Brugggh. Zein membanting tubuhnya di kursi tunggu, dan mengusap kasar wajahnya “Dara! Dara!” panggilnya terus-menerus, merasakan sesak di dadanya ketika melihat wanita yang dicintainya terbaring lemah seperti itu.

Wanita yang seharusnya disayangi, malah menjadi korban dari musuh - musuhnya. Tak lama kemudian, Tyas yang sedari tadi memandang Zein dari kejauhan, kini berusaha mendekatinya, “Jika memang kamu belum yakin untuk mencintainya, maka lepaskanlah dia. Kasihan dia jika sudah mencintai sepenuh hati, tapi hanya untuk disakiti," tutur Tyas pelan, menatap lekat ke arah Zein yang masih tertunduk.

“Mungkin aku tidak bisa merasakaan apa-apa. Tapi sebelum ini Dara sudah bisa feeling bahwa pria yang dicintainya berniat untuk mengkhianati dia,” ucap Tyas lagi, sebelum akhirnya dia beranjak pergi mendekat ke arah Justin yang menatapnya dari kejauhan.

“Sayang,” tegur Tyas sambil memeluk singjat lengan Justin, dan bersama melangkahkan kaki mereka keluar.

“Terkadang kita tidak tahu perasaan seseorang, Sayang. Biarkanlah mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri,” terang Justin yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Tyas.

***

Sedangkan di sisi lain, Zein kini telah berada di dalam ruang rawat bersama Dara yang sudah selesai dipriksa. Bahkan sudah kembali membuka mata.

Saat ini Zein dan Dara sama - sama saling menatap lekat mata mereka.

“Matamu mengisyaratkan jurang yang begitu dalam, aku takut jatuh ke dalam jurang itu. Tapi, itu terus menarikku masuk. Kamu seperti dua pikiran bagiku, entah itu adalah surga atau neraka,” ucap Dara pelan sambil mengusap lembut wajah Zein yang juga ikut menatapnya.

“Siapa sebenarnya kamu, Zein? Mengapa aku begitu takut bersamamu?” tanyanya dengan suara yang sendu.

“Aku adalah setitik debu, terkadang angin meniup dan membawa awan, bercampur hujan dan jatuh di tanah yang asing. Aku adalah setitik debu, yang akan melakukan apa pun untukmu,” jawab Zein sambil tersenyum manis.

Dara yang ikut tersenyum, kini mengecup singkat tangan Zein yang berada di genggamannya.

“Pernahkah kamu jatuh cinta, Zein?” tanya Dara lagi, dengan tatapan lembut dari matanya.

“Tidak cukup menatap mata seseorang lalu menuliskan sebuah puisi indah untuknya,” balas Zein yang membuat Dara mengangkat kepalanya menatap Zein lebih jelas.

“Apakah kamu sedang menulis puisi indah untukku?” tanya Dara dengan antusias.

“Apa kamu tidak menyukainya?” tanya Zein balik, dan langsung membuat Dara tersenyum dan memeluk Zein dengan erat.

“Lalu bagaiamana denganmu? Apa kamu pernah jatuh cinta sebelum bersamaku? tanya Zein lagi.

Dara terdiam, tetapi enggan untuk menjawabnya. Dia hanya tersenyum dan memberikan kecupan jauh untuk Zein.

“Kamu menggodaku rupanya,” ujar Zein dan langsung menindih tubuh Dara dengan gemas.

“Hahaha. Zein, ini rumah sakit,” elak Dara dengan tertawa riang, seakan-akan lupa dengan kejadian yang menyakitkanya tadi.

“Arghhh,” jerit Zein ketika Dara tidak sengaja menyentuh luka tembakannya kemarin.

Dara langsung panik dan mencoba menyentuh luka itu kembali. "Apa rasanya sangat sakit?” tanya Dara ketika Zein memilih untuk membalikkan tubuhnya membelakangi Dara.

Merasa kasihan, Dara langsung memeluk tubuh Zein dari belakang. Hingga tiba-tiba Zein bangun, tetapi Dara menahannya, dan memeluk lengan kekar Zein dengan erat.

Sedangkan Zein yang mengetahui kekhawatiran kekasihnya, kini mengalihkan tangan Dara untuk digenggam. Dara pun langsung menyandarkan kepalanya di pundak kekasihnya.

“Jangan pernah bohong, apa lagi khianati aku sampai kapan pun,” pinta Dara dengan suara yang pelan. Namun, itu cukup menusuk di dalam jantung Zein, mengingat apa yang akan dia lakukan tadi, yang nyaris saja mengkhianati kekasihnya ini.

“Apa jika sampai itu terjadi, kamu akan pergi meninggalkanku?” tanya Zein dengan berhati-hati.

Dara mengedikan bahunya singkat, merasa enggan untuk menjawab. Karena menurutnya tanpa dijawab pun, pasti Zein sudah tahu apa yang ada di dalam pemikirannya.

“Zein, kapan kita kembali ke Spanyol? Aku ingin mengenalkanmu dengan Ayah. Aku tidak bisa jika harus menyembunyikan hubungan kita ini, aku takut ketika aku hamil Ayah tidak mau menerimanya,” ungkap Dara, mengeluarkan segala isi hatinya.

Zein terdiam sambil terus berpikir. “Sebelum aku menemui ayahmu, aku akan lebih dulu membawamu menemui bundaku. Bagaiaman?” tawarnya pada Dara.

“Berapa banyak wanita yang pernah kamu bawa menemui Bunda?” tanya Dara sedikit menggoda.

“Ini pertama kalinya, dan aku mau kamulah yang menjadi pasangan terakhirku,dan satu-satunya wanita yang akan kukenalkan pada Bunda,” ucap Zein dengan tulus.

“Dara, will you merry me?” ucap Zein sambil mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku celananya. Itu cukup membuat Dara diam membisu karena semua ini.

**To Be Continue. *

hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.

Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎

*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭

Terima kasih🙏🏻🙏🏻

1
Sulastri
membaca kisah Zain kok ngenes aku ,susuwai judul sesakit ini ,aku ikut sakiiiit banget
Wandi Kurniawan
sedih bnggttt baca kisah yg sand ending terus😭😭😭 , otor nya keren😍
good
Cute Cute88
aku hanya tdk rela kenapa zein hrs meninggal. hiks hiks
kartini
bqru nemi ceritanya yang siudah baca saya mau tanya atau authornya tolong jawar apa zein meninggal gak bersatu dengan dara?tolong di kawab thor
Uciha Rere: Iya kak Zeinnya udah meninggal kak 🙏🏻😭
total 1 replies
zahra ou
sukses trs buat othor
zahra ou
cerita yg penuh dgn prjuangan n air mata
zahra ou
mumet aku. terlalu banyak konflik dgn visual yg berbeda2. fokus utama sbenernya nih crita konfliknya siapa sih. afwan thor. aq bner dbuat pusing ama alur yg plot nya luar biasahhhh
Ismei Dhamayanti
😭😭😭😭😭😭,,, mengalir sudah air mata ku membacanya,,,,
Ismei Dhamayanti
Meleleh air mata ku sama jingga 😭😭😭
Ismei Dhamayanti
Astaga sport jantung aq bacanya
Ismei Dhamayanti
Jrengg,,, jreng,,, jreng🎸🎸🎸
Ismei Dhamayanti
Daebakkk,,,,
Nadira Widy
entah kenapa aku malah lebih simpati kepada tasya,,zain dan dara terlalu egois,,,,cinta ya cinta saja tidak perlu memisahkan seorang anak dari ibunya,,,zain dan dara bisa buat anak sediri sedangkan tasya dia hanya punya jingga,,tasya bahkan tidak mendapat kan kebahagiaan sedikit pun dan tidak ada satu orang pun yang peduli akan perasaannya,,dan semua penderitaan tasya berasal dari dara dan keluarga lesham
Nur wahyuni Wahyuni
Thor kisah orang tuanya kemana ya?
imam zulkifli
apakah ini ini lanjutan dari love my please my wife thor
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
👌👌👌👌👌
❄️ sin rui ❄️
di ending kita bisa lihat cinta siapa yg lebih besar ke zein, dara atau tasya
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Zein Alucas Maurice Di peran kan Oleh Gurmeet Choudry sedang kan Dara di perankan oleh Helly shah
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Zein Alucas Maurice Di peran kan Oleh Gurmeet Choudry Sedangkan Andara Queenzia Di peran Hellyshah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!