NovelToon NovelToon
Loving You

Loving You

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:684.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: nenah adja

Revisi dari novel yang lama judulnya 'Maid make me crazy'
.
.
Annastasya Arrabella

Kebangkrutan keluarganya mengharuskannya mencari uang sendiri untuk kuliahnya, dirinya terpaksa menjadi seorang maid, karena hanya itu tawaran yang datang padanya.


"Bagaimana mau tidak jadi maid?"

"Apa? Maid...?"

"Baiklah tak ada pilihan lain"

__________

Roland Zain Abraham.

Ceo, tampan,dan mapan juga seorang Casanova penakluk wanita,dirinya harus menahan hasratnya pada seorang maid yang dianggapnya bukan levelnya.

"Maid itu? haha..tidak dia bukan level ku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Roland Frustasi

Di dalam kamar Roland mengutuk dirinya sendiri karna menggoda Anna, bahkan tadi dia hampir kelepasan menerkam maidnya itu. Dirinya terus terbayang paha mulus itu dan lekuk Anna yang tadi sudah di kungkungan nya, andai saja itu bukan maid, pasti akan langsung dia terkam.

Sial.. umpatnya lalu masuk kedalam kamar mandi.

Anna melangkah anggun kearah Roland yang sedang duduk dan merebahkan punggungnya di kepala ranjang, Roland mengeryit ketika Anna menghampirinya

"Ada apa?" Roland meneliti maidnya itu, ada yang aneh dengan penampilan Anna, tubuh molek Anna hanya di balut lingerie..

Gleg..

Roland menelan ludahnya jakunnya bahkan naik turun, Ana berjongkok di depan Roland tangan lentiknya merambat ke dada Roland, pandangan Roland lurus kedepan melihat dua bulatan yang hampir tumpah itu posisi Anna yang menunduk memudahkannya melihat benda indah itu. Sh it.. dia tidak memakai b*a.

"Tuan benarkah...? kau tidak tergoda denganku?" suara Anna begitu mendayu,dan terdengar se ksi di telinga Roland.

Roland mende sah kala Anna meremas tubuhnya.

Tangan Roland terangkat dan menghentikan tangan Anna yang bergeriliya ditubuhnya."Apa yang kau lakukan?" kata Roland parau sungguh buaya macam Roland disuguhi daging mulus tentu saja dia siap menerkam, namun ini adalah maidnya, dan itu bukan Levelnya.

Dasar Roland bajingan mesum itu masih saja menjunjung harga dirinya meski dirinya sudah sangat ber gai rah, "Tuan? bukankah kau menginginkanku lihatlah ini sudah berdiri tegak" Anna menunjuk tubuh Roland yang masih tertutup celana training.

"Berhenti Anna atau aku kehilangan kendali" Roland semakin geram ketika jari lentik Anna mulai menelusup ke dalam perutnya.

"Lakukanlah tuan aku tak akan menghentikanmu" bisik Anna.

Roland meraih tengkuk Anna dan melu mat habis bibir yang dipoles gincu merah itu, persetan dengan level sialannya dirinya harus segera menuntaskan ga irahnya yang tengah dipancing oleh maidnya itu.

Roland membalik posisi hingga kini Anna berada di bawahnya."Jangan menyesal Anna" kata Roland suaranya sudah semakin parau, dan panas di dirinya sudah benar benar membara.

Roland menelusuri tubuh molek itu. Roland semakin gila ketika mendengar desa han Anna, Roland melempar sembarang lingerie Anna yang sudah robek."Kau sungguh nikmat Anna" kata Roland disela kegiatannya,lidahnya tengah menyapu inti Anna yang semakin menggelinjangkan badannya, Roland mendongak menyaksikan raut Anna yang memerah karna gai rah sungguh 'cantik'

Roland memposisikan tubuhnya di atas Anna bibirnya melu mat rakus bibir Anna satu tangannya menyelinap diantara tubuhnya dan mengurut sebentar tubuhnya,"Apakah akan sakit?" tanya Anna polos.

"Kau? ini yang pertama?" Roland tidak percaya gadis yang menggoda seperti sudah berpengalaman ini masih polos.

"Akan sakit sedikit aku akan pelan pelan" sebenarnya Roland tak tau bagaimana sakitnya karna dirinya juga tak pernah mendapatkan gadis polos.

"Baiklah aku percaya padamu" kata Anna.

Roland kembali meraup bibir merah itu sebelah tangannya meremas lembut dua bulatan itu silih berganti.

Roland mulai memasukan tubuhnya yang panjang dan besar itu ke dalam Anna namun Anna menjerit "Aaaa... berhenti ini sakit"

"Jangan memintaku berhenti honey"

"Tidak ini sakit sekali.. berhenti..!!"

"Tahan sebentar" Roland masih kesusahan.

"Berhenti tuan, ini sakit" Anna mendorong dada Roland agar menjauh.

"Tuan, berhenti" Roland tak menghiraukan malah menahan tangan Anna yang mulai berontak, tidak bisa, ini harus diselesaikan gairahnya sudah meletup letup tak tertahan.

"Tuan sakit"

"Tuan.."

"TUAN" jerit Anna, Anna menendang Roland hingga terjatuh ke bawah ranjang.

Brukk..

Roland terjatuh,dan meraba pinggangnya.

.

.

....

"Tuan kau baik baik saja?"

Anna melihat Roland yang meringis punggungnya yang jatuh di lantai.

"Apa yang kau.." tunggu kenapa ini ? Anna ada didepannya, Roland melihat kerah pakaiannya, masih lengkap lalu kemana ling erienya .. apa yang terjadi.. Astaga itu mimpi, hanya mimpi.

"Tuan aku membangunkan mu, makan malam sudah siap" kata Anna yang masih menatapnya dengan raut bingung "Tapi kenapa kau malah tidur dilantai?"

Roland berdehem sungguh dirinya malu bukan main,"Tidak ada aku akan mandi dulu kau tunggulah diluar" Anna mengangguk dan keluar dari kamar Roland.

"Sial.. bagaimana bisa, semuanya seperti nyata" Roland mengusap wajahnya frustasi "Bagaimana aku bisa bermimpi tentang Anna" Roland pergi kearah kamar mandi sungguh timun tubuhnya masih tegang seperti saat dialam mimpi tadi.

Sedangkan dibalik pintu Anna sedang menahan tawanya, sudah lima menit Anna masuk ke kamar Roland dan menyaksikan Roland meracau dan mend esah dalam tidurnya."Dasar buaya mesum, dalam tidur pun dia masih med esah, tapi tunggu tadi dia menyebut namaku" Anna menginggat kala Roland mendesahkan namanya "Ah .. Anna" Apa majikannya sedang bermimpi ber cinta dengannya, Anna bergidik,,, "Ih.. menjijikan."

Roland menghampiri Anna yang tengah menunggu di meja makan "Makanlah aku mau keluar" kata Roland.

"Loh tuan tidak makan dulu" ini sudah sangat terlambat dari jam makan malam.

"Tidak aku makan diluar" Roland berjalan terus tanpa melihat kearah Anna.

"Kenapa tidak bilang sejak tadi susah payah aku memasak" Anna menggerutu setelah Roland pergi, Anna melihat jari tangannya yang lagi-lagi terluka karena memotong sayuran. "Ck.. menyebalkan"

Roland memasuki club langganannya Alden sudah menunggu diruang khusus yang sudah mereka pesan,tentu saja dengan wanita se ksi disisinya. "Dimana Ben?" Roland bertanya tanpa menghiraukan Alden yang tengah bercu mbu dihadapannya.

"Dia bilang sedang di jalan" Alden terus bergeriliya di tubuh wanitanya. "Bagaimana kau sudah mulai misimu"

"Belum lagi pula sebulan masih lama" Padahal Roland sedang bingung untuk mendekati gadis itu sedangkan biasanya para gadis yang mendekatinya.Dan tadi dia sungguh malu dengan mimpinya, yang benar saja di bermimpi ber cum bu dengan maidnya.

"Baiklah, kau mau menghabiskan malammu sendiri" Jelas Alden sedang meledeknya sekarang karna biasanya dirinya masuk sudah menggandeng mangsanya.

"Aku tidak mood"

"Wuah ada apa denganmu, kau terlihat frustasi"

Roland hanya mengedikkan bahunya acuh, lalu menyesap minumannya.

"Maaf aku terlambat" Ben datang lengkap dengan wanitanya.

Sial hanya dirinya yang duduk sendiri, Roland menggerutu dalam hati.

"Wah lihat lah siapa yang datang, calon pasutri kita" cerocos Alden.

Ben duduk dengan Caroline di sisinya "Hai aku Carol" Caroline mengulurkan tangannya pada Alden dan di sambut dengan kecupan lembut Alden yang mendarat di punggung tangannya. "Oh, Hay Roland, apa kabarmu?"

Roland mengangkat alisnya,ah dia hampir lupa itu Caroline calon istri Ben,dan juga mantan cinta satu malamnya,"Kau tidak lupa padaku bukan?"

Roland melihatnya dengan wajah datar.

"Kalian saling kenal" tanya Ben acuh sungguh dirinya tak perduli.

Carol menunduk malu malu,sungguh Ben muak melihat j*l*ng itu, jika bukan karna terpaksa tak akan mau dirinya menghabiskan waktu dengan Caroline.

Roland menyesap minumannya "Hanya satu malam."

"Sial.." umpat Ben jadi dia mendapatkan bekas Roland, bukan cemburu sungguh Ben tak perduli hanya saja harga dirinya seperti di lempar tak berharga.

"Aku keluar dulu" Ben beranjak dari duduknya.

"Honey kau mau kemana?" Carol menahan tangan Ben.

"Aku mau ke bawah"

Ben pergi begitu saja tanpa menoleh kearah Carol, Alden sudah memasuki kamar yang tersedia dengan wanitanya.

Carol menggeser duduknya mendekati Roland yang sama sekali tak bergeming "Roland kau mau menghabiskan malammu denganku" Carol meraba dada bidang Roland.

Roland menghentikan tangan Carol " Maaf nona Rosewell, aku tak memungut barang yang sudah kubuang" Roland pergi meninggalkan Carol yang geram dan tak percaya dirinya ditolak dua pria sekaligus.

.

.

.

Like..

Komen..

Vote..

Dan aku berteriak Kopiiiiiiii, Bungaaaaa 🤣🤣🤣

1
Patrish
waduh....pasti nih..pastiiii
Patrish
hahahahahhaaaaaa.....Caroline...kalian semua.,..salah lawan..🤣🤣🤣🤣
Patrish
dan ada dewa OTHOR yang mengatur nasib setiap tokoh...🤣🤣🤣
Ra~~~~~
kisah don juan semua 🤣
Ra~~~~~
keren ceritanya
Ra~~~~~
bagus ceritanya
Ra~~~~~
Suka banget sm novel yg ini 😍
Yuna¹⁰
banyak juga gaji nya, gas deh annaa
Yuna¹⁰
bener-bener mencari nyoya rumah kalau gitu🤭
Yuna¹⁰
kisah orang tua Calvin?
Erni Fitriana
ssmua letakkan semua disini thorrrr
Erni Fitriana
lanjuttttttt ke kinara
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kebanyakan celap celup jadi bodoh rolan rambut
Erni Fitriana
klo orang biasa udah keburu nikah itu anaaaa🤣🤣
Erni Fitriana
tanda bahaya nih tuan bele...cepat bil keputusan tyan bule
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣😌😌
Erni Fitriana
nah loh naaaa...make dikasih tau kudu ke polisi
Erni Fitriana
jrengggggggggg
Erni Fitriana
aku anaaaaaaaaa😁😁😁😁😁
Erni Fitriana
😄😄😄😄mom..menantu mu ituuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!